
"Ingatlah Allah yang mencukupi jadi jangan takut untuk berbagi yakinlah akan janji Allah yang akan selalu penuhi kebutuhan kita hanya waktunya yang kita tidak dapat mengetahuinya" Rendra.
Komandan menugaskan Rendra dengan divisi lain untuk kepentingan tugas tanpa melibatkan tim Rendra ini yang membuat kawan tim seakan aneh sebab tidak seperti biasanya, tapi tugas tetap tugas tidak bisa menolaknya itu suatu keharusan buat Rendra sebagai abdi negara harus diatas segalanya.
Dan tidak seperti biasa juga kedua anaknya seperti lengket tidak mau lepas dari pelukan Rendra saat Rendra berpamitan begitu juga dengan Candy yang saat dipeluk Rendra terasa enggan ditinggal oleh Rendra.
Balasan Rendra hanya menyakinkan bahwa akan cepat pulang hanya sebentar sebab tidak menginap itu yang membuat orang terdekatnya sedikit tenang.
Sepeninggal Rendra kedua anaknya seperti meminta perlindungan dari Candy dengan mendekap tubuh Candy, ketiganya saling berpelukan hal ini bukan hal yang biasa menurut Candy, tapi Candy tidak diajarkan ayahnya berburuk sangka terhadap Allah dia yakin ini hanya emosi sesaat sebab kedua anaknya terlalu dekat dengan papa mamanya itu saja yang Candy yakini.
Aktivitas seperti biasa Candy lakukan begitu juga dengan kedua anaknya masih berangkat sekolah seperti biasanya, tanpa ada sesuatu hal yang aneh menurut mereka rasakan.
Hingga menjelang malam Rendra belum juga pulang dari kedinasannya dan tidak seperti biasanya juga Rendra tidak memberikan kabar dimana keberadaannya sekarang hingga membuat Candy gelisah tapi disaat seperti ini Candy lebih memilih membaca al-qur'an untuk menenangkan kerisauan hatinya.
Sudah hampir dua juz Candy membaca kitab suci itu tapi belum juga ada kabar dari Rendra, Candy melihat kamar kedua anaknya dilihatnya raut muka satu persatu anak-anaknya ada segurat kesedihan yang tiba-tiba terlintas tanpa mau berpikir yang aneh-aneh Candy keluar dari kamar kedua anaknya.
Candy terlihat senang saat mendengar suara dari balik pintu depan rumahnya, tapi suara yang didengar bukan suara suaminya tetapi suara ajudan suaminya yang dikenalnya.
Saat dibuka dan membalas salam dari ajudan suaminya yang terlihat ada yang aneh tapi Candy tidak mau mengambil kesimpulan sepihak sebelum mendengarkan yang sebenarnya, belum juga ajudan mengatakan maksudnya kawan satu tim Rendra datang beserta istri-istri mereka.
Rena yang sangat dikenalnya langsung memeluk Candy dengan mengusap punggung Candy yang hanya diam, dia belum mengetahui apapun tapi Candy seakan tahu dengan kehadiran kawan Rendra dan istrinya, pasti ada sesuatu hal yang tidak baik yang terjadi pada suami tercintanya.
Candy terlihat tegar dapat dilihat dengan tidak menangis histeris hanya saja kristal bening itu tidak bisa di tahannya berlama-lama didalam karena didadanya semakin sesak dirasakannya.
Candy ingin kuat buat orang-orang yang Rendra sayangi walaupun sangat berat dia rasakan beban hatinya, ingin dirinya berteriak sekencang mungkin mengeluarkan sesak didadanya dengan memanggil nama suami tercintanya.
Candy jadi teringat akan beberapa waktu yang lalu berbincang santai tentang siapa lebih dulu yang harus berpulang kepada pemilik kehidupan, dan Rendra berharap dia lebih dulu berpulang agar tidak merasakan kembali kehilangan dirinya.
Tapi benar juga bantahan Candy diwaktu yang lalu dia yang berharap lebih dulu kembali kepada pencipta, terlihat banyak orang yang merasakan kehilangan akan kehadiran Rendra bukan hanya keluarga kecilnya, terkhusus keluarga besarnya karena Rendra penerus nama besar Wijaya, seluruh rekan dinasnya baik satu kedinasan maupun kantor pusat kedinasan, tidak terlupakan juga segenap karyawan usaha milik Rendra.
__ADS_1
Mba Ayu yang sudah mendengar kabar ini, disibukkan dengan kondisi papa mama Rendra yang langsung drop hingga harus masuk rumah sakit dua-duanya.
Ayah Candy dan kedua masnya berserta istri menguatkan Candy yang terlihat sangat tegar dimata ayah, hanya saja kedua anaknya yang selalu memanggil nama Rendra hingga membuat Candy pingsan.
Dalam keadaan pingsan dalam keadaan tidak sadar dalam alam tidak sadarnya dia bertemu Rendra yang sangat gagah seperti biasanya dan seperti biasanya juga dia menggodanya.
"Honey...kenapa ko..sedih.." tanya Rendra dengan senyumnya jailnya seperti biasa menggoda Candy.
"Mas...kenapa..ada..disini.." tanya Candy meraih tangan Rendra yang menghangatkan.
"Ini..tempat dinas..mas.." jawabnya dengan mengusap pipi Candy lembut.
"Mas..ini bukan tempat dinas..mas.." Candy seperti menyakinkan Rendra yang masih mengusap lembut pipi Candy.
"Tapi..Can sama..anak-anak disini..mas..Can..ga mau jauh dari mas.." Candy dengan menangis meminta Rendra.
"Mas ga kemana-mana Honey ada disini.." Rendra menunjuk letak jantung berada di dada Candy.
"Mas..akan peluk dari jauh..Honey..." Rendra seperti memberikan contoh memeluk dirinya sendiri.
"Mas..ga..sayang..Can.." teriak Candy dengan meraih tangan Rendra yang akan melangkah pergi.
"Mas..sayang Honey..jaga diri..Honey..mas selalu ada di dekat Honey.." Rendra semakin menjauh dengan tangan seperti orang kiss by ke Candy.
"Mas........" teriak Candy keras dan terbangun dari pingsannya, ayah memeluk Candy menenangkannya.
"Cantik...harus bisa..menerima semua ini sebagai takdir yang cantik terima Allah pasti punya maksud baik untuk cantik.." usapan tangan ayah menenangkan Candy.
Anak-anak Candy sementara tinggal bersama mas Dimas dan Rahma, hanya Ainun yang jadi pendiam yang biasanya paling banyak tanya.
__ADS_1
Jasad Rendra belum bisa ditemukan karena tertimbun longsor, sudah beberapa hari masih belum ada kabar hingga Candy meminta pendapat ayah dan kedua masnya, mereka tidak bisa juga memutuskan harus ada kesempatan dari keluarga besar Rendra juga, sedangkan papa mama Rendra masih belum sadar masih diruang ICU, dan mas Rudi yang akhirnya sepakat mengikuti keputusan keluarga Candy untuk menyudahi pencarian sebab sudah keluar dari batas waktu pencarian.
Candy pun tidak ingin berlama-lama tinggal di kedinas yang terlalu banyak momen indah yang terus mengingatkan akan sosok Rendra yang hangat, penyayang, tegas, humoris terkhusus untuk Candy penggoda dan lembut.
Candy tidak sanggup bila masuk kedalam kamar tidurnya terlalu banyak momen yang susah untuk dilupakan dikamar itu, Candy yang malu akan hilang rasa malu itu bilang keduanya hanya berdua dikamar miliknya ini.
Seperti saat ini Candy duduk diujung tempat tidur milik Rendra yang sudah ada sejak Candy pertama masuk ke rumah dinas Rendra, tangannya mengusap lembut tutup kasur dari tempat tidur miliknya itu dengan lembut dan mendekap salah satu bantal yang biasa ditidurin Rendra masih tercium aroma milik Rendra yang tertinggal dibantal itu, diciuminya hingga air matanya tak sadar jatuh dengan sendirinya.
Candy makin mendekap bantal itu, semakin erat seakan dia memeluk dan meremas tubuh gagah Rendra untuk melepaskan sesak didadanya akan kehilangan sosok yang pertama dicintainya tanpa memaksa harus mencintai saat baru dinikahinya dengan sabar dia menumbuhkan rasa cinta direlung hati Candy hingga tumbuh dan berkembang hingga kini.
Candy pun jadi tahu rasanya kehilangan seperti yang dulu Rendra rasakan untuk kembali bertemu dan mencari orang yang dicintainya, masih dalam tangis diamnya Candy berbicara dengan hatinya "Mas..ingin Can..merasakan yang mas rasa ya..ini..Can..sudah merasakan..,sakit ya..mas..kehilangan itu.., terimakasih mas untuk rasa sakit ini..mudah-mudahan Can..akan sekuat mas..akan Can..ingat setiap momen kita lalui semua indah buat Can.." makin Candy berbicara dengan hatinya makin Candy mencium bantal itu yang meninggalkan aroma milik Rendra.
Candy menyudahi isaknya, karena ajudan Rendra menanyakan apa yang bisa dibantu untuk Candy, ajudan Rendra sendiri tidak kuat melihat Candy yang masih dalam isaknya dengan tangan memeluk bantal, dia memilih keluar dari ruangan dia pun sama terisak mengingat bagaimana Rendra yang sangat sayang kepada Candy.
Dalam isaknya dia bergumam " Kapt..ada banyak hati yang terluka karena kehilanganmu" ajudan Rendra banyak mengingat momen kebaikan Rendra sebagai atasannya tapi tidak menganggapnya sebagai ajudan lebih seperti adik dan keluarga baginya.
Kehilangan memang berat buat orang terdekat sebab banyak momen yang telah dilaluinya, air mata yang saat ini jadi teman Candy bila sendiri dan dia berencana tinggal dirumah orang tua Rendra sebab siapa lagi yang akan membuat keduanya kuat selain Candy dia hebat untuk orang lain dia bisa tersenyum tapi bila sendiri dia hampir rapuh tapi selalu saja ada ayah yang menguatkan dan kedua anaknya.
Saat akan meninggalkan rumah dinas Candy hampir jatuh karena bayangan Rendra seakan melarangnya meninggalkan rumah dinasnya, dan didalam hatinya Candy berbicara "Mas..mungkin ini yang terbaik buat Can..mas tidak usah khawatir papa mama akan Can..jaga..biar ini jadi tugas Can..untuk meneruskan tugas mas..mas tenang ya.." tanpa terasa bulir bening itu meluncur.
Alfa yang sangat dekat dengan Rendra tidak kuat hingga hampir ambruk melihat Candy begitu tegar dalam kehilangannya, kawan satu tim Rendra sudah berusaha membantu dalam pencarian yang ditemukan hanya tas dinas Rendra lengkap tanpa ada satu barang pun yang hilang.
Candy berpamitan dan meminta maaf atas nama Rendra bila selama di kedinasan ada khilaf baik sengaja atau tidak, Candy yang pemalu bisa dengan tegar berbicara soal meminta maaf membuat kawan Rendra tidak kuat, menurut mereka Candy seperti jadi sosok yang lain saat ini jadi wanita paling tegar dan sangat kuat di mata kawan Rendra, istri-istri mereka belum tentu setegar itu menurut mereka.
Ajudan Rendra masih memperlakukan Candy tetap seperti waktu ada Rendra dia yang mengantarkan Candy ke rumah papa mama Rendra yang sudah sadar tapi masih belum bisa menerima rasa kehilangan anaknya ini.
"Mba..kapanpun bila butuh saya akan ada buat mba dan anak-anak" pesan ajudan Rendra sebelum berpamitan kembali ke rumah dinas.
"Ya..terimakasih untuk banyak hal dan mohon dimaafkan khilaf mas.." terdengar tegar walaupun hati kecilnya tercabik-cabik.
__ADS_1
Sepeninggal ajudan Rendra, Candy seperti bertekad harus jadi Candy yang baru untuk kebaikan orang tersayang Rendra, itu tekad Candy dengan langkah tanpa ragu masuk kedalam rumah mewah milik keluarga suami tercintanya yang banyak meninggalkan kenangan terindah dan meninggalkan dua amanah yang harus dijaga hingga jadi pribadi yang sesuai keinginan suami tercintanya dalam diamnya dia berucap "selamat datang dunia baru i'm coming".