
..."Bukan hanya sederhana, dia juga sedikit cuek, tapi begitu peduli, dia memberi kabar tanpa aku minta, dia juga mampu memberikan sedikit waktunya buat aku, ya walaupun dalam kondisi sibuk, dia juga keras kepala dan suka melarang, sesekali juga cemburu bila dia tahu aku lagi di dekat orang lain, jika ditanya ya aku bahagia dengannya walaupun sederhana tapi aku begitu mencintainya" Candy....
Ainun yang telah menyelesaikan sarapan paginya sudah terlihat bersiap dengan perlengkapan pesta ulang tahun yang sudah didalam mobil milik kakeknya.
"Sayang jangan terlalu cape.." pinta nenek tercintanya memberikan ciuman di pipinya saat minta ijin padanya.
Mama papanya sudah lebih dulu pergi berdinas berbagai tugas rutinnya, begitu juga kakek tercintanya yang kebetulan ada pertemuan klien di kantornya.
"Ya..assalamualaikum..nek.Ai..sayang nenek dah.." ucapnya dengan melangkah meninggalkan nenek tercintanya.
"Waalaikum salam..nenek juga sayang Ai..hati-hati.." balas sang nenek dengan melepaskan kepergian cucu tercintanya.
Perjalanan dari rumah ke panti tidak begitu ramai hingga tidak memerlukan waktu yang cukup lama, mobil yang isinya penuh dengan perlengkapan pesta.
"Mba...Ai.." teriak salah satu anak panti yang melihat Ainun turun dari mobil dengan membawa kue ulang tahun.
"Ya..sayang..sebentar ya.." pinta Ainun agar memberinya jalan.
Sopir memerintahkan salah satu anak panti laki-laki untuk memanggil beberapa orang membantu menurunkan beberapa barang dari dalam mobil dan betapa terkejutnya Ainun, salah seorang yang akan membantunya sangat di kenalnya.
"Ai..ko ada disini.." tanya Andika yang sama terkejutnya tapi juga senang.
"Kakak..juga.." seru Ainun dengan tersenyum senang bisa bertemu dengan Andika.
Berhubung akan banyak kesibukan keduanya tidak banyak berbincang hanya mata keduanya sesekali memandang dan senyum semanis selalu keduanya berikan.
Andika mendekorasi panti asuhan bersama anak panti juga pengurus panti, ruangan dihias dengan balon sesuai keinginan Ainun yang menurutnya balon adalah dunia anak dan ini salah satu dekorasi balon itu yang membuat Ainun senang di salah satu sudut ruangan panti menandakan ada yang ulang tahun.
Untuk ruang pesta sendiri bertempat di aula yang berkapasitas cukup luas juga sama di dekorasi dengan balon yang mendominasi ruangan di sesuaikan dengan tema tentunya.
Walaupun sederhana tapi menurut anak panti ini sudah mewah sebab mereka belum pernah merayakan ulang tahun sebelumnya.
Pihak panti tidak menyiapkan makanan sebab Ainun sudah memesan makanan baik berupa nasi plus lauknya, kue-kue juga tidak terlupakan buah dan minuman yang menggugah selera anak-anak panti tentunya, Ainun tahu makanan apa yang di sukai tapi tidak melupakan nilai gizinya juga itu yang Ainun lebih utamakan.
Tidak hanya itu hiburan juga diadakan seperti badut untuk menghibur anak-anak panti yang jelas-jelas menghibur mereka, Andika di bikin makin mengagumi sosok yang ada di depannya yang sedang jadi rebutan anak panti yang memintanya untuk bernyanyi di acara pesta ini.
Mau tidak mau Ainun harus bernyanyi tapi dia juga bingung mau nyanyi lagu apa di momen ini dia diam sejenak, tapi anak-anak makin bersorak memintanya dengan senyum sedikit dipaksakan dia menyanyikan lagi dari Kahitna.
...♡ S'lamat ulang tahun cinta ♡...
Hari ini lembaran terindah
Saat ini usai mu bertambah
Tak terasa sudah (tak terasa sudah)
Kau lewati hari dengan cinta
Di waktu lalu
Kali ini kau lebih berarti
Saat aku memandang dirimu
Begitu indahnya
Kau hadapi waktu dengan cinta
Dimana nanti
Perjalanan waktu takkan melihat
Sapa dan apa dari dirimu
Tapi bagaimanakah kau mengisi hidupmu
Menjadi lebih indah
Saat hari ulang tahun
__ADS_1
Kali ini kau lebih berarti (berarti)
Saat aku memandang dirimu
Begitu indahnya
Kau hadapi waktu dengan cinta
Dimana nanti
Selamat ulang tahun
S'lamat ulang tahun cinta
Selamat ulang tahun (hooo)
S'lamat ulang tahun (selamat ulang tahun cinta)
Tepuk tangan dan teriakan dari anak-anak membuat suasana ulang tahun semakin berasa meriah terutama yang berulang tahun terlihat senang.
Semakin siang semakin semarak pesta ulang tahun dengan permainan yang berhadiah, yang membuat semangat yang mengikuti lomba jadi yang senang bukan hanya yang berulang tahun tapi juga yang menghadirinya.
Pengurus panti memberikan kejutan dengan meminta Andika ikut memberikan lagu dalam acara ini, dan yang berulang tahun menggandeng tangan Andika untuk ke depan membawa sebuah lagu sebagai permintaannya Andika seperti bertanya pada Ainun lagu apa yang harus dia nyanyikan dengan bahasa bibirnya, Ainun sendiri hanya mengangkat bahunya yang mengartikan tidak tahu.
Yang terlintas dalam pikiran Andika lagu dari Andmesh kamaleng ~Cinta luar biasa~
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak kusangkah
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang ku punya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Hari-hari berganti
Kini cinta pun hadir
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutku anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Saat Andika bernyanyi salah satu anak panti menggandeng tangan Ainun dan disandingkan dengan Andika momen ini membuat Andika makin tidak karuan dalam hatinya berkata " Seribu musuh sudah pernah aku hadapi tidak membuatku gentar tapi berhadapan dengan kamu seorang diri membuatku bertekuk lutut " dengan senyum yang hampir terlihat sebaris gigi rapinya untuk menenangkan hatinya.
Tapi tidak hanya Andika saja yang dibuat mati gaya Ainun tidak kalah groginya " Tuhan rasa apa ini..." dalam hati Ainun bertanya dan hanya tertunduk malu Ainun yang ditunjukkan.
Dan suara tempuk tangan menyadarkan keduanya untuk kembali menormalkan suasana hatinya agar tidak terlihat canggung didepan semuanya.
__ADS_1
Tahapan-tahapan acara dilalui dengan suka cita tiba waktunya menikmati hidangan yang ada, begitu juga Andika dan Ainun ikut makan bersama menikmati makanan yang telah tersedia tanpa membedakan.
Terlihat wajah-wajah polos menikmati hidangan dengan lahap yang membuat Ainun meneteskan air mata di satu sudut matanya yang membuat Andika yang duduk didekatkan bertanya.
"Kenapa.." pelan dan lembut Andika bertanya pada Ainun.
"Ga..kak.." ujarnya singkat dengan tangan mengusap air matanya.
"Kamu..sudah membuat mereka senang..ko malah sedih.." seru Andika dengan mengusap lembut pundak Ainun.
"Ga..Ai..hanya ingat papa yang baik pada mereka.." Ainun makin meleleh mengingat sosok yang ditambahkannya.
"Seperti kamu bangga banget sama papa kamu.." tanya Andika pada Ainun yang menunduk.
"Segalanya buat Ai.." balas Ainun dengan tidak lagi menangis.
"Waduh..saya bisa ga..ya..seperti beliau.." goda Andika ingin menghibur Ainun.
Yang membuat Ainun tersenyum menundukkan kepalanya karena malu di goda Andika dan Andika sendiri sebenarnya serius berucap berharap Ainun memberikan jawaban bukan senyum malu yang diperlihatkan padanya.
"Loh..ko malah senyum-senyum.." goda Andika lagi pada Ainun.
"Maaf..kak..tidak akan ada yang bisa mengantikan papa" jawab Ainun dengan tersenyum ramah, yang jelas membuat Andikan juga bangga pada Ainun memang orang tua yang harus tetap di hati buat seorang wanita yang masih belum bersuami.
Sebagian pengurus panti merapikan dekorasi pesta ulang tahun, begitu juga Andika yang tidak ingin berdiam diri saja dia ikut serta berbenah merapikan ruangan hingga kembali seperti semula terlihat bersih.
selepas sholat zuhur keduanya duduk di salah satu sudut panti dengan disaksikan anak-anak panti yang sedang bermain untuk mengisi waktu luangnya.
"Sering kesini..Ai.." tanya Andika masih memandang anak panti berlarian.
"Tidak kak..hanya sesekali saja.." jawab Ainun yang tidak ingin membuka jati dirinya.
"Tapi sepertinya..anak-anak..cukup mengenal..Ai.." ujar Andika yang tidak bisa dibohongin.
"Ai..suka anak-anak..kak.." jawab Ainun memainkan ujung hijabnya.
"Kakak..sendiri kenapa ada disini.." Ainun berbalik bertanya pada Andika.
"Ibu..panti yang meminta..katanya ada yang berulang tahun minta dibantu.." balas Andika menjawab.
"Oh..berarti kakak suka kesini..dong " ucap Ainun sepertinya ingin tahu.
"Ga..juga hanya ingin berbagi saja.." Andika berkata apa adanya sebab dia lebih suka bermain dengan anak panti dari pada jalan-jalan yang tidak jelas diwaktu libur dinasnya.
Tiba-tiba keduanya di kejutkan dengan teriakan salah satu anak panti yang salah satu temannya berdarah karena jatuh dan dia juga pingsan akibat benturan keras.
"Tenang..tenang.." teriak Andika mengangkat tubuh mungil anak panti yang langsung dibawa ke ruang kesehatan.
Ainun memeriksa kondisinya dan terlihat luka yang cukup lebar yang mengharuskan di jahit dan di panti tidak ada alat itu jadi mau tidak mau harus di bawa ke rumah sakit.
Dalam perjalanan Andika yang membawa mobil di buat makin yakin menginginkan Ainun calon istrinya, dia cukup tenang dengan terus membuat anak panti tidak merasakan sakit yang sudah sadar dari pingsannya.
"Sabar ya..sayang.." Ainun mengusapkan lembut daerah yang terluka.
"Sakit..mba.." rengeknya dengan menangis.
"Mba..tahu..tapi harus kuat katanya mau jadi pilot.." ujar Ainun menghibur.
Ucapan menyemangati membuat yang terluka sedikit tenang, tidak lama Andika menggendongnya langsung ke ruangan UGD.
Setelah pemeriksaan dan tidak butuh rawat inap mereka langsung kembali ke panti dan tidak butuh lama pengurus panti sudah mengantikan tugas Andika dan Ainun merawatnya.
"Mau..pulang.." tanya Andika pada Ainun yang terlihat cukup lelah.
"Ga..mau disini dulu..dirumah sepi.." jawab Ainun apa adanya.
"Mau di temani.." tanya Andika lagi yang kebetulan libur.
"Boleh..selama tidak mengganggu.." ujar Ainun jail yang membuat Andika tertawa.
"Bukannya yang suka mengganggu..itu nyamuk.." balas Andika yang membuat Ainun tertawa yang menutup mulutnya dengan tangan.
"Kasihan..kamu nyamuk di salahin.." ujar Ainun yang sudah tenang.
Bagi Ainun tidak harus ditempat yang mewah untuk menenangkan suasana hati yang penting dengan siapa kita berada mungkin ini yang Ainun rasakan.
__ADS_1
Begitu juga dengan Andika ada banyak hal yang di luar akal menurutnya Ainun anak sultan tapi nyaman dimana pun berada tidak harus di tempat yang serba wah, sudah beberapa kali bertemu dan selalu di tempat yang di bawah standar kelasnya dan satu kesimpulan Andika untuk Ainun nyaman itu tidak harus di tempat mewah.