
" Simpanlah seseorang dalam do"a , karena do'a itu tercatat di langit " Candy .
Candy sudah aktif di Residen (Pendidikan sebagai dokter spesialis) sedangkan rutinas dinas sudah di sesuaikan jadwal Residen .
Kesibukan Candy yang cukup menyita waktu dan tenaganya membuat kondisi fisiknya menurun, Ayah dan Mas Dimas cukup khawatir, tapi seorang Candy bukan anak yang lemah dan mudah menyerah.
"Kesayangan Mas....biarlah hari ini ijin dinas dulu "Mas Dimas membujuk Candy yang semalam badannya demam.
"Iya...Cantik...biar istirahat aja" ucap Ayah dengan rasa khawatirnya.
"Can...baik Mas,Ayah" Candy yang dengan suaranya lemah.
"Can...juga ada jadwal sama pasien yang akan di operasi hari ini " Candy menjelaskan.
" Ya...udah tapi jaga kesehatan,kalau bisa istirahat gunakan" ucap Ayah menjelaskan
Candy memang anak yang punya pendirian yang kuat tapi untuk hal baik dan positif, soal kecerdasan patut di banggakan.
Di kampusnya Candy banyak mempunyai teman , satu angkatannya beragam ada yang masih singel, jomloh, baru dilamar, pengantin baru , bumil , baru selesai melahirkan juga ada yang sudah menikahkan anaknya juga ada , yang paling menyedihkan baru pisah (cerai), tapi bukan halangan bagi Candy untuk menjalin pertemanan menurutnya status hanyalah sebutan yang menjadikan batasan orang buat orang lain untuk kenal dengan kita, tapi coba kita hilangkan kata status itu pasti tidak akan ada yang KEPO.
Candy di kampus punya panggilan baru yang diberikan teman - teman dokter senior, satu angkatannnya memberikan nama sesuai dengan Candy yang imut,kecil dan lincah " Si Mungil " Candy tidak mempermasalahkan itu yang paling penting saling bantu biar lulus bareng.
Candy saat ini mengambil jurusan ~ Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi ~ , setelah lulus ~Sp.An~.
Saat ini di ruang dinasnya Candy memeriksa beberapa rekap medis pasiennya yang akan di serahkan dokter jaga yang akan menggantikannya karena jam jaga Candy sudah berakhir.
"Ra...tolong nanti ini kamu serahkan sama dokter jaga yang akan mengantikan aku" ucapan Candy kepada suster Mira yang menunggu dalam ruangan Candy.
"Ya...dok.."ucap Mira dengan tangan menerima rekap medis dari Candy.
Dalam ruangan Candy sendiri ,sesaat ini Candy terdiam dan berpikir "kenapa aku ga ada sedih - sedihnya ya...di tinggal calon imam?" batin Candy.
Suara langkah kaki mendekat ke ruangan Candy tidak berapa lama terdengar suara yang biasa diajak ngobrol Candy.
"Belum pulang...Can"sapa Rena yang sama - sama jam dinasnya.
Anggukkan kepala Candy sudah membuat Rena percaya dan keduanya masih belum beranjak dari tempatnya .
__ADS_1
"Gimana...kuliahnya " Rena membuat suasana jadi ga sepi.
"Alhamdulillah,lancar selama ini belum ada yang bikin gimana gitu..." Candy dengan maksud becanda.
"Sang imam gimana..." Rena tahu Candy sudah dilamar Rendra.
"Tugas seperti biasanya ,saat ini dinas luar" Candy menjelaskan ke Rena.
"Gue...ngiri sama loe...ga ada sama ada , ga pernah bete" Ujar Rena menatap Candy dengan serius.
"Jangankan kamu , aku sendiri aja bingung " Candy dengan muka serius.
"Bingung apaan sih..."Rena balik nanya sama Candy.
"Dia pamit aku ga ada sedih - sedihnya biasa aja" ucap Candy menjelaskan.
"Oh...gitu kirain gimana" Rena dengan santai menjawabnya.
"Ko...cuma oh...sih..." ucap Candy dengan menepuk tangan Rena.
Keduanya berjalan bersama untuk pulang ke rumah setelah hampir seharian bertugas.
seperti biasanya sehabis makan malam mereka berkumpul di depan TV sambil menikmati kebersamaan , kecuali malam ini Ayah harus menghadiri pernikahan anak rekan kerja Ayah.
"Can...ko...diem bae..." Rahma menghampiri Candy yang asyik memainkan benda pipinya tampa dibuka.
"Aku bingung sama diri sendiri aja" Candy bersandar di bahu Rahma yang di dekatnya denga perut yang sudah besar.
"Cerita aja...akan lebih baik" Mas Dimas yang datang dengan membawa banyak makanan dan minuman.
"Ih....rumpi...deh....Mas " Candy memanyunkan bibirnya jadi ngemes.
"Udah cerita aja...abaykan...Mas "Rahma membujuk Candy.
Akhirnya Candy bercerita apa yang dia rasakan kepada Rendra, keterbukaan dan kepercayaan yang mereka lakukan dan utamakan tapi Candy tidak merasakan kesedihan saat Rendra pergi untuk tugasnya.
"Banyak faktor yang membuat Can...ga bisa sedih atau keberatan " jawab Rahma .
__ADS_1
"Yang paling utama belum adanya ikatan resmi yang mengikat , tapi setelah ada ikatan pasti akan ada rasa khawatir, kangen, kesedihan, cemas itu semua kerena rasa sudah memilikinya untuk sekarang rasa itu baru tumbuh dan baru mulai mekar " Rahma dengan lembut mengusap bahu Candy sudah jadi sahabat juga adik iparnya.
"Hebat.....Sayangnya Mas sudah pinter , siapa sih suaminya ?" goda Mas Dimas kepada Rahma yang membuat Candy malu melihat kemesraan keduanya.
"Mas...malu tahu" Rahma dengan suara pelan yang di perhatikan Candy.
"Biar...aja biar kesayangan Mas belajar" Mas Dimas mengoda kedua orang kesayangannya.
"Belajar.....ih...tapi bikin Can...malu...Mas" jelas aja Candy malu,sebab Mas Dimas suka banget ngodain Rahma dengan hal - hal lucu dan tidak hanya saat berdua tapi ada semua anggota keluarga pun jadi, tanpa di bikin - bikin dan spontan aja.
Candy bersyukur dengan keluarganya yang selalu memberikan support yang baik untuk masa depannya dan memberikan penilaian baik atau buruk seorang Rendra.
Keyakinan akan Rendra yang akan menjadi teman hidupnya semakin membuat Candy yakin , dengan segala rutinitas Candy yang lakukan menyita banyak waktunya,hingga rasa kehadiran Rendra hanya biasa saja , tapi dengan keadaan seperti ini juga Candy bisa fokus untuk karirnya.
Tapi berbeda dengan Rendra yang semakin bikin merindu yang sangat, setiap perpindahan daerah kunjungan tamu.
Rendra dibikin galau segalau - galaunya , sebab jalan - jalan yang dilaluinya dengan panorama dan keindahnya selalu mengingat "Pemilik mata indah itu " yang saat ini entah apa yang sedang Candy lakukan.
"Rasanya pengen deh...kesini bawa my wife " ucap Alpa yang biasanya paling diam.
"Serius nih...bocah "usil Panji yang tahu Alpa masih sendiri.
"Serius lah...emang apa,ga boleh gitu" Alpa dengan muka polosnya di lihatin.
"Ya...emang tempat ini bagus "jawab Rendra dengan mata masih menikmati tiap sudut tempat yang di bilang indah itu .
"Ya...pengunjungnya juga bikin mata segeeer "Farel dengan menikmati minuman dingin.
"Biasa aja kali...itu..mata dikondisikan..bisa kan" Ifan dengan tangannya mengusap kasar muka Farel.
"Mubajir...kapan lagi...mumpung ada nikmati" Farel dengan jawabnya santai.
Keempat rekannya kompak menepuk jidat masing - masing yang tahu bagaimana seorang Farel yang selalu dengan kelakuannya.
Perjalanan dinas kali ini memang tidak ada ketegangan dan baku tembak, lebih seperti holiday tapi ini tugas ga bisa milih harus tetap di laksanakan tanpa penolakan nikmati dengan suka cita mau yang berbau bahaya atau berbau apa pun saatnya menikmati.
★★★Note★★★
__ADS_1
Mohon maaf untuk episode ini tidak bisa mendetail soal kuliah Candy untuk ambil Spesialisasinya dikarenakan pencarian data yang membutuhkan waktu,sebab biar sesuai fakta bukan dibikin - bikin,terimakasih mohon dimaklumi.