
"Kamu..ya..kamu, adalah bidadari surga yang nyata di dunia, dalam tiap baris do'a ku agar tetap bersama hingga akhir usiaku itu pintaku pada pemilik hidup" Rendra.
Nisrina yang sudah dipoles laksana bidadari surga yang nyata di dunia, ayah yang memandangnya seakan tidak percaya harus melepaskan anak gadisnya secepat ini.
"Mba..selepas akan nikah suamimu nak yang akan menjadi orang yang berhak atas dirimu dan ridhonya adalah segalanya..jadi pesan ayah jaga nama baik mu agar membuatnya tenang bersamamu, jaga juga nama baik keluarganya dimana pun mba berada ya..nak hanya itu pinta ayah..mba sayang ayahkan.." ucap ayah Nisrina yang membuat Nisrina sedih.
"Iya..ayah Nis akan selalu mengingat pesan ayah..tapi Nis masih anak ayahkan.." ucapnya polos yang membuat ayahnya terharu.
"Mba..akan selalu jadi anak ayah sampai kapanpun..sayang" ayah mengusap punggung tangan Nisrina.
Tanpa terasa rombongan dari pihak mempelai pria sudah berdatangan dan memasuki ruangan yang telah disiapkan, ruangan akad nikah tidak satu ruangan dengan resepsi sebab keluarga kedua belah pihak cukup besar dan ingin prosesi ini interen keluarga agar lebih sakral sesuai keingin kedua keluarga.
Prosesi sambutan dari kedua belah pihak sudah terlewati begitu juga dengan pemeriksaan berkas nikah dan tidak terlupakan pernyataan dari Nisrina yang yang menyatakan dirinya tidak dalam paksaan dan Indra adalah lelaki pilihannya.
Ayah Nisrina sendiri yang akan menjadi wali nikah untuk anak gadisnya sedangkan untuk kedua saksi juga telah siap dari pihak Indra adalah kakak dari ayahnya begitu juga dengan Nisrina yang menjadi saksi mas Iqbal kakak dari ayah Nisrina.
Untuk maharnya Nisrina tidak meminta yang aneh-aneh hanya ingin seperti pembacaan al-Rahman seperti Candy dulu pada Rendra, tapi Indra tetap menyiapkan perhiasan yang indah pilihannya.
Waktu yang telah ditetapkan akhirnya tiba Indra dengan satu kali ucap ikrar janji suci terkhusus pada ayah Nisrina sebagai wali nikah Indra bisa melaksanakannya dan dari pihak urusan agama juga saksi menyatakan Sah, terlihat sebaris senyum bahagia dari bibirnya.
Dan tiba waktu yang dinantikan Indra di pertemukan dengan Nisrina yang hampir lebih dari satu minggu keduanya tidak bertemu, terlihat ada rasa canggung dari keduanya terutama Nisrina yang terlihat malu untuk pertama kalinya dia dipertemukan dengan Indra yang sudah jadi imam dalam hidupnya.
Dari pihak urusan agama mempersilahkan Nisrina dan Indra berjabat tangan sudah sah sebagai suami istri, selepas Nisrina mencium tangan Indra, Indra menyentuh ujung kepala Nisrina dan bedo'a kepada pengatur kehidupan "Allahumma inni as'aluka min khairihaa, wa khairi manjabal tahaa 'alaihi wa audzubika min syarrihaa wasyarrimaa jabaltaha'alaiha " Ya Allah sesungguhnya aku memohon pada-Mu kebaikan darinya dan mohon kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Engkau tetapkan atas darinya".
"Ya..Allah jadikan kami berdua pasangan yang saling menentramkan dan jadikan kami orang yang salalu mengingatkan kebaikan dijalan-Mu, dan jadikan kami berdua orang yang selalu bersyukur atas nikmat-Mu" untaian do'a yang Indra panjakan untuk keduanya.
Sungkeman adalah prosesi yang paling membuat keduanya haru biru terutama untuk Nisrina yang seakan-akan akan dipisahkan dari kedua orang yang selama ini selalu ada untuknya yang tanpa balas jasa untuknya.
Mama Indra yang orangnya sangat terbuka dan apa adanya tidak ingin melihat menantunya bersedih dengan singap memeluknya dan mengusap punggungnya.
__ADS_1
"Nis..mama juga mama Nis, mama ga mau bunda saja yang Nis sayang " ucapnya yang membuat Nisrina juga orang yang hadir tertawa hal ini membuat Nisrina tersenyum dengan tangan menghapus air matanya, begitu juga Indra yang disampingnya tidak mau melihat Nisrina bersedih.
Persiapan resepsi sudah siap begitu juga dengan kedua mempelai yang sudah beristirahat juga sudah melaksanakan sholat zuhur terlebih dahulu untuk menyambut tamu undangan yang cukup banyak sebab dari kedua keluarga juga dari teman dan relasi kedua mempelai yang di undangnya.
Gaun indah yang Nisrina kenakan menambah keanggunan wajah ayunya yang di poles riasan tipis tapi masih terlihat kalau pemiliknya memang cantik dari lahir, begitu juga Indra nampak gagah dengan balutan jas yang disesuaikan dengan gaun yang Nisrina kenakan.
Tidak sedikit tamu yang mengatakan keduanya sangat serasi, kolega dari Indra yang sedikit banyak pengusaha muda yang datang untuk memenuhi undangan Indra.
Ruangan resepsi yang terlihat megah menandakan status mereka walaupun tanpa harus orang tahu, dan dengan jumlah tamu yang tidak sedikit begitu juga dengan hidangan yang disuguhkan dibikin berbeda dari yang lain.
Banyak ceo mudah yang memuji Indra dengan candaan khas cowok yang membuat Nisrina malu "Ga..pernah pacaran sekali dapat langsung..bikin iri.." goda salah satu ceo muda dimana Indra memiliki saham di perusahaannya.
"Mohon maaf..sebab ini Limited Edition.." balas Indra yang membuat Nisrina menatap intens Indra.
Ada beberapa tamu undangan dari kawan kuliah Indra sebelum mengambil masternya di amerika, mereka satu angkatan yang aktif di senat dulu yang masih berhubungan baik hingga kini dengannya yang diantaranya adalah Rafiq yang sekarang berdinas di batalyon yang sama dengan omnya, tapi dia tidak sendiri ada beberapa kawan lagi yang hadir memenuhi undangan Indra yang saat ini sendang berbincang melepas kangen dengan ikut antri untuk memberikan selamat.
"Hai..gimana..kabar.." balas Rafiq pada seseorang orang yang dikenalnya paling pandai diangkatnya.
"Alhamdulillah..sehat..sudah memberikan selamat.." tanyanya pada Rafiq yang memberikan senyum.
"Belum..ramai..banget.." balas Rafiq sedikit malas ikut berbaris.
Ada pemandangan yang tidak ingin dilewatkan oleh kawan satu angkatan kuliah Indra saat di negara tercintanya, pemandangan itu mengusik relung hati semua teman angkatan kuliah Indra yang saat ini tidak berkedip melihatnya.
Seutas senyum yang dia perlihatkan pada lawan bicaranya yang menurut mereka sangat manis dan dari bahasa tubuhnya dia begitu tulus dan lepas memberikan senyum itu yang membuat mereka penasaran dengan sosok yang dilihatnya itu.
Gaun yang dikenakannya hampir serupa dengan beberapa orang yang mendominasi gedung berati bisa di simpulkan dia keluarga dekat Indra atau dari pihak istri Indra itu yang ada dipikiran mereka saat ini.
"Apa..apa.." tanya seseorang pada Rafiq yang seakan tahu apa isi dalam otak Rafiq.
__ADS_1
"Loe..yang apa.." Rafiq tahu seseorang itu terlewat cerdas untuk tidak mengetahui apa isi dalam otaknya sebab kemampuan otaknya hampir menyamai pak habibi itu candaan dulu jaman kuliah.
"Boleh..kita saingan.." tanyanya yang jelas-jelas membuat Rafiq menyetujuinya.
★★maaf saingan disini dalam arti berusaha mendapatkan sesuatu dengan cara yang jujur dan sportif ★★
"Siap..siapa takut.." balasnya yang disaksikan oleh yang lain yang sebenarnya juga ingin ikut dalam persaingan sehat itu sebab siapa yang mau menolak dia memiliki paras ayu, kulit putih bersih yang jelas berbeda dengan yang pernah di lihat mereka, satu yang pasti semua yang ada didirinya seperti tidak ada yang kurang dipandang dari manapun menyenangkan hanya satu kekurangannya mereka tidak mengetahui nama gadis itu.
Kini giliran mereka memberikan ucapan selamat pada Indra bersamaan dengan gadis yang mempesona itu ingin menyampaikan sesuatu pada kedua mempelai yang tidak tahu apa yang akan disampaikannya, yang jelas seperti begitu penting dan sedikit tergesa.
"Permisi..maaf..mas..Ai..ga bisa sampai selesai ya..pokoknya selamat..kadonya Ai..titipan sama mama..buat mba..kasih kabar secepatnya Ai..minta keponakan yang lucu.." bisiknya sebelum pergi meninggalkan keduanya.
"Cantik...hati-hati.." ucap Indra seperti khawatir melihat Ainun pergi.
"Ada..kuliah yang ga bisa di tinggalkan katanya.." bisik Nisrina agar Indra tidak mengkhawatirkan Ainun.
Semua kawan Indra dibuat takjub dengan kecantikan Ainun lebih dekat paras ayu yang diimbangi dengan mata indah miliknya, kulit putih bersih terawat juga senyum manis yang ditunjukkan pada kedua mempelai yang terlihat sangat dekat dengannya.
"Maaf..tadi ada iklan..lewat.." canda Indra yang sangat akrab dengan semua kawan kuliahnya terutama dengan saingan beratnya yang sama-sama pandai yang diangkatannya hanya beda jurusan.
"Selamat..bro semoga sakinah, mawadha, warohmah dan dia melanjutkan dengan do'a "Baarakallahu laka wa baaraka 'alayaka wa jawa'a baynakuma fii khair " semoga Allah memberikan berkah bagimu, dan akan mengumpulkan kamu berdua dalam keadaan baik" ucapnya dalam pelukan Indra dia berdo'a.
"Terima kasih..semoga kamu cepat di pertemukan dengan seseorang yang bisa menyenangkan dan menyejukkan hati.." balas Indra yang melepaskan pelukannya.
Berbeda terhadap Nisrina dia hanya mengakupkan kedua tangannya dan hanya sedikit berkata "Selamat.." lalu berlalu meninggalkan keduanya.
Bergantian dengan beberapa teman Indra juga Rafiq yang memberikan selamat dengan bercanda Indra menanyakan pada dirinya "Kapan mau menyusul..karir sudah..apa yang mau ditunggu.." goda Indra pada Rafiq.
"Calonnya..lah yang ditunggu.." balasnya dengan tawa sedikit terdengar.
Sebagian besar tamu datang atas undangan keluarga besar mama papa Indra dan keluarga besar kakeknya yang memiliki banyak kolega yang menurutnya selain sebagai dokter spesialis jantung Indra bisa diandalkan di dunia bisnisnya, makanya Indra banyak dikenalkan oleh kakeknya dengan orang-orang yang berkecimpung di dunia bisnis.
Semua tamu merasa puas baik dari sambutan tuan rumah pemilik hajat juga hidangan yang disuguhkan sangat memenuhi selera tamu undangan.
__ADS_1
Tapi sayang hanya kendala waktu yang tidak ditoleransi sebab Indra tidak ingin sampai malam menerima tamu undangan dia ingin lebih ingin banyak menghabiskan waktu dengan keluarga besar baik dari kakek maupun dari papanya juga dari keluarga Nisrina yang ingin dikenalnya.