Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
65


__ADS_3

"Yang kita lihat terkadang tidak seperti yang dirasakan oleh yang menjalankannya , percayalah skenario tuhanlah yang paling baik" Candy.


Sudah beberapa minggu ini Candy merasakan rasa lelah dalam menjalankan tugasnya dan suasana hatinya pun terkadang turun naik tidak menentu, menurutnya apa dikarenakan banyaknya tugas dari perkuliahan dan rutinitas di rumah sakitnya yang sangat padat.


"Lelah banget sih kelihatannya"ucap Rena dari belakang yang menghampiri Candy.


"Iya...nih, belum lagi bete banget bawaannya"ujar Candy menjelaskan yang sekarang sudah sejajar berjalan bersama.


"Coba cek jangan-jangan" goda Rena santai menepuk pundak Candy.


"Alhamdulillah kalau itu benar"ucap Candy senang dengan senyumnya.


Ditempat lain Rendra merasakan sesuatu yang tidak biasanya dia rasakan saat ajudannya memberikan beberapa laporan.


"Parfum apa yang kamu pakai " ujar Rendra terdengar seperti memerintah dengan suara tegasnya, Rendra merasa tidak suka bau yang biasanya dia bersikap biasa tidak seperti saat ini.


"Siap Kapt seperti biasanya" jawab ajudan seakan takut salah menjawab.


"Mulai besok kalau mau ke tempatku mohon jangan gunakan parfum !!" ucap Rendra dengan tegas memerintahkan.


"Siap..Kapten"jawabnya dengan tangan memberikan hormat, dan melanjutkan tugasnya meninggalkan ruangan Rendra.


"Apa sih...tumben bisa sewot" ucap Ifan yang baru masuk ke ruangan Rendra.


"Ga tahu aku lagi pusing atau ga enak badan beberapa hari ini"Rendra menjelaskan kondisinya yang tidak biasa menurutnya.


"Gimana kondisi si kecil" tanya Rendra mengalihkan pembicaraan.


"Sudah ga rewel lagi" jelas Ifan mencari tempat duduk.


"Pasti ada yang bikin dia ga nyaman atau ada yang dirasakannya" Rendra hanya mengeluarkan pendapatannya yang dia tahu.


"Iya dia mau tumbuh gigi" ujar Ifan yang sudah duduk santai.


"Mba Candy gimana kabarnya,aku ko jarang melihatnya" tanya Ifan ke Rendra.


"Baik cuma sibuk mulai menyusun skripsinya" Rendra menjawab dengan keadaan tidak nyaman.


"Kenapa sih...Kapt" Ifan merasa Renda tidak sehat.


"Entahlah...aku merasa tidak nyaman aja" Rendra merasakan kondisi badannya.


"Coba cek...mungkin tidak lagi sehat" ucap Ifan yang menghampiri Rendra.


"Tapi...aku bingung badanku tidak panas atau meriang cuma ga nyaman gitu" ujar Rendra yang menjelaskan.


"Iya...badan loe ga panas" tangan Ifan menyentuh kening Rendra yang duduk lemas di kursi kerjanya.

__ADS_1


Benda pipi milik Rendra berdering yang menandakan ada panggilan masuk ke benda pipi miliknya, tangan Rendra menyentuh salah satu tanda menjawab panggilan.


**"Assalamualaikum iya...ma"jawab Rendra ke lawan bicaranya.


******


**"Iya...nanti Rendra tanya sama honey bisa ga sebab,honey lagi sibuk ma"


******


**Rendra usahakan biar honey bisa, ya waalaikum salam" Rendra menutup temponya.


"Aduh...udah tahu lagi ga enak badan tapi mama ada maunya" Rendra bergumam sendiri tapi terdengar oleh Ifan.


"Ajak ajudan aja yang bawa mobil"Ifan menepuk pundak Rendra.


"Aku kurang nyaman bau parfum yang di pakainya"Rendra menjelaskan ke Ifan.


"Suruh ganti lah yang menurut loe suka" Ifan memberikan solusi.


"Ga...ga nanti malah yang lebih aneh lagi baunya...mendingan ga usah pakai kalau mau dekatku " Rendra memijat keningnya yang sedikit pusing.


"Gue baru lihat loe begini seumur-umur bareng loe" Ifan berusaha mengingat kebersamaan dengan Rendra.


"Jangankan kamu aku juga bingung" ujar Rendra menjelaskan keadaannya.


"Istirahat lah kalau ga sehat" ucap Panji yang baru masuk ke ruangan Rendra yang terlihat lemas.


"Iya...esokkan libur"ujar Ifan yang masih berdiri di dekat Rendra.


"Tumben bisa tumbang jagoan" ujar Panji yang tidak pernah melihat Rendra sakit.


"Manja loe...mentang-mentang ada yang ngurusin"ucap Ifan sedikit menepuk pundak Rendra yang tersenyum datar.


"Sesekali jadi pasien boleh lah iya ga Kapt" ujar Alfa penggoda Rendra.


"Hebat bocil udah bisa bucin juga" ucap Farel yang mengacak kepala Alfa yang protesnya ga mau bilang bocil.


"Jangan salah dia bisa mepet loe soal cari pasangan hati-hati loh"jelas Ifan ke Farel yang terlihat terkejut mendengar penjelasan Ifan.


"Serius... cewek mana" tanya Panji yang merasa akan tertinggal oleh Alfa yang bocah.


"Anak SMA yang kemarin minta pelatihan itu" ujar Ifan yang tahu Alfa yang suka sama anak didiknya.


"Kelamaan kapan mau di petiknya" ujar Farel yang seperti tidak suka pilihan Alfa.


"Mangga kali di petik" ujar Alfa yang santai tidak mengambil pusing respon orang lain.

__ADS_1


"Kamu siap nunggu" Rendra menanyakan ke Alfa yang bersikap cuek.


"Ini baru PDKT Kapt kalau ada yang lebih baik kenapa tidak" ujar Alfa yang terlihat santai menjelaskan.


"Aku ga suka kamu mempermainkan anak orang"Rendra berucap sedikit penekanan ke Alfa.


"Tidak Kapt...maksudku kalau dia mau diajak serius aku siap ko nunggu" jelas Alfa yang tahu Rendra serius berucap ke Alfa.


"Bagus...tandanya kamu bertanggung jawab" ucap Rendra yang masih terlihat lemas.


"Baru PDKT Kapt santai aja kali"ucap Farel yang terkenal play boy.


"Walaupun PDKT harus jelas konteksnya mau di bawa kemana" ujar Ifan yang jelas-jelas ga suka mempermainkan perasaan orang.


"Perasaan ga bisa dimainkan loh sakit" ujar Panji yang pernah bertepuk sebelah tangan.


"Tuh...tahu yang sudah merasakan sakit hati" ucap Rendra pada Farel biar cepat menyadari sikapnya selama ini.


"Oh...ya kata honey temannya ada yang lagi cari calon tanpa pacaran dan siap nikah" ucap Rendra ke satu timnya yang merasa belum memiliki pasangan.


"Gue...siap Kapt "ucap Panji yang langsung siap dengan serius.


"Emang ga mau lihat dulu" ujar Farel yang sedikit menyelidik.


"Insyaallah pilihan mba Candy pasti bukan asal" ujar Panji yang yakin akan pilihan Candy.


"Kapt kalau ada lagi aku boleh dong"ucap Alfa yang juga ingin mencari pasangan yang siap diajak serius.


"Bukannya udah siap yang PDKT tadi "ujar Ifan yang sedikit menjelaskan.


"Kalau ada yang lebih siap kenapa tidak" ucap Alfa yang serius dengan senyumnya.


"Hebat nih bocil langkah gesit betul" ujar Ifan yang mendukung anti pacaran.


"Bagus lah main-main buang waktu yang jelas dia baik akhlak dan keluarga yang baik agamanya" ucap Rendra yang berusaha lebih mengunakan logika.


"Bener ya...Kapt " ucap Panji yang masih serius dengan pengenalan calon pilihan Candy.


"Ok...tunggu kabar selanjutnya deh" ucap Rendra seakan senang melihat Panji yang siap serius berumah tangga.


"Mudah-mudahan jodoh ya..." ujar Ifan yang ikut senang.


"Amin...semoga benar adanya" ucap Panji yang tersenyum senang padahal belum kenal siapa orang yang akan di jodohkan dengan dirinya seakan tahu dia jodohnya.


"Mudah-mudahan ini jawaban dari semua doa-doanya selama ini"ucap Rendra turut senang.


"Benar Kapt...ini buah kepasrahan kepada tuhannya"ujar Ifan yang tahu bagaimana Panji mengharapkan mendapatkan jodoh yang pantas untuknya.

__ADS_1


Tuhan tidak akan membiarkan umatnya yang berdoa kepadanya dengan harapan sia-sia,akan ada balasan dari tiap-tiap usaha untuk mendapatkan yang terbaik menurutnya, karena tuhan tahu apa yang terbaik untuknya.


__ADS_2