Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
80


__ADS_3

"Keberhasilan dilalui dengan proses yang panjang jangan lelah di dalam menjalankan prosesnya sebab tiap langkahnya banyak yang harus diperjuangkan, hendaknya tidak ada kata menyerah nikmati saja akan indah pada waktunya" Candy.


Holiday seharusnya menjadi hari yang indah buat menghilangkan kepenatan dari rutinitas kerja ataupun aktifitas yang lain, tapi tidak untuk Rendra dan kawan satu timnya hari ini menjadi hari yang akan terus di kenang terutama untuk seorang yang terkenal play boy siapa lagi kalau bukan Farel.


"Gimana...Kapt...mba Can...bisakan ikut..." tanya Alfa yang hari terlihat sangat keren dengan baju casualnya hampir seperti penampilan oppa-oppa korea.


"Ok..." Rendra menjawab singkat lebih memfokuskan matanya pada penampilan Alfa yang tidak seperti biasanya.


"Kapt...maaf ada yang salah ya..." tanya Alfa seperti ada yang aneh dengan jawaban Rendra yang biasanya sedikit detail saat ini berbeda hanya matanya yang menatap tanpa bicara.


"Ga...hanya saja kamu...keren" ucapnya dengan memberikan tanda jempolnya ke Alfa yang malu di puji Rendra menundukkan matanya dan hanya tersenyum kecil.


Semua sudah di atur tempat pertemuan dan strategi apa yang harus di lakukan dengan matang hingga semuanya diharapkan berjalan sesuai rencana.


Farel membuat janji dengan perempuan yang meminta pertanggungjawaban untuk bertemu dan hanya berdua saja supaya bisa memastikan apa benar yang perempuan itu dituduhkan ke dirinya.


"Kenapa ga di kafe aja sih...seperti biasanya kita ngobrol" ucap perempuan cantik yang tanpa menaruh curiga ke Farel dan menuruti kemauan Farel.


"Kitakan mau ngomongin masa depan kenapa harus di omongin di kafe harus di omongin ditempat yang spesial dong..." Farel berucap santai tapi masuk akal juga menurut perempuan cantik yang bersama Farel.


"Ok...gue setuju" balas perempuan cantik itu singkat, menurutnya ucapan Farel masuk akal.


Laju kendaraan yang di bawa Farel memasuki sebuah rumah yang lebih tepatnya seperti Villa milik keluarga mewah yang membuat perempuan cantik itu bertanya ke Farel.


"Milik keluarga loe" ucapnya masih belum menaruh curiga ke Farel.


"Bukan...cantik ini milik salah seorang rekan kerja gue yang kebetulan juga kita mau ada acara disini" ucap Farel menjelaskan walaupun sedikit membuat perempuan cantik itu terkejut.


"Bukannya...kita mau ngomongin pertanggungjawaban ko...ada orang lain" balas perempuan cantik itu mulai sedikit marah.


"Biar ada saksi saat gue melamar loe...biar berkesan romantis aja walaupun gue sudah mencuri star duluan menurut loe" ucap Farel yang terdengar menyudutkan sekaligus membuat perempuan cantik itu diam tidak melanjutkan langkahnya.


"Ko...diam ayo...masuk" Farel mengajak masuk ke dalam Villa yang mewah itu.


"Berarti kita bermalam di sini..." ucap perempuan cantik itu meminta penjelasan ke Farel.


"Masalah...bukannya loe...pernah bermalam di hotel malam itu" ujar Farel ke perempuan cantik itu yang diam tidak berkata sepatah katapun, membenarkan ucapan Farel.

__ADS_1


Farel mengajak masuk perempuan cantik itu dan kebetulan didalam sudah datang lebih dahulu semua kawan timnya dengan santainya Farel memperkenalkan satu persatu kawannya ditambah Mba Candy dan Vera serta jagoan kecilnya tidak ketinggalan Ainun dan hadir juga Rena calon istri Panji yang di minta Candy menemaninya.


Waktu yang tunggu-tunggu akhirnya tiba proses lamaran romantis yang hanya rekayasa berjalan mulus dan malam sudah menjelang saat waktunya istirahat, Rendra menyuruh Candy satu kamar dengan Rena sebab Rendra tidak mau kecolongan untuk villanya sebagai tempat maksiat, begitu juga dengan Ifan bersama istrinya di tempatkan satu kamar dan hanya pengecualian untuk Farel yang disuruhnya satu kamar dengan perempuan cantik itu dikarenakan akan memberikan perangkap untuk mencari penyelesaian masalah Farel.


"Loh...ko...ikut masuk sih" ucap perempuan cantik itu sedikit ada rasa takut terlihat dari suara yang di keluarkan dari mulutnya.


"Bukannya ini kamar gue juga...bukannya kita sudah pernah melakukannya kenapa harus jadi takut dan malu" ujar Farel pura-pura menutup pintu dan menguncinya.


Farel melepaskan bajunya yang membuat perempuan cantik itu menutup matanya merasa malu, Farel hanya tersenyum datar dan Farel sepertinya tahu bawa perempuan ini gadis baik-baik terlihat dia tidak ingin melihat Farel melepaskan bajunya.


"Bukannya loe...sudah pernah melihat tubuh gagah gue...kenapa harus menutup mata loe" Farel terucap tepat di telinga perempuan cantik yang membuatnya membuka matanya dan berusaha bergeser dari posisinya.


Farel makin yakin kalau perempuan cantik ini hanya ingin memerasnya, Farel makin melanjutkan niatnya walaupun hanya ingin membuat efek marah perempuan cantik ini.


Farel seolah-olah ingin mengajaknya untuk tidur bersama seperti mengulang apa yang sudah di lakukan di hotel bersamanya.


"Mau...ngapain loe.." dengan sedikit takut perempuan berusaha menghindar dari Farel.


"Bukannya kita sudah melakukan kenapa harus menolaknya dan gue juga sudah menyanggupi bertangung jawab" Farel berkata seolah-olah benar pernah melakukannya.


"Bukan begitu tapi...ada bayi dalam perutku" perempuan cantik itu berkata dengan menujukkan perutnya.


Saat Farel akan menciumnya perempuan cantik itu berteriak yang membuat seisi villa terkejut bukan kepalang.


"Jangan-jangan Mas....Jangan..." teriak perempuan cantik itu seiring ketukan dari pintu kamar oleh Rendra beserta penghuni lainnya.


Begitu pintu di buka Rendra pura-pura marah dan menampar muka Farel yang kaget di luar skenario menurutnya.


"Kau apakah dia...hingga berteriak-teriak bukannya kau sudah melamarnya dan akan tiba waktunya untuk hal yang satu itu" muka Rendra terlihat serius berucap yang membuat perempuan cantik itu merasa dibela.


"Ini bukan yang pertama kali...bro hanya saja kenapa sekarang dia menolaknya" Farel pura-pura berusaha membela diri dan dengan suara yang cukup keras.


"Apa...kamu sudah..." ujar Ifan juga pura-pura terkejut dengan menyembunyikan senyumnya.


"Bukannya...loe bilang loe hamil karena gue dan sekarang hamil anak gue" Farel makin ingin membela diri, pura-pura menjelaskan kondisi perempuan cantik itu.


"Boleh dong...gue minta melakukan itu lagi..." Farel makin mengeluarkan apa yang ingin di disampaikannya yang di saksikan semuanya.

__ADS_1


"Ok...biar jelas ada istri saya...mohon kerja samanya ya..." Rendra mempersilahkan Candy membawa perempuan itu untuk di periksa dan Rena ikut serta bersamanya.


Tanpa butuh beberapa lama Candy dan Rena memeriksa dan hasilnya perempuan cantik ini tidak hamil, dan mau berterus terang kenapa dia melakukan perbuatannya kepada Farel.


"Maaf...sebenarnya...gue...hanya ingin membuat loe tidak lagi mempermainkan wanita seenak hatimu saja" ucapnya ke semua yang hadir di situ dengan menunjuk Farel.


"Atas permintaan siapa..." teriak Farel mengeluarkan kemarahannya ke perempuan cantik itu.


"Ok...gue..akan menjelaskan semua...perkenalkan saya Nafandra Naila Maulana (Wanita cantik berani penuh anugrah juga mulia), pekerjaanku dosen seni di universitas....dan saya tinggal seorang diri di kota ini, saya tidak ada yang memerintahkan untuk melakukan ini, saya hanya ingin membuat anda jerah saja sebab saya sudah pernah melihat dan mendengar beberapa wanita menceritakan soal siapa anda dan bagaimana sepak terjang anda ke kaumku, saya pribadi ingin menyadarkan bahwa perbuatan anda itu menyakiti kaumku, saya mohon maaf bila sudah membuat semua jadi kesusahan dari perbuatan saya" Nafandra menangkupkan kedua tangannya tanda meminta maaf.


"Ok...kami maafkan tapi tidak semudah itu..." ucap Rendra ke Nafandra yang terdiam begitu juga yang lainnya.


"Bukannya aku sudah meminta maaf...terus aku harus melakukan apa" Nafandra sudah merendahkan dirinya dan menerima hukuman dari kesalahannya.


"Kamu...harus jadi pacar beneran Farel bila perlu siap jadi istrinya dan tidak dalam waktu yang lama" ucap Rendra tanpa meminta persetujuan dari Farel terlebih dulu.


"No...no...bro, ini sudah di luar skenario" ujar Farel dengan muka menunjukkan tidak sukanya.


"Bener...nih...loe nolak" ujar Ifan yang serius berucap dengan menepuk pundak Farel.


"Kalau loe nolak...gue kasih ke...." ucap Rendra yang belum melanjutkan sudah di balas terlebih dahulu oleh Farel.


"Iya...ya gue mau...bro" ucap Farel dengan muka yang masih bingung dengan hukuman yang diberikan ke Nafandra dari Rendra.


"Ini mah...hukumannya bikin enak...bang" ujar Alfa yang merasa jadi obat nyamuk di di situasi ini.


Siapapun tidak akan menolak sebab Nafandra cantik, postur tubuh pantas jadi model dengan warna kulit kuning langsat.


"Gimana...Nafandra kamu siap menerima hukuman ini..." ujar Ifan dengan serius ke Nafandra.


"Nafa...ini akan jadi ibadah dan Farel juga akan jadi pribadi yang lebih baik lagi sebab kamu akan jadi penggigat apa yang selama ini dia lakukan itu tidak baik untuknya" ucap Rendra yang menjelaskan dengan detail.


"Mungkin ini jalan tuhan juga..." ucap Panji yang menambahkan.


"Baik...lah tapi boleh kan saya meminta sesuatu hal, bila mana di dalam perjalanan pengenalan pribadi ini tidak ada kecocokan apa boleh saya mundur" ucap Nafandra ke Rendra sebagai komandan Farel.


"Itu sudah bukan kewenanganku...itu hakmu tidak boleh siapapun menolaknya" ucap Rendra memberikan keadilan ke Nafandra.

__ADS_1


Akhirnya Farel dan Nafandra bersepakat menerima keputusan Rendra sebagai hukuman sekaligus memberikan jalan jodoh untuk Farel agar menyegerakan menikah sebagai ibadah dan semua pun setuju dengan hukuman yang di berikan Rendra.


Semua mengakui kehebatan Rendra dalam mencarikan jalan keluar dari tiap persoalan yang dihadapinya oleh anggota timnya, tidak sia-sia mempunyai Kapten yang tidak cuma penampilan saja yang hand some tapi juga smart penuh karisma.


__ADS_2