Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
227


__ADS_3

..."Ada kalah kita di titik merasa tuhan tidak adil, dan bertanya kenapa harus saya kenapa tidak yang lain saja, jangan sedih itu tanda tuhan sayang coba ambil hikmah setelah kejadian itu bisa kita atasi, apa yang kita dapat tangis bahagiakan yaitu rencana tuhan agar kita kuat setelah jatuh" Rendra....


Tangis haru yang Allea rasakan selepas kepergian Azlan, itu yang diingat oleh Allea beberapa minggu yang lalu tapi kini ada rasa tenang yang Allea rasakan, tapi di lain hal sudah dua hari ini eyang harus di rawat dan keluarga dari papa Rendra yang disibukkan dengan urusan rumah sakit agar tidak membuat Allea cemas yang akan berpengaruh pada kandungannya.


Allea merasa orang paling beruntung sebab dirinya hanya memiliki eyang dan seorang kakak, tapi tuhan mempertemukan lelaki terhebat yang bertanggungjawab penuh walaupun dirinya tidak disampingnya dia tetap menjadi orang yang bertanggungjawab melalui pihak keluarganya untuk menggantikan tugasnya.


Bila mengingat masa yang telah lewat Allea malu pada dirinya sendiri yang sudah membuat Azlan harus menerima perlakuan yang tidak adil dari dirinya untuk menerima keberadaan dirinya disisi seorang Azlan yang tulus menerima keadaannya tanpa memaksakan kehendaknya.


Allea memandang gambar diri seseorang yang sekarang paling dirindukannya dengan mengusap bingkai terlihat sosok itu tersenyum penuh percaya diri dan terlihat pesonanya.


"Mas..terimakasih untuk banyak hal yang indah yang Al..terima dari mas...ketulusan, kasih sayang, cinta kasih dan keluarga mas yang sayang sama Al.." Allea berbicara seorang diri di kamar besar milik Azlan.


Dan sepertinya anak dalam kandungannya ikut merasakan kerinduan yang sama dia bergerak yang membuat Allea berbicara pada anaknya yang ada dalam kandungannya.


"Oh..ade juga mau berterimakasih sama papa..boleh..papa ade juga terimakasih sudah dijagain semoga papa sehat disana ade kangen disini.." tanpa sadar air mata Allea menetes membayangkan sosok itu ada disampingnya menenangkannya.


Itu kerinduan yang Allea rasakan bila seorang diri dikamar Azlan tapi keluarga Azlan selalu menghiburnya terutama mama dan mba Nasyauqi yang rajin berkunjung selepas kepergian Azlan bertugas, kehadiran si kembar juga membuat rumah besar milik kakek buyutnya makin ramai.


Membuat Allea tidak merasa sendiri ada orang-orang yang menyayanginya di saat suami tercintanya jauh dari sisinya.


"Sayang..mau ikut menjenguk eyang..?" tanya mama pada Allea dari balik pintu kamar.


"Iya ma..Al..ikut tapi Al..ganti baju dulu ya.." ujar Allea dari kamarnya meminta mama menunggunya.


"Iya..sayang mama tunggu.." ucap Candy meninggalkan kamar Allea.


Dalam mobil mewah milik Rendra, Allea dan Candy kini berada di saat mobil akan keluar gerbang rumah besar itu bersamaan mobil milik kakek yang menjemput Nasyauqi yang kebetulan datang.


"Kakek.." teriak Arshaka dari jendela mobil memanggil Rendra.


"Iya..sayang.." balas Rendra menyapa si kembar yang sepertinya ingin ikut serta.


"Bunda ikut..kakek.." rengek Arshaka menggoyangkan tangan Nasyauqi.


"Mau..kemana..pa..?" tanya Nasyauqi pada papanya yang turun dari mobilnya.


"Mau ke rumah sakit menjenguk eyang..mas mau ikut..?" tanya Rendra pada cucu tersayangnya.


"Bunda ikut..kakek.." rengek si kembar yang membuat Nasyauqi mengalah dan dirinya juga ikut serta.

__ADS_1


Arshaka duduk bersama Rendra di depan dan banyak bertanya sepanjang perjalanan.


"Ko..ayah ga ikut..?" tanya Rendra pada Arshaka soal keberadaan Andika.


"Ayah ke toko dulu..nanti ke sini ko kek..iya kan..bunda.." Arshaka meminta Nasyauqi menjelaskan pada kakeknya.


"Iya..nanti ayah ke sini..mas Andika langsung ke rumah sakit..pa..mba udah kasih tahu.." Nasyauqi menjelaskan pada papanya.


Tidak lama keduanya sudah berada di ruangan eyang yang sudah membaik keadaannya, Rendra dan Candy menemui dokter untuk bertanya tentang keadaan eyang yang membuat si kembar ingin menyusul Nasyauqi yang tidak mau melepaskan kedua anaknya terjadi sesuatu mengikutinya.


"Maaf..om.." Arshaka yang berlari menabrak seseorang yang membuat orang tersebut membantu Arshaka jatuh.


"Ya..om juga minta maaf ga melihat..ade ga kenapa-kenapakan..?" tanya seseorang itu dengan memeriksa bagian tubuh Arshaka.


"Ga..apa-apa om, maaf ya..om aku ceroboh.." ucapnya sopan pada lelaki seumuran ayahnya.


"Kenapa..mas.., mas ok.." tanya Nasyauqi pada Arshaka sebelum bertanya pada lelaki di sebelah Arshaka.


"Mas..ok bunda..cuma mas menabrak om..ini.." dengan rasa bersalah Arshaka menunduk rasa bersalah.


"Maafkan putra saya mas.." ucap Nasyauqi sopan dengan menggandeng tangan Aisyah.


"Kakek.." teriak Arshaka berlari menghampiri Rendra yang membuat lelaki itu makin bingung dengan situasi ini dan banyak pertanyaan di pikirannya siapa wanita dari putra yang menabraknya yang mengenal seorang Rendra, belum terjawab pertanyaannya muncul pertanyaan baru dengan kehadiran teman lamanya.


"Ruhi.." panggil Andika pada istrinya dengan melambaikan tangannya.


"Mas.." Nasyauqi tersenyum kepada Andika yang membuat lelaki itu sedikit mengingat senyum orang yang pernah di kenalnya sudah berapa tahun yang lalu.


"Hai..apa kabar.." sapa Andika pada Rafiq yang tidak jauh berdiri di dekat Nasyauqi.


"Baik..kamu.." tanya balik Rafiq pada Andika.


Belum sempat Andika memperkenalkan kembali Nasyauqi juga Aisyah pada Rafiq, Aisyah meminta pada Nasyauqi untuk menghampiri Rendra yang masih mendengar penjelasan dokter yang kebetulan ada di luar ruangan yang ditemani Candy juga Arshaka yang menggenggam tangan Rendra.


"Bunda..ayo..Ais..mau sama kakek.." rengek Aisyah pada Nasyauqi yang dituruti oleh Nasyauqi.


"Maaf..mas..aku ke papa dulu.." pinta Nasyauqi pelan pada Andika dan hanya mengangguk sopan Nasyauqi berikan pada Rafiq memberi tanda undur diri sopan.


"Maaf..itu istri saya sama putri kami.." Andika menjelaskan siapa wanita yang baru saja berpamitan pada dirinya.

__ADS_1


"Oh..jadi itu istri kamu dan anak-anak kamu.." Rafiq sedikit mengerti tapi belum juga rasa pemasarannya hilang putra Andika menghampiri dan meminta pada Andika untuk ikut serta pada keluarga yang sudah berkumpul di ruangan eyang Allea.


"Ayo..pa..ke tempat eyang uyut.." pinta Arshaka yang membuat Andika tidak bisa menolaknya.


"Maaf ya..fiq..saya tinggal..dulu.." Andika mengikuti langkah kaki Arshaka yang tahu ruangan eyang di rawat.


Rafiq melangkahkan kakinya dengan mengingat-ingat siapa wanita yang disebut istri Andika, yang menurutnya seperti pernah melihat senyum manis milik seseorang dan mata indah seseorang yang istimewa di hatinya bukankah seseorang itu sudah dinyatakan meninggal pikir Rafiq hingga dirinya menabrak seseorang wanita yang seperti pernah dikenal dulu sekali.


"Maaf..maaf..saya tidak sengaja.." ucap Rafiq pada wanita yang ditabraknya.


"Mas..Rafiq.." serunya menyapa Rafiq yang sepertinya dia lupa siapa dirinya.


"Saya adik kelas sma mas Rafiq.." ucapnya sepertinya dia ingin Rafiq mengingatnya.


"Maaf ya kalau ga salah..Gladis..maaf ya kalau saya salah.." Rafiq hanya berusaha sopan mengingatnya.


"Benar..mas..ada keperluan apa mas..di sini..?" tanya Gladis ingin tahu yang sepertinya Rafiq tidak ingin urusannya di kepoin orang.


"Hanya menenggok teman.." ujarnya yang terlihat tidak nyaman.


"Kirain mas yang sakit.." candaan Gladis yang membuat Rafiq makin tidak nyaman.


"Oh..ya..ada kepentingan apa ya..kamu disini?" tanya Rafiq sebab dirinya bingung mau bertanya apa.


"Papi sakit..mas..ada di ruang icu.." Gladis menjelaskan dengan muka sedih.


"Semoga lekas sembuh..ya.." seru Rafiq yang terlihat sedikit gelisah.


"Terimakasih mas.." balasnya seperti senang sebab Rafiq lelaki yang selama ini di kaguminya mengenalnya dan memberikan rasa prihatin pada papinya.


Sesaat Rafiq berbincang tapi tidak lama dia undur diri dengan memberikan alasan ada kepentingan lain dan tidak bisa lama-lama bersama dengan dirinya, dan Gladis mengerti itu.


Rafiq tidak mengetahui Gladis pengagum rahasianya yang telah membahayakan orang yang berada di dekatnya walaupun sekarang dia sudah berubah sesuai janjinya pada Rendra yang telah memberikan kehidupan baru dan untuk menerima takdir di luar sana akan ada orang yang lebih tulus mencintainya.


Di lain tempat dan di lokasi yang sama keluarga Rendra masih memberikan semangat pada eyang dengan kehadiran keluarganya yang berkunjung menemuinya dan eyang melihat kondisi Allea yang terlihat sehat dengan tidak merasa sedih di tinggalkan Azlan untuk bertugas membuat eyang bersyukur Allea bersama orang-orang yang menyayanginya.


Begitu pun Allea memberikan semangat agar eyang tidak lagi khawatir dengan keadaannya sebab dia bersama keluarga besar Azlan yang sayang kepadanya seperti bagian dari keluarganya yang bukan lagi menantu keluarga besar Rendra.


Rendra menerima Allea seperti anak bukan menantunya baginya tidak ada bedanya mau anak maupun menantu, dia terbiasa dengan keluarga besar yang tidak mengajarkan mana ipar mana sepupu baginya semua keluarga bukannya sesama muslim saja saudara apalagi ini ada ikatan darah juga perkawinan jadi tidak ada batasan untuk hal itu yang membuatnya ada jarak Rendra tidak suka itu.

__ADS_1


Itu yang membuat Candy makin cinta pada Rendra yang sederhana, penyayang dan lembut serta romantis, tidak hanya pada keluarganya saja tapi pada orang yang di kenalnya yang begitu mengaguminya walaupun dirinya tidak menyukai di kagumi baginya itu terlalu berlebihan.


__ADS_2