
..."Jangan hanya berterimakasih kepada Allah ketika semuanya berjalan baik, terimakasih kepada-Nya bahkan segala sesuatunya terasa sulit" Candy....
Beberapa hari ini Andika disibukkan dengan beberapa pertemuan di kedinasannya hingga tidak merasakan perubahan dari tubuhnya yang kurang fit menandakan perlu istirahat, yang dia pikirkan hanya rutinitas kerjanya dan kondisi istri tercintanya yang tidak di ijinkan terlalu lelah di toko kuenya, hingga dia memerintahkan pegawai toko untuk ikut menggantikan tugas Nasyauqi bila terlalu banyak pesanan.
Seperti saat ini dia beberapa kali masuk ke toilet untuk mengeluarkan isi perutnya juga sesekali kepalanya pusing juga hidungnya yang tidak bisa mencium aroma yang terlalu menyengat.
Hingga membuat ajudannya sesekali menggodanya dengan konyol, maklum saja usia keduanya tidak terlampau jauh berbeda "Mas..sampean ko yo..wong mabok..wae.." dengan membantunya memberikan minyak kayu putih di lehernya.
Andika hanya diam tidak menjawab godaaan dari ajudannya yang dia pikirkan jangan sampai Nasyauqi tahu kalau dirinya tidak sehat, sebab dia akan sibuk mengurusi dirinya.
Andika masih ditempat dinasnya bersama ajudannya yang merapihkan beberapa berkas kerja juga sekedar menjadi teman ngobrol Andika yang sebentar lagi jam pulang dinas, terdengar nada dari ponselnya ada pesan chat dari seorang yang selalu dirindukannya.
~Assalamualaikum..mas, nanti sepulang kerja kita ke rumah papa ya..maaf baru kasih tahu.
~Mas..maaf..bisa minta tolong bawain..baju ganti buat bermalam di rumah papa.
~ Nasya sayang mas..terima kasih..😘💜
Itu isi chat dari Nasyauqi yang sebenarnya ini membuat Andika sedikit terkejut sebab biasanya ada momen penting di rumah papa mertuanya tapi baginya apapun itu yang penting membuat istrinya sedang dan sekaligus silaturahmi ke rumah papa mertuanya.
~Waalaikum salam, ya ga masalah.
~Ya..nanti mas siapkan.
~love you ruhi .😘💕💜
Andika dengan tersenyum sendiri membuat ajudannya geleng kepala yang menurutnya biarlah Andika senang sebab selama bersama Andika dirinya baru Nasyauqi seorang wanita yang pertama dan terakhir yang telah membuat dunia Andika berwarna setelah kehilangan Ainun.
Sebenarnya di rumah Rendra hanya ada acara ulang tahun Rendra dan Candy berharap anak dan menantunya berkumpul untuk makan bersama dan berdo'a bersama, tidak lupa juga Azlan diharapkan kehadirannya oleh mamanya.
Toko tutup lebih awal sebab Andika dan Nasyauqi ingin lebih cepat tiba dirumah papanya, kebetulan juga pesanan kue sudah diambil lebih awal begitu juga dengan kue di toko hanya tersisa beberapa kue saja.
Didalam rumah mewah kakeknya sudah berkumpul anak dan cucu dari generasi Rendra tapi ini sudah cukup membuat kakek dan neneknya senang, candaan dan obrolan santai mulai terdengar selepas makan malam bersama dan mando'a kan Rendra yang berulang tahun, tapi ada sesuatu yang aneh di meja besar yang biasanya kosong ada dua boneka yang di pikir Rendra milik Akhtar tapi juga ada foto hasil usg juga sepatu yang suka Akhtar pakai, ya sudah lah pikir Rendra mungkin siang tadi ada Nisrina berkunjung pikir Rendra yang tidak ambil pusing.
Di ruang keluarga mereka asyik menikmati minuman yang Nasyauqi bawakan, hanya dua gelas yang berbeda yang satu untuk Rendra.
Yang satu lagi untuk Andika yang membuat keduanya bingung begitu juga Candy yang kebetulan duduk di sebelah Rendra.
Setelah menghabiskan minumannya Rendra membaca tulisan di dasar gelas i'm pregnant ! yang membuat Rendra sedikit bertanya pada Candy dan menunjukkan tulisan itu dan Candy hanya menggelengkan kepalanya yang menandakan bukan dirinya yang hamil dan buka dirinya juga yang memberikan kejutan itu.
Andika pun sama dia yang merasakan kepalanya cukup sedikit pusing dengan membaca tulisan di dasar gelas sedikit menggelitik pikirannya apa ini.
Tidak beberapa lama Nasyauqi yang dibantu asisten rumah neneknya membawakan kue ulang tahun tapi sedikit aneh bentuknya pikir semua yang hadir.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun..papa..hanya ini..yang bisa mba..kasih buat papa..selamat jadi kakek.." ucap Nasyauqi yang membuat Rendra sujud syukur dan memeluk Nasyauqi dan mendo'a kan kehamilannya.
"Jaga..baik-baik cucu papa.., papa ga mau mba terlalu cape.." pinta Rendra dengan melepaskan pelukan.
"Sayang..mama pikir..itu punya Akhtar sebab siang tadi dia kesini..membawakan kado untuk papa.." ucap Candy memeluk Nasyauqi untuk memberikan selamat.
"Selamat..mba..sehat selalu hingga waktunya..tiba.." ucap Azlan memeluk Nasyauqi, begitu pun dengan nenek dan kakeknya mendo'a kan yang terbaik untuk calon cucu bunyutnya yang akan meramaikan rumah besar miliknya.
Andika masih bingung dengan semua ini, dan hanya bisa berpikir kenapa istrinya tidak memberi tahukan kalau dirinya sedang berbadan tiga yang masih membuatnya masih tidak percaya.
"Serius..mba..kembar.." teriak Azlan senang sebab bukan kembar biasa tapi sepasang.
"Iya..dek..mba juga sangat terkejut..tapi ya..sudah lah..mungkin kado buat papa..ya papa.." Rendra dengan tersenyum menepuk pundak Andika yang juga di buat terkejut dengan kejutan yang diberikan Nasyauqi.
"Papa..mohon jaga baik-baik yang sudah Allah titipkan.." pinta Rendra pada Andika.
"Insyaallah..dengan sepenuh hati.." balas Andika yang sebenarnya masih sedikit terkejut.
Semua terlihat bahagia dengan kabar yang baru saja Nasyauqi berikan terutama kakek Nasyauqi yang banyak memiliki kekayaan dia berpikir akan banyak yang meneruskan seluruh kepemilikan milik keluarga Wijaya nantinya apalagi ada anak laki-laki dari cucu buyutnya.
Di tengah obrolan santai Andika sudah tidak tahan dengan rasa mual yang ditahannya hingga di berlari ke toilet yang dibantu Azlan untuk memberikan pertolongan sebab semua mengkhawatirkan kondisi Nasyauqi yang sudah di ketahui berbadan tiga.
"Gimana..mas..sudah enakan.." tanya Azlan denga rasa iba pada Andika.
"Ya..lumayan.." balas Andika terlihat pucat.
"Tak apalah nek..yang penting jangan ruhi.." balas Andika yang sudah di bawakan teh manis lemon hangat oleh Candy untuk mengurangi rasa mualnya.
"Terimakasih..ma.." seru Andika yang disuap punggungnya oleh Rendra.
"Ko..bisa gitu ya.." tanya Azlan tidak mengerti.
"Semua di luar nalar..dek.." ujar Rendra yang sama-sama pernah merasakan apa yang sekarang Andika rasakan.
"Tapi pasti..ada penawaranya..kan.." tanya Rendra pada Andika yang tidak mau memberikan penjelasan sebab malu.
"Apa..mas.." paksa Azlan yang ingin tahu.
"Apaan sih..dek.." balas Nasyauqi agar Azlan tidak banyak bertanya sebab masih belum nyaman kondisinya.
"Sudah..lah..dek besok-besok ade..akan mengerti apa yang mba dan mas dika rasakan.." Rendra mengambil alih.
"Oh..gitu..ya.." Azlan sedikit mengerti.
Semua tertawa dengan ucapan Azlan yang sudah dianggap semakin dewasa bukan lagi anak kecil.
"Gimana..kuliah.." tanya Rendra dengan serius.
__ADS_1
"Alhamdulillah lancar pa..persiapan sidang..dan dipercaya asdos (asisten dosen) sudah hampir enam bulan.." balas Azlan serius.
"Ok..papa tunggu kabar selanjutnya.." ujar Rendra senang.
"Calon..gimana calon.." tanya kakek dengan menepuk pundak Azlan yang tidak jauh duduk dengannya.
"Aduh..kek..belum kepikiran tuh.." balas Azlan dengan menikmati kue buatan Nasyauqi.
"Harus di pikirkan..anak laki-laki ko..ga mikir masa depan.." seru kakek yang selalu mengajarkan laki-laki harus berpikir jauh beberapa langkah ke depan.
"Siap..komandan..akan saya prioritaskan.." dengan memberikan hormat Azlan pada kakeknya yang membuat neneknya protes.
"Satu-satu..kek..kasihan cucu mu..main borongan aja..." protes nenek dengan mengusap punggung Azlan.
Semua tertawa mendengar ucapan dari nenek yang membuat kakek terbatuk-batuk karena terlalu senang tertawa, dan malam semakin larut tapi mereka masih asyik berbincang.
"Mas..ajak istrimu istirahat ga baik buat bumil.." pinta Candy yang lebih tahu kesehatan ibu hamil.
"Ruhi..ayo..mama sudah mengingatkan..tuh.." ajak Andika dengan menggandeng tangan Nasyauqi menuju kamar.
Seluruh keluarga merasa senang Andika begitu menjaga Nasyauqi tapi juga khawatir sebab dia sendiri dalam keadaan yang tidak nyaman, tapi bagaimana lagi semua harus tetap dijalankan sesuai tugas dan kewajibannya masing-masing hanya lewat do'a semuanya bisa terhubung.
Dalam kamar Andika menyiapkan pakaian ganti dan membantu Nasyauqi di kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur, serta memberikan vitamin dan susu bumil yang ternyata sudah mulai di minum beberapa minggu yang lalu tanpa sepengetahuan Andika.
Sebelum Nasyauqi membaringkan tubuhnya Andika banyak bertanya pada istri tercintanya yang terlihat sudah mulai berisi.
"Kenapa..ruuhi..ga beri tahukan mas.." dengan mengusap kepala Andika bertanya dengan suara yang terdengar lembut.
"He..he..maaf..sebab aku kasihan liat mas sibuk dan bertepatan papa ulang tahun biar..kasih kejutan aja buat mas juga papa.." jawab Nasyauqi polos.
"Iya..mas mengerti tapi kalau sampai papa tahu dikira papa, mas ga bisa jagain ruhi.." Andika menangkup wajah cantik istrinya yang merasa bersalah.
"Maaf.." dengan menunduk Nasyauqi merasa bersalah.
"Ya..tapi jangan lagi ya.." hanya balasan anggukkan dari Nasyauqi yang sepertinya takut Andika marah.
"Ruuhi..mas ga marah ko..coba lihat mas..ga marah kan.." Andika memperlihatkan senyumnya tapi Nasyauqi masih takut.
"Maaf.." Nasyauqi sudah sedikit berkaca-kaca.
"Baby..nanti ikut sedih..mas ga marah ruhi.." ujar Andika mengusap lembut pipi Nasyauqi.
Nasyauqi menyandarkan kepalanya di dada Andika yang membuat Andika makin bersalah.
"Maafkan..mas bila terlalu memaksa maafkan mas..ya..ruhi.." Andika mencium tangan Nasyauqi yang membuat Nasyauqi juga merasa bersalah juga, saat bersamaan rasa mual hadir yang membuat Nasyauqi iba dan mengusap punggung Andika tapi ada yang aneh Andika malah menyuruh Nasyauqi merebahkan tubuhnya dan Andika ikut merebahkan diri disampingnya apa yang membuat rasa mual Andika berkurang ternyata, Andika lebih nyaman berlindung di balik ketiak Nasyauqi yang di buat malu oleh tingkah Andika.
"Mas..ngapain disitu.." tanya Nasyauqi dengan malu.
Tidak ada jawaban hanya hembusan angin dari hidung Andika yang sepertinya merasa nyaman ada ditempat itu, Nasyauqi tidak habis pikir pantas saja dalam beberapa minggu ini Andika selalu tertidur dibawa batalnya yang Nasyauqi pikir Andika ingin memeluknya seperti biasa ternyata bukan itu tapi ada maksud yang lainnya.
__ADS_1
Nasyauqi yang sudah tertidur pulas begitu pun Andika yang tidak mau merubah posisi tidurnya tetap di bawa ketiak Nasyauqi yang menurutnya tempat ternyaman saat ini.