Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
169


__ADS_3

..."Lelaki yang baik tidak akan bermain-main dengan cinta, sebab dia tahu kata cinta termasuk tanggung jawab" Rendra....


Seperti janji Rendra pada Ainun, keluarga kecilnya ditambah keluarga kecil ajudan dan sopir milik keluarga papa Rendra, saat ini mereka sudah tiba di pondok pesantren milik kyai yang sangat baik pada mereka dan menyambut kedatangannya.


Pengurus pondok pesantren menyiapkan beberapa makanan juga buah hasil kebun sendiri padahal Rendra tidak memberi tahukan terlebih dahulu, mereka selalu saja memperlakukan dengan istimewa tiap kali berkunjung.


Ainun yang makin cantik membuat nyai makin menyayanginya tapi sayang anaknya saat pulang kemarin bercerita dirinya sudah menaruh hati pada gadis yang telah dia kagumi, menurut nyai dia tidak baik memaksakan kehendaknya bila untuk urusan hati itu yang menjadi bahan pertimbangan beliau memberikan kebebasan pada anaknya.


Di sisi lain Ainun pun senang sebab bukan dari dirinya penolakan itu, sebab ada seseorang juga yang sedikit banyak telah mengisi relung hatinya walaupun masih sebatas mengenalnya belum lebih.


Ainun yang berjalan-jalan berkeliling pondok di temani anak ajudan papanya yang sudah masuk taman kanak-kanak yang saat banyak bertanya dengan apapun yang dilihatnya.


Seperti saat ini dia melihat anak pondok yang sedang belajar menjahit diruangan keputrian.


"Mba..ko..semuanya perempuan.." tanyanya bingung sebab di sekolahnya bercampur antara laki-laki dan perempuan.


"Iya..sebab belajar menjahit.. jadi tidak ada anak laki-laki" Ainun dengan bahasa yang di mengerti anak dari ajudan papanya.


Dan banyak lagi yang dia tanyakan sehingga dia merasa lelah dan meminta Ainun untuk kembali lagi ke tempat semula keduanya berjalan.


"Saya rasa..yang pantas sama mba Ainun ya.. mas Andi.." obrolan beberapa santri yang kebetulan Ainun dengar.


"Iya..yang satu tampan sedangkan yang satunya lagi cantik.." ujar yang lain yang membuat Ainun tersenyum.


"Bukan hanya itu keduanya juga sama-sama baik.." tambah yang lain yang semakin membuat Ainun tertarik dan sedikit banyak curi dengar tentang anak pak kyai itu yang memiliki nama Andi itu yang Ainun dengar tapi sedikit penasaran juga dengan siapa dirinya.


Tapi apa daya dia sudah memilih yang lain dan Ainun sendiri sedikit banyak sudah mulai ada yang mengisi relung hatinya, tapi tidak salah juga hanya ingin tahu seperti apa sih sosok yang di kagumi anak pondok saat ini.


Di dalam rumah pak kyai Ainun tidak menemukan gambar diri sosok yang di perbincangan anak pondok tadi dan rasanya tidak etis juga Ainun bertanya seperti apa anak pak kyai itu, baginya perempuan harus punya malu untuk bertanya soal itu.


Kenapa juga harus memikirkannya yang jelas-jelas dia juga belum tentu memikirkan dirinya yang belum dikenalnya itu yang ada dalam pikiran Ainun.


Seperti biasa keluarga Rendra bermalam di pondok pesantren ini, suasananya tidak pernah berubah selalu diramaikan anak-anak santri yang ramai memenuhi masjid untuk semua kegiatannya terutama santri laki-laki.

__ADS_1


Belum lagi keramahan yang anak-anak santri tunjukkan itu yang selalu Ainun rindukan bila lama tidak berkunjung ke tempat ini.


Ainun mengambil gambar diri yang diunggah dalam status media sosialnya dengan caption yang membuat Andika bertanya-tanya dalam hatinya sebab tempat itu tidak asing baginya.


...~Di tempat ini diriku menjadi diriku sendiri~...



Tidak sedikit orang terdekatnya memberikan tanggapan memuji tempat yang Ainun kunjungi ini sebagai tempat yang menenangkan jiwa menurut mereka.


Dan Ainun hanya membalas dengan caption tanda penuh cinta itu saja sebab dirinya ingin menikmati masa liburnya dengan tenang di tempat yang tenang ini.


Waktu seakan tidak ingin Ainun menikmati masa liburnya terlalu lama buktinya papanya sudah mengajaknya untuk kembali ke tempat dirinya mengharuskan kembali beraktivitas seperti biasanya yang di tuntut harus lebih banyak tersenyum harus menanggalkan rasa yang sedang dirasakannya itulah rumah sakit dimana dia akan menjalankan KOAS sebagai mahasiswa kedokteran.


Sebelum kembali Ainun kembali menuliskan caption di media sosialnya sebagai tempatnya berinteraksi dengan teman yang mengenal siapa dirinya.


...~Suatu saat aku akan datang ke tempat ini bersama seseorang yang sama selalu merindukan tempat ini~♡...



Tapi tidak dengan Andika yang mengenal tempat itu yang juga menjadi tempat favoritnya bila di kembali ke tempat asalnya, dalam benak Andika ada kepentingan apa Ainun di tempat itu tapi apa haknya juga bertanya soal yang setiap orang punya privasi yang tidak baik juga ingin tahu apalagi Ainun yang menurutnya anak sultan jadi " Sultan mah bebas" mau kemana pun kaki melangkah tidak ada yang melarang termasuk datang ke kampung halamannya.


Cuma caption yang Ainun tulis itu yang membuat hatinya bertanya-tanya dengan siapa sebenarnya Ainun berharap datang ketempat itu dan dirinya berharap dirinya sebab dirinya memang selalu merindukan tempat itu.


Dan di tempat yang sama Ainun berfoto dirinya selalu menjadi dirinya sendiri, disana tanpa ada yang memaksanya untuk melakukan apapun semua serba mengalir saja begitupun dengan orang dan alamnya serba tidak ada tuntutan apapun, mereka semua menjadi pribadi yang santun tidak ada ambisi yang berlebihan semua lebih berpasrah pada kehendak tuhan setelah berusaha semampunya, jadi damai yang dirasakan disana juga ketenangan.


Dari gambar yang Ainun ambil Andika merindukan orang yang sangat dicintainya yang selama ini membesarkan dan memberikan ilmu yang terbaik untuknya hingga menjadi pribadi seperti sekarang ini.


Dalam perjalanan pulang Ainun mengaktifkan benda pipinya begitu banyak yang ingin tahu tentang sosok yang hadir dihati Ainun saat ini dengan tersenyum Ainun membaca pesan dari beberapa orang yang mengenalnya dengan tanggapan yang cukup beragam dari yang serius hingga konyol.


Tapi ada satu yang mengusik hatinya dari orang yang sangat di kenalnya yang saat ini susah untuk bertemu dengannya siapa lagi kalau bukan Intan yang banyak mengirimkan pesan yang membuatnya tidak ingin membalasnya sebab ada seseorang disana yang mau tahu saja dimana saat ini dirinya berada.


Dan ini salah satu chat dari Intan yang membuatnya ingin menghilang sementara waktu saja.

__ADS_1


※ Ai..dimana sih..kamu..? saya bingung nih..kakak Rafiq datang terus ke asrama..di temui saya bingung mau ngobrol apa ga di temui kasihan dia dari jauh..Ai..kapan balik ke asrama..saya kangen..※


Ainun merasa kasihan sama Intan tapi dirinya juga tidak ingin memberikan harapan pada Rafiq dan Fatur yang jelas-jelas banyak pengagumnya yang membuat Ainun risih di buatnya bila di dekatnya.


"Sayang..ga cape.." tanya Candy yang duduk didepan bersama Rendra yang sedari tadi memperhatikan tingkah Ainun yang sepertinya memikirkan sesuatu.


"Ga..ngantuk ma.." jawab Ainun dengan masih memandang benda pipinya.


"Kapan mulai KOAS..sayang.." tanya Rendra dengan memandang jalanan.


"Kalau ga ada halangan minggu depan pa.." jawab Ainun masih dengan memainkan benda pipinya.


"Terus rencananya mau..apa sambil nunggu KOAS.." tanya Candy pada Ainun.


"Rencananya besok mau main ke panti ma..sudah kangen boleh kan.." ucap Ainun dan bertanya pada mamanya.


"Boleh..lah..oh..ya..bukannya ada yang mau ulang tahun mba di panti.." mamanya mengingatkan Ainun.


"Mba..bisa kan siapin pesta kecil buat yang merayakan tahun biar mereka senang ada yang ingat ulang tahunnya.." mama meminta pada Ainun.


"Siap..komandan dengan senang hati.." jawab Ainun dengan senang.


"Nanti papa..minta pak sopir membantu menyiapkan keperluan apa saja nanti di panti" Rendra ikut menambahkan.


"Terimakasih..kasih pa.." ucap Ainun memeluk dari belakang.


"Sama-sama sayang..harusnya papa yang lakukan semuanya..maafin papa ya..sayang.." ujar Rendra dengan tersenyum.


Rendra merasa senang Ainun bisa menggantikan dirinya mengurus panti tanpa harus di minta terlebih dahulu, pengurus panti juga senang Ainun tidak merasa seperti dirinya yang berhak atas panti tapi dia lebih seperti kakak buat anak panti di lebih banyak memberikan nasehat dan memberikan kasih sayang pada mereka agar merasa dia ada buat mereka yang tanpa keluarga.


Ainun sendiri bangga memiliki papa yang serba berlebih dalam materi tapi semua tidak membuatnya lupa ada orang yang membutuhkan materi itu untuk mereka tempat tinggal, makan yang cukup, pakaian yang layak dan pendidikan yang baik untuk masa depannya.


Anak-anak panti yang sudah dewasa ada yang sudah jadi guru, pegawai bahkan ada yang jadi polisi juga ada tapi yang paling banyak bekerja di tempat dimana Rendra memiliki usaha dan mereka sudah lebih dari cukup untuk hidup layak dari gaji yang mereka terima dan Rendra sendiri tidak menghalangi bagi yang ingin memiliki usaha sendiri itulah Rendra yang selalu saja bersahaja dengan segala kerendahan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2