
..."Tuhan ku yakin rencana-Mu terbaik untukku " Rendra...
Hari ini hari yang membahagiakan buat Ainun yang akan keluar dari rumah sakit, tapi sayang dua hari kedepan Ainun akan di tinggalkan seorang diri di negara orang oleh kedua orang tuanya yang harus pulang ke tanah air tercinta.
Ainun sendiri sesuai rencana akan tinggal di jerman selama setahun dan diisi dengan mengambil study kuliner yang selama ini jadi hobinya, soal karir kedokterannya Rendra berharap hanya untuk keluarganya saja, Rendra tidak ingin Ainun mengingat masa suram itu yang sedikit banyak meninggalkan trauma untuk putri tercintanya.
Ainun sendiri sedikit ragu saat pertama kali melihat gambar dirinya yang seperti orang baru baginya tapi dokter menyakinkan dirinya semua akan baik-baik saja seiring waktu.
Candy dan Rendra yang melihatnya memang masih asing tapi yang keduanya lihat Ainun terlihat jadi lebih dewasa dan terlihat garis wajah seperti tante dari Rendra yang memang ada garis keturunan dari jerman.
Seperti saat ini Ainun berdiri dibalkon apartemen yang dipilihkan papanya yang terletak di tengah kota dengan segala pelengkapan yang dibutuhkan oleh Ainun selama tinggal disini.
Indra yang sangat menyayanginya sangat merindukan sosok yang lebih dari adik buatnya hingga dia ingin sekali memeluknya secara langsung sebagai tanda bahwa Ainun tidak sendiri ada keluarga yang selalu menjaga dan mendukungnya tapi kesibukan yang tidak bisa ditinggalkannya yang bisa dilakukan hanya lewat telpon seperti saat ini.
"Sayang..mas..Indra kangen..nih.." panggil mamanya memberikan ponsel baru milik Ainun.
★★ "Assalamualaikum..Nasyauqi (yang dirindukan)" panggilan itu yang sekarang Indra berikan untuk Ainun.
Berawal dari Indra yang memanggil Ainun Nasyauqi semua keluarga besarnya memanggil Ainun dengan nama baru untuk Ainun dan Rendra sebagai papa setuju memang Ainun sosok yang dirindukan oleh keluarga besarnya.
★★ " Waalaikum salam..mas.." balas Nasyauqi dengan tertawa senang.
Keduanya asyik bertelepon ria bersama Nisrina juga yang keduanya saling berbagi cerita tentang apapun tapi Indra dan Nisrina tahu batasan mana yang tidak ingin mengembalikan ingatan masa lalu yang menyakiti hati Ainun..eh..ups lupa Nasyauqi.
Selepas kepulangan kedua orang tuanya Nasyauqi menjalankan study kulinernya yang senang di lakukan dari masa belianya yang berawal dari suka menganggu mamanya bila membuat kue diwaktu luangnya saat libur dinas.
Nasyauqi lebih spesifikasi pada kue-kue dan selebihnya waktunya dia habiskan untuk baca membaca buku-buku, dia tidak banyak bergaul dengan orang lain kawan study yang mengenalnya sebagai seorang yang pendiam dan tertutup hingga hanya sebatas pembahasan study tidak lebih itu yang dilakukannya selama setahun.
Hanya sesekali papa mamanya berkunjung begitu juga dengan kakek juga neneknya yang merindukannya berkunjung sekaligus ada perjalanan bisnis untuk bertemu beberapa kolega bisnisnya, juga kerabat jauh dari kakeknya yang ada garis keturunan dari jerman.
Ternyata setahun bukan waktu sebentar tapi bila dilaluinya dengan ikhlas tidak terasa semua serasa sekejap mata, itu yang Nasyauqi rasakan.
Rumah dan keluarga bagi Nasyauqi adalah dua hal yang selalu dirindukannya, seperti sore ini dia sudah tidak lagi ada di negara yang terkenal dengan tembok berlin yang dimilikinya, wangi aroma kamar yang entah sudah berapa lama ditinggalkan masih tetap sama menurutnya.
Dia berencana membuka toko kue dan sudah di siapkan oleh papanya untuk mengisi waktu juga menyibukkan diri dan orang terdekat sangat setuju sebab hasil study kulinernya bukan hanya mendukung tapi dia lulusan terbaik jadi apa salahnya memanfaatkan ilmunya.
Toko kue itu terletak di jantung kota berarti tidak jauh dari mabes dimana Andika berdinas, toko kue itu juga menyediakan makan ditempat untuk sekedar dessert atau ngopi cantik yang menyediakan kursi meja tapi tidak dalam toko hanya di depan toko yang memiliki halaman cukup luas termasuk parkir, kursi bangku tertutupi dengan tenda cantik yang jelas gaul anak muda gitu.
__ADS_1
Toko kue itu diberi nama ~ Nasyauqi Cake ~ walaupun tergolong baru Nasyauqi yang memanfaatkan media sosial sebagi tempat untuk mempromosikan produknya selain itu promo langsung lewat WO milik papanya, yang melibatkannya untuk keperluan acara apapun juga lewat keluarga yang banyak memiliki rekan merekomendasikan untuk membeli kue-kue untuk keperluan apapun di toko Nasyauqi cake.
Kue-kue yang Nasyauqi siapkan lebih mendominasi cake yang hampir disukai oleh semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa.
Semua pelanggan tidak ada yang mengenalnya siapa pemilik Nasyauqi cake sebab dia lebih suka dibelakang untuk turun langsung walaupun ada chef yang membantunya tapi dia lebih puas turun langsung dari pada melihat-lihat apalagi mengatur itu bukan dirinya.
Seperti sore ini terlihat ramai anak muda ngopi cantik dengan sedikit bincang santai, mereka memesan beberapa cap cake juga kopi untuk menemani bincang santai ini.
Ramai pengujung sore ini dari sekedar untuk buah tangan tapi ada juga yang memesan untuk keperluan pertemuan seperti saat ini seseorang memesan untuk keperluan ulang tahun berapa lusin cup cake juga kue ulang tahun yang diambil hari libur besok.
Untuk kue ulang tahun dia meminta di hias sesuai umur yang berulang tahun yang kebetulan anak-anak meminta tema anak pada pelayan yang mencatat hanya tersenyum sebab yang memesan lelaki muda yang sudah menjadi langganan tetap walaupun hanya ngopi santai tapi kali ini berbeda dia memesan kue ulang tahun.
"Yang ulang tahun..anak..ya..mas.." tanya pelayan ingin tahu.
"Mau..tahu aja.." balasnya dengan membayar pesanannya.
"Maaf..mas jam berapa pesanan mau diambil.." tanya pelayan sopan.
"Toko buka jam berapa " tanyanya dengan tersenyum ramah.
"Sembilan..mas.." jawab pelayan dengan sibuk merapikan kotak kue.
"Baik saya akan ambil jam sepuluh tapi sudah di bungkus..ya.." pintanya sebelum pergi.
Nasyauqi mendengar semua percakapan pegawainya dengan seseorang yang sangat dikenalnya dulu dan Nasyauqi teringat ada yang berulang tahun besok di panti milik papanya, apa lelaki itu memesan untuk anak panti atau untuk anaknya yang jelas Nasyauqi tidak tahu dan tidak ingin mencari tahu.
Nasyauqi hanya mengingat semua momen bersama lelaki itu dan menurutnya dia masih seperti yang dulu ramah, senyum yang selalu menghangatkan beruntunglah orang yang bersamanya itu pikirnya.
Ada rasa getir yang menyayat hatinya rasa kehilangan sosok yang beberapa tahun lalu mengisi relung hatinya dengan canda dan tawa yang menyenangkan darinya.
__ADS_1
"Ada..yang bisa saya bantu mba.." tanya salah satu pegawainya pada Nasyauqi yang terlihat berkaca-kaca.
"Ga..terimakasih.." ujar Nasyauqi mengelap ujung matanya dengan sopan serta senyum yang dipaksakan.
Seseorang itu meninggalkan kesan mendalam dalam perjalanan hidup Nasyauqi yang baru pernah merasakan dicintai seseorang yang awalnya hanya sosok abstrak sebagai pelarian masalah dari seseorang tapi ternyata sosok itu hadir dalam bentuk yang nyata.
Dia yang menyenangkan sopan, ramah serta tanpa memaksakan lebih memilih kenyamanan seseorang di dekatnya bukan keegoisan dirinya.
"Mba..pesanan yang ini minta dihias karakter anak.." ujar pegawai Nasyauqi.
"Ya.." jawab Nasyauqi singkat tertunduk.
Seiring perjalanan waktu seseorang itu akan melupakan dirinya itu pikir Nasyauqi, mungkin dirinya bukan yang terbaik dan tepat untuk seseorang itu Nasyauqi membesarkan hatinya yang saat ini berdiri memandang jalanan yang ramai sore menjelang malam ini dari balik jendela ruang pribadinya.
Dia yang terlihat tegas tanpa kompromi dibalik seragamnya tersimpan sikap yang humoris, jail dan sedikit ngombal itu sudah terbilang sempurna bagi Nasyauqi yang baru mengenalnya.
"Jaga dirimu baik-baik..kak.." ucapnya dengan tangan menyentuh kaca jendela.
Seperti biasa toko tutup jam sembilan, sopir pribadi kakeknya dengan setia menunggu di depan tapi kali ini Nasyauqi belum kunjung keluar yang membuat sopirnya khawatir padahal toko sudah tutup setengah jam yang lalu.
Sopir masuk kedalam dilihatnya Nasyauqi masih sibuk menghias kue yang dipesan seseorang itu dengan tangannya sendiri yang membuat sopir bertanya menggodanya.
"Ada..yang ulang tahun..nih.." ujar sopir dengan berdiri tidak jauh darinya.
"Bapak mengagetkan saja.." protes Nasyauqi pada sopirnya yang sudah seperti paman buatnya.
"Non..kayaknya special ya.." godanya dengan mencicipi sisa kue di dekatnya.
"Ga..pak..itu..tuh..kalau mau.." Nasyauqi menunjukkan kue di meja yang masih utuh.
"Ga..non..enak yang ini.." jawabnya dengan masih mengunyah.
"Cantik..bener.." serunya melihat hasil buatan Nasyauqi.
"Cantikan..mana pak sama yang buat.." balas Nasyauqi dengan tertawa.
"Ya..cantikan non lah..masa di samain sama..kue..non..non..ada aja.." ujarnya dengan ikut tertawa.
__ADS_1
Seperti itulah Nasyauqi yang tidak pernah berubah tetap ramah, peduli, ceria dimana letak orang menilai dia menyakiti hati orang lain itu yang selalu jadi pertanyaan yang belum terjawab dipikiran Rendra selaku papanya.