Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
193


__ADS_3

..."Bila rindu seseorang kita ingin bertemu begitu juga dengan tuhan bila merindukan kita dengan caranya yang indah dan lembut menyadarkan kamu bahwa kamu tidak sendiri ada tuhan yang ada disaat yang lain meninggalkan mu seorang diri" Rendra....


Kita itu kata yang menunjukkan untuk dua orang yang seperti sekarang sedang duduk berdua menikmati makan malam khas kaki lima dengan menu sangat merakyat tapi soal higienis pastinya dan soal harga sesuai kantong siapapun.


Terlihat begitu romatis bagi yang melihatnya sebab sang suami begitu melayani apa yang diperlukan istrinya dari mendahulukan menu istrinya dan membersihkan sendok serta garpu tanpa diminta terlebih dahulu oleh istrinya memang terlihat bucin tapi baginya tidak sebab melayani istri baginya memberikan kebahagian pada pasangannya.


"Ruhi...mau..tambah lagi.." tanya Andika pada Nasyauqi.


"Ga..kenyang.." dengan mengusap perutnya Nasyauqi berucap.


Setelah membayar Andika menggandeng tangan Nasyauqi meninggalkan kedai, untuk melanjutkan ke tempat lain yang ingin keduanya kunjungi untuk menghabiskan malam minggu seperti anak muda pacaran gitu.


Tempat yang akan keduanya kunjungi adalah bioskop tempat yang dulu banyak meninggalkan kisah konyol keduanya dengan orang lain, Andika sudah memesan tiket tapi film yang akan keduanya lihat masih satu jam lagi di putar.


Untuk mengusir jenuh Andika mengajak jalan Nasyauqi ke salah satu toko khusus ice cream yang terkenal enak, saat ini Andika memesan dan meninggalkan Nasyauqi ditempat yang dapat terpantau oleh dirinya.


"Hai..bro.." sapa Rafiq yang mengejutkan Andika saat mengantri membeli ice cream.


"Hai.." balas Andika singkat dengan masih sedikit terkejut sebab siapa Rafiq.


"Gimana..kabar..bro, sendiri?" tanya Rafiq dengan akrab pada Andika.


"Alhamdulillah..baik..sama istri.." jawab Andika apa adanya dan berusaha senyaman mungkin tidak ingin Rafiq curiga bukan hanya pada dirinya tapi juga pada seseorang yang saat ini telah jadi istrinya.


"Gue..kira loe..bakal bucin..sepeninggal Ainun.." ucap Rafiq konyol.


"Dia..tetap dihati..sampai kapanpun..tapi waktu tetap bergulir kita harus bisa move on.." balas Andika yang sebenarnya menyembunyikan sesuatu hal sebisa mungkin dibikin wajar tidak ingin Rafiq curiga.


"Serius..loe sudah move on.." Rafiq seperti tidak percaya.

__ADS_1


"Serius..lah itu istri saya..ruuuhi.." panggil Andika pada Nasyauqi yang menghampiri Andika.


Betapa terkejutnya Rafiq ternyata benar Andika menunjukkan istrinya yang cantik dan terlihat anggun sebagai wanita muslimah, dan Andika sendiri begitu bahagia yang dilihat oleh Rafiq bersama istrinya yang baru dilihatnya.


"Kapan loe..nikah, loe ga udang gue.." Rafiq bertanya dan sedikit marah tapi bercanda konyol seorang teman yang menurutnya dekat.


Nasyauqi berdiri di dekat Andika dengan tangan sedikit gemetar sebab dengan siapa dia akan dikenalkan tapi tatapan mata Andika menenangkan Nasyauqi yang seperti memberikan isyarat " tenang aku ada didekatmu " yang membuat sedikit tenang Nasyauqi.


"Ruhi...kenalkan..teman mas.." Andika memperkenalkan Nasyauqi pada Rafiq.


"Nasyauqi.." dengan tangan ditangkupkan di dadanya, Andika mencium kepala Nasyauqi yang membuat Rafiq pura-pura mengalihkan pandangan karena malu.


"Kamu..bareng..siapa.." tanya Andika membuat suasana lebih santai, dengan tangan saling bertautan dengan Nasyauqi agar merasa tenang.


"Bareng teman dinas..tuh.." Rafiq menunjukkan beberapa orang yang berpenampilan hampir sama.


Andika hanya memberikan senyumnya pada teman-teman Rafiq untuk memperkenalkan diri, Andika seperti tahu istrinya merasa tidak nyaman dan meminta ijin meninggalkan Rafiq bersama teman-temannya.


Terlihat keduanya begitu serasi, Andika tidak melepaskan tangannya dari Nasyauqi dan sesekali mencium kepala Nasyauqi yang masih dilihat oleh Rafiq, Andika begitu mencintai dan menyayanginya itu juga yang Rafiq lihat dari mata Andika.


Di dalam bioskop keduanya sekarang berada, Andika sesekali menggosok tangan Nasyauqi yang kedinginan karena pendingin ruangan, membuat orang didekatnya merasa bersyukur memiliki pasangan yang sangat memberikan perhatian begitu tulus.


Sebenarnya keduanya tidak menyadari ternyata Rafiq juga ada di dekat keduanya dan Rafiq berpikir Andika saja bisa move on yang jelas-jelas dekat dengan Ainun kenapa dirinya tidak bisa, dari segi wajah ganteng dia kemana-mana hanya pangkat lebih tinggi dan akademis Andika sudah master sama dengan Indra tapi yang jelas fisik dia bisa diandalkan pikirnya.


Salah satu tangan Andika dipeluk Nasyauqi yang menyandarkan kepalanya di bahu Andika terlihat sangat nyaman dengan didukung lampu yang gelap hanya sinar dari film yang sedang diputar.


Beruntungnya Andika pikir Rafiq lepas dari Ainun ada wanita lain yang langsung jadi obat sakit hatinya, sedangkan dirinya dekat sama Ainun pun belum tapi sudah harus kehilangan.


Selepas dari acara nonton bioskop Nasyauqi menginginkan menikmati minuman khas dari susu yang bisa diminum hangat atau dingin di kedai khusus susu.

__ADS_1


Andika memilih susu kocok yang hasilnya seperti susunya berbusa gitu, sedangkan Nasyauqi susu coklat full cream, Andika senang melihat Nasyauqi begitu menikmati malam minggu yang hanya berjalan-jalan ketempat yang familiar semua orang bisa kunjungi, Andika makin kagum saja sama Nasyauqi yang anak sultan gitu loh bisa nyaman dimanapun tidak memiliki standar khusus untuk makan, nongkrong bahkan menghabiskan waktu hanya sekedar cuci mata saja.


"Eeenak...sekali.." ucap Nasyauqi yang baru saja meminum susu pesanannya.


Nasyauqi tidak menyadari cram dari susu masih menempel di bibirnya, Andika yang ingin menggodanya baginya ini kesempatannya.


"Ssst..diam.." Nasyauqi menurut apa permintaan Andika yang meminta dirinya lebih mendekat ke arahnya.


Nasyauqi tidak menduga apa yang Andika lakukan dia membersihkan sisa cream dengan ujung jari telunjuknya tapi bukannya di bersihkan dengan tisu tapi malah di jilat oleh Andika yang membuat Nasyauqi protes.


"Ih..jorok.." teriak Nasyauqi yang membuat Andika makin menjilatnya.


"Ih..ih..mas..jorok.." ujarnya membersihkan tangan Andika dari cream.


"Lebih..enak..ini ruhi.." bisik Andika yang membuat Andika di cubit tangannya oleh Nasyauqi.


Hampir tengah malam keduanya baru pulang ke rumah dinas yang sekarang keduanya tinggal, sebenarnya Rendra menginginkan keduanya tinggal bersama mereka tapi kasihan Nasyauqi kalau harus terus bolak balik ke rumah dan tokonya yang lumayan jaraknya sedangkan kalau dari rumah dinas hanya beberapa menit saja.


Hanya sesekali keduanya bermalam untuk mengobati kangen pada keluarganya, yang jelas Rendra senang putrinya bersama orang yang tepat dan sangat mencintai dan menyayanginya.


Setelah membersihkan diri Nasyauqi berharap bisa langsung tidur tapi tidak dapat tidur, Andika yang baru saja mematikan beberapa lampu di ruangan lain dibuat bingung.


"Kenapa..cape..ya.." Andika sudah mulai tahu kebiasaan Nasyauqi kalau terlalu cape dalam beraktivitas dia susah tidur.


Nasyauqi hanya menutup setengah mukanya dengan bantal yang terlihat manja, Andika duduk disampingnya dan menyuruh Nasyauqi duduk dan diikatnya rambut Nasyauqi untuk memudahkan Andika memijat Nasyauqi, Nasyauqi dalam posisi tengkurap lalu dipijat oleh Andika yang tanpa disadari oleh Andika Nasyauqi sudah tertidur pulas.


"Selamat..tidur..ruhi..mimpi yang indah semoga Allah selalu menjagamu sayang.." Andika sudah merubah posisi Nasyauqi keposisi yang nyaman dan diciumnya kepala Nasyauqi yang sudah tertidur pulas tampak begitu polos tanpa beban itu yang Andika lihat.


Andika masih belum tertidur masih memikirkan Rafiq dia berharap Rafiq tidak mengetahui siapa Nasyauqi dan dia juga berharap Rafiq bisa melupakan dan cepat menemukan orang yang tepat agar tidak lagi sendiri.

__ADS_1


Wanita seperti apa yang sampai tergila-gila sama Rafiq hingga muncul ide-ide gila yang mengakibatkan Nasyauqi harus jadi korban itu yang ada dalam pemikiran Andika sebab papanya Nasyauqi sendiri enggan membuka tabir kebenaran tentang wanita gila ini, sebab sudah diluar pemikiran akal sehat pikir Andika yang masih bisa berpikir cinta yang sehat bukan untuk menyakiti walaupun ujung-ujungnya tidak berjodoh dengannya.


Selepas berdo'a Andika sudah mulai mengantuk dengan memeluk Nasyauqi Andika tertidur dalam damai bersama orang yang sangat dicintainya.


__ADS_2