
..."Dear..sobat, terimakasih sudah menerima baik burukku dengan tangan terbuka tapi maafkan aku yang terkadang kurang peka dengan sikap mu tapi dari lubuk hati paling dalam aku sebenarnya peduli agar memberikan ruangan waktu untuk menyelesaikan masalahmu sendiri berharap kamu akan jadi pribadi yang tangguh tapi disaat kamu butuh bersandar aku akan siapkan bahuku dengan rentangan tangan yang siap menyambutmu dengan segala bebanmu.." Rendra....
Sore menjelang long weekend ini Rendra juga Candy ingin keluarganya berkumpul di taman kota berarti tidak jauh dari kediaman Andika dan Nasyauqi, tidak ketinggalan Azlan bersama Allea juga ikut serta untuk berkumpul.
Taman yang luas membuat Aisyah dan Arshaka banyak ruang untuk bermain sepuasnya di sore ini, Rendra yang langsung dari tempat dinas agar tidak terlalu lama di jalan begitupun Azlan yang tidak sempat berganti seragam sama seperti papanya.
Sesuai janji Rendra yang lebih dulu sampai di tempat, disusul dengan kedatangan Azlan bersama Allea yang semakin terlihat kehamilannya dan terdengar suara khas yang selalu di rindukan.
"Nenek...kakek.." teriak si kembar dengan berlari menemui orang yang selalu memanjakan keduanya.
"Ayo...sini.." sambut Rendra dengan memeluk keduanya hangat.
Andika juga sepertinya tidak sempat berganti seragam hingga terlihat ketiganya berseragam angkatan hanya Rendra dan Andika yang menyandang jabatan yang sama sedangkan Azlan satu tingkat dibawah keduanya.
Mereka asyik bercengkrama dengan menikmati makanan yang sengaja Candy siapkan begitu juga dengan Nasyauqi yang sengaja membuatkan kue spesial untuk keluarganya.
Sementara Nasyauqi meninggalkan keluarga untuk keperluan menemani Allea ke kamar mandi yang disiapkan di taman kota, keduanya harus mengalami sesuatu hal yang tidak diharapkan dengan kedatangan seorang wanita yang langsung marah-marah yang di temani beberapa wanita sepertinya teman wanita itu.
"Hai..tahu diri dong..kamu sudah ditinggalkan terus sekarang masih minta balik..kan..jangan ngarep..nyadar..nyadar.." muka Allea di tunjuk-tunjuk dengan amarah yang memuncak sepertinya wanita itu marah-marah tidak jelas pada Allea yang tidak tahu asal usulnya.
"Maaf..mba..ada apa ya..dengan adik saya.." Nasyauqi yang bermaksud baik tapi malah jadi sasaran empuk para wanita yang tidak punya akhlak.
"Oh..jadi mba kakaknya ..sekalian mba dengernya adik mba harus sadar kalau suami saya itu sudah masa lalunya jadi tolong jangan dekatin suami saya lagi.." Allea yang mendengar itu berteriak histeris ingin mengeluarkan semua kekesalan masa lalunya.
"Siapa juga yang mau mendekati lelaki yang tidak bertanggungjawab..bilang sama suami kamu yang banci..dia yang sudah membuat kedua orang tuaku harus pergi..meninggalkan ku selamanya..puas..puas dan kamu bilang aku akan mau merebut suami kamu..setampan apa suami kamu..hingga aku ingin kembali padanya..sana bilang sama suami kamu aku ga takut..dia yang harus bertanggung jawab atas kejadian yang menumpahkan keluargaku.." teriak Allea dengan tangisnya yang membuat Nasyauqi khawatir dengan kehamilannya.
"Al..tenang..Al..tenang..papa...papa..mas Dika..mas.." teriak Nasyauqi yang terdengar oleh keluarganya.
Rendra, Andika dan Azlan berlari mendekat hanya mama yang menjaga si kembar, Rendra yang sangat melindungi keluarganya langsung menjadi orang terdepan untuk keluarganya.
__ADS_1
"Maaf..mba-mba..ada urusan apa ya..sama anak saya.." Rendra masih bersikap sopan.
Allea sendiri sudah dalam pelukan Azlan yang sudah menangis dengan terisak, Andika juga sudah berdiri disamping Nasyauqi yang sepertinya siap mengambil tindakan.
Wanita itu tetap dengan argumennya bahwa Allea ingin merebut suaminya, Rendra yang tahu bagaimana menantunya dengan sigap mengambil tindakan.
"Mba..bisa ga hubungi suami mba untuk datang ke sini biar jelas masalahnya sebab kami juga tidak terima anak saya di tuduh seperti yang mba tuduhkan..bisa saja mba saya laporkan..tapi saya masih bisa bertoleran..saya minta secepatnya suami mba hadir disini.." Rendra seperti tidak main-main dalam hal ini.
Wanita itu sepertinya menghubungi suaminya, Allea yang masih terlihat terluka makin memeluk satu tangan Azlan, Azlan sendiri sebenarnya ingin menghajar habis seandainya sama-sama laki-laki, begitupun mas Andika yang sudah mengepalkan tangannya merasa geram.
Hanya Nasyauqi yang terlihat gemetar teringat akan masa lalunya Andika mengerti itu karena itu Andika merangkul pundak Nasyauqi agar dia bisa tenang.
Terlihat seorang lelaki yang menghampiri wanita yang menghubunginya dia datang tidak sendiri sepertinya bersama supir pribadinya.
"Ada..apa..sih..ma..sudah tahu suami lagi meeting..ada apa..sih" dengan nada sewot sepertinya dia tidak menghargai pasangannya.
Lelaki itu seperti terkejut melihat Allea yang makin cantik, sebenarnya ini pertemuan pertamanya setelah perpisahan sepihak itu.
Allea hanya diam seribu bahasa, Rendra tahu ini bukan hal yang mudah untuk Allea, pasti membuat luka itu terbuka lagi.
"Benerkan..ini terbukti.." serunya dengan menunjukkan jarinya ke arah Allea.
"Stop.." teriak Azlan tidak terima istrinya dilecehkan.
"Bisa ga mba diam.." bentak Azlan lantang yang membuat Allea terkejut sebab selama ini dia sangat lembut tidak pernah terdengar suara lantangnya seperti saat ini.
"Mas..kenalkan..saya suami Allea, Azlan.." serunya dengan memberikan tangan pada suami mba yang kesurupan itu yang ada dalam pikiran Azlan.
"Oh..ya.." lelaki itu memperkenalkan diri juga pada keluarga Azlan.
"Mas..tolong..jelaskan kapan terakhir berhubungan dengan istri saya baik langsung maupun lewat media apapun.." pinta Azlan yang di dukung oleh keluarganya.
__ADS_1
Lelaki itu menjelaskan dan di akui oleh Allea kapan terakhir dia berhubungan dengan Allea beberapa tahun yang lalu sebelum Allea mengenal Azlan yang membuat istri suami itu bertanya terus wanita mana yang selalu dia temui dalam waktu dekat ini.
Pertengkaran suami istri itupun terjadi, Allea yang awalnya diam kali ini ingin memberikan pelajaran buat keduanya.
"Maaf..sebelumnya..ternyata tuhan tidak tidur..anda yang menabur benih anda yang menuai..sekarang saya sadar tuhan sayang sama saya..tidak bersama dengan anda..tapi anda sudah menabur luka yang tidak bisa terobati..sekarang nikmati dunia yang anda pilih..terima kasih untuk pelajaran yang berharga yang sudah anda berikan untuk saya.." ucap Allea yang melangkah pergi menarik tangan Azlan agar membawanya pergi meninggalkan tempat yang diharapkan jadi tempat menenangkan pikiran malah jadi tempat orang membuka masa lalunya.
Begitupun dengan Andika dan Nasyauqi juga Rendra ikut meninggalkan suami istri itu dengan masalahnya sendiri, hanya teman-temannya yang merasa malu sebab jadi bahan tontonan orang banyak namanya juga di tempat umum.
"Al..hebat..kamu.." ujar Nasyauqi dengan memeluknya erat Allea seperti memberikan semangat pada adik iparnya.
"Mba sebenarnya Al..takut.." ucapnya pelan dengan tubuh masih gemetar, Candy memberikan minum keduanya agar bisa tenang.
Andika yang melihat keduanya ada rasa haru sebab keduanya pernah terluka namun dalam kasus yang berbeda tapi satu kesamaannya lelaki.
Allea merasa bangga dikelilingi orang yang menyayanginya dengan tulus dan hangat pada dirinya yang tidak ingin merasakan kembali masa pahit itu, bila perlu biar terbawa angin terhempas jauh.
Di sisi lain lelaki itu merasa dirinya ternyata salah mengambil keputusan yang dia pikir wanita yang sekarang jadi istrinya dia orang baik ternyata di luar ekspektasinya selama ini.
"Sial..gue.., gue pikir akan dapat permata malah dapat batu kali.." gumamnya seorang diri di ruang kerjanya.
Dan lelaki itu teringat betapa bahagianya Allea bersama orang-orang yang berseragam tentara yang begitu menjaga dan melindunginya " berbahagialah Al..maaf sudah membuatmu terluka.." serunya dengan tertunduk menyesali perbuatannya.
Ada hikmah dalam kejadian ini baik buat Azlan maupun Allea yang semakin menyadari bahwa cara tuhan untuk dirinya bahagia itu harus sakit dan kecewa terlebih dahulu, tapi dari kecewa itu tuhan kirimkan malaikat tak bersayap yang selalu memberikan kasih sayang yang tulus tanpa meminta timbal balik.
Bagi Azlan ini cara tuhan membukakan hati Allea bahwa ada malaikat yang nyata di dunia ini yang selalu ada untuk dirinya yang harus bangkit dari luka itu.
"Selamat..dek..ini bagian dari rencana tuhan..ambil hikmahnya.." bisik Andika pada Azlan menepuk pundaknya.
"Terimakasih mas..untuk tiap do'anya dan dukungannya.." balas Azlan tersenyum.
"Sama-sama..tetap semangat dan berdo'a " pinta Andika pada Azlan yang tersenyum.
__ADS_1
Bagi Azlan mas Andika ada segalanya dia bukan hanya jadi kakak ipar tapi lebih dari itu, dia ada saat yang lain sudah membuat mba Nasyauqi kehilangan kepercayaan dirinya, mas Andika tulus pada mba Nasyauqi tidak seperti yang lain yang memandang papa yang memiliki segalanya, memang ketulusan akan di balas dengan ketulusan lagi walaupun datangnya terlambat.