
Masa KOAS sudah selesai Candy lalui dengan tanpa halangan berkat kebaikan dan bimbingan konselen (dokter pembimbing) terimakasih juga buat kawan satu perjuangan selama KOAS dan ini saat menikmati yang namanya libur...libur...libur, ya...tapi Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) siap menunggu dengan setianya didepan mata, persiapan pemantapan materi harus Candy persiapkan untuk hasil yang sesuai harapan.
Janji Candy kepada Ayahnya untuk menemani nya saat ada waktu libur, saat ini Candy menyiapkan barang-barang yang akan di bawa ke kediaman ayahnya tidak lupa buku-buku untuk mempersiapkan diri untuk hasil yang lebih baik sesuai harapan dalam menghadapi segala kemungkinan "siap bertemu UKDI semangat" Candy menyemangati dirinya
Rumah Candy
"Assalamualaikum,....ayah" ucap Candy sesampainya di kediaman ayahnya.
Saat ini ayah sudah pulang dari tempat kerjanya dan sedang memasak di dapur untuk makan malam, ayah selalu memasak untuk walaupun hanya sekedarnya.
"Waalaikum salam, masuk...sayang" ucap ayah yang sibuk di dapur.
"Ayah....masak apa...mmmm, harum...bikin laper " Candy masuk ke dapur menghampiri ayahnya berada.
"Sini..." ayah memberikan piring ke Candy.
"Ga....yah, biar nanti saja sama-sama" Candy ikut sibuk merapikan dapur.
"Libur...lama?" sambil merapikan makanan di meja makan ayah bertanya kepada Candy.
"Hmmm...ga juga, pokoknya ada libur" Candy memeluk satu tangan ayahnya.
"Mas..kok belum pulang..yah" Candy mencari mas Dimas yang sekarang sudah tinggal bersama ayah lagi.
"Biasanya...sebentar lagi" ayah berjalan kearah Candy yang duduk di ruang keluarga.
Tidak beberapa lama terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah, mas Dimas datang dengan mengendarai mobil miliknya.
"Assalamualaikum,...hai kesayangan kapan sampe" mas Dimas senyum dan memeluk Candy dengan rasa sayang dan kerinduan.
"Waalaikumsalam...tadi, iiih...mas bau acem" mas Dimas makin memeluk Candy.
"Ayah...mas bau" Candy berlari ke arah ayah.
"Mas...jangan goda adikmu " ujar ayah yang dipeluk Candy minta perlindungan.
"Dikit...cantik" mas Dimas masih ingin menggoda Candy.
Sebenarnya masih ada yang kurang disaat kumpul seperti ini kehadiran mas Iqbal sangat di harapkan tapi mas Iqbal tidak dapat datang sebab mba Salma sedang hamil muda yang masih sering muntah-muntah tanpa tahu waktu dan dan sangat parah banget.
"Cantik...mau jalan ga" mas Dimas mengajak Candy untuk berjalan-jalan yang tidak begitu jauh dari rumah.
"Ga...mau kemana emangnya " Candy minta penjelasan dari mas Dimas.
"Jalan..aja, kemana yuk..." mas Dimas menjawab santai, agar Candy mau ikut serta dengannya.
__ADS_1
"Kasihan...ayah..sendirian" Candy dengan tangan memeluk ayah.
"Sana...pergi...ayah di rumah tidak apa" ayah menjawab sebab ayah tahu Candy perlu refreshing setelah KOAS.
"Yo....deket - deket sini aja" mas Dimas merajuk dengan muka memohon.
"Go...tunggu... tapi aku ganti baju dulu" Candy melangkah ke kamarnya berganti pakaian.
Tidak beberapa lama, mereka pergi setelah berpamitan terlebih dahulu kepada ayah yang masih duduk santai.
Di dalam mobil
"Cantik...kapan wisuda" mas Dimas memulai pembicaraan dalam perjalanan.
"Secepatnya, mas...kasihan ayah" Candy dengan muka tertunduk.
"Kenapa dengan ayah" mas Dimas balik bertanya ke Candy penasaran.
"Mas...cepat cari istri biar ayah ada yang ngurusin gitu" Candy menyandarkan kepalanya di kursi yang didudukinya.
"Mas juga mau tapi calonnya belum ada" mas Dimas dengan tangan menggaruk kepala yang jelas tidak gatal.
"Sumpah...mas ga ada, ditempat kerja mas" Candy minta penjelasan.
"Mau...masmu kawin sama cowok" kebanyakan orang teknik cowok yang bareng mas Dimas menjelaskan ke Candy.
Mas Dimas mengajak jalan Candy tepatnya di taman kota yang ramai malam ini terlihat anak-anak berlarian, yang berdua-duaan juga banyak duduk di bangku taman yang telah tersedia, penjual makanan juga tidak kalah banyak tinggal pilih sesuka hati dari yang manis, gurih, pedas atau gabungan ketiganya dengan harga ramah kantong semua kalangan.
Untuk sesaat Candy meninggalkan beban kampusnya, sekarang nikmati kuliner taman kota yang cukup enak di lidah Candy gratis lagi maklum anak mahasiswa belum cari duit, malah minta duit.
Tampa di sadari Candy ada sepasang mata yang memperhatikannya dari kejauhan yang semakin mendekat.
"Dor...Candy ...kangen, kamu sombong" ucap Rahma memeluk Candy.
"Hai...Rahma..." Candy membalas pelukan Rahma dengan erat.
"Sendiri...." Candy tanya Rahma yang masih memeluk Candy.
"ga...sama ponakan juga mba...tu" Rahma menunjuk perempuan yang duduk bersama anak kecil di bangku taman tidak jauh dari Candy.
"loe...sama sapa" Rahma balik tanya ke Candy.
"Oh ya...mas...kenalin teman Can" Candy mengenalkan Rahma ke mas Dimas.
Mas Dimas dan Rahma memperkenalkan diri masing-masing.
__ADS_1
"Ini cowo loe..." bisik Rahma ditelinga Candy.
"Ha....ha...masku" Candy terus tertawa sampai Rahma malu dibuatnya, sebab Rahma tahu dari jaman sekolah Candy anti pacaran.
"Kirain calon" ucap Rahma disaat suara tawa Candy mulai terhenti.
"kalau...calon buat loe ma, mau ga.." Candy balik tanya serius ke Rahma yang membuat Rahma kaget seperti ditembak balik.
"Apaan...sih Can" Rahma malu mendengar ucapan Candy.
"Mau...ga, serius nih" Candy meminta kepastian Rahma dengan serius.
Walaupun mas Dimas duduk dekat mereka tapi mas Dimas sibuk dengan benda pipinya entah apa yang dilihatnya, jadi mas Dimas tidak tahu kalau dirinya yang lagi jadi bahan pembahasan kedua gadis di dekatnya membahas masa depannya.
"Can...jangan bercanda urusan masa depan anak orang" Rahma ingin menyudahi godaan Candy.
"Serius...Ma,lagi cari calon dia"Candy minta sahabatnya jadi saudara iparnya sebab tahu siapa Rahma dan kelurganya makanya Candy berani meminta Rahma jadi iparnya.
"loe...ga.punya pacar atau calonkan saat ini" Candy masih mendesak Rahma.
"Ga..ada pacar apalagi calon tapi ga secepat dan segampang ini juga, kayaknya loe...maksa banget sih..." Rahma memeluk gemes Candy yang sepertinya memaksa banget Rahma untuk jadi kakak iparnya.
"Ya,...aku maksa keburu tuwir dia Rahma, gawe mulu kerjanya sampe lupa cari bini" Candy mempromosikan masnya.
"Gimana kuliah loe..Can" Rahma mengalihkan obrolan.
"Mudah-mudah secepatnya wisuda" Candy menjelaskan keadaan kuliahnya.
"Minggu depan gue...wisuda" ucap Rahma santai.
"Pas..dong siap dilamar " Candy memulai lagi mengoda tapi serius.
"Can...sudahlah...belum tentu masmu mau sama gue" Rahma mengatakan dengan hati-hati biar Candy tidak tersinggung.
"Serius..Ma, soal mas aku yang urus" Candy tersenyum senang.
"Tapi ga pacaran, setuju Ma" Candy makin memperjelas arah pembicaranya yang bikin Rahma mati gaya.
"Terserah loe..gimana baiknya aja" Rahma udah pasrah mengikuti apa maunya Candy.
"Ok...bener nih..deal" Candy menyalami Rahma yang mau ga mau, ikut maunya Candy.
Setelah cukup lama pembahasan dan angin malam sudah mulai terasa bikin merinding, mereka harus berpisah dan saling bertukar nomor hp untuk pembahasan kelanjutan hubungan Rahma dan mas Dimas yang ceritanya dijodohin, Candy yang jadi mak jomlang untuk hubungan keduanya dan harapannya berjodoh untuk keduanya.
Sedikit rasa khawatir Candy berkurang sebab mas Dimas akan di kenalkan dengan Rahma kawan baiknya semasa SMAnya.
__ADS_1
Candy sangat tahu siapa Rahma dan bagaimana pribadinya juga keluarga besarnya yang jelas Rahma dari keluarga yang baik dan Rahma sendiri juga pribadi yang baik untuk mendampingi mas Dimas yang sangat suka bercanda dan sangat mudah bergaul dengan siapapun.
Bagi Candy keluarga adalah prioritasnya saat ini sebelum nanti dirinya sibuk dalam ikatan dinasnya yang belum tahu kota mana dia di tempatkan untuk berdinas.