Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
12


__ADS_3

Alhamdulillah...UKDI telah selesai Candy lalu dan hasilnya sesuai harapan dan keinginnya tanpa ada halangan yang berarti, jalannya di mudahkan begitu juga dalam prosesnya.


Proses jadi mak jombang juga tetap berjalan hanya saja belum sampe final, Rahma sedang melaksanakan proses wisudanya dan disibukan mengajukan lamaran mengajar yang sudah di kirimkan ke beberapa sekolah termasuk sekolah yang dulu Rahma dan Candy sekolah, yang banyak menyimpan banyak kenangan masa SMA atau yang lebih ngetopnya masa Putih abu-abu biasa anak jaman now menyebutnya, banyak canda tawa yang berkesan tapi bagi Candy SMA ada gerbang masa depan yang siap melangkah untuk memasukinya, mau kemanapun kita gerbang itu harus di lalui terlebih dahulu, tanpa terkecuali siapapun akan melewatinya.


Persiapan wisuda sudah depan mata, tapi Candy belum lega sebab masih banyak proses yang akan dilalui lagi untuk jadi seorang dokter yang siap untuk praktek mandiri yang sesuai keinginan Candy.


Hari ini Candy ada rencana pulang untuk menyampaikan undangan wisuda ke ayahnya sekalian membahas soal ke lanjutan hubungan mas Dimas dan Rahma.


Di tempat yang berbeda Rendra disibukkan dengan tugas-tugas di kesatuannya dan tugas yang di luar kesatuannya, dimana tugas di luar tempat dinasnya yang memerlukan kerjasamanya dengan kesatuan lainnya.


Rendra banyak di libat tugaskan diluar tempat dinasnya dikarenakan kemampuan yang dimiliki didunia militer sangat di sengani semua angkatan, dengan banyak kasus dapat di atasi dengan baik tanpa melibatkan banyak korban, tentu saja dia tidak sendiri semua itu dapat di selesaikan dengan kerjasama timnya sebagai pendukungnya.


Disaat sendiri, Rendra masih memikirkan pemilik mata indah itu yang sampai saat ini belum ada titik terang dimana keberadaannya.


"Sebegitu istimewanya kah dirimu untukku sehingga Allah belum mengijinkan aku untuk menemukan dan bertemu denganmu" Rendra berbicara dalam kesendiriannya menatap langit malam.


Di rumah Ayah


Ayah dan mas Dimas yang akan hadir di acara wisuda Candy minggu depan, sebenarnya mas Iqbal juga di harapkan kehadirannya tapi kata mas Iqbal tidak bisa janji sebenarnya Candy sedikit kecewa tapi semua itu tidak mengurangi rasa bahagianya sudah dapat menyelesaikan kuliahnya sesuai target yang diharapkannya selama ini.


"Alhamdulillah, ya...cantik" ucap ayah mengusap kepala Candy dengan lembut penuh kasih sayang.


"Ada...rencana setelah wisuda, cantik" ayah yang masih mengusap kepala Candy denga rasa sayangnya.


"Ada...yah, ada tapi santai sajalah" jawab Candy yang duduk dekat ayah.


"Kalau masalah jodoh...gimana?" ucap ayah santai masih dalam posisi yang sama.

__ADS_1


"A...yah...mas Dimas saja masih proses kok Can...juga" Candy yang sekarang menghadap Ayahnya tidak percaya ucapan ayahnya.


"Cantik...semuanya akan bermuara kesitu juga tidak bisa kita menolaknya" ayah memeluk Candy penuh kasih sayang.


"Can...masih ingin sama a...yah" Candy menunjukan muka sedihnya takut kehilangan.


"Memang Can..mau kemana, pasti ayah ada dekat Can..." ayah masih dipeluk Candy yang seakan tahu apa yang dirasakan anak gadisnya.


"Dengar ya...cantik, seorang ayah yang baik itu akan memilihkan dan mencarikan jodoh yang baik yang bertanggung jawab buat anak-anak sebagai kewajiban dan bentuk tanggungjawabannya kepada Allah baik dunia maupun Akhirat " ayah menjelaskan ke Candy.


"Ingat menikah itu ibadah loh..." ayah mengusap pipi Candy dengan kasih sayang.


"Tapi...Can..." Candy tidak melanjutkan bicaranya.


"Ayah...tahu, dan tidak sekarang juga ayah memintanya" ayah mengoda Candy yang mulai malu mendengar ucapan ayahnya.


"Cantik...bener nih temanmu serius sama mas" mas Dimas minta kepastian dari Candy untuk kepastian masa depannya dengan Rahma.


"Gimana...sih mas, lah...iya..lah, masa iya..iya dong" Candy jawab santai dengan ingin mengoda mas Dimas.


"Ga...gitu,maksud mas...kalau serius mas sama ayah langsung datang melamar,ga pake pacaran,mau ga dianya" mas Dimas menjelaskan.


"Soal itu, Rahma udah tahu dan mau, tapi mas harus janji ini temanku yang aku tahu gimana dia dan bagaimana keluarganya, insyaallah dari bibit yang baik untuk madrasah anak-anak mas deh, jadi mas juga harus perlakukan dia dengan baik jangan bikin Can...kecewa" Candy dengan muka serius menghadap mas Dimas.


"Mas..ga punya calon sendiri?" ayah ikut bicara setelah tahu apa yang dibicarakan kedua anaknya.


"A..yah..waktu aku habis dikerjaan aja,mana sempet cari jodoh,ini untung ada yang mau" mas Dimas jawab dengan polosnya.

__ADS_1


"Hus...sejelek itukah anak ayah sampai bilang untung ada yang mau" ayah merasa anaknya tidak laku dan tidak terima itu.


Candy dan mas Dimas tertawa sampai memegang perutnya karena lucu ayah protes karena anaknya dibilang tidak laku, sebab mas Dimas cukup tampan, postur tubuh tinggi dan cowo banget jadi tidak mungkin tidak laku, hanya waktunya habis untuk kerja itu ayah akuin.


"Cantik..bisa lebih perincian lagi soal Rahma" ayah serius dengan perkataannya.


Candy tahu ayahnya tidak mau ada penyesalan kemudian hari untuk anaknya.


"Baik...ayah, Rahma lulusan sastra jepang, sekarang sudah mengajar di sekolah Candy, ayahnya masih aktif di pertamina dan punya usaha yang lain juga sedangkan Ibunya seorang guru, Rahma dua bersaudara yang semuanya perempuan, mbanya seoarang guru juga sudah menikah dan suaminya seorang polisi, dan punya anak satu saat ini mereka sudah punya rumah sendiri, soal agama keluarga Rahma sama seperti ayah mendidik kami *No Pacaran*, itu yang aku tahu mudah-mudahan ayah mengerti kenapa Candy memilihkan Rahma untuk mas" Candy dengan santai menyampaikan penjelasan ke Ayah.


"Saran ayah...coba mas melamar secara pribadi dulu sebelum sama ayah, takutnya Rahma menolak, biar tidak terlalu kecewa.


Ayah memberikan sarannya ke mas Dimas sebagai bahan pertimbangan yang sebenarnya cukup masuk akal juga.


"Iya..mas bener juga saran ayah " ucap Candy menyetujui saran ayahnya yang menurutnya baik juga buat mas Dimas.


Setelah lama pembahasan itu, didapat satu kesepakatan untuk mas Dimas akan melamar secara pribadi terlebih dahulu ke Rahma, dan akan menyusul lamaran keluarga setelah mendengarkan pendapat Rahma terlebih dahulu dan bila mana langka pertama telah terlaksana, di lanjutkan lamaran keluarganya setelah Candy mendaftar Intersip, mengikuti program PTT (Pegawai Tidak Tetap).


Berharap semuanya dapat dimudahkan, baik mas Dimas maupun Candy maklum kami hanya punya ayah yang hanya punya tangan dua dan satu kepala, sebab kami tidak ingin terlalu membebaninya, sebisa mungkin kami melakukan dengan tidak melibatkan ayah, kami mau ayah hanya bagian pemberi saran dan pendapat juga nasehat, soal urusan yang lain selama masih bisa lakukan sendiri akan lebih baik dikerjakan sendiri, buat kami ayah adalah yang terbaik dari yang terbaik sekarang waktunya kami yang melakukan dan bertindak secara mandiri.


Biarlah tugas ayah hanya memastikan semuanya sudah sesuai harapan dan keinginan kedua belah keluarga tanpa mengurangi rasa hormat ke ayah sebagai orang tua yang selalu jadi panutan buat kami yang mudah.


Untuk urusan bawaan Candy yang mas Dimas tunjuk sebagai penanggungjawab sebab Candy sendiri dalam keadaan santai tidak lagi terbebani tugas apapun, dan akan lebih enak berkomunikasi dengan Rahma bagaimana keinginan dan apa maunya Candy akan lebih enak bertanya langsung ke Rahmanya.


Berkat Candy semua harapan dan keinginan Rahma dapat terealisasi dengan baik dan membuat mas Dimas bangga atas jerih payah serta kinerja Candy untuk mewujudkan acara pernikahannya.


Candy secara pribadi merasa puas karena bisa membantu mas Dimas mempersiapkan keperluannya untuk acara pernikahannya dengan Rahma sebelum disibukan dengan urusan kedinasannya.

__ADS_1


__ADS_2