Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
234


__ADS_3

..."Kepada siapapun kamu jatuh cinta pilihlah yang baik dalam agamanya sebab dia akan memuliakan kamu walaupun dalam marahnya" Candy....


Mungkin Andika salah satunya seorang menantu yang beruntung memiliki mertua sebaik juga pengertian seperti Rendra dan Candy yang memberikan waktu keduanya untuk menghabiskan waktu bisa berduaan saja.


Andika dan Nasyauqi memilih menghabiskan malamnya dengan menikmati ramainya kaki lima yang banyak menyajikan makanan khas tapi penuh selera, dengan suguhan musik musisi jalanan yang tidak kalah dengan cafe dari genre yang beraneka ragam tinggal pilih sesuka hati mulai dari dangdut, pop sampe lagu anak gaul kekinian.


Duduk lesehan yang mereka pilih dengan lalu lalang orang menikmati malam sebagai pengusir penat di long weekend ini.


Andika sudah memesan makanan kecil sebagai teman ngobrol dengan minuman hangat khas malam hari susu jahe dan susu coklat hangat.


"Jadi ingat dulu..ya mas.." Nasyauqi memulai berbicara.


"Memang dulu..pernah mas ajak jalan.." goda Andika yang membuat Nasyauqi mencubit tangan Andika.


"Ya..maaf..ya ruhi..iya.." Andika makin tertawa yang membuat Nasyauqi makin mencubitnya.


Keduanya memang makin kompak dan romantis saja dari hal yang kecil hingga momen-momen istimewa keduanya tidak pernah terlupakan tapi dengan cara yang sederhana dan hanya keduanya saja memahami hal itu.


Keduanya menikmati jajanan kaki lima yang khas adanya pada malam hari, Nasyauqi menginginkan jajanan yang lain dan Andika meminta Nasyauqi menunggu di tempat hanya dirinya yang menuju tempat jajanan yang di inginkan istrinya.


Kepergian Andika bersamaan datangnya beberapa anak muda yang ingin ikut serta duduk lesehan di tempat itu.


"Permisi mba..boleh ikut duduk.." tanyanya sopan salah satu dari beberapa pemuda dan pemudi itu pada Nasyauqi.


"Oh..ya silakan.." balas Nasyauqi sopan.


"Sendiri mba.." tanya yang lain pada Nasyauqi.


"Ga..berdua tuh.." Nasyauqi menunjukkan seseorang yang jauh di salah satu kedai.


"Saya..kira mba sendiri.." salah satu ada yang ingin menggoda Nasyauqi.


"Hu..kepdan..emang enak.." goda yang lain pada temannya.


Nasyauqi hanya tersenyum, dia pikir ada saja kelakuan anak jaman sekarang yang menurutnya aneh saja memang tidak bisa membedakan mana yang masih single sama yang sudah ibu-ibu.


Kedatangan Andika membuat pemuda pemudi tidak enak hati sebab mereka mengenalnya, Nasyauqi di buat bingung dengan situasi ini.


"Malam pak.." sapa beberapa pemuda pada Andika dengan ramah.


"Malam..ko bisa ada disini.." Andika langsung bertanya pada mahasiswanya.


"Biasa pak..ada yang lagi pdkt.."salah satu mahasiswa Andika menjelaskan.


"Oh..baguslah tapi jangan kelamaan kalau sudah mau langsung lamar..dari pada nanti cuma jadi penjaga jodoh orang.." Andika menjelaskan yang membuat mahasiswanya tertawa memang benar adanya.


"Bapak bisa aja.." balas salah satu mahasiswanya dengan tertawa.


"Maaf..pak jadi menganggu acara bapak nih.." ucap salah satu mahasiswa Andika dengan tersenyum.

__ADS_1


"Santai..kita sama-sama aja.. bukannya tambah jadi asyik.." Andika menjelaskan dengan santai.


"Bener nih..pak ga mengganggu.." tanya yang lain dengan rasa tidak enak sama dosennya.


"Bukannya kalian suka menganggu.." goda Andika yang membuat semua tertawa.


"Sudah pesan makanan atau minuman saya yang bayar..ayo pesan.." Andika meminta pada mahasiswanya.


"Serius..pak..terimakasih pak.." terdengar suara senang dari mahasiswa Andika.


"Oh..iya kenalkan..istri saya..Nasyauqi " Andika memperkenalkan Nasyauqi pada mahasiswanya yang membuat mahasiswanya malu sekaligus salah tingkah.


"Serius pak.." seperti tidak percaya dengan apa yang Andika jelaskan.


"Memang kenapa memang ini istri saya..tidak percaya.." Andika bingung dengan pernyataan mahasiswanya.


"Bapak hebat bisa memilih.." salah satu mahasiswanya menjelaskan yang membuat Andika tersenyum.


"Cantik banget bapak.." salah satu mahasiswanya menambahkan dengan malu, membuat Andika tersenyum.


"Untung ga jadi saya godain.." ucap salah satu mahasiswanya dengan sedikit malu.


"Lagian..liat-liat dulu apa.." yang lain menambahkan yang membuat Andika dan Nasyauqi hanya tersenyum.


"Maaf..ya pak jangan marah.." dengan muka sedikit takut salah satu mahasiswanya tertunduk.


"Kenapa harus marah memang istri saya cantik ko.." Andika memuji Nasyauqi yang membuat Nasyauqi tidak suka.


Yang membuat mahasiswanya malu tidak bisa menyaksikan adegan orang dewasa, walaupun hanya berbisik saja.


Obrolan pun berlanjut hingga menjelang jam sebelas, Andika minta undur diri lebih dulu karena ingat anak-anaknya yang pasti menunggunya.


"Maaf..nih saya harus pamit..pulang.." seru Andika pada mahasiswanya.


"Oh..iya pak ga apa-apa..silahkan.." jawab mereka dengan sopan.


"Makanan dan minuman sudah saya bayar..ingat jangan malam-malam langsung pulang.." pinta Andika dengan serius terdengar.


"Terimakasih pak..siap pak.." balas mereka bersamaan.


Dalam mobil Nasyauqi bisa bicara sepuasnya pada Andika tentang murid Andika yang terlewat terlalu berani dan konyol.


"Mas..itu anak konyol banget sih..kalau saya dosennya udah aku kasih nilai minus.." omelan Nasyauqi dengan gemas sepertinya.


"Ya..seperti itu anak lelaki..ruhi menyampaikan apa yang ada di otaknya tanpa basa basi..gitu.." Andika menjelaskan pada Nasyauqi tapi tetap Nasyauqi tidak mau terima.


"Ga..ga..mas aku ga terima kekonyolan mereka.." Nasyauqi masih dengan mulutnya yang tidak berhenti mengomentari sikap mereka pada Andika.


"Tapi dosennya ga konyolkan.." goda Andika yang membuat Nasyauqi ingin menggigit tangan Andika yang tersenyum menggoda Nasyauqi.

__ADS_1


"Ih..mas..jahat deh.." rengek Nasyauqi pada Andika yang membuat Andika mengusap pipi Nasyauqi dengan satu tangannya.


Keduanya sudah sampai dirumah besar milik kakeknya, Nasyauqi mencari buah hatinya di kamarnya tapi tidak di temukannya.


"Mas..si kembar bobo bareng papa mama deh.." Nasyauqi menjelaskan pada Andika yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Keduanya rasanya tida enak harus mengganggu tidur Rendra dan Candy hingga memilih membiarkannya malam ini untuk bermalam di kamar Rendra dan Candy.


Nasyauqi yang tidak terbiasa tidur tidak bersama kedua buah hatinya masih terjaga, membuat Andika mengajaknya berbincang.


"Kapan ya mas kita main ke tempat uma..?" tanya Nasyauqi pada Andika.


"Ruhi kangen uma..?" Andika berbalik bertanya pada Nasyauqi.


"Kangen uma kangen abi juga kangen suasana disana.." balas Nasyauqi dengan manja pada Andika.


"Kapan ya..mas belum bisa libur.." Andika seperti berpikir.


Keduanya berbincang hingga tanpa terasa waktu semakin malam, tapi mata keduanya belum bisa terpejam.


"Kenapa.." Andika memperhatikan Nasyauqi yang susah terpejam.


"Ga..tahu.." Nasyauqi membenarkan posisi tidurnya tapi tetap saja belum merasa nyaman.


"Sini.." Andika meminta Nasyauqi mendekat dirinya agar tidur dalam pelukan Andika.


Andika mengusap punggung Nasyauqi dengan lembut, tanpa terasa Nasyauqi mulai tidak lagi terdengar suaranya yang tadinya masih terdengar tiap balasan darinya tiap pertanyaan dari Andika.


Andika sepertinya masih mengingat tiap ucapan mahasiswanya yang menyangkut Nasyauqi, memang Nasyauqi wanita sempurna dilihat dari manapun terutama orang yang mengenalnya.


Cantik memang di akui itu baru fisiknya saja di luar dari semua itu ada hal yang lebih istimewa lagi, dia cerdas juga sabar dan peduli kepada siapapun.


Tuhan memang memberikan bidadari surga yang dulu cuma dalam angannya saja, tapi kini dalam pelukannya dengan pesonanya yang susah untuk dilupakan.


Belum lagi keluarga yang sangat baik menerima dirinya yang penuh kekurangan dan tidak memiliki sesuatu yang seperti mereka miliki dari keluarga yang utuh juga kekayaan yang berlebih.


Hanya Andika orang yang seberuntung ini, mungkin balasan dari tuhan dari ketulusan menjalani kehidupan tanpa menolak apalagi marah akan semua tuhan berikan padanya.


Apalagi sekarang Andika memiliki dua buah hati yang menyejukkan dan menyenangkan hatinya, serasa lengkap hidupnya berbeda terbalik dari dirinya dahulu yang kurang kasih sayang dari orang tua kandungnya hanya ketulusan abi dan uma yang merawatnya dalam lingkungan pondok pesantren yang sederhana.


Hanya tekad yang kuat untuk merubah nasib dengan mengejar ilmu sebagai keyakinannya untuk hidup lebih baik dan dari ilmu dirinya di pertemukan dengan bidadari surga yang tidak semua orang bisa seberuntung dirinya.


Kalau mengingat semua kejadian yang telah lewat pertemuan yang tidak disengaja, perkenalan juga yang tidak ada dalam pikirannya, sepertinya tuhan mudahkan tiap jalannya hanya saja perpisahan setelah perkenalan yang cukup menyakitkan tapi semua ternyata jalan tuhan agar dirinya bisa sabar dengan harapan untuk mendapatkan seseorang yang spesial itu harus ada perjuangan darinya.


Kini hanya rasa syukur yang Andika panjatkan pada tuhan atas semua nikmat yang telah tuhan berikan pada dirinya berupa istri yang cantik serta sholeha, buah hati yang menyejukkan hati dan tumbuh sehat di usianya sekarang ini.


Begitupun dengan karir seiring dengan kehidupan berumah tangganya semua diraihnya dengan perjuangan yang tidak mudah ada perjuangan yang harus dilaluinya sebagai proses untuk keberhasilan yang telah dicapainya dengan perjuangan.


βœ©β˜…Noteβ˜…βœ©

__ADS_1


Mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk yang masih setia membaca karya saya, sepertinya saya akan mengakhiri alur cerita "Pemilik Mata Indah" sebab saya tidak tega untuk membuat tokoh dalam cerita menderita atau tersakiti apalagi ditiadakan karena alur cerita ini sudah sempurna menurut saya.


Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih atas dukungan dan masukkannya.πŸ™πŸ’•


__ADS_2