
..."Ketika kau bersedih karena ujian yang menimpahmu, ingatlah bahwa setelah hujan lebat melanda pasti akan ada pelangi yang datang sebagai harapan baru tetaplah bersemangat " Candy....
Rendra dan Candy yang sedikit tergesa melangkah melewati lorong rumah sakit yang alamatnya Andika jelaskan lewat telpon.
Dalam ruangan terlihat Andika mengusap punggung Nasyauqi yang merasakan sakit pada perutnya sesekali Andika mengusap perutnya dan memeluknya menenangkan Nasyauqi.
"Ya..rabb..mudahkanlah proses kelahiran buah hati kami dan ringankan rasa sakit pada ruhi ku.." pinta Andika dengan terus mengusap Nasyauqi yang sesekali menggenggam erat tangan Andika menahan rasa sakit dari perutnya.
Rendra dan Candy yang melihat di balik pintu hanya bisa bersyukur putrinya begitu di jaga oleh suami tercintanya dengan penuh tanggungjawab dan penuh kesabaran menenangkan Nasyauqi.
Setelah memberikan salam kedua orang yang di hormati Andika memeluk Nasyauqi memberikan semangat dan mendo'akan kelancaran proses melahirkan buah hatinya.
"Sayang semangat ya..melahirkan ada fitra bagi semua wanita yang di ijinkan Allah untuk memiliki buah hati..kami akan ada bersama..mu sayang kuat ya..sayang.." Rendra mengusap dan mencium kepala Nasyauqi.
"Ma..pa..mohon maafkan segala dosa dan khilaf kami berdua.." pinta Andika yang sepertinya mewakili Nasyauqi dengan bersimpuh di depan Rendra dan Candy yang duduk di kursi yang tersedia di ruangan Nasyauqi dirawat.
"Kalian berdua sudah jadi kebanggaan buat kami..tidak ada dosa dan khilaf kalian..." seru Rendra dengan mengangkat bahu Andika.
"Papa...mama tulus mendo'akan kalian.." ujar Candy yang menepuk bahu Andika lembut yang sudah duduk diantara keduanya.
Candy melangkah menghampiri Nasyauqi yang terlihat tenang saat ini, dan mencium kepalanya serta berbisik pada Nasyauqi.
"Sabar..ya..sayang..ini jihad kita sebagai wanita bismillah ya.." dengan menggenggam tangan Nasyauqi.
Candy memeriksa Nasyauqi dan terlihat bercak darah dengan sigap Candy mengambil langkah dengan meminta Rendra memanggil dokter yang jelas proses kelahiran segera dimulai.
Andika mengusap lembut kepala Nasyauqi dengan berdo'a dan memberikan semangat kalau dia tidak sendiri saat ini ada orang tercintanya di dekatnya.
Nasyauqi dibawa ke ruang bersalin dengan digendong oleh Andika yang membuat orang yang dilaluinya terpanah sebab betapa sayangnya Andika pada istrinya, Rendra dan Candy mengikuti dari belakang.
Andika tidak mau meninggalkan Nasyauqi bersama dokter dan bidan juga perawat dia ingin menemani Nasyauqi di masa sulitnya saat ini yang membutuhkan dirinya untuk selalu ada di dekatnya.
"Ruhi yakin..lah ada Allah bersama kita.." ucap Andika dengan mengusap kepala yang sudah basah karena keringat.
__ADS_1
"Siap..ya..bunda..babynya sudah ingin bertemu bundanya.." ujar dokter dengan memberikan semangat pada Nasyauqi.
Dengan beberapa tarikan napas Nasyauqi sudah dapat berhasil membuat babynya terlahir ke dunia dalam keadaan sehat dan tidak kurang satu apapun.
Putra yang pertama lahir ke dunia yang wajahnya gagah sekilas hampir mirip ayahnya Candy yang membuat Candy tidak berhenti bersyukur ternyata tuhan memberikan penganti ayahnya sebagai pelipur rindu pada sosoknya.
"Selamat..bunda..putranya sehat.." suster menunjukkan putra pertama Andika dan Nasyauqi.
"Selamat ya ruhi.." ucap Andika mencium kepala Nasyauqi dengan terharu.
Dan yang kedua seorang putri yang selisihnya tidak kurang dari setengah jam, dia cantik dan berparas imut yang membuat Rendra gemas di buatnya.
"Selamat..ini si cantik..melengkapi kebahagian bunda.." ucap dokter menyemangati Nasyauqi.
"Terimakasih..dok.." balas Andika yang bersiap memberikan azan untuk kedua buah hatinya.
Keduanya sudah di berikan azan dan iqomah oleh Andika serta keduanya terlihat tenang, tidak rewel seperti baby lainnya, Nasyauqi sendiri sudah dibantu Andika untuk mandi wiladah ( mandi besar setelah melahirkan) serta sudah berganti pakaian dan telah berpindah ke ruang rawatnya.
"Selamat ya..mas..semoga semakin amanah.." ucap Candy dengan menepuk punggung tangannya, yang akan menerima putri cantik Andika.
Andika tidak lupa memberikan kabar pada abi dan uma tentang kelahiran putra putrinya, dengan isak samar terdengar bersama do'a yang terucap dari uma untuk cucu tersayang begitupun abi memberikan do'anya agar selalu sehat dan jadi anak sholeh dan sholeha.
Rendra meminta pengecualian pada pihak rumah sakit agar kedua baby satu ruangan dengan ibunya, berapapun biayanya tidak masalah dan Rendra menjelaskan alasannya untuk keamanan ibu juga kedua cucunya dan pihak rumah sakit memberikan ijin untuk pengecualian ini.
Nasyauqi membutuhkan istirahat untuk pemulihannya pasca melahirkan, Andika yang mengantikan menjaga baby yang di temani Rendra dan Candy, ajudan Andika di ijinkan pulang oleh Andika untuk beristirahat.
Candy tertidur di kasur yang pihak rumah sakit siapkan, hanya Rendra masih terjaga dengan Andika keduanya berbincang santai dengan tetap sesekali memeriksa baby yang tertidur pulas.
"Terimakasih..sudah..menjaga putri papa..nak.." ucap Rendra dengan menepuk tangan Andika.
"Sama-sama pa.., saya juga terimakasih papa..sudah mengijinkan putri papa untuk hidup bersama saya.." ujar Andika dengan malu.
"Putri papa yang harus bersyukur mendapatkan suami sebaik kamu nak.." Rendra dengan serius dengan memandang Andika.
__ADS_1
Andika menunduk dengan mengagumi Rendra yang selalu saja rendah hati dalam keadaan apapun, Rendra sendiri seakan tahu bagaimana Andika memperlakukan putrinya yang pasti dirinya kurang istirahat di masa kehamilan Nasyauqi belum lagi kesibukan toko yang pastinya dia ikut melibatkan diri.
Tanpa meninggalkan tugas intinya sebagai abdi negara itu yang saat ini Rendra pikirkan, belum lagi sikap manja Nasyauqi yang banyak maunya tapi terlihat dari wajahnya Andika begitu menyayanginya dengan tulus pada putrinya, ternyata ujian yang dilewati Nasyauqi tidak sebanding dengan rasa sayang Andika pada Nasyauqi itu yang Rendra simpulkan dari semua yang tuhan berikan pada putrinya ini semua balasan kesabaran Nasyauqi menerima takdir dari tuhan dan dikirim malaikat yang tidak bersayap yang akan siapa kapanpun membahagiakan Nasyauqi.
"Istirahatlah..nak..biar papa yang menjaganya.." pinta Rendra yang melihat Andika begitu lelah.
Andika menyandarkan tubuhnya disebelah Rendra yang kebetulan ada sopan panjang, dan tidak butuh waktu lama Andika sudah terlelap dalam alam mimpinya.
Rendra yang melihatnya sangat iba, Rendra yakin Andika sudah berusaha menjadi suami yang terbaik untuk putrinya, yang manja dan selalu apa adanya.
Rendra semakin semangat dalam menjalani hidup sebab ada anggota baru yang harus di jaganya sebagai seorang kakek terutama dalam ajaran agama yang harus dia berikan sebagai bekal walaupun bukan sepenuhnya tanggungjawabnya, ada rasa bangga pada dirinya yang bisa menyaksikan buah hatinya memiliki buah hati yang dulu tidak terpikirkan sedikitpun akan sampai di titik ini umurnya hingga bisa menyaksikan buah hatinya memiliki buah hati.
"Sayang..baby..sepertinya ingin..mimi.." Rendra mengusap pipi Nasyauqi yang masih terlelap tidur.
Candy yang mendengar langsung bangun dan membantunya, ternyata Nasyauqi belum terbiasa dengan semua ini dia terlihat gugup tapi dengan sabar Candy membantunya dan menenangkan baby yang satunya yang sepertinya sama-sama lapar.
"Sabar..ya..manis.." ujar Candy menggendongnya, Andika yang mendengar kegaduhan dari dua buah hatinya terbangun dan ingin membantu mengantikan mama tapi mama melarangnya agar Andika kembali melanjutkan istirahatnya sebab dia juga butuh istirahat.
Bersyukurnya Andika hadir di tengah-tengah keluarga yang begitu menyayanginya dengan sepenuh hati kayaknya anak sendiri baik oleh Rendra maupun Candy yang tanpa sungkan membantu Andika.
Rendra yang saat ini tetap terjaga bergantian menjalankan ibadah di persetiga malamnya dengan Andika sebagai bentuk rasa syukur pada Allah yang telah memberikan kebahagian di tengah-tengah duka cits setelah kehilangan seorang ayah sekaligus guru panutan buat Candy dan Rendra.
"Terimakasih ya..rabb Kau percayakan kami untuk mengemban amanah di muka bumi ini..hamba mohon bimbing kami agar selalu bisa amanah dalam membimbingnya.." ucap Rendra dengan khusyuk.
Sepenggal do'a tulus Rendra pada pemilik hidup yang telah memberikan banyak nikmat untuk dirinya juga keluarga tercintanya.
Begitupun Andika dengan berlinang air mata memanjatkan do'anya atas rasa syukur pada tuhan yang telah mempercayainya untuk menjadi orang tua bagi si kembar.
"Ya..rabb..dengan segala kerendahan hati hamba hanya bisa berucap terimakasih yang tak terhingga atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada keluarga kecil hamba dan keluarga besar hamba...tetap bimbing hamba kejalan yang lurus dan Kau ridhoi.." ucap Andika terseduh dalam isak tangis sebagai bentuk rasa syukur.
Andika hanya bisa berharap dan berusaha untuk yadi pemimpin yang amanah dalam keluarga kecilnya dan kedinasanya sebab semua akan di minta pertanggungjawaban terhadap tuhan sang pemilik kehidupan.
Sebesar apa tanggungjawab Andika pada keluarga kecilnya baik dari segi mendidik juga memberikan nafkah, begitupun dalam kedinasan Andika harus bisa menjalankan tugas sebaik mungkin tanpa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai abdi negara.
__ADS_1