
"Jangan lelah menebarkan kebaikan walaupun hanya dengan senyuman terbaikmu" Candy.
Sudah larut malam Candy susah untuk tidur walaupun sudah di usahakan matanya untuk di pejamkan dikarenakan perutnya tidak nyaman yang dirasakannya, Candy tahu dirinya akan memasuki waktunya persalinan hanya saja tidak ingin membuat Rendra panik.
Rendra yang tidur disampingnya sebenarnya tahu kalau Candy tidak dapat tidur sepertinya merasakan sesuatu hanya saja Rendra berpura-pura tidak memperhatikan sebab Rendra tahu Candy pasti akan bilang tidak apa-apa, untuk sementara Rendra diam tapi dalam hatinya kasihan melihat Candy.
"Ke siangan nih" gumam Rendra yang pura-pura baru bangun di persetiga malamnya untuk sholat tahajud.
Setelah membaca doa bangun tidur Rendra ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu untuk melaksanakan sholat tahajud, sebelum melaksanakan sholat Rendra menghampiri Candy yang pura-pura tertidur di ciumnya kening Candy dengan sayang.
"Terima kasih yang honey sudah kuat untuk baby" gumam Rendra masih mencium Candy.
"Sabar ya...honey" ucap Rendra lagi dengan perlahan meninggalkan Candy untuk sholat.
Dengan khusyuk Rendra sholat dan di lanjutkan dengan dzikir tak lupa berdoa untuk keselamatan orang-orang tercintanya dan terkhusus untuk istri tercintanya juga tidak terlupakan baby yang ada di dalam kandungan istrinya, Candy terharu mendengar doa Rendra begitu khusyuk serta tulus terdengar,setelah menyelesaikan sholatnya Rendra hendak melanjutkan membaca Al-Qur'an mendengar suara seseorang dengan isak tangis membuat Rendra mencari dan betapa terkejutnya Rendra ternyata berasal dari suara tangis Candy yang masih dalam posisi berbaring di tempat tidur.
"Kenapa honey...." Rendra berucap dengan rasa khawatirnya dengan mendekap tubuh mungil Candy yang sudah di bangunkan Rendra.
"Ga apa-apa mas" Candy masih dalam isak tangisnya, menjelaskan kondisinya baik-baik saja.
"Ga,pasti ada yang bikin honey sakit atau ga nyaman" ucap Rendra memastikan keadaan Candy.
"ngomong honey jangan bikin mas bingung" ucap Rendra lagi ke Candy dengan muka seperti orang mau menangis.
"Can,ga apa-apa mas" Candy dengan senyum yang di paksakan agar Rendra tidak khawatir.
"Kita ke rumah sakit ya...sekarang" ujar Rendra meminta ke Candy dengan rasa khawatirnya.
"Ga sekarang mas...tunggu sholat subuh dulu" Candy menjelaskan kondisinya.
"Kenapa ga sekarang aja...honey"Rendra meminta penjelasan ke Candy, sebenarnya Rendra tahu Candy akan melahirkan hanya saja dia tidak ingin terlihat khawatir di mata istrinya.
"Belum waktunya mas...biar Candy di sini dulu" Candy yang sudah lebih rileks terlihat.
"Apa yang mas harus siapkan?" Rendra meminta Candy memerintahkan dirinya menyiapkan apa yang di butuhkan Candy.
"Ga ada sudah Can siapkan beberapa hari yang lalu" Candy dengan memeluk satu tangan Rendra manja.
"Boleh mas melanjutkan membaca Al-Qur'an" Rendra meminta persetujuan dari Candy, Candy yang hanya memberikan anggukan kepalanya dan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Rendra membaca Al-Qur'an di samping Candy dengan tangannya memegang perut Candy dan bacaannya sedikit keras diperdengarkan ke baby yang membuat Candy juga nyaman, sesekali Rendra mengusap perut Candy dan membuat Candy tersenyum begitu juga baby dalam perut Candy tenang yang dirasakan Candy tidak seperti beberapa saat yang lalu.
"Mas...baby ikut tenang" ucap Candy ke Rendra yang masih membaca Al-Qur'an.
Rendra hanya tersenyum membalas ucapan Candy yang merasa nyaman dalam posisi duduknya di dekat Rendra.
"Baby sayang mama ya..." ucap Rendra setelah menyelesaikan membaca Al-Qur'an dan mencium perut Candy setelah membacakan doa dan mengusapkan perut Candy.
"Baby sayang pengen ketemu papa mama ya...sabar ya..kata mama sholat subuh dulu ya.." Rendra berbicara sendiri di dekat perut Candy dan mengusap dengan lembut.
"Baby seperti mengerti papanya ngomong" ujar Candy mengusap kepala Rendra dengan lembut.
"Sayang mama ya...baby jangan bikin mama sakit" ujar Rendra masih dengan tangannya mengusap perut Candy.
"Honey istirahatlah dulu masih lama subuh sini"Rendra memerintahkan Candy berbaring di dada Rendra dengan tangannya memeluk, Rendra sendiri mengusap punggung Candy dengan tangannya agar Candy bisa tertidur walaupun sebentar sebelum masuk subuh.
Candy dapat tertidur dengan sedikit pulas hingga tidak dapat merasakan kalau dia sudah tidak di pelukan Rendra lagi melainkan di baringkan diatas kasur, Rendra sendiri sudah sibuk menyiapkan mobil untuk keberangkatan ke rumah sakit dan meminta salah satu ajudannya menemaninya untuk membantunya membawakan mobilnya Rendra,sendiri akan duduk mendampingi Candy dan tidak lupa Rendra menghubungi rumah sakit untuk menyiapkan kedatangan Candy takut sesuatu hal tidak di harapannya.
"Ko,udah bangun belum subuh sebentar lagi honey" ucap Rendra menyapa Candy yang sudah duduk di pinggir tempat tidurnya.
"Ga enak perutnya....mas" Candy seperti merasakan sakit di perutnya.
"Tunggu mas...Can sholat subuh dulu" Candy bangun dari tempat tidurnya akan ke kamar mandi.
Rendra mengikuti Candy dari belakang yang membuat Candy bertanya ke Rendra penuh rasa penasaran.
"Mas...mau kemana ko ngikutin Can "ujar Candy dengan memandang ke Rendra yang tersenyum ke Candy.
"Honey mau ngapain" tanya Rendra ingin tahu.
"Ke kamar mandi membersihkan diri sebelum sholat subuh" Candy menjelaskan ke Rendra.
"Mas temani ya...honey please"pinta Rendra sepertinya mengkhawatirkan Candy.
"Can,bisa sendiri mas" ujar Candy dengan malu ke Rendra.
"Biarlah mas temani ya ..." Rendra masih meminta persetujuan Candy.
"Mas...Can malu biarlah sendiri" Candy menjelaskan apa yang dirasakannya.
__ADS_1
"Honey ini mas loh...masih malu terus" ujar Rendra mengusap kepala Candy lembut.
"Terserah mas...deh" ucap Candy yang melangkah masuk ke dalam kamar mandi dengan pasrah menyetujui keinginan Rendra.
Candy membersihkan diri dibantu Rendra walaupun sedikit malu, Candy berusaha menghindari tatapan mata Rendra untuk menghilangkan rasa malunya hanya saja sesekali Rendra tersenyum sendiri dengan di tahan.
"Hmmm...." suara Rendra sesekali mengisyaratkan menggoda Candy yang malu.
"Udah selesai honey..." ucap Rendra memakaikan kimono handuk ke Candy yang sudah selesai mandi.
"Iya...mas terimakasih sudah membantu" Candy berkata dengan tubuhnya terlihat segar dan harum.
"Sama-sama honey..,sayang ya...waktunya ga tepat" goda Rendra ke Candy dengan tangannya menggandeng Candy keluar dari kamar mandi.
"Maksudnya apa ya...mas" ucap polos Candy ke Rendra terlihat jelas tidak paham dengan ucapan Rendra.
"Honey...menggoda mas dengan aroma milik honey" ucap Rendra terus terang tanpa basa basi.
"Mas ih...Can ga menggoda loh"ujar Candy dengan menyembunyikan mukanya di punggung Rendra karena malu.
"Honey...mas tahu, honey ga menggoda tapi mas yang tergoda"Rendra sudah memindahkan Candy di depannya yang menunduk malu.
"Semakin malu semakin mas tergoda honey" Rendra senang menggoda Candy malu di buatnya.
"Mas...biarkan Can berganti baju,Can kedinginan" ucap Candy dengan bibir bergetar karena dingin.
"Maaf...honey" Rendra mempersilahkan Candy masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Adzan subuh berkumandang, Rendra meminta ijin untuk sholat berjamaah di masjid di lingkungan rumah dinasnya sedangkan Candy sendiri bersiap melaksanakan sholat subuh di rumah.
"Mas...ko lama ya..." Candy berkata seorang diri menunggu kepulangan Rendra dari masjid.
Saat ini Candy berada di kamar mandi,hingga tidak menjawab salam Rendra dari kepulangannya,ini membuat Rendra khawatir dan mencari keberadaan Candy bertapa terkejutnya Rendra melihat Candy yang tidak dapat menggunakan pakaian dalamnya di karena perutnya kesakitan dan didapatinya ada bercak darah yang nampak di bekas buang air kecilnya.
"Ga...usah malu biar mas bantu" Rendra membantu Candy membersihkan diri dari buang air kecilnya dan merapikan pakaian dalamnya.
Rendra dengan sigap menggendong Candy ke kamar untuk mengenakan hijabnya karena di depan ada ajudan Rendra yang sudah menunggu keberangkatannya menuju rumah sakit, Candy sendiri hanya pasrah diam mengikuti permintaan Rendra dan hanya merasakan perutnya yang sudah mulai kontraksi.
Ketiganya sudah dalam perjalanan ke rumah sakit, Rendra tidak berhenti berdoa dengan tangan mengusap lembut punggung dan perut Candy yang mulas karena kontraksi.
__ADS_1