
..."Teruslah menjadi orang baik, karena tidak akan kehilangan orang lain tapi mereka yang kehilangan dirimu" Rendra....
Rembulan malam nampak cantik terlihat pesonanya tapi tidak dengan Nasyauqi yang terlihat cemas sebab sopir kakeknya tidak kunjung datang terjebak macet sebab malam minggu ini banyak pengguna jalan memenuhi jalan untuk menghabiskan waktu baik dengan keluarga, teman dekat atau hanya seorang diri yang jelas jalan ramai di malam ini.
Nasyauqi terpaksa berjalan menuju halte yang berniat untuk mengunakan angkutan umum, semua berjalan biasa tidak ada yang mencurigakan namun siapa yang akan menduga kalau dua orang yang berawal dikira sama-sama akan menunggu bis ternyata menggoda Nasyauqi.
Nasyauqi yang memiliki trauma sudah mulai gemetar juga keringat dingin mulai membasahi tubuhnya dia menekan ponsel nomor papa tidak ada jawaban begitu juga dengan sopirnya hingga dia sudah mulai ketakutan.
"Sendirian cantik.." godanya pada Nasyauqi.
"Abang tanya ko..diam.." godanya lagi dengan tertawa bersama temannya.
"Jangan-jangan bisu..sayang ya.." ujarnya yang terdengar konyol.
"Cantik.." ujarnya lagi yang kali sudah mulai ingin menyentuh Nasyauqi.
Nasyauqi bergeser tapi keduanya mengikuti gerakan Nasyauqi yang semakin jail saja tangan keduanya yang akan menyentuh pipi Nasyauqi tapi sayang malaikat mengirim seseorang untuk melindungi Nasyauqi.
Suara klakson dari motor seseorang membuatnya terkejut dua orang itu dan pura-pura berdiri sejajar dengan Nasyauqi, berbeda dengan Nasyauqi yang sedikit terkejut juga sangat senang sekali.
"Assalamualaikum..mau pulang.." ucapnya dengan seperti biasa tersenyum ramah.
"Waalikum salam..ya..bisa tolong saya.." balasnya berusaha tenang walupun sedikit takut juga ingin menangis.
"Ya..apa.." tanya Andika singkat tapi melihat Nasyauqi dalam ketakutan.
Nasyauqi langsung naik ke motor milik Andika tanpa menunggu Andika meminta terlebih dahulu.
"Kak..bawa aku cepat.." bisiknya dengan tangan memeluk Andika dari belakang sangat erat dengan tangan gemetar tanpa berpikir apa penilaian Andika nanti.
Andika seperti mengerti dan menyetujui permintaan Nasyauqi dan meninggalkan halte, dan tidak lama terdengar isak tangis di balik punggung Andika, ternyata Nasyauqi menangis ketakutan.
Andika menghentikan motornya dengan langsung melihat kondisi Nasyauqi yang masih terlihat ketakutan dan gemetar, Andika tanpa berpikir pajang langsung turun dan memeluk Nasyauqi untuk tidak lagi merasa takut dan menghentikan tangisnya.
Setelah Nasyauqi tenang Andika merasa bersalah telah memeluknya dan tanpa menunggu Andika meminta maaf pada Nasyauqi.
__ADS_1
"Maaf..aku tidak bermaksud mengambil kesempatan dalam kesempitan sekali lagi lagi maaf.." pinta Andika dengan menjelaskan.
Nasyauqi tidak memberikan jawaban masih diam menenangkan dirinya bahwa dirinya bersama orang yang melindunginya dan dalam keadaan aman.
Karena Nasyauqi belum memberikan jawaban Andika makin merasa bersalah dan dia ingin menebus kesalahannya dan tidak ingin mengulangi kesalahannya.
"Nasya..baiklah bila yang aku lakukan itu kesalah terbesarku..ijinkan aku melamarmu untuk jadi teman hidupku dan ijinkan aku melamar mu pada orang tuamu..sebagi penebusan kesalahanku telah memelukmu.." pinta Andika dengan serius.
"Kak..tahu resikonya nanti setelah bertemu papa dan bagaimana nanti setelah tahu kebenarannya..tentang Nasyauqi.." Nasyauqi menjelaskan dan betapa terkejutnya reaksi dari Andika.
"Bagiku..resiko apapun itu bukan pilihan tapi dijalani dan dilalui..yang jelas kebenaran apapun itu aku terima itu sudah jadi pilihan ku harus dipertanggungjawabkan baik pada manusia juga pada tuhan.." Andika serius berkata membuat Nasyauqi diam dalam terharunya dengan kembali berlinang air mata yang bukan menangis karena takut tapi terharu.
"Diam..mu tanda bahwa kamu menerima ku dan bersedia aku memintamu pada orang tuamu.." Andika langsung kembali membawa motornya tanpa bertanya terlebih dahulu kemana dia akan membawa Nasyauqi.
Di tempat berbeda Rendra gelisah dengan ponsel yang masih terus di aktifkan menghubungi sopir yang menjemput anak gadisnya yang tidak kunjung datang sedangkan di dalam ponselnya banyak panggilan masuk dari Nasyauqi yang dia tidak jawab, begitu juga dengan orang suruannya yang menyatakan Nasyauqi sudah meninggalkan tokonya.
Rendra yang masih mondar mandir didepan pintu masuk terlihat kacau dengan rasa makin khawatir memikirkan dimana keberadaan anaknya saat ini yang sudah menjelang malam.
Terlihat dari jauh sebuah motor masuk yang menurut Rendra siapa yang membawa motor semalam ini sebab biasanya yang mengunakan motor salah satu pegawai di rumah mamanya atau Azlan bila ada di rumah yang kebetulan tidak ada jadi sedikit curiga.
Tidak sedikitpun keraguan dalam hati Andika soal diterima atau ditolak itu bukan prioritasnya tapi kesungguhan hati yang saat ini ingin dia tunjukkan pada orang tuanya Nasyauqi.
Saat motor berhenti Nasyauqi langsung memeluk papanya dan menangis yang membuat papanya sedikit lega karena anaknya sudah pulang tapi tangisannya membuat dia bertanya apa yang telah dialami anaknya.
Setelah melepaskan helm dan tanpa ragu menghadap Rendra untuk bertanggungjawab telah membawa anaknya, tapi semua itu diluar rencana yang ada keduanya sama-sama terkejut.
"Assalamualaikum..malam letnan.." Andika langsung memberikan hormat pada Rendra.
"Waalaikum salam..malam..." Rendra membalas hormat Andika yang membuat Nasyauqi bingung ko bisa keduanya saling mengenal pikir Nasyauqi.
"Saya..mohon maaf..sudah membawa anak Letnan tanpa meminta ijin terlebih dahulu..siap menerima hukuman.." Andika masih bersikap formal.
Rendra tidak menjawab tapi langsung memeluknya sebagai balasan anaknya sudah di jaga dan bersamaan orang yang baik itu yang Rendra pikirkan.
Rendra mempersilakan Andika masuk walaupun waktu menunjukkan pukul setengah sebelas malam dan keduanya berbincang.
__ADS_1
Tapi sesuai rencana awal Andika tetap melanjutkan niat awalnya walaupun sudah menjelang larut malam, dan memotong bincang santai jadi lebih serius.
"Letnan..saya secara pribadi ingin memohon ijin melamar..putri tercinta Letnan Nasyauqi untuk jadi teman hidup saya..Andika Satria Bimantara dengan kesungguhan hati dan kesadaran penuh..memohon..maaf mungkin ini bukan waktu yang tepat" ucapnya membuat Rendra tidak dapat berkata-kata sebab siapapun orang tuanya tidak akan menolak bila anaknya dilamar oleh Andika yang mengetahui latar belakang pribadinya.
Seluruh anggota keluarga masih bersama di ruang tamu termasuk Nasyauqi yang duduk bersebelahan dengan Candy yang sepertinya masih bingung dengan situasi saat ini.
"Saya kembalikan pada putri saya..saya sebagai orang tua hanya bisa merestui..bagaimana..putriku..dengan lamaran nak..Andika.." pinta Rendra pada putrinya, sekarang Rendra berbicara sebagai orang tua bukan dalam kedinasan.
Seorang wanita yang masih gadis bila dilamar diam menandakan dia menerima seperti itu keadaan sekarang yang terjadi di ruang tamu.
"Sayang diamnya kamu..itu menandakan menerima.." ucap Rendra dengan tersenyum menggoda Nasyauqi.
"Aku..ikut kata..papa..bila itu yang terbaik.." balasan dari Nasyauqi malu.
"Nak..Andika bisa ikut saya sebentar.." pinta Rendra yang sudah berjalan menuju ruang kerjanya bersama Andika.
Di dalam ruang kerja Rendra bertanya tentang keseriusan Andika dan akan menceritakan siapa putrinya serta perihal kejadian yang menumpahkan putrinya berapa tahun yang lalu, dia tidak ingin Andika seperti membeli kucing dalam karung dan menyesal di kemudian hari.
Tapi sebelumnya Rendra bertanya awal mula Andika bisa mengenal anaknya dan Andika menceritakan awal perkenalannya dengan Nasyauqi, Rendra banyak tersenyum ternyata seperti dirinya fles back ke masa lalunya dengan Candy yang pemalu, hingga Andika merasa kehilangan Nasyauqi.
Rendra sedikit terkejut ternyata dia sudah mengenal putrinya sebelum kejadian tragis menimpa putrinya, Andika tidak menutupi kesedihannya dia menangis di depan Rendra menyesali kenapa dia tidak ada disaat orang tersayangnya membutuhkan dirinya dan Andika tanpa ragu mengatakan bahwa Nasyauqi adalah Ainun yang dia kenalan dahulu.
Kini giliran Rendra menceritakan siapa Nasyauqi sekarang ini, Rendra menceritakan bagaimana perjalanan putrinya dan Rendra menunjukkan foto Ainun dengan muka yang susah dikenali oleh Andika dan Andika menangis melihat foto Ainun yang dulu.
Rendra masih menceritakan kemana dirinya membawa Ainun dan tindakan apa yang dilakukan dan bagaimana dengan Ainun, Rendra mengambil tindakan operasi sedangkan Ainun memilih membiarkan dirinya dengan keadaannya yang tidak dikenali orang yang mengenalnya, kini giliran Rendra yang menangis mana ada orang tua yang melihat anaknya harus menanggung malu karena perbuatan orang lain yang mencelakkan dirinya tanpa sebab yang jelas itu sebabnya Rendra mengambil tindakan operasi.
Rendra juga menjelaskan kenapa harus memanggilnya dengan nama baru untuk Ainun, yang semata-mata ingin melindungi putrinya sebab menurut Rendra luar sana masih ada seseorang yang belum puas dengan keadaan anaknya jika tahu masih hidup.
Andika sedikit membuka diri dengan bertanya pada Rendra adakah hubungannya dengan nama Rafiq yang beberapa waktu lalu Nasyauqi pingsan menyebutkan nama itu.
Rendra tidak bisa menutupi itu tapi Rendra menjelaskan bahwa bukan dia pelaku sebenarnya hanya saja Rafiq menyukai Ainun dan seseorang menyukai Rafiq itu persoalannya dan Andika bertanya kenapa Rendra tidak mengambil tindakan Rendra menjelaskan seseorang itu memiliki orang tua yang yang memiliki kekuasaan yang fatal buat Rendra bila melakukan hal yang gegabah soal itu biar kita cari solusi dikemudian hari pikir Rendra yang penting putrinya bahagia dan terlindungi untuk saat ini.
Keduanya tidak menyadari waktu berjalan hingga menjelang pagi tepatnya setengah tiga pagi, Rendra teringat istri dan putrinya yang masih menunggu diruang tamu dan benar saja keduanya tertidur di kursi dengan posisi duduk yang membuat Rendra dan Andika tersenyum.
"Ya..itulah istri dan putriku..dia setia menunggu.." puji Rendra dengan mempersilahkan Andika untuk berpamitan pulang, padahal Rendra menyuruhnya untuk menginap.
__ADS_1
Andika berjanji lusa akan membawa abi dan umanya untuk melamar secara resmi pada Rendra dan Rendra menyetujuinya.