
"Aku dulu pernah mencari separuh hatiku yang telah hilang dan kamu membawa sebentuk hati yang utuh kembali padaku" Rendra.
Pagi ini Rendra berencana akan kembali ke rumah dinasnya membawa istri dan anak semata wayangnya untuk melemparinya kembali setelah cukup lama di ditinggalkannya dari kelahiran Ainun hingga studinya di boston.
"Pa...Ainun nanti ada temannya ga.." tanya Ainun yang masih disisir rambutnya oleh Candy agar terlihat rapi saat tertutup hijabnya nanti.
"Disana Ainun akan banyak teman...sayang" jawab Candy yang tahu ada anak teman dinas Rendra yang seumuran dengan Ainun.
"Asyik...Ainun akan banyak teman" teriak Ainun senang terdengar hingga luar ruangan kamarnya.
"Nenek nanti jadi kesepian deh..."ucap mama Rendra dari luar kamar mendengar teriakan Ainun.
"Ainun akan sering main ke sini ko...nek.." ucap Ainun dengan berlari keluar kamar dan mencium pipi neneknya dengan sayang.
"Pintarnya cucu nenek..." ucap Mama Rendra ke Ainun yang kembali ke kamarnya.
"Honey...Mas...berangkat dulu ya..."ucap Rendra mencium pipi dan kening Candy, Ainun yang bermain dengan bonekanya tidak lupa di cium Rendra.
"Jangan jadi anak manis ya...sayang" ucap Rendra dengan lembut mengusap kepala Ainun.
Rendra melangkah ke luar kamar tapi tidak berapa lama kembali lagi.
"Ada yang ketinggalan Mas.."tanya Candy polos ke Rendra.
Rendra hanya mengangguk tapi makin mendekat ke arah Candy seperti biasa tanpa meminta ke pemiliknya Rendra mencium bibir Candy dan menyudahi dengan berbisik.
"Ada...yang tertinggal separuh hatiku..." ucapnya yang membikin Candy malu dan menunduk tidak berkata sepatah kata pun.
"Papa...ko pulang lagi.."tanya Ainun yang membuat Candy makin malu dalam hatinya untung sudah lewat tadi.
"Oh...ini sayang tugas Papa tertinggal " dengan senyum tanda menang Rendra memandang wajah imut cantik istrinya yang memerah karena malu.
"Dah...sayang..."ucap Rendra ke Ainun yang mendekap Candy manja, Candy masih malu hanya senyum sebagai pengantar kepergian suaminya, Rendra tahu dan hanya membalas dengan lambaian tangannya.
Di kedinasan Rendra disambut dengan suka cita yang membuat Rendra kurang nyaman baginya terlalu berlebihan, tidak seharusnya seperti ini bagi Rendra yang bukan siapa-siapa kenapa harus berlebihan menurutnya.
"Pagi...Kapt, selamat datang kembali.." ucap ajudan Rendra senang bisa kembali bertemu dan bekerja sama dengan Rendra.
"Pagi...terima kasih..sudah lah.. biasa saja malu aku jadinya" ucap Rendra dengan tersenyum ramah ke ajudannya.
"Oh...ya..ada sedikit...oleh-oleh ambillah" ujar Rendra memberikan bungkusan ke ajudannya, dan diterima dengan rasa senang.
"Terimakasih Kapt...maaf jadi merepotkan" ujar ajudan Rendra ramah.
__ADS_1
"Bisa bantu aku merapikan rumah.." ucap Rendra ke ajudannya yang masih berada di dalam ruangannya.
"Siap Kapt...maaf..bukannya setiap hari sudah aku bersihkan Kapt" ujar ajudan Rendra menjelaskan keadaan rumah dinas Rendra.
"Aku tahu..." ucap Rendra yang tidak ingin membuat ajudannya tersinggung.
"Mba...mau kembali ke sini Kapt "tanya ajudan Rendra yang terlihat senang, sebab menurut Candy dan Rendra memperlakukan dirinya seperti keluarga dan sangat loyal tampa memandang siapa dirinya.
"Ya...aku perlu penempatan perlengkapan yang lain untuk putriku" ucap Rendra terlihat gembira akan kembali ke rumah dinasnya.
"Siap...Kapt sekarang..." tanya ajudan Rendra dengan siap membantu Rendra.
"Tidak sekarang...selepas kita dinas" ujar Rendra yang tidak ingin mencampur adukkan urusan dinas dengan urusan pribadi.
"Terimakasih silakan kembali ke tempat kerjaku" ucap Rendra yang akan ke tempat Komandannya.
"Sama-sama Kapt...siap" ucap ajudan Rendra yang melangkah ke luar ruangan Rendra.
Rendra tidak berapa lama keluar dari ruangannya melangkah ke tempat Komandannya.
"Pagi...dan.." ucap Rendra dengan memberikan hormat ke Komandannya, dan Rendra di persilakan duduk di kursi yang berada di depannya.
Komandan Rendra sudah tahu semua yang menimpah Rendra yang menurutnya keberuntungan buat Rendra dan keluarganya.
"Saya mau menyerahkan...ini" ucap Rendra memberikan laporan tentang studinya dan siap menerima kembali tugas baru untuknya.
"Jangan terlalu berlebihan...dan" ujar Rendra malu do perlakukan berlebihan oleh Komandannya.
"Aku bingung sama kamu dra...kamu sekarang sudah menyamai isterimu, yang jadi pemalu...sih" ujar Komandan ke Rendra dengan menggodanya.
"Masa...dan, menurutku ga ada yang berubah, kalau Honey memang pemalu" ujar Rendra menjelaskan sifat Candy.
"Memang kalian berdua saling melengkapi...pantasnya kalian dijadikan couple kedinasan" ujar Komandan yang tersenyum ke Rendra, Rendra sendiri hanya diam sebab hubungan suami istri menurutnya tidak harus orang lain tahu hanya dirinya yang tahu.
"Kapan akan menempati rumah lagi..." tanya Komandan ke Rendra yang masih jadi pendengar Komandannya.
"Secepatnya...dan, biar mandiri" ucap Rendra yang sebenarnya ingin membentuk keluarga kecilnya sesuai harapannya tanpa campur tangan orang tuanya.
"Iya...lah istrimu pasti lebih senang..." ujar Komandan ke Rendra yang menurut Rendra seperti menyindir orang tuanya yang berarti mertua Candy.
"Honey...dimana pun sama saja...dia pribadi yang hangat dan mandiri"ucap Rendra yang menurut Komandannya bisa membaca jalan pikirannya, dan Rendra sendiri hanya ingin mengambil garis tengahnya dan menjelaskan yang sebenarnya tampa ada pembelaan kesalah satu pihak manapun.
"Kamu...makin pintar dan bijak..dra..."ujar Komandan yang tersenyum merasa bangga menjadi Komandannya.
__ADS_1
"Apa...sih dan...terlalu berlebihan itu" ucap Rendra dengan muka serius ke Komandannya, yang terlihat hanya menggangukan kepalanya.
Rendra pun berpamitan keluar ruangan Komandannya, untuk kembali ke ruangan kerjanya untuk menyelesaikan beberapa berkas yang akan di berikan ke departemen lainnya sebagai tanggungjawab selama kepergiannya.
"Sudah...mulai sibuk Kapt..."Alfa yang menyusul langkah Rendra dari belakang.
"Ga..juga hanya menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabku" ujar Rendra merangkul pundak Alfa yang sekarang sudah sejajar dalam posisi langkahnya.
"Boleh...gue...minta pendapat Kapt" ucap Alfa ingin berbagi cerita ke Rendra.
"Boleh...tapi pas...jam istirahat...ya" ucap Rendra tidak ingin ada gangguan saat menyelesaikan beberapa tugasnya.
"Siap...gue..akan datang" ujar Alfa yang akan melangkah pergi meninggalkan Rendra yang akan sibuk saat ini.
Tangan Rendra begitu lincah menari di atas papan keyboard komputer tipis di meja kerjanya hampir melupakan jam istirahatnya, hingga di dikejutkan suara benda pipinya berdering.
★★ "Assalamualaikum...Papa.." suara khas anak kecil terdengar di telinga Rendra.
★★ "Waalaikum salam...sayang.." balas Rendra ke Ainun yang terdengar manja.
★★ "Pa...Mama kirimkan makanan untuk Papa.."ucap Ainun yang sebenarnya ada Candy di sampingnya.
★★ "Oh...ya..terimakasih sayang.."balas Rendra ke Ainun yang terdengar senang.
★★ "Boleh...Papa bicara sama Mama..sayang" ucap Rendra ingin berterimakasih ke Candy yang sangat perhatian ke dirinya.
★★ "Assalamualaikum, Honey...terimakasih banyak ya..." ucap Rendra dengan senang terdengar diteliga Candy.
★★"Waalaikum salam...Mas" jawab Candy santai terdengar oleh Rendra.
★★ "Sama-sama...maaf Can..lupa kalau Mas sudah mulai aktif lagi" ucap Candy merasa bersalah.
★★ "Honey ga salah Mas...yang terlalu cepat ambil dinas padahal masih harus cuti" ujar Rendra tidak ingin istrinya merasa bersalah.
★★ "Tetap Can...yang salah..Mas" ujar Candy yang tidak memenuhi keperluan suaminya.
★★ "Mas...maafin tapi bisa kan bikin Mas senang" ucap Rendra seperti mengoda dan Candy tahu apa mau suaminya.
★★ "Apa...yang bikin Mas...senang" ucap polos Candy yang membuat Rendra tergoda.
★★"Honey...jangan mengoda yang bikin Mas jadi pengen cepat pulang" ucap Rendra yang hanya ingin mengoda istrinya yang sangat malu bila di goda.
★★"Mas...ih..ada Ainun" balas Candy dengan suara sedikit pelan dan penuh penekanan.
__ADS_1
Terdengar suara ketawa dari Rendra yang merasa sudah menang berhasil mengoda istrinya, yang masih saja malu bila digoda olehnya, yang tidak berubah walaupun sudah membuka hati dan makin memahami dan mengenal Rendra.
Candy...Oh..Candy wanita istimewa yang matanya membuat Rendra terpesona disetiap waktunya dan akan selalu di ingat dalam ingatannya tanpa ingin tergantikan.