
Candy tidak mau bersantai-santai, prinsipnya lebih cepat lebih baik setelah menyelesaikan registrasi kampus beres.
Candy mengurus pembuatan Sertifikasi Kompetensi (SerKom) yang prosesnya lumayan menyita waktu, tapi alhamdulillahnya juga kemudahan yang selalu Candy dapatkan.
Pengajuan pembuatan Surat Tanda Registrasi (STR) pun Candy sudah mendapatkannya. Sekarang Candy sedang dalam proses mendaftar Intersip **mengikuti program PTT (Pegawai Tidak Tetap) selama 1 tahun **
Pengajuan itu sudah atas persetujuan Ayahnya terlebih dahulu, sebab Candy anak perempuan satu-satunya dan penempatan tugas sudah di tentukan, bukan pilihan sendiri dimanapun harus siap mengamalkan ilmu yang sudah selama ini di dapatnya semasa kuliah, sekarang waktunya di praktekkan di masyarakat yang memerlukan ilmunya.
Dalam proses menunggu waktu penempatan dinas Candy mempersiapkan acara pernikahan mas Dimas yang diadakan dalam waktu dekat ini, setelah beberapa minggu lalu keluarga Candy melamar secara resmi dan di terima dengan baik oleh keluarga Rahma.
Di Rumah Ayah
"Oh...senangnya semua sesuai rencana" teriak Candy sedikit keras.
Ayah terkejut sebab tidak biasanya anak gadisnya melakukan hal seperti itu.
"Maaf...yah...sebab Can senang" ucapnya Candy dengan suara terlihat takut.
Ayah hanya tersenyum simpul sambil menggelengkan kepalanya melihat anak gadisnya bertingkah tidak seperti biasanya.
Mas Dimas yang baru saja datang membeli perlengkapan keperluan untuk bawaan hantaran ke rumah Rahma masuk dengan tangan membawa banyak barang sesuai pesanan Candy.
"Hup ....akhirnya sampe rumah" mas Dimas megeluarkan napas kasarnya yang terlihat lelah seharian ini, memenuhi pesanan Candy.
"Masih...kurang ga, atau ada yang lain" mas Dimas masih meminta Candy memeriksa barang-barangnya.
"Santai...mas" ucapan Candy memberikan jedah untuk Mas Dimas istirahat dulu.
"Mas ga mau ada yang kurang atau kelewat ya..." ujar mas Dimas yang ingin memberikan yang terbaik untuk calon istrinya walaupun tampa pacaran.
"Ini udah..perfect mas sesuai maunya Rahma" ucap Candy menyakinkan mas Dimas.
"Sebentar lagi mba Salma datang, aku bisa tanya apa yang kurang" Candy dengan tangan memeluk tangan mas Dimas.
__ADS_1
"Mas sudah bilangkan sama Rahma untuk tinggal sama kita disini, untuk temani ayah" Candy bertanya dengan wajah imutnya.
"Hmmm...." jawab mas Dimas.
"Mas...Can butuh jawaban mas bukan nisa sabyan" Candy dengan mulut persis bebek.
"Ya...udah..., paling satu..dua hari di rumah orang tuanya dulu" jawab mas Dimas yang terlihat cape banget tapi tidak mau ditampakin di depan adik kesayangannya.
"Cantik...biarkan masmu istirahat dulu liat, mukanya udah kusut harus tanam benang" goda ayah yang tahu anak lelakinya cape tapi tidak mau di tampakan didepan adiknya.
"A...yah, aku belum setua itu kali harus tanam benang" mas Dimas protes tidak terima.
Candy tertawa candaan ayahnya memang dibutuhkan saat-saat anaknya butuh penyegaran.
"Aku baru tahu menikah itu tak seperti yang di omongin orang ribet juga prosesnya kalau semua harus sendiri yang urus " mas Dimas dalam diamnya melihat Candy tertawa dengan polosnya tanpa dosa.
Persiapan perlengkapan hantaran untuk Pernikahan mas Dimas dengan Rahma sudah lengkap, anggota keluarga inti dan kerabat dari Ibu dan ayah juga sudah berdatangan untuk menghadiri pernikahan mas Dimas ada yang menginap di rumah juga yang di hotel.
Tiba waktunya hari yang di nantikan hari pernikahan mas Dimas dan Rahma.
Di kediaman Rahma
Setelah acara penyambutan dan penerimaan calon pengantin secara resmi, dan disambut dengan baik, sekarang sudah memasuki acara inti yaitu ijab kabul.
Candy tidak ikut mendampingi mas Dimas tapi asyik mengoda Rahma yang tidak tenang, dengan hikmat dia mengikuti acara ijab kabul di dalam kamarnya tidak duduk di pasangkan dengan mas Dimas, walaupun Rahma sudah di rias cantik sampe bikin pangling tapi wajahnya terlihat tegang dan pucat dengan tangan berkeringat dingin
"Cie....cie...jadi saudaraan kita ya..."goda Candy santai.
"Sudah...apa Can, aku tegang nih" ucap Rahma yang tidak bisa tenang.
"Tenang..Ma...santai aja..."ujar Candy yang mengusap tangan Rahma yang dingin.
"Mas Dimas yang...ijab kabul, kenapa..loe yang panas dingin sih" ledek Candy yang tidak tanggapi Rahma.
__ADS_1
"Ya...elah...Ma..., mas Dimas pasti bisa dia sudah latihan...ko, jangan takut mas Dimas mengulang..." gara Candy lagi ke Rahma.
"Kenapa...sih loe...jadi barel...sih...Can.." ucap Rahma yang ingin Candy diam.
Tidak betapa lama terdengar "sah" beriringan suara do'a yang dipanjatkan untuk mendo'akan kedua mempelai pengantin.
"Selamat...ya...sobat...eh salah kakak ipar" ucap Candy yang membuat Rahma malu.
"Apa...sih..Can..." balas Rahma yang tersenyum malu ke Candy.
Sekarang waktunya Rahma dihadirkan untuk di pertemukan dengan mas Dimas yang sekarang sudah menjadi suami yang sahnya baik agama maupun negara.
Rahma keluar dari kamar dengan di gandeng Ibu dan mbanya Rahma, dengan wajar menunduk malu melangkah mendekati Mas Dimas, petugas KUA menyuruh Rahma menerima *mas kawin * dari mas Dimas dan pemakaian cincin pada keduanya, dilanjutkan Rahma mencium tangan mas Dimas.
Saat Rahma mencium tangan kanan mas Dimas, tangan kiri mas Dimas menyentuh ubun-ubun kepala Rahma yang di tutupi hijab dan berdo'a ♡Allahumma Inni As'aluka Min Khairihaa , Wa Khairi Manjabal tahaa 'Alaihi Wa Audzubika Min Syarrihaa Wasyarrimaa Jabal Taha 'Alaih ~ Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang engkau tentukan atas dirinya, Dan aku berlindung kepada Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang engkau tetapkan atas dirinya ~ dan Mas Dimas melanjutkan do'anya *Ya...Allah Jadikan kami pasangan yang saling menyejukkan**, jadikan kami pasangan yang saling menyenangkan, jadikan kami pasangan yang menentramkan dunia dan akhirat...aaamiiin** cukup lama Mas Dimas berdo'a hingga Rahma yang mendengar menangis terbaru.
Tamu-tamu yang hadir di persilakan memberikan selamat kepada kedua mempelai yang berdiri untuk jadi Raja dan Ratu sehari ini, keduanya sangat tampan dan cantik pokoknya bikin pangling.
Rahma dan mas Dimas mengudang teman dan rekan kerja mereka, keluarga Rahma juga mengundang rekan kerja dari ayah dan ibunya yang kebanyakan pebisnis yang terkenal di kotanya, maklum mereka pebisnis jadi banyak koleganya.
Keluarga Inti Candy pun mengucapkan selamat dan do'a untuk mas Dimas dan Rahma."***Baarakallaahu Laka Wa Baaraka 'Alaika Wa Jama'a Baina kuma Fii Khoir "
*Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan** (pengantin laki - laki dan pengantin perempuan) kamu berdua dalam kebaikan***
"Selamat...ya... semoga SAMAWA..." ucap salah satu kerabat dari ayah ke mas Dimas juga Rahma.
Silih berganti baik dari tamu maupun kerabat memberikan ucapan selamat untuk keduanya yang saat ini jadi raja dan ratu sehari.
Terburai banyak do'a dan harapan yang baik untuk keduanya yang sedang berbahagia terlihat dari senyum yang tidak hilang dari bibir keduanya.
#Semoga Sakinah, Mawadah, Wa Rahmah#
Tugas Ayah satu lagi telah diselesaikan dengan baik sesuai harapan ayah dan keluarganya, Candy juga senang akhirnya mas Dimas menemukan pendamping hidupnya yang teman baiknya berarti bertambah jumlah keluarga mereka jadi tambah ramai di rumah dan ayah jadi ada teman saat Candy tidak di rumah, keluarga Rahma juga sangat senang menerima pernikahan ini jadi bertambah dekat hubungan kedua keluarga besar mereka.
__ADS_1
~Note~
Mohon Saran dan Kritiknya biar bikin Karya lebih baik lagi,Maaf masih baru belajar masih banyak kekurangan.