
..."Setiap manusia pasti pernah merasa kecewa, sebenarnya mudah saja menghilangkan rasa kecewamu berdamailah dengan hatimu karena itu cara terbaiknya" Rendra....
Berharap kedatangannya disambut dengan senyum yang menghangatkan hingga dapat menghilangkan lelah dan rasa rindu yang terpendam selama ini, tapi semua sirna terbawa terbang oleh angin kecemasan dan itu hanya angan semata, yang di lihatnya tubuh tidak berdaya dengan wajah pucat dengan selang infus melekat di kedua tangannya dengan mulut tertutup alat untuk membantunya untuk bernapas.
Harus marah atau menangis itu semua sudah tidak bisa di lakukan lagi hanya bisa berbicara seorang diri walaupun ada didekatnya.
"Assalamualaikum..qalbii.." Azlan memberikan salam untuk pertama kali kedatangannya sepulang dinas.
"Masih..terlalu ngantuk ya..hingga kedatangan mas ga disambut.." Azlan sebenarnya sangat sedih tapi berusaha tegar.
"Ayo..qalbii bangun kasihan putra kita..butuh qalbii.." Azlan berharap ada respon dari Allea dengan mengajaknya bicara.
Memang terdengar konyol Azlan hanya berbicara seorang diri dari bertanya hingga menjawab semua di ucapannya seorang diri.
Seperti ini gambaran seorang Azlan yang duduk di sebelah Allea dalam ruangan ICU sudah beberapa minggu dirinya terbaring tidak sadarkan diri selepas proses operasinya, babynya selamat walaupun dalam keadaan lemah karena lahir belum waktunya.
Rendra sempat bersimpuh didepan putranya sebagai permintaan maaf telah melalaikan amarahnya, Azlan tidak menyalahkan papanya dengan membangunkan papanya.
"Ga..pa..ga pa..ini udah ga benar..papa pasti sudah memberikan yang terbaik.." seru Azlan memeluk papanya yang berniat bersimpuh sebagai permintaan maafnya.
"Ga..dek papa yang salah mengijinkan Al..tinggal di rumah eyang.." Rendra tahu Azlan kuat hanya didepan dirinya.
"Papa sudah memberikan yang terbaik pa..semua rencana Allah pa..sudahlah kita sama-sama berdo'a saja berharap ada keajaiban pa..untuk Allea " Azlan menggenggam tangan papanya agar tidak lagi menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang telah terjadi.
Kondisi buah hati Azlan sudah mulai membaik Candy selalu memantau perkembangannya, Azlan bersyukur memiliki keluarga yang selalu ada dalam apapun.
"Gimana..ma..anak ade.." Azlan ingin mengetahui perkembangan buah hatinya sebab dirinya lebih fokus pada Allea.
"Dek..ini sekedar jalan apa salahnya di coba ajak Mika (putra Azlan nama yang Rendra berikan) mungkin bisa membuat Al..tersadar.." pinta Candy pada Azlan yang seperti Azlan setuju dengan saran mamanya.
"Mika.." Azlan sedikit terkejut mendengar nama sederhana tapi enak di dengar menurut Azlan.
"Ya..papa yang memberikan hanya panggilan bila ade ga suka jangan di teruskan.." Candy menjelaskan.
"Ga..ma..ade suka.." Azlan bangga sama papanya yang berinisiatif memberikan nama buat putranya.
__ADS_1
"Alhamdulillah Mika sudah bertambah berat badannya.." Candy berharap Azlan tidak terpuruk dalam menyikapi keadaan ini.
"Syukurlah...ma berharap ada keajaiban untuk mamanya.." Azlan dengan penuh keyakinan Allea akan kembali berkumpul bersama.
Disaat keluarga Azlan masih berfokus dengan kondisi Allea, di tempat lain kakak Allea memberikan kabar yang memprihatinkan lagi eyangnya kembali masuk rumah sakit kali ini beliau kritis karena drop memikirkan Allea didukung faktor usia juga.
Azlan meminta mamanya sementara mengantikan menjaga Allea, Azlan di temani papanya melihat kondisi eyang dan seperti harapannya tipis, eyang juga sudah kurang merespon siapa saja yang mengunjungi beliau.
Hanya pada Azlan terlihat eyang meneteskan air mata dan matanya seperti mengatakan sesuatu, dan Azlan berusaha memenangkannya agar beliau tenang.
Azlan tidak bisa lama sebab meninggalkan Allea dan putranya, kakak Allea mengerti dan mengijinkan Azlan juga papanya untuk undur diri kembali kerumah sakit dimana Allea di rawat.
Belum juga Azlan dan papanya sampai di rumah sakit tepatnya masih di jalan kembali di hubungi kalau eyang sudah harus berpulang pada yang maha memilik hidup.
Azlan seperti mendapatkan tamparan keras tanpa sebab belum juga dirinya mendapatkan kabar baik mengenai perkembangan baik dari istrinya kini dihadapkan dengan kabar eyang sakit dan sekarang harus kembali kepada pemilik hidup.
Rendra memeluk Azlan agar mengurangi beban dipundak putranya, yang menangis melepas sedikit beban dalam dadanya.
"Allah sayang ade.." ucap papa dengan mengusap punggungnya.
"Pa..ade harus bagaimana.." Azlan sudah sedikit merasa pasrah dengan keadaan.
Rendra mengabarkan kepergian eyang pada keluarganya dan Candy agar bisa tetap menjaga Allea juga Mika sementara Azlan dan dirinya mengurus pemakaman eyang secara militer memang itu kewenangan dari kedinasan eyang tapi Azlan termasuk keluarga dari eyang dan Azlan putranya.
Kakak Allea terlihat sangat terpuruk untung saja ada keluarga besar dari Azlan sebagai adik iparnya, Andika juga tidak kalah di bikin sibuk dengan menjadi imam untuk mensholatkan eyang.
Banyak relasi kedinasan yang hadir dalam acara pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir pada eyang yng memiliki loyalitas dalam kedinasan.
Selepas prosesi penguburan eyang secara militer, satu persatu relasi eyang meninggalkan tanah pekuburan hingga menyisakan kakak Allea dan Azlan dengan keluarga besarnya.
Disini kakak Allea merasakan kebaikan keluarga besar Azlan dan bangga memiliki keluarga seperti Azlan, yang memiliki kepedulian yang tinggi dan tanpa meminta pamrih pada semua yang dikenalnya.
Dalam diam Azlan berdo'a dan mengingat kembali kejadian sebelum dirinya berpamitan pulang, terlihat eyang meneteskan air mata sayangnya eyang sudah tidak bisa berkata-kata mungkin beliau ingin menitipkan Allea pada dirinya " yang semoga diterima amal ibadahmu..ya..Allah berikan tempat yang terbaik untuknya, beliau orang baik..ya Allah akanku jaga amanahmu..eyang.." dalam diam Azlan memberikan do'a terbaiknya untuk eyang.
Azlan dan Rendra tidak langsung ke rumah sakit tapi membersihkan dulu badannya dengan kembali ke rumah besar milik kakeknya.
__ADS_1
"Makan dulu..dek.." pinta nenek juga kakek yang takut Azlan lupa mengurus dirinya.
" Ga lapar nek.." Azlan yang sudah bersiap diri dengan menunggu papanya.
"Ga..dek kamu harus makan bukan untuk kamu tapi untuk Mika dan Allea ingat itu ayo papa tamani.." Rendra memberikan piring pada Azlan.
Rendra juga ikut makan sebab di rumah sakit terkadang dirinya suka lupa dengan urusan perut lebih fokus pada putra Azlan dan Allea.
Rendra meminta asisten mama untuk menyiapkan bekal untuk Candy yang pasti juga lupa mengisi perutnya.
Dalam kedinasan Azlan masih dalam free selepas tugasnya di luar kota dalam hal ini Azlan di untungkan dalam hal ini, menjadikan dirinya lebih fokus menjaga putra dan Allea.
Azlan terlihat termenung hanya memandang jalanan dengan tatapan kosong, entah kemana dirinya saat ini berada yang membuat Rendra prihatin melihat kondisi putranya yang sangat perlu orang yang jadi sandaran untuknya saat ini walaupun terlihat kuat tapi dalamnya pasti dia rapuh.
Sepertinya Rendra harus mengambil keputusan yang cepat agar tidak menyesal di kemudian hari tapi apakah Azlan akan satu pemikiran dengan dirinya.
"Dek..bagaiamana kalau dua hari lagi tidak ada perkembangan dari Allea kita bawa Allea ke jerman atau jepang.." Rendra meminta keputusan dari Azlan.
"Iya..pa ini juga sedang ade pikirkan..tapi apakah kakak Allea mengijinkan.." Azlan sedikit merasa kakak Allea juga harus di libatkan sebab tidak ingin ada salah faham di kemudian hari.
"Soal itu biar papa yang urus dia pasti satu pemikiran dengan kita..dek kamu urus saja persiapan dokumennya.." Rendra membagi tugas dengan putranya.
"Siap pa.." seru Azlan yang sekarang tidak lagi melamun.
Sepertinya Rendra sudah memikirkan langkah kedepan untuk kesembuhan Allea, yang membuat Azlan makin bangga pada papanya yang tidak tinggal diam dalam hal ini.
Setibanya di rumah sakit Azlan menggantikan tugas Candy yang harus makan dan melaksanakan sholat terlebih dahulu..
"Honey..ayo sini.." Rendra memberikan bekal makan pada Candy, tapi Candy menolaknya dengan alasan tidak ingin makan.
"Ayo..sini mas suapin.." Candy tidak bisa menolak maklum saja Rendra sangat perhatian pada pasangannya.
Candy menerima tiap suapan dari Rendra yang terlihat sangat sabar memberikan setiap suapan pada Candy, hingga suapan terakhir yang Candy terima dari tangan Rendra yang menggoda Candy.
"Katanya ga mau makan tapi satu kotak makan habis.." goda Rendra yang membuat Candy malu dan mencubit Rendra.
__ADS_1
Rendra hanya bisa tertawa kecil di ruang tunggu kini keduanya berada, dan Rendra menceritakan semua rencananya Candy ikut menyetujui pendapat Rendra ingin memberikan yang terbaik untuk Allea yang pantas di usahakan kesehatannya.
Dan siapa lagi yang harus mengurus semua ini selain keluarga dari pihak suaminya yang perhatian dan hanya kakaknya saudara yang tersisa dari Allea membuat keluarga Azlan makin ingin merangkul Allea dalam keadaan apapun, baik sehat maupun sakit dan suaka maupun duka.