
"Tuhan akan mengabulkan setiap doa kapan waktunya yang tepat itu rahasia tuhan yang pasti jangan pernah bosan untuk meminta lewat berdoa, soal kapan dikabulkannya bukan kewenangan kita yang jelas tuhan akan memberikan yang terbaik dan waktu yang tepat" Rendra.
Rendra dan Candy yang sudah berada di kediaman mamanya tapi dalam kondisi yang tidak nyaman terlihat lemas dan hanya menjadi pendengar saja tidak seperti biasanya yang suka membalas kejahilan mba Ayu yang suka menggodanya, sebab saat ini semua anggota keluarga Rendra berkumpul di rumah mewah kediaman orang tua Rendra untuk kumpul keluarga, orang tua Rendra ingin melepaskan kangen dan menikmati kebersamaan keluarga yang dimanfaatkan saat ada kesempatan untuk berkumpul sekedar bercengkrama santai dan makan bersama.
"Tumben jagoan jadi pendiam" ucap papa Rendra yang menghampiri Rendra duduk bersandar di bahu Candy terlihat lemas.
"Hmmm lagi pengen diam aja" ujar Rendra yang membalas ucapan papanya dengan malas.
"Iya...sih dek kenapa sih" ucap mba Ayu yang ga suka melihat Rendra hanya jadi pendengar.
"Can...kenapa dia bisa jadi anak manis begini" tanya mas Rudi penasaran ke Candy.
"Ga, tahu mas sudah beberapa hari mas Rendra terlihat kurang sehat"Candy bingung menjawab sebab Rendra selama ini ga pernah mengeluh sakit.
"Sudah cek ke rumah sakit? " ujar mas Rudi penasaran dengan jawaban yang diberikan Candy.
"Belum mas...sebab beberapa menit kemudian baik-baik saja" Candy menjelaskan kondisi suaminya yang baik tapi beberapa saat kemudian terlihat seperti orang sakit.
"Ini mah bukan Rendra yang sakit tapi mama mau punya cucu baru" ucap mama yang mengusap kepala Rendra yang bersandar di bahu Candy.
"Serius ma...hebat jagoan" ujar mba Ayu terlihat senang.
"Gimana Can...udah telat"tanya mas Rudi yang ikut senang juga penasaran.
"Hampir dua minggu mas...cuma belum tahu" ucap Candy memandang suami tercintanya yang senang walaupun belum pasti.
"Benar honey...sudah telat"tanya Rendra yang senang hingga melupakan rasa lemasnya, Candy mengangguk kepalanya tanda jawaban yang diberikan olehnya.
"Udah mama yakin Can...hamil" ujar mama yang semangat akan punya cucu dari Rendra.
Rendra tanpa malu mencium bibir Candy di depan semua keluarganya karena rasa senangnya akan mendapatkan buah hati yang sangat ditambahkannya, hanya saja Candy malu dengan menunduk dan menyembunyikan mukanya di dada Rendra setelahnya, tapi Rendra senang melihat Candy malu seperti itu.
"Alhamdulillah papa jadi senang akan ramai rumah ini, jagoan akan punya teman main" papa Rendra mendekap cucu laki-lakinya anak dari mba Ayu.
__ADS_1
"Ih...dek...ada anak mba...bucin amat sih"mba Ayu protes tapi senang melihat Rendra bahagia akan mendapatkan buah hati.
Semua tertawa melihat Rendra yang sekarang sudah lebih baik karena kabar yang di dapatnya membuatnya senang, walaupun belum akurat karena belum di cek pada doktor.
"Apa yang kamu rasakan dra" tanya mas Rudi pada Rendra yang masih nempel terus di bahu Candy seakan tak mau jauh dari sisinya.
"Ga,tahu mas sepertinya aku ga suka bau aroma parfum bikin kepalaku sakit juga mual" jawab Rendra seakan membayangkan sesuatu.
"Iya, ma...ini mah bener Can...hamil" ucap mba Ayu senang dengan tersenyum.
"Kenapa jadi ga mau jauh dari istrimu, dra"ujar papa yang melihat Rendra masih bersandar di bahu Candy dengan badannya terlihat masih lemas.
"Aroma honey...bikin aku tenang dan ga pusing ,pa"ujar Rendra dengan mencium bahu Candy tanpa malu walaupun di depan keluarganya.
"Malu dek..sama pangkatmu loh..."goda mba Ayu ke Rendra yang masih manja ke Candy.
"Bodoh amat dari pada kepala aku pusing belum lagi mual yang ga jelas apa sebabnya" Rendra menjelaskan kondisinya yang dirasakannya saat ini.
"Kasihan anak mama mau punya baby merasakan mabok"ujar mama mengusap punggung Rendra dengan sayang.
"Tenang honey mas ga apa-apa ko" Rendra seperti tahu Candy mengkhawatirkan keadaan Rendra.
Candy hanya tersenyum tipis menutupi rasa khawatirnya pada Rendra, dan menerima kecupan di pipinya dari Rendra sebagai bentuk menenangkan Candy.
"Can...secepatnya cek biar lebih yakin" ujar mba Ayu yang ikut senang akan dapat keponakan baru dari adik semata wayangnya.
"Insyaallah besok mba sekalian dinas"jawab Candy terdengar serius.
"Aku ditemani ya..honey "pinta Rendra bersemangat dengan mata menatap Candy dan anggukan kepala Candy sebagai jawaban yang dia berikan.
saat kebersamaan menikmati beberapa makanan yang disediakan oleh asisten rumah tangga mama Rendra, tiba-tiba rasa mual yang Rendra rasakan muncul hingga membuat Rendra harus berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya yang membuatnya tidak nyaman.
Terdengar seperti orang yang muntah mengeluarkan isi dalam perutnya, Candy menyusul Rendra ke kamar mandi untuk membantunya.
__ADS_1
"Ha...ha...ha...Kapten bisa gini ya.." mba Ayu dengan tawanya melihat Rendra yang lemas keluar dari kamar mandi.
"Mas...Can bantu"Candy mengusap dan memberikan minyak angin untuk menghangatkan perut Rendra, Rendra sendiri pasrah dengan apa yang dilakukan Candy kepadanya.
Asisten rumah tangga mama memberikan air jahe hangat untuk mengurangi rasa mual yang Rendra rasakan agar lebih baik kondisinya.
"Minum dulu mas...mumpung masih hangat" ujar asisten rumah tangga mama dengan tangan memberikan gelas.
"Terima kasih bu..."ucap Candy yang mengambil gelas dari tangannya dan siap di berikan ke Rendra yang masih duduk di samping Candy dengan bersandar di belakang kursi.
Dengan lembut dan sabar Candy memberikan minuman hangat ke Rendra yang menuruti maunya Candy dengan mata menatap Candy dengan sayang.
"Mba juga tahu...kali dek, jangan bucin dek malu sama pangkat, manja" ujar mba Ayu yang melihat Rendra yang biasanya mandiri.
Rendra hanya membalas dengan tersenyum datar tampa komentar yang biasanya tidak mau kalah untuk membalas godaan mba Ayu.
"Udah..mba kasihan adikmu yang lagi ga enak badannya kenapa sih masih digoda terus " ujar mama yang merasa iba pada Rendra yang tidak seperti biasanya.
"Iya ma..kasihan Rendra masih lemas dia" ucap mas Rudi menenangkan istrinya untuk tidak lagi menggoda Rendra yang kali ini tidak membalas pada mba Ayu.
"Iya..iya...selamat anak kecil mau punya anak" ucap mba Ayu yang menghampiri Rendra dan mengusap kepalanya.
"Ih...mba Ayu" Rendra protes kepalanya di acak-acak mba Ayu.
"Can...lucu kali ya...nanti kombinasi kalian" mba Ayu seperti memikirkan apa yang ada dalam imajinasinya dengan bibir tersenyum.
"Kombinasi...memang anakku roti" protes Rendra dengan muka sedikit sewot pada mba Ayu.
"Mba salah ya...oh...iya kolaborasi"ucap mba Ayu lagi dengan santai.
"Kolaborasi...memang apaan...sih mba"ujar Rendra yang tidak mau mba Ayu berkomentar asal ngomong aja.
"Yang jelas akan lucu dan imut deh, kalau mirip Can...dan akan gagah bila mirip Rendra" ucap mas Rudi agar istrinya tidak lagi menggoda Rendra.
__ADS_1
Semua tertawa senang mendengar ucapan mas Rudi yang terdengar benar adanya bila melihat bentuk fisik Candy yang lucu,imut dan Rendra yang tampan dan gagah.
Rendra dan Candy saling memandang tanpa menghiraukan yang lain yang ada diantara ke duanya, entahlah apa yang di pikirkan didalam benak keduanya yang jelas keduanya senang bila keadaan yang di rasakan Rendra itu benar,bahwa Candy benar hamil buah kasih cinta keduanya.