Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
134


__ADS_3

"Jika dua orang ditakdirkan bersama, sejauh apapun mereka dipisahkan dari sudut bumi manapun maka mereka akan tetap dipertemukan" Rendra.


Semakin tak tertahankan lagi kerinduan yang Rendra rasakan, entah inisiatif dari mana ajudan Rendra menyiapkan momen romantis untuk mempertemukan Rendra dengan Candy.


Dari memberikan laporan kepulangan Rendra kepada Komandan, tak lupa terlebih dahulu ajudan Rendra memberitahukan kepada orang tua Rendra tentang keberadaannya dan bagaimana keadaannya sekarang dan menyampaikan keinginannya memberikan kejutan untuk Candy , orang tua Rendra yang juga sayang sama Candy ingin melihat dia bersemangat lagi dan tidak bersedih lagi, ajudan Rendra memohon ijin ingin memberinya kejutan kepada Candy untuk dipertemukan dengan Rendra.


Rendra dan ajudannya terlebih dahulu meminta ijin berpamitan kepada pak kyai dan sangat berterimakasih kasih sudah dengan tangan terbuka menolong, menerima dan memperbolehkan Rendra untuk menginap hingga Rendra sehat kembali.


Pak kyai sebagai pemilik pesantren juga berterimakasih kepada Rendra dan ajudannya yang sudah mau membagi ilmunya selama tinggal dilingkungan pesantren yang sederhana, sebelum berpamitan Rendra meminta ijin untuk sering berkunjung ke pesantren miliknya dan memberikan sedikit rejeki dari Rendra bukan sebagai tanda telah menolongnya tapi hanya ingin berbagi rejeki agar tidak menyinggung perasaan beliau yang sudah tulus ikhlas menolong dan memperbolehkan tinggal hingga Rendra kembali sehat.


Kedatangan ajudan Rendra ke tempat dinas Candy menimbulkan pertanyaan, entah jurus apa yang dia pakai hingga bisa menyakinkan Candy untuk dapat menuruti keinginannya, seperti saat ini Candy di buat bingung sebab kenapa dia harus berada ditempat yang seharusnya untuk orang yang akan berduaan, intinya bersama orang teristimewa, atau jangan-jangan ajudan Rendra mau berbicara hal yang serius banyak pertanyaan muncul di pikiran Candy yang saat ini berdiri memandang jauh laut lepas, dengan mengingat seseorang yang sangat dirindukannya.



"Mba..ga apa-apakan saya tinggalkan sendiri" pinta ajudan Rendra dengan sopan.


"Ya..tapi jangan lama-lama..mba..harus pulang..kasihan..anak-anak..juga tidak enak..sama mama..terlalu lama di luar.." ucap Candy dan dimengerti oleh ajudan Rendra.


"Ga..pake lama..mba santai aja..ok.." ajudan Rendra melangkah dengan senyum yang ditahannya seakan dia ikut senang.


Angin laut sore menjelang petang membuat Candy mendekap tubuh mungilnya dengan tangan sendiri, hingga sepasang tangan kokoh mendekapnya dari belakang.


Candy yang bertubuh mungil tidak kuasa melepaskan dekapan tangan kokoh itu, dia menangis tapi aroma tubuh orang yang mendekapnya khas tercium milik seseorang yang dirindukannya.


Candy makin menangis dan memberontak dengan menyebutkan nama orang dirindukannya dengan terisak, sehingga membuat Rendra tidak tega dan membalikkan tubuh Candy dan betapa terkejutnya Candy yang tidak percaya melihat sosok Rendra ada tepat kedepannya nyata dengan senyum khasnya diperlihatkan.


Rendra langsung bersimpuh di depan Candy dengan penuh rasa bersalah karena telah membuat dia khawatir, sedih sepeninggal dirinya hanya kata maaf yang terus terucap dari bibir Rendra dan Candy yang hanya diam mematung dengan air mata yang terus mengalir seperti mewakili segala kata yang tidak terucap.



"Honey...ngomong dong..mas salahnya banyak ya..." ujar Rendra yang masih bersimpuh dengan menggenggam bunga sebagai permintaan maaf.


Candy menerima bunga dengan sedikit kata tapi bikin Rendra langsung baper karena sedikit kata itu tapi nyampe kehati.


"Mas..love..you.." ucapnya tanpa malu hanya kedua pipinya memerah menahan rasa malunya.

__ADS_1


"Honey...." Rendra mendekap dan mencium kening Candy dengan sejuta rasa yang tidak bisa terucap.



Seorang yang dicintainya membalas cintanya entah sudah berapa lama dia memendam rasa ini yang baru terucap dimomen yang tidak diduga ini.


Makan malam itu seakan sudah tidak penting lagi buat keduanya, keduanya lebih memilih berjalan menyusuri pantai dengan saling berbagi cerita selama keduanya berjauhan, suasana pantai seakan mendukung momen ini.



"Honey...mas lihat..Honey terlihat kurus.." ujar Rendra mengusap pipi Candy dengan lembut.


"Mas..juga..nih..banyak..lukanya.." Candy menunjukkan sebagian luka yang tidak tertutup bajunya yang masih terlihat belum menggering.


"Honey..obatin dong.." goda Rendra meminta dengan bersandar di puncak Candy dengan manja.


"Can..ga bawa obat..ada dirumah..mas" ucapnya polos momen pertemuan keduanya seperti awal keduanya bertemu Candy yang malu ini membuat Rendra gemas, dan mencubit manja hidung Candy.


"Mas..sakit.." ucapnya pelan makin bikin Rendra tambah gemas.


"Cakit..yang mana..yang cakit..." goda Rendra seakan membalas kerinduan yang sekian lama dipendamnya.


"Honey...ga kangen..sama mas.." tanya Rendra yang terdengar aneh di telinga Candy.


"Kangen..dong.." ujarnya sedikit malu dipandang Rendra.


"Bener kangen...sebesar apa..kangennya.." tanya Rendra ingin tahu.


"Sebesar.....ini.." Candy membentangkan kedua tangannya hingga terbuka lebar.


Melihat kedua tangan Candy terbentang Rendra langsung memeluknya dengan terharu "Honey maafkan..mas sudah menyusahkan..Honey dan terimakasih sudah jadi istri, ibu dan menantu yang baik..buat mas.." dengan tangisnya memeluk Candy.


"Mas..janji..ya..jangan pergi..lagi, Can..takut harus sendiri.." seperti meminta Candy berharap ke Rendra.


"Mas..janji..kita berdua akan selalu bersama.." tangan Candy menghapus sisa air mata yang masih menempel di pipi Rendra.

__ADS_1


"Mas..boleh ga Can..jujur.." pinta Candy ke Rendra yang ditanggapi serius oleh Rendra.


"Apa..sih yang tidak buat Honey.." jawab Rendra dengan menatap mata indah Candy.


"Mas..jelek kalau lagi nangis.." ucapnya yang akan berlari tapi tangan kokoh itu lebih dulu menangkap dalam dekapan Rendra, Candy tertawa karena berhasil mengoda Rendra.


"Sudah pintar sekarang ya..siapa yang sudah mengajari istri lucu..ku.." masih mendekap Candy yang tertawa geli Rendra tidak terima dibilang jelek.


"Oh..jadi harus mas pergi dulu baru bisa pinter..gitu..ya.., jadi mas pergi lagi..nih biar tambah pinter.." balasan Rendra yang konyol tapi sebaliknya bikin Candy histeris.


"Mas...Can..tahu..mas rasanya ditinggalkan itu sakit.., Can tahu..rindu itu menyiksa.., kalau harus memilih..Can..yang lebih dulu pergi, Can ga sekuat mas.." Candy masih dalam dekapan Rendra, Rendra terdiam benar apa yang diucapkan Candy, sudah dua kali Rendra hampir kehilangan bidadari surganya.


"Maafkan..mas..ya..Honey, habis Honey tambah pinter bikin mas jadi tambah ih.." Rendra tidak melanjutkan ucapannya tapi diciumnya bibir Candy dengan lembut dan yang paling bikin Rendra terkejut Candy merespon ciuman Rendra dengan membalasnya " Woh..ini benar Honey ku.." dalam hati Rendra berkata ada rasa senang tapi juga terkejut dengan perubahan dari Candy, ternyata selama ini dia seperti belajar darinya yang lebih agresif dalam menjalankan hubungan ini, dia yang masih malu.


"Honey..." ucap Rendra pelan setelah menyudahi ciumannya, tapi malu yang Candy miliki masih ada terbukti suara panggilan yang Rendra berikan membuat dirinya tertunduk dan dengan malu.


"Maaf..in..Can.." pelan terdengar di telinga Rendra, yang sebenarnya hanya ingin menggoda dirinya.


Rendra tersenyum melihat respon Candy yang masih malu dipandang Rendra, dia menutup mukanya dengan kedua tangannya.


"Mas..jangan liatin..Can..seperti itu, Can..malu" pintanya dengan muka masih tertutup tangannya.


"Bener..nih..ga mau..mas..liatin" goda Rendra lagi dengan pura-pura melihat ke arah lain, Candy yang sudah membuka tangannya hanya melirik sebentar dengan ragu.


"Jangan curi-curi nanti penasaran.." goda Rendra lagi masih dengan menggoda Candy.


Akhirnya keduanya tertawa bersama, entah apa yang membuatnya tertawa padahal tidak ada hal yang lucu dilihat keduanya, senyaman itukah keduanya saat berdua, itu yang sekarang ajudan Rendra lihat dari kejauhan.


"Mereka yang melakukan kenapa gue..yang jadi senyum-senyum sendiri..kayak nonton drama aja.." ucapnya seorang diri masih dengan tersenyum memandang keduanya dari kejauhan.


"Bikin jiwa..jomblo..meronta..nih..Kapt.." ujarnya mengusap wajahnya malu sendiri.


Bagaimana tidak baper ajudan Rendra yang melihat keduanya, sesaat bicara santai, tidak lama tertawa saling menggoda tidak begitu lama lagi berpelukan sesekali keduanya saling mengusap air mata dari keduanya.


Entah apa yang keduanya bincangkan, bagi yang melihat so sweet gitu bikin malu sendiri, tapi pengen liat bener ga sih gitu.

__ADS_1


Maunya dilarang tapi mereka dalam pasangan halal jadi dimaklumi saja, untungnya lagi tempat yang ajudan Rendra siapin tempat yang privasi jadi hanya pelayan yang sesekali melihat mereka, itupun sedikit banyak ikutan baper salah satunya ajudan Rendra mendengar celoteh pelan diantara pelayan itu" gue juga mau di perlakukan seperti itu so sweet", balas yang lain konyol " ngarep sadar loe masih di bumi belum sampe planet mars" yang membuat ajudan Rendra senyum tertahan.


Memang gitu kalau couple sekali menampakkan diri keluar semua jurus bucinya bikin jiwa jomblo meronta hingga baper tidak ada ampun, sikap Rendra yang tegas, disiplin tanpa ampun bisa berubah 180° bila bersama Candy jadi yang so sweet, manja, hangat, penggoda bagi yang baru mengenal Rendra mungkin akan berkata aneh, tapi buat yang sudah mengenal Rendra lebih cenderung bilang bucin, yang jelas se so sweet itu bila keduanya bersama.


__ADS_2