
"Yakinlah akan rencana tuhan jangan ada sedikitpun ada rasa takut karena akan ada banyak kebaikan di dalamnya" Rendra
Waktu libur ini Rendra manfaatkan semaksimal mungkin ingin menghabiskan waktunya untuk berdua saja dengan istrinya sebagai penebusan waktu yang telah dihabiskannya di negeri orang sebagai tugas negara.
Rendra berencana untuk berlibur berdua di villa milik keluarganya beberapa hari bersama Candy yang sudah meminta ijin kepada ayahnya akan pergi bersama Rendra.
Kebersamaan saat ini di keluarga Candy di meja makan untuk sarapan pagi terasa begitu nikmat dengan menu nasi goreng lengkap.
"Jadi...ke villa nak Rendra" tanya ayah yang sudah selesai menikmati sarapannya.
"Insyaallah..yah jadi"ucap Rendra masih dengan menikmati makanannya.
"Iya...kapan lagi kalian bisa berduaan"mas Dimas ikut menambahkan.
"Iya...mas kasihan honey ditinggal terlalu lama kemarin" ujar Rendra menjelaskan dengan mata memandang Candy.
"Nikmati masa libur kalian mumpung ada waktunya"ucap ayah yang bangkit dari kursinya meninggalkan meja makan untuk menghampiri cucunya.
"Iya...yah" jawab Rendra yang sudah menghabiskan sarapannya.
"Kejar...setoran dra jangan kasih jedah untuk menebus ketertinggalan kemarin" goda mas Dimas dengan senyumnya yang jail.
"Kepengennya....mah seperti itu, tapi...aku ingin menikmati kebersamaan yang jelas" ujar Rendra santai menanggapi godaan mas Dimas dengan bijak.
"Betul itu" ayah ikut bicara seakan tahu mas Dimas menggoda Rendra.
"Masalah dikasih atau belum biar jadi bonus" Rendra masih santai memberikan jawaban untuk mas Dimas.
Ayah hanya tersenyum mendengar jawaban Rendra yang terdengar bijaksana dan tidak menyudutkan siapapun dalam situasi santai.
Berbeda dengan Candy yang semakin bertambah rasa yang ada dalam jiwanya untuk seorang Rendra, dengan pura-pura tidak menjadi pendengar tapi senyumnya yang malu terlihat dari bibir mungilnya membuat Rendra ingin sekali menyentuhnya tapi tidak mungkin di situasi saat ini.
Mata Rendra terus memperhatikan Candy yang merapikan meja makan dan akan membawa piring kotor ke dapur tapi tangan Rendra menariknya untuk melarangnya meminta dirinya membantu Candy membawanya ke dapur, tanpa sungkan Rendra membantu Candy di dapur menyelesaikan tugasnya.
"Terimakasih mas"ucap Candy ke Rendra dengan mengelap tangan Rendra untuk di keringkan dari air bekas mencuci piring.
"Sama-sama tapi boleh dong mas minta bayarannya karena sudah membantu" goda Rendra ke Candy yang hanya berduaan saja di dapur.
"Ih...apaan sih mas" Candy mencubit pinggang Rendra dengan malu.
__ADS_1
"Boleh kan...minta bayarannya ko malah di cubit" goda Rendra yang ga malu tapi makin senang melihat Candy malu.
"Maaf...apa bayarannya" Candy dengan malu berucap ke Rendra.
"Ga...mahal ko honey tapi harus dengan keikhlasan dan rasa sayang" ucap Rendra yang masih ingin menjahili Candy.
"Ih...mas...apaan sih Can jadi takut"ujar Candy yang akan lari dari sisi Rendra.
"Masa...sih ga paham honey" tangan Rendra dengan perlahan memeluk pinggang Candy yang akan bersiap berlari menjauh dari Rendra.
"Mas...Can malu"ucap Candy pelan terdengar di telinga Rendra.
Tanpa meminta persetujuan dari Candy terlebih dahulu Rendra menangkup pipi Candy dengan kedua tangan Rendra dan bertahan mendekatkan mukanya ke muka Candy dan mencium lembut bibir mungil Candy dengan lembut yang membuat Candy malu sebab takut ada yang lain melihatnya.
"Hmmm...maaf"ucap Rahma singkat dan langsung meninggalkan tempat.
"Mas...sih" Candy malu dengan menyudahi ciuman dari Rendra, Rendra sendiri hanya tertawa kecil melihat Candy yang malu tertangkap basa oleh Rahma yang akan ke dapur.
"Tenang honey, mba ga akan mikir aneh ko malah wajar pikirnya" Rendra mengusap pipi Candy lembut.
"Iyah...tapi Candy malu mas" ujar Candy yang masih seperti berpikir.
"Boleh...tapi ga di sini" spontan jawaban Candy yang membuat Rendra senang juga terkejut.
"Hayu....siap..mas dengan senang hati" Rendra memandang wajah Candy yang merah mendapatkan jawaban Rendra lebih dari harapannya.
"Ga...ah...nanti aja, kitakan mau pergi" Candy menolak tapi dengan alasan yang disetujui Rendra.
"Iya...ya kapan kita jalannya nanti ke malaman di jalan ya..."jawab Rendra dengan melihat jam di tangannya.
"Bagaimana kita puas kan saja nanti di sana" dengan jail Rendra berucap bertujuan menggoda Candy.
"Mas..."Candy masih malu mendapatkan godaan Rendra.
"Tenang honey mas kepengen menikmati kebersamaan kita ko jangan mikir yang seperti orang yang aneh-aneh" Rendra seakan tahu Candy takut Rendra akan melakukan hal yang aneh.
Dalam perjalanan Rendra terus memandang wajar cantik dan imut Candy yang duduk disampingnya menikmati pemandangan yang di melewatinya yang sangat asri dan terlihat sejuk cuaca di daerah itu.
"Hmmm...lebih menarik pemandangan yang di luar ya..honey dari pada yang ada di samping" ucap Rendra memecahkan keheningan di antara keduanya.
__ADS_1
"Ga..juga tapi Can...hanya baru melewati daerah ini" Candy menjelaskan dengan pandangan yang sudah berpindah memperhatikan Rendra yang tersenyum ke Candy.
Tidak terasa mobil Rendra sudah memasuki gerbang villa yang sangat besar tapi sangat indah dengan taman bunga yang sangat luas dengan dipenuhi tanaman bunga yang sangat beragam tapi di tata sedemikian apik terlihat indah membuat Candy tidak berkedip sepanjang jalan sebelum memasuki rumah yang sangat besar tapi terlihat sangat terawat, keduanya disambut sepasang suami istri yang merawat villa keluarga Rendra dengan ramah.
"Selamat datang di villa den..."ucap lelaki paruh baya sopan pada Rendra.
"Terimakasih pak...maaf kenalkan ini istri saya" Rendra sopan mengenalkan Candy ke sepasang suami istri itu.
"Candy...salam kenal"ucap Candy ke sepasang suami istri itu dengan mengulurkan tangannya.
Balasan tangan dari sepasang suami istri itu dan membantu membawakan bawaan Rendra yang masih di dalam mobil untuk di ambilnya.
"Mas...disini dingin ya..." Candy mencari baju dalam tas bawaannya untuk menghangatkan tubuhnya yang terasa dingin.
"Sini mas...peluk" Rendra menghampiri Candy yang sudah memakai baju hangat, tangan Candy terasa dingin yang di genggam oleh Rendra.
"Honey...ga enak badan ya...maafkan mas salah membawa honey ke tempat ini"ujar Rendra seakan bersalah pada istri tercintanya.
"Ga...mas hanya disini dingin itu aja ko" ucap Candy yang duduk di pangkuan Rendra yang menginginkan Candy duduk di pangkuannya.
"Silakan den...di nikmati mumpung hangat" ucap perempuan paru baya itu menyiapkan minuman dan pisang goreng cocok di nikmati di tempat dingin.
"Terimakasih...bu sudah merepotkan"ucap Candy yang malu dan merapikan posisinya untuk turun dari pangkuan Rendra,tapi tangan Rendra melarangnya.
"Sama-sama...bila ada yang perlu di bantu jangan sungkan panggil saja den..." ucap perempuan paruh baya itu meninggalkan keduanya.
"Mas..." Candy menatap Rendra dengan rasa malu pada perempuan paruh baya yang meninggalkan keduanya.
"Kenapa malu honey punya mas kan"ujarnya Rendra yang tidak malu dan tidak merasa bersalah, tangan Rendra mengambilkan minuman hangat untuk Candy dengan sangat hati-hati dan telaten memberikannya pada Candy yang masih merasakan dingin tubuhnya.
Candy yang di perlakukan begitu istimewa sangat malu dan sangat terharu hingga tidak terasa bulir bening miliknya meluncur begitu saja.
"Honey...ada apa, ada yang sakit" tanya Rendra yang khawatir melihat Candy.
"Ga...Can hanya terharu mas sangat sayang sama Can" Candy memeluk Rendra masih dalam pangkuannya sedangkan tangan Rendra berusaha menahan gelas yang berisi air hangat takut mengenai Candy.
"Honey...sebentar mas"Rendra meletakkan gelas dan balas memeluk Candy dengan sayang.
"Mas...tahu honey juga sayang sama mas hanya masih malu iya...kan, ga usah malu mas sudah suami loh bukan pacar" Rendra sangat senang melihat Candy yang semakin mencintainya hanya tidak memiliki keberanian mengucapkannya.
__ADS_1
Keduanya sangat menikmati kebersamaannya di waktu cuti yang ingin dihabiskannya hanya berdua menikmati pemandangan yang indah dan jauh dari gangguan yang akan mengganggu acara keduanya menikmati kebersamaan yang terlewatkan beberapa bulan yang lalu.