
Di Tempat Dinas
Rendra sudah dinas seperti biasanya, dan rutinitas yang biasa juga hanya sesekali ada sesi latihan untuk mengasah kemampuan dan kekompakan dalam timnya.
Pagi ini setelah melakukan sholat subuh di masjid kompleks rumah dinas, Rendra lari pagi sebagai rutinitas pagi harinya sebelumnya berdinas, hanya mengelilingi lapangan hingga beberapa putaran saja.
Saat akan kembali jalan pulang berpapasan sepasang sejoli yang bersenda gurau,Rendra teringat akan Candy entah apa yang di lakukannya sepagi ini sebagai rutinitas paginya.
"Kapan waktu itu akan datang padaku" batin Rendra yang terus melanjutkan jalannya untuk rumah dinasnya, mempersiapkan diri sebelum berdinas.
"Siap...kapt...baru selesai " ucap Ifan yang sudah rapi dengan seragam dinasnya.
"Kamu yang kepagian..." Rendra menepuk pundak Ifan yang sudah ada di depan teras rumah dinasnya.
Rendra tahu kalau Ifan, datang sebelum waktu dinas pasti punya masalah dan Rendra biasanya di jadikan tempat curhat juga diminta jalan keluarnya tapi, bukan Ifan saja semuanya.
"Gue..bersih - bersih dulu" Rendra masuk membiarkan Ifan duduk didepan tv.
Tidak beberapa lama Rendra keluar dengan membawa dua piring berisikan sarapan yang sudah Rendra siapkan sebelum lari pagi tadi.
"Makasih bro...sarapannya "Ifan memindahkan piringnya yang telah isinya berpindah tinggal,piring kosong yang di letakkan di dapur.
Rendra hanya tersenyum, dan memindahkan acara tv dengan remote.
"loe....ok..."Rendra yang tahu Ifan menonton tv tapi pandangan nya kosong.
"Entah lah...gue bingung "Ifan menjawab dengan malas.
"Gue...mau di jodohin sama orang yang ga gue kenal orangnya" Ifan dengan muka datar, antara setuju dan tidak dengan apa yang harus dipilihnya.
"Terus..."Rendra masih ingin Ifan ceritain masala nya biar tahu apa yang harus diambil jalan keluarnya.
__ADS_1
"Gue bingung mau nolak atau nerima" Ifan diam sambil melamun memikirkan masalahnya.
"loe...harus punya alasan kalau mau nolak biar mereka yakin " Rendra memberikan pilihan untuk Ifan.
"Atau loe liat dan kenalin dulu tuh calon dari orang tua loe " Rendra memberikan jalan keluar agar jadi pertimbangan buat Ifan.
"Maaf...loe punya calon ga, enak nolaknya kalau loe punya calon" Ifan membenarkan ucapan Rendra yang menurutnya masuk akal.
"Makasih..bro gue udah tenang jadinya " Ifan menunjukkan muka senangnya.
"Sialan..loe pergi ke sini ga ajak- ajak"ucap Panji tiba -tiba masuk bersamaan Farel juga Alfa meninju tangan Ifan tapi hanya becanda.
"Seneng bener tu...gigi bisa kering nyengir mulu " Alfa kepo dengan penampilan Ifan yang masih tetep nyengir.
"Mau tahu bae..."Ifan protes dengan ke kepoan Alfa.
Mereka bersiap untuk melakukan apel pagi sebagai rutinitas pagi di tempat dinas sebelum melaku tugas yang akan dijalaninya.
Sepulang dari Masjid sehabis sholat dzuhur, Renda di panggil atasannya di kantornya.
"Ada apa kapt..."Alfa penasaran.
"Ada tugas baru yang harus di laksanakan ...enam bulan lamanya kita di sana" Rendra menjelaskan ke kawan satu timnya.
"Siap..Kapt "ucap Panji dengan sikap tegak berdiri.
Saat menerima tugas dari Komandannya seorang Rendra tidak seperti biasanya merasa berat meninggalkan kota ini walaupun cuma enam bulan lamanya tapi tugas bukan penolakan buat seorang Rendra harus diterimanya dengan penuh rasa tanggungjawab dan keikhlasan serta tulus menerima, berharap akan ada kebaikan yang didapat kedepannya.
"Ko...ga semangat sih Kapt " ujar Ifan melihat Rendra tidak semangat seperti biasanya.
"Ada hati yang harus ku tinggal " ucap Rendra menunduk.
__ADS_1
Rendra mengingat seseorang yang akan di ditinggalkannya untuk waktu yang terbilang cukup lama padahal sebelumnya pernah ditugaskan hampir dua tahun lama jauh dari keluarga tapi tidak seberat seperti sekarang ini rasanya untuk kepergian dinas ini, seakan waktu ingin di hentikan saja atau langsung dipercepat hingga terlewati waktu untuk dinas ini, tapi tuhan selalu punya rencana yang lain yang tidak semuanya semau yang kita mau.
"Gue tambah penasaran sama itu cewe yang bikin loe bucin abis " Panji menepuk pundak Rendra.
"Gue...kira yang bucin Farel,eh...loe lebih bucin " ucap Panji lagi.
"Nanti juga tahu, tunggu waktunya"Rendra tersenyum ke Panji.
"Serius bro...tapi kita ga pernah liat loe jalan bareng " Farel ikutan kepo dengan apa yang Rendra ucapkan.
"Ya,itu...cara kami saling jaga hati sampai waktunya tiba" Rendra menjelaskan yang mungkin hanya Rendra dan Candy yang bisa melewati ini.
"Serius loe ga kangen"ujar Farel yang terkenal play boy penasaran.
"Kangen...lah...ku titipkan sama pemilik hatinya agar di sampaikan dan di jaga untukku" Rendra membayangkan mata indah Candy yang pesona tidak di miliki oleh Orang lain.
"Parah....hampir tingkat halu "Alfa seperti ga percaya dengan apa yang di ucapkan Rendra.
"Terserah kalian mau menilai apa, yang jelas kami menjalankannya seperti itu, dan dia sangat spesial buat ku" Rendra tidak butuh mereka percaya dengan apa yang dia rasakan .
"lima hari lagi kita pergi persiapankan diri kalian"Rendra dengan suara tegas memerintahkan.
"Kumpul ditempat biasa tampa terlambat" ucap Rendra dengan tegas.
"Sempatkan diri berpamitan kepada Orang tua dan yang punya kekasih silakan berpamitan terlebih dahulu agar saling mendo'akan walaupun berjauhan tapi bahasa hati selalu terasa dekat" ucap Rendra yang hari ini tidak pelit sama yang namanya ngomong juga senyum dilihat aneh oleh kawan satu timnya.
Mereka masih belum percaya sama ucapan Rendra, sebab biasanya orang punya pacar pasti saling tukar kabar kok ini tidak pernah ada, jalan barengpun tidak pernah mereka lihat jalan dengan siapapun, seorang Rendra yang hari -hari hanya dsibukan dengan tugas dan tugas, menurut mereka Rendra halunya sudah tingkat dewa, sebab terlalu lama sendiri dan tugas yang jadi kekasih setianya selama ini, yang mereka tahu itu tidak lebih.
Kawan satu tim yang selama ini jadi teman jalan seorang Rendra, tidak ada yang lain selebihnya hanya tugas yang menyertainya kemanapun.
Kumpul di rumah dinas Rendra tempat kawan satu timnya bermalam atau sekedar ngobrol menemani malam-malam bersama jadi kapan melihat Rendra dengan yang namanya pacar.
__ADS_1
Dalam menjalankan misi pun seorang Rendra penuh semangat dan selalu di jalankan dengan baik dan hasilnya sangat memuaskan dan selalu mendapatkan ekspektasi yang baik dengan banyak penghargaan jadi kapan untuk mikir seorang gadis, hanya misi, strategi, eksekusi itu yang sering di dengar dan dibahas nya.
Mungkin akan ada waktu untuk berpihak kepada keinginan yang di inginkannya, tapi itu waktu atau sang pengatur yang mengaturnya untuk mengabulkan salah satu harapan atau keinginan yang teruntai dalam tiap do'a.