
"Bismillah...semoga Allah membimbing setiap langkah sehingga apapun yang ku lakukan menjadi berkah dan apapun yang ku usahakan berbuah indah" Rendra.
Candy harus senang atau sedih yang kini dirasakan oleh batinnya seakan-akan diaduk-aduk yang membuatnya enggan keluar dari kamarnya saat ini, hanya memandang seisi kamarnya seakan-akan ingin menghafalkan setiap sudut yang ada di kamar itu.
Sehingga kehadiran suaminya pun tidak disadarinya, Rendra menutup mata Candy dengan kedua tangannya hingga membuat Candy terkejut tapi dia tahu siapa orang yang mengejutkan dirinya sebab aroma khas dari seorang Rendra yang sangat di hafalnya seakan aroma itu mulai jadi aroma terapi yang memberikan rasa tenang dengan segala beban yang dirasakannya.
"Mas..." ucap Candy pelan tepat diteliga Rendra yang kebetulan menempelkan dagunya di pundak Candy.
"Ya...Honey...ko..bengong sih" Rendra sudah berpindah posisi di depan Candy lebih tepatnya bersimpuh di Candy yang duduk di kursi yang ada di kamarnya.
"Ga...hanya aku akan merindukan tempat ini" Candy mengusap lembut kepala Rendra yang menidurkan kepalanya dipangkuan Candy.
"Jadi Mas harus bagaimana biar Honey senang" Rendra masih dalam posisi yang sama sebab merasa nyaman diperlakukan seperti itu oleh Candy.
"Tidak harus bagaimana-bagaimana aku hanya ingin mengingat tiap sudutnya itu saja...Mas" Candy berucap seadanya.
"Tapi Mas...ga.mau Honey sedih" Rendra berdiri memeluk Candy yang masih dalam posisinya.
"Can...ga sedih hanya akan merindukan tempat ini itu saja" Candy membalas pelukan Rendra dan merasa nyaman.
"Jadi...kita ga usah pindah saja ya..."Rendra memberikan pendapatnya ke Candy.
"Maaf...Mas kalau boleh Candy berpendapat, di sini keluarga Ayah dan Mas Dimas bukan untuk kita biarkan keluarga kita, kita yang membentuk bukan dengan melibatkan apalagi ada campur tangan orang lain...Maaf...Can...hanya...berpendapat itupun atas sepersetujuan Mas Rendra " Candy menjelaskan dengan berharap Rendra mengerti.
"Honey...Mas..tambah sayang deh.." Rendra mencium kening dan kedua pipi Candy tapi menurut Rendra ada yang kurang dengan lembut dan tanpa meminta persetujuan Candy Rendra mencium bibir Candy dengan lembut belum berani meminta lebih, Candy terkejut dengan perlakuan Rendra.
"Mas....ih..." Candy malu menyembunyikan mukanya memeluk Rendra yang masih ada di depannya.
"Loh...ko..malu....Honey " Rendra mengoda Candy yang masih menyembunyikan mukanya tidak berani melihat wajah Rendra yang senang mengoda Candy.
Candy tidak mau melepaskan tangannya masih memeluk Rendra untuk menyembunyikan mukanya, Rendra terus menggodanya berhubung pintu kamar tidak ditutup muncul kejailan Rendra.
"Hai..cantik...masuk Mba" ucap Rendra berpura-pura berbohong kalau ada Rahma datang dan membawa Nisrina, spontan saja Candy melepaskan pelukannya dari tubuh Rendra.
__ADS_1
"Ih...Mas" mata Candy mencari Rahma dan Nisrina yang tidak ada di depan pintu.
"Maaf..Honey" Rendra menghindari Candy yang akan menangkapnya.
"Ih...Mas...jail..deh" Candy mengejar Rendra tapi Rendra bisa menghindari kejaran Candy.
Rendra kasihan melihat Candy dengan napas terengah-engah, mendekati Candy yang pasrah mau diapain terserah Candy tapi apa daya Candy sendiri terduduk di lantai karena cape.
"Maaf..." Rendra memeluk Candy dari belakang hingga tidak nampak tubuh mungil Candy tertutupi oleh pelukan tubuh Rendra.
"Ups...maaf...kalau mau asyik-asyik tutup dong pintunya..bikin syirik aja " goda Mas Dimas yang baru pulang kerja akan masuk ke kamarnya yang berdampingan dengan kamar Candy.
Keduanya hanya tersenyum membalas ucapan Mas Dimas yang akan masuk ke kamarnya, tidak membalasnya tapi membiarkan Mas Dimas dengan apapun yang ingin Mas Dimas ucapkan.
Candy masih dengan rasa lelahnya berdiri dan keluar dari kamarnya yang untuk mempersiapkan makan malam, dan Rendra pun mengikutinya dari belakang.
"Masak apa ya..." Candy berbicara sendiri sambil membuka lemari pendingin untuk memilih bahan makanan yang akan di masaknya.
"Can...mau masak apa.."tanya Rahma yang sudah ada di dapur.
"Gimana ayam goreng sambal tomat sayurnya ..." Rahma masih memikirkan apa yang cocok untuk menemani ayam.
"Gimana kalau cah kangkung bumbu bali aja" ucap Candy ke Rahma yang di balas anggukan oleh Rahma.
Kedua sahabat yang sudah menjadi saudara diparkir sudah mulai sibuk meracik makanan untuk makan malam.
"Hmm....harum....masak apa nih..." ucap Mas Dimas yang datang menggendong Nisrina.
"Mas...jangan ke sini kasihan...cantik takut batuk-batuk" ucap Rahma dengan tangannya tanda melarangnya ke anak dan suaminya mendekatinya.
"Cantik...sini sama om"ucap Rendra ke Nisrina dengan tangannya akan mengambil Nisrina, yang akan di ajak membalas dengan senyumnya yang memperlihatkan giginya mulai tumbuh.
"cantik...cantik" Rendra terus memanggil Nisrina sambil berjalan keluar menggendong Nisrina.
__ADS_1
"Kesayangan Mas..jadi pindah"Mas Dimas dengan muka sedihnya di perlihatkan ke Candy.
"Iya..lah..Mas Can..harus ikut Mas Rendra kemana pun" Candy yang sudah selesai dari aktivitas di dapurnya.
"Ga...bisa dari sini saja pergi kerjanya" Mas Dimas merasa takut kehilangan.
"Mas...istri harus ikut apa kata suami" Ayah yang baru datang ikut bicara.
"Iya..Yah..tapi.. Mas...akan kehilangan" Mas Dimas mengacak ujung kepala Candy yang tertutup hijabnya.
"Can...akan selalu ada waktu untuk ke sini atau Mas yang ke Can.."Candy juga merasakan apa yang Mas Dimas rasakan.
"Mas...biarkan Can...memenuhi tanggungjawab sebagai istri yang baik" Rahma memeluk satu tangan suaminya menenangkan kerisauan hatinya.
Mas Dimas hanya menarik napas panjang dan di keluarkan dengan kasar, Candy tahu ada kesedihan di wajah Mas Dimas tapi apa daya kini dia harus memenuhi tanggungjawabnya sebagai istri dan mau tidak mau harus di dipenuhinya.
"Hai...betah ya...digendong om" ujar Candy ke Nisrina yang masih digendong Rendra hanya tangan dan celoteh kecilnya membalas.
"Can...ajak Mas..Rendra makan" ucap Rahma yang mengambil Nisrina dari Rendra agar bisa makan bersama.
Keluarga besar Candy makan malam bersama, tapi Rahma tidak bisa makan dengan nyaman karena tangan Nisrina ingin memegang semua yang ada di dekatnya.
"Sayangnya Mas...biar Mas suapin" Mas Dimas dengan tangannya menyuapin Rahma yang masih sibuk memegang anak kesayangannya.
Ayah melihat senang melihat Mas Dimas perhatian ke istrinya juga anaknya, yang sudah mulai aktif dan tidak mau diam, begitu juga dengan Rendra yang duduk di dekat Candy melihat Mas Dimas dengan telaten menyuapkan tiap suapannya ke Rahma dengan penuh kasih sayang.
"Mas...udah...kenyang" Rahma meminta Mas Dimas menyudahi menyuapinya.
"Satu...lagi..ya..sayang" Mas Dimas memohon ke Rahma dan anggukan kepala yang Rahma berikan ke Mas Dimas.
Makan malam pun telah selesai dan Candy merapikan piring kotor yang sekarang dia lakukan di dapur, Rendra datang membantunya walaupun sudah dilarang oleh Candy, Mas Dimas sendiri kebagian merapikan meja makan.
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga berbincang santai dengan candaan serta menikmati tingkah lucu Nisrina yang makin menggemaskan dengan celoteh lucunya yang hanya bundanya yang mengerti apa maksud dari tiap celotehnya.
__ADS_1
Semua didikan Ayah telah dalam dilihat dari sikap Mas Dimas kepada istri juga kepada anaknya, penuh kasih sayang dan kelembutan tapi tidak terkecuali dengan Candy yang sekarang sudah harus patuh kepada suaminya sebagai bakti dan formatnya ke suaminya, didikan Ayah mengantarkannya untuk mentaati setiap titahnya sebagai perintah suaminya dan harus turut serta kemanapun suami melangkah, Ayah tidak takut kehilangan tapi merasa bangga Candy taat kepada suaminya.