Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
35


__ADS_3

"Sabarlah...Allah tahu niatmu baik, baik bukan berarti niat baikmu takkan Allah uji " nasehat Seorang Rendra.


Sekembalinya dari dinasnya ada rasa senang yang tidak dapat di ungkapkan seorang Rendra bukan hanya akan berjumpa dengan pemilik mata indah saja, tapi kedatangan kedua orang tuanya yang saat ini berkunjung ke kediaman mba Ayudias putri wijaya.


Dengan demikian pembicaraan tentang lamaran akan dengan mudah sebab Rendra tidak membutuhkan waktu lagi untuk dapat mengumpulkan semua anggota keluarganya.


Kediaman Mba Ayu


Saat ini semua anggota keluarga sedang bersantai di gazebo yang letaknya tidak jauh dari kolam renang yang berhiaskan beraneka bunga dengan taman kecil tapi enak di pandang dan bikin nyaman.


Rendra yang sibuk bermain bersama keponakan kesayangannya dengan mainan anak laki-laki yang sedang dimainkannya, sesekali terdengar kekalahan musuhnya atau ciat-ciat seperti orang berantem yang mengeluarkan jurusnya bahkan suara tembakan dor...dor...dor, dengan asyiknya.


"Sayang...bisakan main sendiri dulu om..mau ada perlu dulu sama nenek, kakek, mama dan papa mas Indra...ok sayang" ucap Rendra menjelaskan dengan suara lembutnya.


"Siap...om" dengan gaya hormat seperti tentara.


Rendra tersenyum melihat tingkah lucu keponakannya yang sudah tumbuh sehat dan semakin pintar saja.


Rendra yang tidak pernah berbasa-basi langsung pada poinnya, untuk menyampaikan niatnya untuk melamar Candy secepatnya kepada semua yang sudah ada di kediaman mba Ayu.


Rendra menjelaskan dengan sejelas- jelasnya, dari siapa Candy, orang tuanya, keluarganya, kerjaannya hingga saat ini Candy kuliah, tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun.


Setelah mendengarkan penjelasan dan tujuannya apa, keluarga besarnya tidak ada penolakan semuanya di kembalikan kepada yang akan menjalankan, keluarga akan mendukung dan mendo'akan yang menjadi keputusannya mudah-mudahan keputusan yng terbaik yang Rendra pilih untuk masa depan dunia dan akhiratnya.


Keluarga besarnya berharap bisa di pertemuankan dengan Candy sebelum melamar kepada keluarga besar Candy, menurut keluarga besar Rendra mereka berhak tahu juga tidak mau seperti Kucing dalam karung, walaupun Rendra sudah menjelaskan tapi tidak salahnya juga untuk sekedar silaturahmi pengenalan awal untuk keluarga besar Rendra itupun atas persetujuan dari Candy secara pribadi dan mohon ijin ke ayahnya untuk membawanya bertemu dengan keluarga besar Rendra.


Rendra yang terbiasa menyelesaikan tugas tanpa penundaan dengan cepat menghubungi Candy yang menunjukkan waktu Candy sudah berada di rumahnya sepulang dinasnya.

__ADS_1


Sudah beberapa kali benda pipi milik Candy berdering tapi tidak ada jawaban dari si pemilik, membuat Rendra bergumam "honey...please...jawab dong " dengan langkah kaki yang bolak-balik tidak sabar menunggu.


Di sisi lain Candy baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri, sepulang dinasnya dan bersiap merapikan rambutnya serta memberikan sedikit cream di wajah imutnya .


Terdengar kembali suara dari benda pipi itu, Candy meraihnya terlihat di layar nama Rendra yang tampak, Candy tersenyum sendiri entah apa yang membuat ingin tersenyum hanya Candy yang tahu.


"Assalamualaikum honey..." ucap Rendra dengan nada lembut dan rasa gembiranya yang tidak dapat di sembunyikan.


"Waalaikum salam...mas" jawab Candy seformal mungkin.


"Mas...ganti vc ya.."2 ujar Rendra ingin melihat langsung lawan bicaranya.


"Maaf...mas jangan Can....belum berpakaian rapi sehabis membersihkan diri" Candy terdengar malu oleh Rendra.


"Maafin...mas gimana kabar honey ?" Rendra dengan tawa kecilnya mendengar penjelasan Candy dengan suara orang malu.


"Alhamdulillah,baik cuma....kangen honey " Rendra mengungkapkan rasa yang dirasakannya dengan tersenyum walaupun hanya sama benda pipi seakan Candy didepannya.


Tidak ada balasan dari Candy hanya terdengar hembusan napas Candy terdengar dan Rendra tahu itu Candy malu untuk hal itu.


"Honey boleh...sekarang mas ke rumah untuk bertemu ayah?" Rendra yang bertanya langsung.


"Boleh...ayah ada di rumah " jawab Candy singkat.


"Ya...tunggu mas langsung ke rumah" Rendra merai kunci mobiknya yang di letakkannya di meja tamu mba Ayu dengan benda pipi masih diaktifkan.


"Can...tunggu di rumah hati -hati jangan ngebut " jawab Candy dengan rasa khawatir dan yang mendengar senang bukan kepalang.

__ADS_1


Rendra berpamitan terdahulu kepada keluarganya bahwa dia akan menjemput Candy di rumahnya, dengan langkahnya yang panjang dan terlihat gagah keluar dari rumah dan menuju mobil miliknya.


Dalam perjalanan Rendra merasa senang tapi cemas, takut ayah Candy tidak memberikan ijin untuk membawa Candy bertemu keluarga besarnya "Ya...Rabb...berikan kebaikan dan kemudahan untuk ku menggapai ridho Mu " do'a Rendra sepanjang perjalanan menuju rumah Candy.


Setibanya di kediaman Candy, Rendra langsung menuju pintu utama rumah Candy dan mengetuk pintu, tanpa menunggu lama si pemilik rumahpun membukakan pintu, setelah mengucapkan salam dan di balas salam dari pemilik rumah dan dipersilakan Rendra pun masuk, dan bertemu dengan ayah Candy dengan mengutarakan keinginannya serta tujuannya dia pun memohon ijin beliau.


Rendra dengan posisi masih duduk manis yang ditemani yah juga Candy, tapi ada rasa cemas yang Rendah rasakan, takut tidak mendapatkan ijin dari ayah Candy ,untuk anaknya bertemu keluarga besar Rendra.


"Ayah...ijinkan tapi dengan syarat setelah acaranya selesai langsung pulang sebab Candy pagi ada class, ayah ga mau Can...terlambat mohon pemegang janji..." suara ayah terdengar tegas tapi bukan untuk menakuti.


" Rendra janji....Ayah" jawab Rendra dengan gaya prajuritnya.


Candy dipersilakan merapikan diri terlebih dahulu, sementara Rendra masih berbincang dengan ayah, ayah mengerti maksud dari keinginan keluarga Rendra makannya ayah memberikan ijinnya, tidak menunggu lama Candy pun sudah rapi dengan gamis hijau toska dengan hijab senada menambah keanggunannya.


Rendra dan Candy meminta ijin serta berpamitan ke ayah, setelah pamitan mereka melanjutkan perjalanan menujuk kediaman mba Ayu, dalam perjalanan hanya Rendra yang berbicara Candy hanya mendengarkan aja apa yang Rendra bicarakan, Rendra tahu siapa sih yang ga grogi dan malu akan bertemu sama calon mertua, seorang Rendra memaklumi itu.


"Ehmm....honey " ucap Rendra pelan tapi jelas terdengar.


Candy hanya menengok ke arah sumber suara yang memanggilnya tanpa mengeluarkan suaranya, dengan muka sedikit menunduk.


Rendra yang melihatnya semakin ingin mengusap pipi Candy yang memerah karena malu.


"Mas..fokus kejalan aja Can..ga kemana-mana ko..." ucap Candy polos tanpa dosa.


"Siap...tuan putri " jawab Rendra tegas tidak lupa dengan tangan memberikan tanda hormat.


Candy tersenyum malu dengan jawaban Rendra, tapi tidak buat Rendra tawa kecilnya yang diperlihatkan, melihat Candy malu tapi dengan mata fokus kedepan memperhatikan jalanan sesuai intruksi tuan putri.

__ADS_1


Rendra sangat ingin berlama - lama saat ada waktu bersama tapi Candy belum jadi yang halal untuknya dan berharap waktunya akan datang sesuai harapannya.


__ADS_2