Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
38


__ADS_3

" Jika kamu merasa sulit dan lelah ceritakan semuanya kepada Allah , karena Allah lah yang membuat cobaan, maka Allah yang akan memberimu jalan keluar " Candy.


Di Rumah Sakit


Kami semua harus menginap di Rumah Sakit, begitupun Rendra tidak pulang ke rumah dinasnya dia memilih ikut menginap di Rumah Sakit, Ayah juga sudah datang ikut menginap juga.


Rahma masih dalam ruangan rawat belum masuk ruangan persalinan dengan di temani Mas Dimas yang tidak beranjak dari sisi istrinya, Candy sesekali memeriksa melihat perkembangan persalinannya.


Ayah dan Rendra menemani duduk di sopa yang tersedia dalam kamar rawat itu, yang sesekali melihat Rahma mengadu karena rasa sakit perut yang semakin sering dirasakan, dengan sabar dan tenang Mas Dimas mengusap punggung dan sesekali mengusap perut Rahma.


Waktu menunjukkan tengah malam Candy yang di bantu bidan datang ke ruangan Rahma, yang saat ini sedang tertidur setelah beberapa waktu lalu merasakan kesakitan.


"Mas...kita bersiap membawa Mba ke ruang persalinan,sebab pembukaannya sudah hampir lengkap" ucap Candy ke Mas Dimas yang tetap terjaga.


"Apa ga tunggu...Sayangnya Mas bangun aja" ucap Mas Dimas pelan agar tidak terdengar Rahma.


Candy menganggukan kepalanya dan memerintahkan bidan yang tadi bersamanya menyiapkan perlengkapan di ruang persalinan.


Candy duduk di samping Ayah dan Rendra yang terpejam matanya dengan kepala bersandar, tanpa berniat membangunkannya.


"Honey...ada apa" ucap Rendra pelan hampir tidak terdengar.


Candy hanya menggelengkan kepalanya, sesekali Candy melihat Rendra yang tidak bisa tidur walaupun berusaha memejamkan matanya.


Rahma merasakan sakit yang sangat dari perutnya hingga setengah berteriak menyebut nama sang pencipta, dengan cekatan Candy memberikan pemeriksaan dan dengan anggukan kepalanya ke Mas Dimas, keduanya membantu Rahma turun dari tempatnya berbaring dan berjalan berlahan ke ruangan persalinan, tapi bukan Mas Dimas namanya dengan sigap dan tangan kokohnya mengangkat tubuh isterinya untuk ke ruangan persalinan, yang melihat itu hanya gelengan kepala yang mereka berikan untuk Mas Dimas.


Hampir dua jam lamanya Candy membantu persalinan yang dibantu bidan dan Mas Dimas yang tidak mau jauh dari istri tercintanya, dan akhirnya kerja kerasnya mendapatkan hasil proses kelahiran dengan selamat untuk ibu dan anaknya.


Mas Dimas menangis terharu atas kelahiran putrinya yang sangat Cantik dan imut, alunan suara adzan di perdengarkan di kedua telinganya baby cantik itu, membuat semua yang hadir terharu di buatnya, Rahma sendiri sudah di pindahkan ke ruangan rawat beristirahat untuk pemulihannya .


Ucapan selamat terucap untuk Mas Dimas dan Rahma dari Ayah, Rendra juga Candy. Ayah menggendong cucu cantiknya untuk di do'akan agar jadi gadis sholeha, pandai,taat pada Allah juga agamanya, bermanfaat untuk banyak orang.

__ADS_1


"Selamat..Mas "ucap Rendra ikut bahagia.


"Terimakasih kapan mau nyusul " Mas Dimas sudah kembali normal dari ketegangan.


Rendra melihat ke Candy dengan tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"lucu...loh...anak kecil bisa bikin anak" goda Mas Dimas yang tidak di dengar Ayah.


"Mas....Ih...mulai deh.." ucap Candy malu di lihat Rendra yang juga malu.


"Insyaallah ini udah mau proses ucap janji sama Ayah juga Allah " jawab Rendra agar Candy ga malu lagi.


"Cepetan jangan kelamaan...nanti keburu aku tambah lagi " ucap Mas Dimas yang ga tahu rasanya melahirkan.


"Mas...masih...anget dan baru loh itu baby dari pabrik nya " ujar Candy menjelaskan.


Sepontan Rendra ketawa mendengar ucapan yang keluar dari mulut mungil Candy dan hampir tidak percaya bisa bicara seperti itu.


"Mas...pabriknya aja harus turun mesin dulu setidaknya dua sampai tiga bulan lamanya...jadi mohon maaf...istirahat dulu bobo bareng guling dulu...sabar Mas" ucap Candy menjelaskan dengan mengoda.


Mas Dimas dan Rendra dibikin ga percaya dengan ucapan yang terdengar dari bibir mungil Candy yang menurutnya bocah kecil,mereka lupa bocah kecil itu Dokter.


"Kesayangan Mas...Ih...ngomongnya " Mas Dimas di bikin malu.


"Mas...lupa siapa Can..." Candy dengan suara polosnya yang membuat Rendra terbangun dari imajinasinya yang sedikit liar.


"Maaf...ternyata Kesayangan Mas...sudah siap jadi ibunya anak -anak " Mas Dimas yang ga mau kalah soal goda mengoda.


"Jangan berisik...ada yang harus istirahat..Mas "ucap Candy menghentikan godaan Mas Dimas.


"Dra...kode tuh...jangan kasih kendor " ucap Mas Dimas yang menepuk pundak Rendra.

__ADS_1


"Mas...udah..berisik tau..Mas..Rendra juga tahu itu ga usah di ajarin " Candy sedikit ngomel sebab waktu masih jauh ke subuh masih bisa buat istirahat.


"Dra...kalau masih belum tunduk aku kasih ilmunya "Mas Dimas mengatakan dengan santai tapi terdengar aneh buat Candy.


"Ilmu apa ya...Mas " Rendra dengan polos nya.


"Mas Rendra....percaya sama Mas Dimas... musyrik loh...Mas" ucap Candy dengan tanpa dosa.


Rendra makin dibikin pusing keduanya, yang jelas Rendra benar - benar ga mengerti maksud dari keduanya.


"Udah lah...Mas...biarkan Mas Rendra tidur sesaat dia kan harus dinas Mas" Candy meminta Mas Dimas tidak terus mengoda Rendra.


"Dra...calon bini tau aja" Mas Dimas melangkah mendekati Rahma yang tertidur, dan Ayah tertidur di sopa, Mas Dimas sendiri duduk disamping tempat tidur baby mungilnya yang tertidur pulas.


Rendra dan Candy melangkah ke ruangan Candy, mempersilakan Rendra untuk istirahat ada sopa yang cukup untuk sementara mengistirahatkan tubuhnya walaupun hanya satu atau dua jam saja untuk menghilangkan kantuk sesaat.


Candy berniat meninggalkan Rendra seorang diri tapi Rendra melarang setelah bertanya terlebih dahulu kepada Candy.


"Honey...masih harus jaga " Rendra bertanya kepada Candy dengan lembut.


"Tidak...Mas..Can...hanya membantu Mba Rahma dan ini bukan jam jaga Candy, biar Mas istirahat ya... " ucap Candy menjelaskan tapi terdengar santai tapi lembut.


"Bisakan...disini temani...Mas...tenang Mas tahu apa yang Honey pikirkan" Rendra tahu apa yang yang dipikirkan Candy.


Candy tahu seorang Rendra tidak akan melakukan tindakan yang diluar batas, kalau itu sampai terjadi kenapa tidak dari kemarin - kemarin dia melakukan nya.


Rendra memasuki kamar mandi yang ada di ruangan Candy, Candy memberikan handuk sekeluarnya dari kamar mandi, Rendra meminta sajadah kepada Candy dan dia melakukan sholat dengan khusyuknya, Candy pun sama mereka khusyuk dalam do'a mereka, hingga terdengar suara adzan subuh dari masjid yang ada di lingkungan Rumah Sakit.Rendra meminta ijin untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid dan candy pun mengiyakan.


Di masjid sudah ada Ayah juga Mas Dimas yang sedang melaksanakan sholat sunah fajar,mereka lanjutkan dengan melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Candy sebelum pamit pulang memeriksa keadaan Rahma dan babynya, karena hari ini ada kuliah dan bukan jam jaga Candy, Ayah,Mas Dimas dan Rendra pun berniat pulang juga tapi kalau Ayah dan Mas Dimas akan kembali lagi ke Rumah Sakit, mereka hanya mengambil keperluan Rahma.

__ADS_1


Rendra akan kembali dengan aktivitasnya begitu juga Candy, seperti itu yang mereka harus hadapi menjadikan maanfaat untuk orang lain dalam kebersamaannya.


__ADS_2