Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
41


__ADS_3

"Aku...berharap cintaku dan cintamu seperti waqof "Lazim " berhenti sempurna diakhir ayat" Rendra.


Sepertinya waktu sejalan dengan harapannya, jam dinas yang bisanya berharap jangan cepet berlalu tapi berbeda dengan hari ini berharap cepat berlalu, senyum yang biasanya pelit, saat ini terus menemani menambah ketampanannya tidak terkecuali kepada siapapun yang bertemu dengannya membuat sebagian orang bertanya dan curiga, tapi yang dipikirkan pemilik senyum bodoh amat mau bilang apa itu hak anda, yang penting hati senang pikirannya.


"Kapt....maaf...itu senyum tidak cape apa" ucap salah satu ajudan Rendra memberanikan diri.


"Bukan masalahkan buat kamu" ucap Rendra dengan santai berniat menjailin ajudannya


"Siap...tidak Kapt " ujar ajudan dengan rasa bersalah yang ditunjukkan.


"Bisa bantu saya...merapikan semua ini" Rendra menunjukkan seisi ruangannya yang menurut Rendra tidak enak di pandang mata.


"Siap...Kapt mau di rubah letaknya Kapt " ucap ajudan meminta persetujuan dari Rendra.


"Terserah yang penting jangan merubah tempat dokumen sebab semuanya penting "ucap Rendra penuh penegasan.


"Siap...Kapt..."ajudan Rendra bersiap sebab ini sudah waktu dinas pulang.


"Tolong...laporkan setelah selesai dan kunci seperti biasanya"Rendra yang bersiap pulang, kenapa Rendra memerintahkannya sekarang biar dia bebas dan santai mengerjakannya karena sudah jam pulang, yang jelas tidak ada gratis buat seorang Rendra yang loyal.


"Boleh saya tinggal"Rendra berpamitan untuk pulang ke rumah dinas.


"Siap...Kapt laksanakan,silakan " ajudan Rendra mulai dengan alat-alat yang diperlukannya


Di Rumah dinas


Rendra membersihkan diri terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan menjalankan tugasnya sebagai muslim yang baik menjalankan perintahNya dengan khusyuk untuk selalu berserah diri di jalanNya, agar dimudahkan dan mohon bimbingan disetiap langkahnya.


Baju casual yang menjadi pilihan Rendra untuk bertemu pemilik mata indah itu, sudah berapa kali Rendra bercermin memeriksa penampilannya tidak seperti biasanya cuek dan tampil apa adanya tidak untuk hari ini.


Saat akan memasuki mobilnya Rendra mendengar suara seseorang yang memanggil namanya yang tidak asing di telinga Rendra.


"Keren...banget..om.." sapa Gadis dengan sepeda yang dia kenakannya.

__ADS_1


Rendra hanya tersenyum sebagai jawaban untuk Gadis yang masih duduk di atas sepeda miliknya.


"Mau..kemana..om" Gadis penasaran dengan Rendra yang tampil berbeda saat ini, lebih terlihat seorang model yang siap bergaya diatas catwalk dan siap di ambil gayanya untuk di foto oleh fotografer.


"Jalan...sore aja.." jawab Rendra santai dan terkesan cuek.


Tanpa di sadari keduanya, Panji datang entah dari mana arahnya tahu-tahu ada di antara keduanya.(mudah-mudahan bukan jalangkung).


"Sore..Kapt...sore..dis" sapa Panji sopan tapi matanya menunjukan tanda permusuhan Rendra tahu itu.


"Sore...maaf..aku tinggal terlambat nih" Rendra tidak ingin ada salah paham untuk hal ini.


"Sore...om"sapa Gadis ke panji yang masih melihat penampilan beda dari seorang Rendra yang keren habis.


"Kok...buru-buru emang mau kemana Kapt?" Panji penasaran dengan pernyataan Rendra.


"Ketemu calon bini" ucap Rendra yang terlihat senang dengan senyumnya yang jarang ditampilkan.


Keduanya terkejut mendengar apa yang baru saja Rendra ucapankan, tapi buat Rendra memang itu faktanya tidak dibuat-buat dan memang ada janji dengan Candy dan Panji tahu itu karena dia ada saat VC dengan Candy.


Rendra masuk dalam mobilnya dan siap membawa mobilnya meninggalkan rumah dinasnya dengan lampu teras telah menyala menandakan si pemilik akan pulang malam atau tidak pulang untuk malam ini.


Jalanan sore ini tidak begitu macet untuk menuju rumah Candy, dengan ditemani suara musik yang terdengar merdu dari suara artis yang Rendra tidak tahu namanya yang penting musiknya asyik sebagai teman saat membawa mobil sendiri.


Tidak butuh waktu lama kendaraan roda bundar empat milik Rendra sudah sampai di depan halaman rumah Ayah Candy.


Setelah mengucapkan salam ke pemilik rumah dan telah dibukakan pintu dan jawaban salam dari pemilik rumah, keduanya terpesona dengan apa yang ada di hadapannya keduanya yang artinya Rendra menilai penampilan Candy berbeda hari ini, yang Candy gunakan seperti biasa gamis polos dengan warna merah marun dipadupadankan dengan hijab senada tapi motif bunga kecil terlihat cute dimata Rendra, sebaliknya seorang Rendra yang biasanya berpakaian dinas atau kaos hitam yang terkesan garang hari ini berpenampilan Casual terkesan santai tapi handsome.


Tidak banyak kata yang terucap hanya senyum dari keduanya, dan muka yang tertunduk malu dari Candy.


"Sekarang atau...nanti" suara Rendra memecahkan kebisuan diantara keduanya.


Hanya anggukan kepala yang Candy berikan kepada Rendra dan Rendra tahu maksud dari tanda yang diberikan Candy, langkah kaki keduanya keluar dari rumah Ayah denga tidak lupa menguncinya.

__ADS_1


Dalam perjalanan ke Rumah Sakit Rendra meminta Candy memilihkan kado untuk keponakan baru Candy sebagai hadiah dari Rendra.


Saat berdua keduanya tidak banyak bicara entah kenapa hanya sesekali tersenyum saat mata keduanya bertemu, itu sudah menyenangkan buat mereka.


perjalanan ke Rumah Sakit tidak perlu waktu lama, keduanya sudah di ruangan Rahma yang sudah pulih keadaannya malah terlihat aktif.


"Assalamualaikum, Cantik" sapa Candy kepada keponakan barunya yang digendongnya yang baru saja di beri ASI oleh ibundanya, bibir mungil, pipi bakpao, mata bulat bening, kulit putih memerah dan rambut ikal yang lebat,tangan kecilnya meraih wajah Candy dan diciumlah tangan mungil itu dengan lembut.


Rendra yang melihat itu hanya tersenyum menyaksikan keakraban keponakan dan tantenya, Ayah dan Rahma yang melihat Candy seperti itu ikut tersenyum dan geleng-geleng kepala.


"Kesayangan Mas...Cantik abis...dah" Ayah sang baby protes anaknya di ciumin Candy.


"Cantiknya....Ante...Can...ya...abis emang makanan" Candy protes lebih galak dari Ayahnya baby.


"Makanya...bikin sendiri" ucap Mas Dimas santai tapi mengoda Candy.


"Hus....Mas!!" suara Ayah menengur Mas Dimas, Ayah tidak suka ucapan Mas Dimas yang menurutnya tidak baik di ucapkan.


Candy merasa menang ada yang membela, dengan tangan yang masih menggendong baby meledek balik Mas Dimas dengan mengulurkan lidah tanda menang, Mas Dimas tidak berani membalas takut ada Ayah, tapi bagi Rendra tingkah Candy lucu dilihatnya hanya senyum yang Rendra tunjukkan.


"Nak...Rendra bisa Ayah minta waktunya" ucap Ayah sopan ke Rendra.


"Ya...bisa Ayah" jawab Rendra singkat dengan anggukan kepalanya.


Beberapa hari yang lalu Candy menceritakan keadaan Rendra dan kesepakatan keluarganya tentang lamaran untuk Candy soal waktunya.


"Ayah...langsung saja pada poinnya karena sebelum Cantik sudah menceritakan pada Ayah, apa sebenarnya keinginan nak Rendra sendiri " Ayah bertanya ke Rendra.


"Maaf...sebelumnya bila nanti yang saya sampaikan tidak sesuai dengan keinginan Ayah dan Honey, yang saya mau secepatnya halal sebab saya akan lebih nyaman berinteraksi dengan Honey dalam keadaan halal, baik untuk bertemu maupun lewat telepon, itu saja Ayah" ucap Rendra dengan sopan dan tegas.


"Baiklah sekarang Ayah bisa mengerti, sekarang gimana...dengan Cantiknya Ayah" tanya Ayah ke Candy.


"Can...yang terbaik menurut Ayah...sebab Can...tidak ada alasan untuk menolaknya " ucap Candy sambil mengusap pipi baby yang mulai tertidur.

__ADS_1


"Baik...lah, Ayah ambil garis tengahnya saja, Cantik habiskan dulu satu tahun ajaran ini, saat liburan acara pernikahanannya sebelum di mulai ajaran baru, soal lamaran kapanpun terserah keluarga nak Rendra, dan kami siap menerima kedatangan keluarga nak Rendra kapanpun" Ayah memberikan penjelasan dengan baik dan cukup di mengerti Rendra dan Candy.


Dan keduanya menyetujui pendapat dari Ayah dan keduanya akan menindak lanjutinya , terutama Rendra akan memberikan kabar kepada keluarga besarnya.


__ADS_2