Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
57


__ADS_3

"Jangan pernah berhenti untuk mencintaiku selayaknya matahari yang selalu menyinari bumi" Candy.


Malam ini kami berdua bermalam di rumah mama setelah sholat magrib berjamaah dengan papa dilanjutkan dengan makan malam bersama sesekali ada obrolan santai di antara mereka.


"Sayang...tetaplah di sini menemani mama" ucap mama ke Candy yang masih menikmati makanannya.


Candy melihat ke arah Rendra meminta jawaban untuk pertanyaan mamanya, Rendra yang tahu Candy melihatnya seperti meminta jawaban dari permintaan mama Rendra.


"Ma...kalau honey sama mama...Rendra sama siapa" Rendra dengan muka memelas tidak ingin menyakiti mamanya.


"Di sini juga adil kan..." Papa ikut berbicara dengan senyumannya.


"Can...ikut apa kata mas...saja ma...pa" jawab Candy dengan sopan tidak memihak.


"Honey...mas harus tinggal di tempat dinas...honey " Rendra seakan memohon ke Candy yang tahu akan ikut apa kata Rendra.


"Ya...sayang mama mohon sesekali bolehlah menginap di sini ya..." ucap mama menetralkan suasana.


Obrolan berlanjut hingga ke ruang keluarga dengan gurauan dan candaan Rendra yang sesekali terdengar tawa di antara meraka, hingga rasa kantuk mulai di rasakan kedua orang tua Rendra.


"Maaf...papa tinggal dulu untuk sholat isya sebab sudah lelah maklum sudah tidak muda lagi" ucap papa dengan sedikit candaan, mama pun mengekor di belakang papa dengan tangannya berdadah ke Candy dan Rendra.


"Ya..pa...ma...selamat istirahat " ujar Rendra yang masih bersantai dengan Candy.


"Mas...kita juga belum sholat isya nanti keburu ngantuk ayo..." ajak Candy ke Rendra dengan tangan menarik Rendra, keduanya melangkah meninggalkan ruang keluarga.


Setelah sholat isya Candy berdiri di luar balkon kamar Rendra terasa angin malam bertiup menerbangkan hijabnya hingga berasa dingin di tubuh mungilnya, dekapan tangan Rendra menghangatkan tubuh Candy juga mengejutkan dirinya.


"Mas..." ucap Candy lembut dengan mata menatap jauh menikmati pemandangan lampu-lampu dari rumah-rumah menambah indah malam.


"Betah...banget sih..disini" ujar Rendra masih memeluk tambah erat di perut Candy dari belakang.


"Indah...ya..mas dilihat seperti kunang-kunang" ucap Candy masih belum mau beranjak dari balkon kamar Rendra.

__ADS_1


"Jadi yang dibelakang dicuekin nih.." Rendra berkata ingin menggoda Candy yang masih melihat pemandangan di luar sana.


"Ih..mas..apaan sih" Candy membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Rendra.


Mata keduanya saling berpandangan tanpa berkata-kata Rendra mendekat semakin tidak memberikan jarak diantara keduanya, Candy yang merasa malu menundukkan mukanya tapi tangan Rendra mengangkat dagu Candy dengan lembut mencium kening, hidung dan bibir Candy dengan lembut hingga napas keduanya tersengal-sengal dan menyudahinya.


"Maaf honey..." ucap Rendra singkat pada Candy yang masih malu tidak lupa Rendra mengelap bibir Candy dengan jarinya semakin membuat Candy malu.


Kesunyian malam berasa di rumah mama Rendra yang sangat besar yang sedikit penghuninya, Candy yang baru keluar dari kamar mandi dan telah berganti baju tidur tapi belum membuka hijabnya.


"Sini" Rendra menyuruh Candy duduk didekatnya di ujung tempat tidur Candy menuruti permintaan Rendra, Rendra membuka hijab Candy dengan pelan.


"Cantik..bukalah hijabnya kalau hanya bersama mas" ucap Rendra dengan tangan merapikan rambut Candy yang malu.


"Sudah berwudhu...honey" Rendra masih memandang wajah cantik istrinya, hanya anggukan kepala yang Candy berikan.


Tangan Rendra menangkup wajah cantik nan imut Candy dan mata mereka bertemu, Rendra menatap lekat istrinya dari mata, hidung lalu terus ke bibir Candy diciumnya tanpa ada penolakan dari Candy dengan lembut Rendra menciumnya.


Tangan Rendra menyentuh ujung kepala Candy dan berdoa "Bismillah Allahumma jannibnaassyaithaona wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa" keduanya melalui malam ini dengan memenuhi hak dan kewajiban untuk pertama kalinya masih dengan malu yang dirasa keduanya.


Disaat akan menyudahi aktivitasnya yang baru pertama kali mereka lakukan Rendra memanjakan doa "Alhamdulillahi dzdzii khalaqa minal maai basyaraa " tak lupa menggecup kening Candy dengan lembut dan berkata "terimakasih sudah memenuhi hak mas" dengan malu Candy masih menutupi tubuhnya dengan selimut.


Rendra sudah kembali dari kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu, saat akan bangkit dari tempat berbaringnya Candy merasakan sakit yang sangat sehingga tidak dapat bangkit dari tempat tidurnya, Rendra yang kasihan melihat Candy tanpa meminta persetujuan Candy sudah menggendong tubuh mungilnya hingga ke dalam kamar mandi dan membantu Candy membersihkan diri walaupun dengan rasa malu yang di rasakan Candy.


"Honey...ga usah malu sama mas" Rendra masih membantu Candy yang masih merasakan nyeri dan setelah selesai Rendra akan menggendongnya kembali tapi Candy menolaknya hanya meminta membantunya berjalan pelan hingga kedalam kamar, betapa terkejutnya Candy melihat ada bercak darah diatas sprai yang digunakan untuk menutupi kasur Rendra.


"Mas...terluka.." ucapnya ke Rendra yang akan mengambil baju ganti untuk Candy yang masih tertutup handuk, Rendra hanya tersenyum melihat Candy yang belum paham padahal dia seorang dokter.


Rendra dalam hatinya berkata " Honey...kamu ternyata anak rumahan banget, di asuh seorang ayah pula mana mengerti soal darah gadis" menggelengkan kepalanya.


"Punyamu honey..." Rendra membantu Candy berganti baju dan mengantikan sprai yang di maksud Candy dengan senyum mengoda Candy.


"Mas...ih" Candy memukul lengan tangan Rendra ringan yang terus menggoda Candy dengan senyumnya.

__ADS_1


"Mau...lagi " goda Rendra ke Candy yang sudah duduk di ujung tempat tidur.


"Mas..." teriak Candy dengan menutup tubuhnya dengan selimut tebal milik Rendra.


"Bener nih..." ucap Rendra masih menggoda Candy yang sekarang sudah masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh Candy.


Keduanya sudah berada dalam selimut yang sama entahlah apa yang keduanya lakukan jelas malam ini indah buat keduanya untuk menikmati surga dunia bagi mereka.


Sepagi ini Candy sudah membantu asisten rumah tangga mama Rendra di dapur yang akan membuatkan sarapan, Rendra sendiri sudah melakukan aktivitas paginya seperti biasa lari pagi seperti biasanya.


"Pagi...sayang" sapa mama ke Candy yang akan membuat minuman untuk suaminya.


"Pagi...mama" balas Candy yang masih sibuk membuat makanan.


"Hmm...harum" Rendra yang baru masuk akan mengambil minum, tapi di larang oleh Candy.


"Mas...duduk aja biar Can...ambilkan" ujar Candy yang mengambilkan air minum untuk Rendra, saat Candy memberikan minuman ke Rendra mencium kening Candy yang dilihat mama Rendra.


"Mas..." ucap Candy pelan dengan malu ke Rendra yang menikmati minumannya.


Mama hanya tersenyum melihat keduanya begitu mesra menurut mama walaupun Candy masih malu.


"Cepat kasih papa cucu yang banyak dan yang lucu dan cantik" ujar papa yang sudah siap dengan baju kerjanya.


"Secepatnya...pa" Rendra dengan tersenyum dan memeluk pundak Candy yang malu.


"Biar...ramai rumah ini ga sepi lagi" ujar mama yang sudah memberikan makanan buat suami tercintanya.


"Siap....ma" Rendra mencium pipi Candy yang masih di dekatnya, Candy menutup hidungnya dengan tangannya.


"Mas...acem" ucap Candy yang masih menutup hidungnya, Rendra makin mencium Candy dengan jailnya mama dan papa tersenyum melihat keduanya.


Rendra semakin senang menggoda Candy yang sudah lebih membuka diri tidak seperti dulu walaupun masih sedikit malu bila ada orang lain saat keduanya bersama, Rendra berharap dalam hati Candy semakin tumbuh rasa cinta untuk dirinya yang sudah lebih dulu mencintainya.

__ADS_1


__ADS_2