
"Akan tiba dimana aku berdiri di hadapan mu menatap wajahmu yang tersipu malu dan berkata akhirnya kita dipersatukan " Rendra.
Gemericik air terdengar dari kamar mandi Rendra mengginap, dia mengambil air wudhu dan dilanjutkan melaksanakan sholat dipersetiga malamnya, di setiap sujud terakhirnya dia mohon kemudahan di acara pernikahannya yang akan berlangsung esok pagi.
Begitupun dengan Candy melakukan hal yang sama dalam do'a berharap Rendra adalah jodoh yang tuhan kirim untuknya dengan air mata yang mengalir hingga isakan kecil terdengar.
Keduanya dalam khusyuk menyerahkan semua urusannya kepada Sang pemilik kehidupan, pengatur sebaik-baiknya pengatur.
Suara adzan subuh berkumandang, menandakan pagi aktifitas mulai berawal, mata Candy memandang jauh keluar jendela yang terlihat ada tetes embun menempel di tiap dinding kacanya, mengingat seseorang dengan senyum yang termanis dan sapaan lembut terdengar bila bersamanya.
Dinginnya air pagi membasahi badannya menambah kesegaran wajahnya yang akan di rias MUA yang sudah datang merapikan peralatannya, sesuai perintah Rendra hanya riasan senatural mungkin bukan berarti tidak di rias saja sekalian benarkan begitu.
Gaun yang akan Candy kenakan berwarna cream berhiaskan bebatuan manik-manik di seluruh gaun dengan kerudung senada dengan warna gaun menambah anggun di wajah imutnya dan riasan pengantinnya lebih menonjol pesona matanya yang paling indah.
"Can...cantik...banget" ucap mba Salma yang dibikin kangum melihat kecantikan Candy yang jarang dandan, Candy menunduk malu.
"Iya...Can...kamu cantik banget" ucap Rahma yang ada dekatnya menggendong Nisrina.
Keluarga besar Candy sudah bersiap menuju gedung acara akad nikah, yang telah disiapkan dengan dekorasi sesuai keinginan keduanya.
Candy menempati tempat di dalam ruangan yang tidak disandingkan duduk berdua dengan Rendra untuk prosesi akad nikah.
__ADS_1
Keluarga besar Rendra dan rombongan menempati ruangan pihak WO telah mengatur susunan acara dengan di pandu MC untuk lebih tersusun agar acara berjalan dengan baik dan sesuai jadwal.
Setelah acara sambutan dan penerimaan dari kedua keluarga serta pemeriksaan berkas surat nikah oleh pihak urusan agama berserta petugas dari kantor urusan agama yang akan menikahkan Rendra dan Candy.
Saat ini Rendra sudah duduk di depan yang sudah bersanding dengan beberapa orang di antaranya ayah Candy yang akan menjadikannya wali nikah Candy, Petugas memeriksa ulang berkas dan menanyakan kesiapan Rendra dan ayah serta Candy yang sudah ada didalam ruangan.
Candy di tanyakan kesiapannya dan memohon ijin kepada ayahnya sebagai walinya untuk di nikahkan dengan Rendra yang menjadi lelaki pilihannya, Candy dan ayah di dalam ruangan tetapi tidak di sandingkan dengan Rendra hanya terlihat di layar yang disiapkan pihak WO, Rendra dibikin kangum melihat kecantikan Candy walaupun di rias natural pesona Pemilik Mata Indah Itu membuat Rendra tidak bisa menggedipkan matanya.
"Ayah...Can...mohon ijin..untuk dinikahkan dengan seseorang yang telah jadi pilihan Can..yaitu mas Rendra Himawan Wijaya, Can...mengatakan dengan kesadaran dan ketulusan karena Allah...mohon Ayah ijinkan dan jadilah wali Can..ayah..maafkan segala khilaf...Can...sama ayah yang belum memberikan yang terbaik untukmu -ayah" isak terdengar di suara Candy dengan tangan memegang tangan ayah.
"Cantiknya...ayah...ayah sayang Can...tanpa di minta ayah akan ijinkan dan akan ayah nikahkan dengan pria pilihan mu...Cantik, jadilah istri yang baik di mata suami dan keluarga patuhilah dan jangan dilanggar perintahnya, jaga nama baiknya dimanapun Cantik berada" ayah mengusap lembut ujung kepala Candy dengan air mata yang tidak bisa di tahan karena haru.
Ayah sudah berpindah duduk berhadapan dengan Rendra yang akan mengucap janji suci untuk menjadikan hubungan yang halal, sebelum masuk acara ijab kabul di laksanakan pihak urusan agama memberikan waktu untuk ayah Candy menyampaikan sepatah kata untuk Rendra.
"Ayah..tahu nak Rendra sanggup mencukupi kebutuhan anak ayah, ayah tahu nak Rendra bisa menjaga, mendidik, membimbing Candy, tapi tolong jangan sekali-kali kau sakit hatinya apalagi sampai kau perlakukan dengan melukai fisiknya sebab saya mendidiknya dengan kasih sayang dan bilamana kau sudah tidak mencintainya lagi tolong kembalikan kepada kami dengan baik sebagai mana kau memintanya dengan cara yang baik kepada kami, sanggupkah kau mengabulkan permintaan kami" ayah Candy dengan kesungguhan menanyakan kesanggupan Rendra.
"Insyaallah saya Rendra Himawan Wijaya dengan kesungguhan hati dan niat karena Allah akan menjaga, menyayangi, mencintai Candy Nur Aini dengan segenap jiwa dan raga dan berjanji tidak akan menyakiti bahkan menghianati jiwa dan raganya" Rendra dengan kesungguhan mengucapkan setiap baris kata dari mulutnya dengan suara tegasnya.
Kedua saksi dari kedua belah pihak sudah bersanding di antara mereka yang akan mendengar ikrar suci Rendra kepada Candy, terlebih dahulu pihak KUA bertanya ke Rendra dan Candy apakah keduanya ridho dengan pernikahan ini sebelum terucap akad dari Rendra ke Candy dan balasan jawaban dari keduanya ridho.
__ADS_1
Dikarenakan Candy meminta mas kawin ( mahar) pembacaan Ar-Rahman maka Rendra terlebih dahulu membacakan Ar-Rahman dengan suara indahnya melantunkan ayat demi ayat terucap dari bibirnya dengan fasih dan baik hafalannya menambah syahdu suasana, tapi Rendra sendiri tidak hanya memberikan pembacaan surat Ar-Rahman saja sebagai mas kawinnya ada satu set berlian yang akan di berikannya untuk Candy.
Dengan membaca basmalah petugas KUA membimbing Rendra membaca syahadat dilanjutkan dengan istighfar, dan ayah Candy sendiri yang akan menikahkan tidak di walikan, dan prosesi akan nikahpun di mulai, tangan ayah berjabatan dengan tangan Rendra dan terucap.
Ayah Candy " Saudara Rendra Himawa Wijaya bin Mayer Zain Wijaya".
Rendra " Saya".
Ayah Candy " Saya nikahkan dan dikawinkan anda dengan anak perempuanku Candy Nur Aini bin Ahmad Hidayat dengan mas kawin pembacaan surat Ar-Rahman dan sudah di bayar tunai".
Rendra " Saya, terima nikah dan kawinnya Candy Nur Aini bin Ahmad Hidayat putri bapak untuk saya sendiri dengan mas kawin pembacaan surat Ar-Rahman di bayar tunai".
Terdengar dari saksi dan yang turut hadir memberikan jawaban yang membuat Rendra senang begitupun Candy yang ada di dalam, ucapan Sah sangat bergema di dalam ruangan itu, do'a terucap dari petugas KUA dan di lanjutkan pihak saksi dan petugas KUA menyalami Rendra dan Ayah sebagai tanda selamat.
Tidak beberapa lama Candy di hadirkan untuk bersanding dihadapan saksi, Petugas KUA dan tentu saja dengan Rendra yang sekarang sudah menjadi suaminya, mata Rendra masih memandangi Candy hingga tersadar seseorang memerintahkannya untuk menerima tangan Candy yang akan menciumnya tanda patuh dan hormat kepadanya.
Saat tangan kanan Rendra di cium penuh kepatuhan, tangan kirinya menyentuh ujung kepala Candy tepat di ubun-ubunnya Rendra mengucapkan do'a "Allahumma inni as'aluka min khairiha, Wakhairi manjabal tahaa' alaihi wa audzubika minsyarrihaa wa syarrimaa jabal taha' alaika " ✩✩"Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan darinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya "✩✩.
Rendra masih dalam do'anya" Ya...Allah jadikan kami pasangan dunia akhirat, jadikan ikatan ini penguat ketaatan kepadamu, jadikan kami pasangan yang saling mengingatkan kebaikan di tiap langkahnya, dan jadikan ikatan ini saling menentramkan dan menyejukkan keduanya aaamiiin " Rendra mencium kening Candy yang membuat Candy terkejut dan rasa malu yang sekarang Candy rasakan, hanya senyum yang tunjukkan ke Candy yang dengan muka merah merona karena malu.
"Honey...kita sudah halal.." bisik Rendra ditelinga Candy yang masih didekatnya.
__ADS_1
Prosesi akad nikah sudah dilalui keduanya, setelah ucapan selamat dari kedua keluarga besar pengantin dan tamu undangan, sekarang acara sungkeman sebagai acara meminta restu untuk hubungan keduanya.
Acara ini penuh haru biru dari kedua keluarga Candy dan Rendra, terutama untuk Candy yang merasa akan terpisah dari ayah dan mas Dimas juga Rahma yang selama ini selalu ada di dekatnya.