
"keikhlasan adalah harapan untuk menerima keadaan yang lebih baik " mungkin ini yang seuntai penerimaan batin Candy untuk menjalani hidup.
Di Rumah Ayah
Sore ini Candy ga kemana-kemana hanya duduk santai didepan TV, Mas Dimas dan Rahma ada keperluan ke luar.
Ayah yang datang dari dapur membawakan makanan ringan untuk menemani nonton TV.
"Ayah...Can...bisa minta waktunya "Candy memeluk tangan Ayah dengan manja.
Ayah hanya membalas dengan anggukan kepala.
Candy bercerita dari awal ke temu dengan Rendra hingga saat ini dan ingin melamarnya secara langsung ke Ayahnya.
"Boleh Ayah...kasih masukkan ..Cantik" Ayah mantap mata indah Candy.
Candy hanya tersenyum menandakan setuju apa yang Ayahnya katakan.
"lelaki yang baik itu, tidak ingin memainkan perasaan orang yang dia sayangi,dia akan berani melakukan sesuatu hal untuk menuju halal sebab sebagai bukti keseriusannya baik di depan orang tua maupun di depan tuhannya.
"Tapi...Can...takut dia akan mempermainkan Can, setelah dimilikinya " Candy makin memeluk Ayah.
"Cantik ..udah libatkan Allah dalam masalah ini?"ujar Ayah.
"Sudah...yah.."Ayah mengusap Candy.
"Apa yang Cantik rasakan" Ayah menghadap Candy.
"Rasa nyaman saat bersamanya,sesekali ada bayangan senyumnya,tapi...Candy biasa aja saat tidak bersamanya" Jawab Candy santai.
__ADS_1
"Rasa nyaman itu sudah mewakili bahwa Cantik..yakin akan bersama nya,Soal rasa cinta seiring waktu berjalan bersama akan ada dan tumbuh ,lihat Mas Mu sama Mba Rahma,itu sudah gambaran yang nyata" Ayah menjelaskan agar Ga takut melangkah.
"Can...nanti jauh sama Ayah "Candy makin erat memegang tangan Ayahnya.
"Ayah akan sedih bila Cantik masih sendiri di usia yang sudah cukup untuk berkeluarga "Ayah menjelaskan.
"yah....apakah dia akan seperti Ayah mencintai Ibu?"Candy berharap Rendra seperti sosok Ayahnya.
"Tiap orang punya gambaran cinta sendiri,jadi kita tidak bisa menyamakannya,Cantik" Ayah menjelaskan.
"Kenapa Ayah melarang pacaran,karena bahasa cinta bukan untuk di ngombal ,tapi lebih dari bahasa kasih sayang"Ayah menerangkan.
"Sentuhan, kelembutan, perhatian, senyuman, candaan, rayuan itu semua akan jadi nilai ibadah dalam status halal" Ayah membuat Candy mengerti.
"Biarkan dia menemui Ayah ,lebih cepat lebih baik, Ayah ga mau anak Ayah hanya di jadi permainan "ucap Ayah tegas.
"Cantik..ga usah takut nikah adalah ibadah, didalam akan banyak pahala, ketenangan dan kenyamanan hidup, hilangkan ketakutanmu cantik, yakinlah pasanganmu cermin dirimu " Ayah memahami batin Candy.
"Boleh Ayah berbagi pengalaman dalam pernikahan Ayah" ucap Ayah pada Candy.
**♡♡**Dalam pernikahan akan ada fase - fase yang tiap pasangan tidak akan sama♡♡
★ Fase mengenal pasangan ★***
Di fase ini jadilah diri sendiri tampa harus jadi sempurna, misalkan pasangan Cantik suka meletakkan barang -barang asal, biarkan sekali dua kali hingga tiga kali, selanjutnya tindakan di ingatkan untuk meletakkan pada tempatnya bila tidak ada perubahan berikan contoh tampa mengeluh dengan tanpa batas kapan dia akan berubah.
★Fase memahami ★
pasangan kita punya kekurangan juga, misalkan Cantik pengen menyampaikan sesuatu yang akan mengakibatkan dia marah jangan kita menyampaikannya pada saat pasangan kita baru pulang atau kondisi emosinya lagi ga nyaman. penyelesaiannya biar dia mandi atau istirahat dulu kalau baru pulang kerja, bila emosi lagi ga mood biarkan emosinya stabil dulu, jadi permasalahan yang kita sampaikan ke pasangan kita terealisasi tanpa menimbulkan masalah baru dan selalu ada jalan dari tiap masalah, karena kita berusaha memahami pasangan dalam segala kondisi.
__ADS_1
★Fase kepercayaan ★
pasangan kita bukan miliki kita seorang, saat di rumah bisa di sebut milik kita, tapi di luar rumah dia masih milik keluarganya dan milik rekan kerjanya. Biarkan beri dia kebebasan untuk berinteraksi dengan dunia luarnya Berikan kepercayaan , pasangan kita pun akan sama memberikan kepercayaan juga. cemburu boleh tandanya memiliki tapi jangan buta.
★ Fase memaafkan ★
pasang kita bukan mahluk yang selalu benar, akan ada melakukan kesalahan baik kecil, besar, maupun di segaja atau tidak, di sadari atau juga tidak pasti dalam fase ini semua pasti pernah dialami, semua pasangan baru atau pasangan lama, apa solusi dari fase ini belajar Memaafkan, mungkin saat baru memaafkan itu ada luka yang tertinggal tapi ada sisi yang lain yang akan jadi penyembuhan luka itu.
★Fase mau belajar ★
Belajar bukan berarti yang sekolah saja berpasangan juga harus banyak belajar, mau masalah dari kita dan pasangan, atau belajar dari masalah pasangan lain.Pasangan kita melakukan kesalahan dan kita ga suka dari kesalahan yang di lakukan pasangan kita, saat kesalahan itu sudah di perbaiki atau kita sudah memaafkannya kita Belajar dari masalah itu untuk tidak melakukannya kesalahan yang sudah di lakukan pasangan kita.
"Sebenernya masih banyak Fase lain akan Cantik lalui itu hanya sebagian besarnya, yang Ayah tekankan Terimalah Pasanganmu apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya " Ayah memeluk Candy dengan kasih sayang.
"Jagalah nama baik dan kehormatan suamimu, karena dia adalah dari bagian belahan jiwamu, Ayah akan lebih bangga lagi jika anak gadis Ayah jadi istri terbaik di mata suaminya dan keluarga " Ayah memeluk lebih erat.
~ Seorang Ayah yang berhasil bukan hanya memberikan pendidikan yang baik saja, menjaganya hingga dipertemukan dengan pasangannya kelak, mendidik untuk jadi istri yang baik juga mencarikan calon suami yang baik untuknya ~
"Yah...berat juga yag tugas Ayah" ucap Candy dengan mata mulai berair.
"Tidak...Cantik..hanya perlu kerja sama aja..Cantik dan Ayah untuk menjaga amanah ini "Ayah tersenyum.
"Terimakasih...yah..sudah jadi Ayah yang sangat berarti buat Candy "Candy mengusap lembut tangan Ayah.
Ayah hanya tersenyum memahami kecemasan Candy yang akan memasuki masa pernikahan yang tidak seperti gadis seusianya yang sudah mengenal terlebih dahulu dengan siapa, anak siapa, temannya siapa, keluarganya bagaimana, kerjaannya apa, bahkan sekedar becandaan atau apalah namanya sudah punya apa, sampai tahu semua yang belum tentu jodohnya.Yang lebih menyakitkaan lagi sebagai # Penjaga Jodoh Orang #
Tapi percayalah pengenalan pasangan dalam status halal akan lebih nyaman dan tidak ada batasan yang melarangnya, malah kebanyakan orang akan menilai maklum sebab sudah proses halal"Maklum pengantin baru, maklum sudah halal, maklum sudah haknya, atau maklum dia suami/istrinya" itu kenyataannya didalam masyarakat kita.
Menuju menjadi halal bukan proses yang mudah, kesiapan, keyakinan dari kedua pasangan yang di utamakan bukan finansial yang menjadikan keharusan itu hanya beberapa persennya saja yang menjadi pendukung, kerjasama keluarga juga diperlukan terutama seorang Ayah yang akan jadi walinya, sebab tidak sedikit seorang Ayah menolak lamaran dari seorang lelaki yang hanya berbekal sedikit finansial dan berbekal keyakinan akan bertanggungjawab kepada anaknya untuk hidup bersama dan mendampinginya selamanya.
__ADS_1
Sepertinya kebahagian hanya bisa di ukur dengan banyaknya finansial yang di juli minta bukan berapa besar dia bertanggung jawab dalam kebahagiaannya sebagai suaminya kelak selepas dia berpisah dari orang tuanya.