
"Kehadiranmu sesungguhnya telah membuat hidupku menjadi lebih berwarna, jangan pernah letih untuk membuat hatiku tersenyum " Rendra.
Aktifitas pagi sudah dimulai dari sebelum subuh tadi, Candy sudah mulai mengikuti olah raga pagi sebagai mana yang biasa Rendra lakukan, Candy hanya berjalan santai saja di lapangan tapi tidak dengan Rendra yang sudah lari keliling lapangan hingga beberapa putaran dilanjutkan dengan yang lainnya hingga keringat mengucur deras membasahi bajunya.
"Ayo....sini" ajak Rendra ke Candy untuk jalan pulang karena sudah cukup lelah.
Candy memberikan botol air yang di bawanya dari rumah dan di terima Rendra untuk meminumnya.
"Alhamdulillah..terimakasih honey" ucap Rendra yang sudah menikmati minumannya hingga hampir habis.
"Nanti kita mampir ke rumah mba Ayu dulu...ya honey " Rendra dengan tangan menggandeng Candy.
Sepanjang perjalanan pulang banyak yang menyapa Rendra dengan penuh hormat dan sopan, dan Rendra membalasnya dengan memperkenalkan Candy sebagai istrinya dari wajahnya mereka menilai kagum dengan keduanya yang terlihat serasi.
"Honey...mau sarapan apa...?" Rendra menawarkan ke Candy, dengan melihat penjual yang ada di sepanjang jalan yang dilaluinya.
"Terserah mas..aja" ujar Candy yang bingung tidak dapat memberikan pilihannya.
"Bubur ayam mau" Rendra menawarkan ke Candy, anggukan yang Candy berikan.
Rendra memesannya untuk dibawa pulang, disaat menunggu, seseorang menyapanya dengan suara yang sangat di kenalnya dengan sopan pada keduanya.
"Pagi...Kapt...pagi juga mba" ucapnya sopan Alfa yang bersepeda dan menghampiri keduanya.
"Pagi...sendiri" Rendra membalas dan balik tanya ke Alfa dengan senyumnya.
Hanya anggukan kepala Alfa berikan ke Rendra, Candy sendiri hanya tersenyum sopan dan tangan masih di genggaman Rendra dengan erat.
"Kamu...sarapan belum?" tanya Rendra ke Alfa yang masih duduk di sepedanya dan hanya gelengan kepala yang di berikan Alfa ke Rendra.
"Pak...tolong dua lagi" Rendra memesan untuk Alfa dan akan pergi meninggalkan Alfa yang terlebih dahulu membayar apa yang di pesannya.
"Bawa...pulang..kurang ga" perintah Rendra ke Alfa yang tersenyum ke Rendra.
"Cukup...makasih Kapt " ujar Alfa ke Rendra yang meninggalkannya masih menunggu pesanannya.
__ADS_1
Setelah membersihkan diri keduanya menikmati sarapan yang di belinya tadi, diiringi obrolan ringan diantara keduanya.
"Honey...sebelum pergi kita sholat dhuha terlebih dahulu oh...ya tolong siapkan baju ganti takut kita harus menginap hanya persiapan saja,bisa..tolong mas..honey" Rendra seperti biasa berkata dengan lembut walaupun meminta bantuan dari Candy.
Anggukan kepala yang Candy berikan sebab mulutnya masih penuh makanan yang baru saja di suapnya.
Saat ini keduanya sudah berada dikediaman mba Ayu yang sedang libur dari dinasnya, setelah mengucap salam dan di persilakan masuk oleh asisten mba Ayu yang kebetulan sedang menikmati makan pagi bersama di meja makan.
"Ayo..Can...ikutan sarapan" ucap mba Ayu yang memberikan makanan ke suaminya sedangkan anaknya sudah pergi ke sekolah.
"Terimakasih...mba,sudah tadi di rumah" Candy sambil ikut duduk di antara keluarga mba Ayu.
"Masih libur...Can" tanya dokter Rudi ke Candy yang menikmati sarapan paginya.
"Masih...dok..." jawab Candy dengan tersenyum ke dokter Rudi.
"Apaan...sih..Can...panggil mas aja" ujar dokter Rudi yang ingin terlihat akrab di mata Candy.
"Iya..dok...maaf mas" Candy masih terlihat gugup belum terbiasa.
"Can...sudah di apain aja sama Rendra " goda mba Ayu ke Candy yang langsung menunduk malu dengan pertanyaan yang mba Ayu berikan.
"Permainannya lembut apa ganas...Can" tanya mba Ayu lagi tapi lebih terdengar vulgar.
"Hus...ma..." ucap mas Rudi ke istrinya yang sudah kelewatan dalam bercanda menurutnya.
"Permainan emang kita lagi main-main serius lagi bikin anak mah..." ucap Rendra lebih bikin kaget mba Ayu hanya Candy yang malu menunduk dengan muka memerah.
"Can...jangan dengarin mereka berdua emang samanya" ucap Mas Rudi yang memang kalem orangnya, Rendra sendiri hanya bersama mba Ayu berani seperti itu tidak bersama yang lain termasuk sama kawan satu timnya pun lebih banyak bicara seperlunya saja.
"Mas...mba kita pamit sebab di sini bikin bete" Rendra menyalami keduanya begitu juga Candy ikut apa maunya Rendra, keduanya melangkah keluar dari rumah mba Ayu yang masih tersenyum menggoda adiknya yang sudah gede tapi masing suka ngambek jika digoda.
"Honey...maafkan omongan mba Ayu dia baik ko..sebenarnya" Rendra tidak ingin Candy berpikiran jelek ke mba Ayu.
Candy hanya membalas dengan tersenyum tidak ingin membalas dengan ucapannya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama mobil Rendra sudah berhenti di depan gerbang yang dulu Candy pernah berdiri di depannya saat mengantar seseorang yang sekarang jadi suaminya.
"Apa..mengingatkan sesuatu ya..." goda Rendra yang terlihat gemes ke Candy yang tersenyum-senyum sendiri.
"Apaan...sih...mas" Candy malu dengan godaan Rendra.
Gerbang pun terbuka dan kembali bertemu seseorang yang dulu membukakan gerbang dengan menyapa penuh hormat ke anak tuannya untuk masuk.
Rumah yang mewah menurut Candy, rumah mba Ayu sudah mewah ini lebih mewah lagi ini baru dari luarnya saja, Rendra menggandeng tangan Candy yang masih terpesona melihat rumah orang tua Rendra.
"Mama,mama ada dimana...ma" panggil Rendra yang sudah terlebih dahulu mengucap salam di pintu utama rumah mamanya.
"Ya...nak..mama di sini" saut mama Rendra yang ada di dapur yang tahu Rendra akan datang ke rumahnya.
Wow...dalam batin Candy terlihat semuanya indah tertata sesuai tempatnya serba mewah dan mahal, pantas saja siapa yang tidak kenal keluarga Wijaya.
"Gimana kabarnya sayang " ucap mama yang menghampiri Candy dengan tangan akan memeluknya dan mencium Candy.
"Baik..ma..., mama gimana...baikan kabarnya" balas Candy yang memeluk dan menciumnya.
"Alhamdulillah...baik sayang" jawab mama dan menggandeng tangan Candy untuk duduk di kursi.
"Sayang...gimana mas mu?" tanya mama tentang bagaimana perlakuan Rendra kepada dirinya setelah menjadi istri tentunya.
"Mas...baik ke Can...ma" jawab Candy yang punggung tangannya di usap mama Rendra.
"Sayang mama mohon menginap ya...mama masih kangen lagian belum ketemu papa kan?" ujar mama ke Candy dan Rendra, keduanya saling berpandangan belum memberikan jawaban.
"Gimana honey....?" tanya Rendra ke Candy yang masih memandang Rendra.
"Can,ikut kata mas..." Candy terlihat malu memberikan jawaban pada Rendra.
"Ok...deh ma" Rendra dengan tangan merangkul Candy.
Setelah beberapa saat berbincang dengan mama keduanya melangkah masuk ke kamar yang dulu menjadi kamar Rendra, kamar itu masih seperti dulu bersih terawat dan bernuansa laki-laki, tapi nyaman dan sangat besar dan luas sangat berbeda dengan kamarnya apa lagi rumah dinas.
__ADS_1
Tapi Rendra lebih nyaman tinggal ditempat yang sekarang dia tempati menurutnya, apalagi sekarang ada Candy yang mendampinginya makin merasakan keluarga kecil yang baru saja di bentuknya.
Kebersamaan dengan kawan satu kedinasan yang dirasakan Rendra walaupun buat Candy ini hal yang baru, yang semuanya harus di jalani sebagai bentuk tanggungjawabnya sebagai istri.