Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
52


__ADS_3

"Alhamdulillah for everything " Candy.


Rasa lelah sudah tidak tertahankan yang sekarang Candy rasakan, terutama kakinya yang seharian ini banyak berdiri untuk menghormati tamu yang mengucapkan selamat kepada Rendra dan Candy.


Guyuran air dingin serasa menyegarkan tubuh mungilnya dengan sentuhan sabun yang beraroma terapi menambah tubuhnya rileks yang saat ini dia butuhkan.


Rendra sendiri masih duduk berbincang dengan ayah dan mas Dimas di ruang keluarga, hanya obrolan santai saja tidak lebih untuk menikmati kebersamaan mereka sebelum tidur.


Ayah yang telah terlebih dahulu meninggalkan keduanya untuk beristirahat karena tubuh tuanya sudah terlihat letih seharian ini menghormati tamu yang sudah hadir di undang oleh beliau.


"Dra...pelan-pelan aja ga usah buru-buru, nikmati aja" goda mas Dimas ke Rendra dengan tangan menepuk pundaknya.


"Siap mas...tapi apaan ya..mas" Rendra masih bingung belum fokus.


"Maksud mas...sholat dulu, doa dulu baru tidur" mas Dimas makin bikin Rendra bingung.


"Oh...itu iyalah,kirain apa mas" Rendra membalas godaan mas Dimas yang jago bikin orang salah fokus dikerjain olehnya.


Keduanya tertawa yang hanya dimengerti oleh keduanya walaupun masing-masing masih bingung dengan pernyataan dan apa arti tawa yang dimaksud lawan bicaranya.


Keduanya meninggalkan ruang keluarga menuju kamar masing-masing, untuk beristirahat karena terlalu lelah dari aktivitas seharian ini.


Rendra mengetuk pintu kamar Cindy, dan terdengar sautan dari dalam kamar yang mempersilahkan masuk.


"Assalamualaikum, honey " Rendra berucap ke Candy yang telah mengenakan mukena akan melaksanakan sholat isya.


"Waalaikum salam, mas" balasan dari Candy dengan tersenyum.


"Boleh...tunggu mas membersihkan diri dulu" ujar Rendra yang menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar Candy.


Anggukan kepala Candy ke Rendra dan memberikan handuk untuk Rendra yang masih berjalan ke arah kamar mandi.


Tidak tunggu berapa Rendra keluar dari kamar mandi tapi hanya berbalut handuk karena lupa membawa pakaiannya.


"Maaf...honey bisa ambilkan baju mas" perintah Rendra ke Candy yang malu melihat Rendra yang telanjang dada.


"Ya" ucap Candy yang malu dan mengambil pakaian Rendra yang masih dalam kopernya.


Saat Candy menyerahkan baju ke Rendra, tangan Rendra memegang tangan Candy dan dipeluknya Candy dengan erat dan berbisik.


"Terimakasih honey.." Candy malu dan sudah berpikir lebih yang membuatnya cukup kaget akan tindakan Rendra namun hanya pikirannya saja, ternyata Rendra hanya menggodanya saja tidak lebih.

__ADS_1


"Bisa..kita mulai" goda Rendra untuk melakukan sholat yang membuat Candy tambah malu.


Rendra menjadi iman untuk Candy, selesai melakukan sholat berdzikir dan berdoa ketika tangan Candy akan menyalami tangan Rendra menyampaikan sesuatu.


"Honey...Bisa kan kita lanjutkan untuk sholat dua rokaat (Sholat sunah sesudah menjadi pengantin) " Rendra menyampaikan permintaan ke Candy dan anggukan kepala yang Candy berikan.


Kedua melanjutkan sholat sunah itu dan banyak doa yang Rendra panjatkan dalam harapnya untuk kebaikan hubungan keduanya di masa depan, terdengar isak tangis Candy yang tak tertahankan, Rendra memeluknya dan menenangkan Candy dengan ciuman yang bertubi-tubi dikening Candy.


"Honey....senang jadi istri mas" Rendra berusaha menenangkan Candy, dan hanya anggukan kepala Rendra tidak puas dengan anggukan kepala Candy.


"Suaranya..mana" Rendra ingin Candy menyudahi tangisnya.


"Can...bahagia dan senang jadi istri mas"dengan tangan Candy mengusap air matanya.


keduanya sudah duduk di ujung tempat tidur untuk beristirahat, tapi Candy merasakan sakit yang sangat pada kedua kakinya yang seharian ini banyak berdiri.


"Kenapa...honey ?" Rendra memegang kaki Candy dengan perlahan.


"Sakit...pelan-pelan mas" ucap Candy sedikit berteriak karena benar-benar sakit karena lelah, Rendra tahu itu sebab tubuh mungil Candy tidak terbiasa lakukan itu.


"Biar...mas bantu" tangan Rendra memijat kedua kaki Candy dengan lembut, tapi tidak dengan Candy yang terus berteriak karena tidak bisa menahan pijatan Rendra.


"Mas...pelan-pelan, sakit.." ujar Candy dengan suara merintih kesakitan.


"Ih...mas ini mah geli tahu" ucap Candy yang pada akhirnya diusap kakinya oleh Rendra.


"Hus....berisik nanti dikirain ngapain " ujar Rendra dengan jari telunjuknya menempel di ujung bibirnya.


"Nanti mas Dimas denger loh...honey" ucap Rendra ke Candy yang masih protes karena rasa geli dari pijatan Rendra.


"Biarin...Can,yang rasain" Candy masih merasakan pijatan Rendra.


"Benar...nih...ga apa-apa" Rendra menggoda Candy yang masih dipijat Rendra.


"Iya..lah, memang kenapa mas" Rendra yang makin menggoda Candy.


"Nanti besok di tanya...loh " goda Rendra ke Candy yang masih dipijatnya.


"Ih..mas..." Candy dengan suara sedikit keras yang malu di goda Rendra.


Rendra merasa kasihan ke Candy yang terlihat sangat lelah nampak sekali dari mukanya yang terlihat pucat dan mata Candy sedikit sayup juga karena mengantuk.

__ADS_1


"Mas..tahu ko,honey cape...istirahat lah" Rendra berbisik di telinga Candy dan membuat Candy merinding karena hembusan napas Rendra yang terasa ditelinga Candy.


Rendra menyelimuti tubuh mungil Candy dan dipeluknya tubuh mungil itu hingga Candy susah bernapas dengan suaranya meminta ke Rendra.


"Mas...Can,ga bisa bernapas" Candy dengan napas tidak teratur.


"Maafin mas honey " Rendra mencium kening Candy yang masih malu saat dicium oleh Rendra.


Keduanya tertidur karena rasa lelah yang sudah tidak tertahankan, tapi tidak buat seorang Rendra yang selalu disiplin akan waktu, di persetiga malamnya akan terbangun untuk melakukan kegiatan sholat malamnya hingga menjelang subuh, suara khasnya membangunkan Candy yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Maafkan mas, tidurlah kalau masih cape" Rendra yang menghampiri Candy dan mengusap kepala Candy masih tertutup hijabnya dan memandang Rendra, Candy terbangun karena suara Rendra melantunkan ayat-ayat al-qur'an setelah selesai dari sholatnya.


Mata Candy susah untuk di pejamkan walaupun sudah mencoba untuk di pejamkan, pada akhirnya Candy melakukan seperti yang Rendra lakukan mengambil wudhu dan sholat di samping Rendra, hingga menjelang subuh.


Rendra meninggalkan Candy untuk sholat subuh di masjid dekat rumah Candy dan kebetulan bersama dengan ayah Candy.


Candy sendiri setelah sholat subuh melanjutkan aktivitas paginya dengan membuat sarapan untuk keluarganya di dapur seperti biasanya.


"Pagi....cantik" sapa Candy pada Nisrina dengan menciumnya yang di gendong Rahma.


Tidak berapa lama ayah dan Rendra sudah ikut bergabung duduk di ruang keluarga dengan berbincang santai diawal pagi yang cerah ini.


"Mas...tumben ga ke masjid" tanya Ayah ke Mas Dimas yang baru keluar dari kamarnya yang terlihat segar tapi masih dengan rasa kantuknya.


"Kesiangan,yah..berisik tuh..ayam tetangga sebelah" ujar mas Dimas yang menggoda Rendra.


"Oh...pantesan berarti benar kata pak RT" ujar ayah yang tidak nyambung dengan ucapan mas Dimas.


"Memang apa kata pak RT yah" tanya mas Dimas yang bingung dari ucapan ayahnya.


"Lagi banyak maling ayam" ucap ayah polos apa adanya.


"Biar..di jualin aja, apa dipotong gitu sayang kalau harus diambil maling" ucap ayah masih memikirkan ayam.


"Sudah berisik..bikin syirik aja..ga tahu apa ada yang lagi gencatan senjata" ucap mas Dimas ke Rendra yang sepertinya paham dengan apa yang di ucapkan mas Dimas.


Candy datang membawakan sarapan yang akan di makan bersama dan bertujuan memprotes ucapan mas Dimas yang tidak sepenuhnya benar.


"Mas tidak seperti itu kejadiannya" ucap Candy tapi tatapan mata Rendra melarang Candy untuk melanjutkan pembahasan itu.


Setelah selesai sarapan pagi ayah berpamitan akan ke rumah pak RT, untuk memberitahukan bahwa perlu adanya ronda malam untuk mengantisipasi banyaknya kehilangan di lingkungan tempat tinggalnya.

__ADS_1


Rendra hanya tersenyum melihat kepergian ayah Candy yang salah mengartikan ucapan mas Dimas tentang keributan tadi malam tapi tidak bisa Rendra melarang kepergian ayah Candy yang pada akhirnya dirinya yang akan malu.


__ADS_2