Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
43


__ADS_3

"Jika kamu sedang bahagia dan teringat seseorang artinya kamu mencintai orang itu, jika kamu bersedih teringat seseorang artinya orang itu mencintaimu " Rendra.


Bahagia itu sederhana melihat senyumnya saja sudah berasa memiliki dunia seisinya, itu gombalan yang suka diucapkan raja ngombal, tapi berbeda dengan seorang Rendra senyuman dari seseorang yang sangat diharapkannya memang menjadi semangat untuk menyambut hari yang akan dijalaninya.


"Hai...bro...."sapa Rendra ke Alfa yang kebetulan bertemu di jalan saat akan pulang ke rumah dinas dari aktifitas pagi di lapangan seperti biasanya.


"Pagi...Kapt.."balas Alfa dengan memberi hormat ke Rendra.


"Mana yang lain..bro " ucap Rendra dengan mata mencari seseorang.


"Aku...sendiri..Kapt " ucap Alfa menyamakan langkahnya dengan Rendra.


"Mau...kemana Kapt " tanya Alfa ke Rendra yang masih jalan bareng.


"Pulang...ada apa gitu" Rendra bertanya balik ke Alfa.


"Ga..Kapt..boleh aku mampir..."ujar Alfa yang merasa sendirian.


Rendra dan Alfa duduk diteras rumah dinas Rendra dengan menikmati makanan pagi alakadarnya khas bujangan, dengan ditemani musik yang terdengar dari benda pipi Alfa terdengar lagu yang kebetulan menggambarkan suasana hati Rendra dari Kahitna "Sepasang Merpati "


Kala kita lihat sepasang merpati


Terbang lepas bebas tepat dihadapan


Lalu kau bertanya, kapan kita bagai mereka?


Terbang lepas bebas, lepas bebas ke ujung dunia


Dan ku bertanya mau kah kau terima?


Pinangan tanpa sisa cinta yang lain


Rona bahagia terpancar dari anggukan


Saat 'ku pasangkan pasang cincin di jemari


Terimakasih kau terima pertunangan indah ini


Bahagia meski mungkin' tak sebebas merpati


Dan 'ku bertanya mau kau terima ?


Pinangan tanpa sisa cinta yang lainRona bahagia terpancar dari anggukan


Saat'ku pasangka pasang cincin di jemari


Terimakasih kau terima pertunangan indah ini


Bahagia meski mungkin' tak sebebas merpati


"Cie...cie...yang terbawa suasana" ucap Panji yang datang bersama Farel.


"Apaan...suasana apa" jawaban yang keluar dari Alfa polos.


"Bukan loe...tapi tetangga sebelah " ucap Panji yang masih ingin mengoda Rendra.


Rendra masih menikmati musik dari benda pipi Alfa dan hanya tersenyum mendengar godaan Panji.

__ADS_1


" Bro...jalan kemana yuk.." ajak Farel ke semuanya.


"Pantai...enak kali ya.."jawab Alfa yang belum berganti pakaian dari aktifitas pagi.


"Ga....nonton aja.."ujar Panji yang menikmati sisa sarapan yang disediakan Rendra.


"Jadi...kemana nih.."ucap Farel bingung mau menerima usulan siapa."


"Nonton...aja...yang dekat"ucap Ifan yang baru sampai.


"Ga...kemana-mana "Rendra dengan suara terdengar serius dan tegas.


Tidak beberapa lama datang ajudan Rendra membawakan beberapa bang yang berisikan baju batik seragam untuk semua yang hadir tidak terkecuali ajudan Rendra.


"Pakai ini sore nanti" Rendra dengan tangan membagikan bang ke mereka.


"Apaan..ini bro "ucap Panji yang masih bingung.


"Pokoknya pakai sore nanti" Rendra masih dengan suara tegasnya.


"Cius nih...mie...apa" Alfa yang mulai ngoda setelah melihat apa isi dari bangnya.


"Ya...alamat nanti aku kirim di chat group " Rendra masih dalam suara tegasnya.


"Bro...kenapa ga dilibatin kita sih" Ifan merasa Rendra selalu tidak mau membebani kawannya.


"Sudah...buktinya aku suruh kalian hadir "Rendra dengan senyumnya yang mulai santai.


"Apaan...ini mah suruh jadi saksi bukan bantu-bantu"ucap Panji yang belum percaya kawannya akan lamaran.


"Kalian selalu ada untuk aku itu sudah cukup buatku" Rendra dengan menepuk pundak Panji.


"Bro...maaf siapa saja yang di undang" ucap Ifan yang duduk dekat Alfa.


"Hanya keluarga dekat saja" ucap Rendra yang masih memainkan benda pipinya.


"Banyak makanannya bro.." ucap Alfa dengan muka polos sambil mengaruk tengkuknya.


"Banyak...sepuasnya nikmati"ujar Rendra yang tahu apa saja yang akan di sajikan.


"Makan...terus tapi ga...gede-gede bocil " Panji mengacak kepala Alfa, Alfa hanya nyegir.


"Cius...bro...boleh" Alfa masih belum puas jawaban Rendra.


Dan hanya anggukan yang Rendra berikan ke Alfa yang masih di acak-acak Panji yang mulai ngemes.


"Kita bakal dicuekin nih..."ujar Farel yang dari tadi hanya mendengarkan.


"Iya...ya...kita akan sepi..sepi..sepi" ucap Alfa yang merasa kehilangan seorang panutan.


"Apaan....ga ada yang berubah ko hanya status"ucap Rendra dengan menenangkan kawan timnya.


"Tapi...kita ga bisa kaya gini lagi" ucap Panji yang terdengar galau.


"Kumpul...ya...kumpul aja ga jadi masalah" Rendra dengan senyumnya.


"Bilang...aja..ga bisa pelukan kalau nginep " ucap Ifan ke Alfa usil.

__ADS_1


"Ih...emang gue...apaan..tenang gue normal bukan jadi-jadian" ucap Alfa yang dari tadi jadi bahan ke usilan.


"kirain suka sama jeruk" ujar Farel ikutan bikin panas situasi.


"Iya...doyan tapi jeruk apa dulu" Alfa masih dalam kepolosannya.


"Syukurlah berarti kamu doyan makan buah"ucap Rendra supaya menyudahi mengoda Alfa.


Semuanya tertawa melihat kepolosan Alfa, tapi sayang yang jadi bahan keusilan tidak paham malah ikut tertawa yang menurutnya ada yang lucu.


"Kapan kita nyusul ya..."ucap Panji dengan santai nya.


"Tinggal menyusul ribet amat" ucap Farel enteng tanpa beban.


"Loe...kira nyusul kemana bisa pakai motor atau mobil" Ifan ikut ngomong.


"Insyaallah ada jalannya" Rendra menjawab dengan menepuk tangan Panji.


"Sudah beres bro "Rendra bertanya ke Ifan yang sudah mulai sibuk mengurus pernikahannya.


"Alhamdulillah tinggal tunggu tanggal" ujar Ifan menjelaskan dengan serius.


"Syukurlah...kita bantu do'a biar dilancarkan sampai hari H" jawab Rendra ikut senang.


"Bantu apa kita bro " Alfa berdiri menghampiri Ifan.


"Mohon bantuannya di acara pedang pora itu saja" ucap Ifan menjelaskan apa keinginannya.


"Siap..."jawab semuanya tanpa komando kecuali Ifan, Rendra sang Kapten pun ikut bersuara.


Mereka masih duduk bersantai menikmati kebersamaan diantar mereka.


"Pagi...om" sapa Gadis yang bersepeda dengan beberapa temannya.


"Pagi"jawab mereka bersamaan.


"Hai...dis, dari mana "sapa Panji ke Gadis.


"Hai...om, keliling komplek aja" jawab Gadis santai.


"Pulang..dulu...om...dah "ucap Gadis tanpa dosa kalau ada yang di bikin galau dengan ulahnya.


"Tuh...bocah ga...ada rasa apa sama gue...cuek bebek aja" ucap Panji dengan muka galau dibikin Gadis.


"Sabar bro...,bocil kalau udah ditaklukin bakal nemplok kaya lintah"ucap Ifan menenangkan Panji.


"Serius...bro"Alfa penasaran.


"Kalau ga salah waktu kecil aku pernah dengar, kalau ditempelin lintah lepasnya pas ada petir "ucap Ifan mengusilin Alfa.


"Gimana dong kalau itu anak ga mau lepas kita kan dinas" ucap Alfa dengan kepolosan nya.


"Ya...ikut aja.." ucap Rendra ikutan mengoda Alfa.


"Gawat...tuh bocah nyusahin " jawab Alfa sambil mikir.


"Asyik tahu...bukan nyusahin " ucap Panji tertawa.

__ADS_1


Alfa masih bingung melihat Panji tertawa tidak beberapa lama di susul yang lain ikut tertawa makin bikin Alfa bingung.


Pagi yang penuh cerita dari yang santai, serius, jail sampai usil bikin terhibur untuk sesaat untuk persiapan menghadapi persolan yang serius menyambut masa depan menuju halal dengan orang yang tersayang.


__ADS_2