
"Do'anya"m adalah bukti bahwa kamu benar-benar berharap, saat kamu mulai meminta, Allah tahu kau serius meminta" Candy.
Di persetiga malam ada waktu terindah untuk calling sama Allah tanpa lemot sinyal, seperti yang di lakukan Candy dalam balutan bukena beranda miliknya dia berserah diri mempercayakan curhatnya langsung di dengar oleh pemilik kehidupan.
Dalam sujud terakhirnya dia berdo'a untuk diberikan keyakinan tentang keadaan Rendra apapun yang terbaik itu pinta Candy, dalam tiap baris kata dalam do'anya tidak untuk dirinya saja tapi juga untuk orang-orang yang membutuhkan kehadiran Rendra.
"Ya..Rabb..aku meminta yang diluar kemampuanku untuk hal yang satu ini hamba berharap dengan meminta diberi keyakinan kalau benar suamiku dalam keadaan baik-baik saja..bila dalam keadaan yang lain berikan keikhlasan untukku" itu permintaan Candy dalam sujud terakhirnya.
Selesai berucap salam Candy melanjutkan dengan berdzikir tiap lafad dzikir yang terucap bulir bening ikut serta, Candy melanjutkan dengan do'a.
"Ya..Rabb saat ku cinta dirinya, Engkau lebih mencintai dirinya, berikan keikhlasan diriku kalau itu yang terbaik" Candy dalam do'anya dengan beruraian air mata.
Pagi belum menjelang Candy melepas mukenanya, tercium aroma wangi parfum milik Rendra entah hanya halunya Candy atau nyata hingga membawa langkah kakinya menuju pintu balkon wangi itu makin jelas tercium hingga Candy membuka sedikit pintu yang jadi penghubung.
Tubuh mungilnya menatap langit menjelang pagi, dalam jiwanya berkata seorang diri " Tuhan ku cinta dia, berikan dia kehidupan...karena aku bukan orang yang mudah untuk mencintai, aku tak mudah menyaku aku cinta, aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta tapi ijinkan aku jatuh cinta padanya hingga menutup mata bersamanya" saat seperti ini biasanya sosok yang dirindukan datang dengan memeluknya dari belakang dengan lembut berbisik "Honey.." Candy memeluk tubuh mungilnya sendiri karena hawa dingin pagi mulai dapat dirasakan oleh tubuhnya.
"Sebasar itukah rasa sayangmu..mas..hingga tidak ingin..aku lebih dulu..pergi" seorang diri Candy berkata.
"Ternyata..rindu itu berat..hingga wangi tubuhmu seakan tidak dapat hilang dari penciumanku " dengan tersenyum tipis Candy membayangkan berbicara dengan sosok penggoda yang saat ini dirindukannya.
"Mas..serindu ini..aku padamu..sebesar apa rindu mas padaku" Candy menatap langit seakan bertanya kepada seseorang yang jauh disana.
Seperti nyata dalam diri Candy ada rasa hangat dalam dadanya seperti dirinya dalam pelukan Rendra bila diri merasa bersedih.
Perkataan orang bijak itu benar kita belum menyadari seseorang menyayangi kita itu ada di dekat kita tapi kita menyadarinya setelah sosok itu tidak lagi bersama kita, itu yang kini Candy rasakan saat ini, sikap sabarnya, sayangnya, ketulusannya, apalagi cintanya semua itu belum Candy balas untuk seorang Rendra yang lebih dulu mencintainya.
"Seandainya aku diberikan kesempatan sekali lagi..bisa bertemu denganmu lagi..aku tak akan malu memberikan rasa cintaku padamu mas" Candy seperti berjanji walaupun dalam diamnya dia berkata.
Candy masih menatap langit seakan memandang seseorang yang dirindukan yang jauh saat ini berada.
Ternyata jauh ditempat yang berbeda ada hati yang lebih merindukan dirinya, yang hanya bisa seperti dirinya saat berada menatap langit yang tinggi seakan sosok yang dirindukannya tersenyum manis padanya.
__ADS_1
"Honey..rindu..ya..mas..tahu.." dalam diam tersenyum seorang diri.
"Sabar..ya.., tuhan sayang Honey..." masih dalam senyum manisnya dia mengingat orang tersayangnya.
Semua yang dilakukan Candy dia tahu, ada rasa bersalah dalam dirinya sudah membebani dirinya dengan banyak hal yang harus diembannya saat ini salah satunya dia tidak memilih tinggal dengan orang tuanya dia memilih merawat orang tua dari dirinya, ini bukan perkara yang mudah buat Candy yang pemalu tapi sepertinya dia ikhlas.
"Honey...tak cukup kata terimakasih dari bibir ini.." bulir bening tertahan di sudut matanya.
Senyumnya yang manis dengan wajah tertunduk itu yang selalu diingatnya, sudah tak terhitung hari yang keduanya sudah lalui tapi rasa malunya tidak hilang hingga kini.
"Kapt...kangen..ya.." sapanya membuyarkan lamunannya.
Tidak sepatah kata pun dari bibirnya hanya senyum yang tegas terlihat darinya menandakan rindu yang sangat dalam tidak tertahankan.
"Sabar..Kapt...momen itu akan tiba.." dengan duduk di dekatnya ajudan itu setia merawat Kaptennya.
"Kapt..jahat..amat itu mulut.." ajudannya tidak terima pernyataan dari Kaptennya, saat berduaanya dia lebih dari abang dan adik hingga menanggalkan jabatan yang diembannya.
"Memang aku salah berkata seperti itu.." dengan bergeser tempat duduk lebih dekat dengan ajudannya.
"Kalau saja sempat saya vidioin..biar menarik ucapan yang baru saja saya dengar dari mulut Kapten..." ajudannya bercerita dari awal dia menemui Candy dirumah dinasnya, dia bercerita sesuai yang dia lihat dan dengar hingga sampai dia mengantarnya hingga di kediaman orang tua Kapten.
Seorang Kapten yang tidak pernah dilihatnya meneteskan air mata saat ini jadi lelaki paling melo yang dilihat oleh ajudannya, hingga terisak karena tidak tahan merasakan kesedihan orang yang disayangnya.
"Aku..jahat..ya, jahat..sekali..maafkan, maafkan mas..Honey " tangisnya hingga terisak.
"Kapt..mba wanita hebat.." ajudannya menenangkan Kaptennya.
"Secepatnya atur waktu aku ga mau makin bersalah..sama Honey" sambil menghapus air matanya dia berucap.
__ADS_1
"Cie..cie..yang sudah ga kuat nahan rindu.." goda ajudan dengan meninggalkan dirinya untuk bersiap sholat subuh di masjid yang tidak jauh darinya.
Rendra saat ini tinggal di salah satu pesantren kecil yang hanya dihuni oleh beberapa puluh muridnya saja, salah satu murid pesantren yang menyelamatkannya, Rendra yang tidak sadarkan diri hingga beberapa hari lamanya dia dirawat dengan peralatan seadanya namanya juga pesantren kecil yang tidak terkenal, murid-muridnya kebanyakan anak yatim piatu untuk pengajar inti hanya lima orang di tambah pak kyai sebagai pemilik pesantren juga istrinya beliau tidak memiliki anak, beliau hanya ingin memanfaatkan ilmunya tidak ingin memperkaya diri dengan mendirikan pesantren ini.
Salah satu murid yang menolong Rendra sudah menempuh pendidikan ke jenjang universitas melalui beasiswa maklum saja dia anak yatim piatu, tapi dia belum sempat bertemu Rendra sudah harus kembali ke kota dimana dia menempuh pendidikannya.
Entahlah kebaikan apa yang Rendra lakukan hingga dia bisa lolos dari maut yang mengubur dirinya hidup-hidup, Rendra sendiri tidak bisa menjelaskan lewat kecerdasannya yang cenderung lewat logika dalam perhitungan dunia militer yang ditempuhnya.
Yang dia ingat dirinya sudah terbaring disebuah rumah sederhana yang hanya berhalaman luas dan beberapa baris ruangan yang dibagi untuk beberapa murid untuk menimbah ilmu juga terdapat masjid yang tidak cukup besar untuk sholat berjamaah.
Entah bagaimana caranya mereka bisa terhubung dengan ajudan Rendra, dia sendiri tidak tahu yang jelas ajudan Rendra sudah merawatnya hingga dia sadarkan diri hingga sehat seperti sekarang ini.
Hanya Komandan yang tahu keberadaan Rendra saat ini lewat ajudan Rendra memberitahukan keadaannya, dan untuk saat ini Komandan menginginkan Rendra sehat terlebih dahulu dan tidak ingin membuat orang terdekatnya Rendra shock untuk kesekian kalinya.
Sesuai perintah Komandan, ajudan Rendra ikut tinggal di lingkungan pesantren yang jauh dari tempat dimana kantor dinas berada, disini saat tenang dan damai walaupun semua serba apa adanya.
Ajudan Rendra orang yang paling berperan dalam kesehatan Rendra dia yang dengan telaten menjaga juga menyiapkan semua keperluan Rendra selama berada di pesantren ini.
Semua berawal dari sepulangnya ajudan Rendra mengantarkan Candy kerumah orangtua Rendra, dia merapikan ruang kedinasan Rendra dan telpon diruangan Rendra tersambung dengan seseorang yang menjelaskan dengan detail bahwa ada seseorang yang berseragam lengkap dan dari serangan itu seseorang mengetahui kedinasan Rendra, seseorang itu menjelaskan ciri-ciri fisik Rendra dan ajudan Rendra meminta dena dan alamat lokasi keberadaan Rendra, singkat cerita sesampainya dilokasi ternyata yang dia lihat benar Kaptennya yang selama ini dicari oleh kesatuannya.
Keadaan Rendra sendiri terluka parah dan tidak sadarkan diri untuk dipindahkan kerumah sakit tidak mungkin sebab melihat kondisi Rendra tidak memungkinkan belum lagi jalan yang dilaluinya cukup sulit, ini dilema buat ajudan Rendra dengan berat hati dia harus merawat Rendra dengan sesuai dia bisa serta dibantu pihak pesantren yang terus mendo'akan kesembuhan Rendra, ini mukjizat menurut ajudan dan Komandan Rendra sebab ini sudah di luar nalar manusia.
Pak kyai sebagai pemilik pesantren tidak keberatan malah lebih senang sebab Rendra dan ajudannya tidak segan ikut serta memberikan ilmunya baik dari segi agama juga pendidikan ilmu pengetahuan.
Hanya saja bila malam menjelang Rendra merindukan keluarga kecilnya yang sangat jauh darinya, canda tawa Azlan yang usil ke Ainun yang lebih suka berteriak manja tidak mau diusilin Azlan, panggilan lembut dari Candy untuk anak-anaknya dan senyum malu Candy bila di goda.
Keluarga adalah alasan utama Rendra saat inj, karena dia imam yang harus mempertanggungjawabkan dunia akhiratnya, karena dia ingin kembali dalam keadaan baik tidak penuh luka seperti saat dia ditemukan.
Membayangkan saja Rendra sudah senang apalagi apa lagi nanti saat bertemu langsung dengan orang yang dicintainya, haru biru itu pasti tapi yang lebih pastinya lagi keterkejutan seseorang yang tak tertahankan selama keduanya terpisah " i'm comming Honey".
★★Note★★
__ADS_1
Mohon maaf buat semua yang telah membaca karya saya yang selama dua hari kemarin sudah diacak-acak emosinya tidak ingin bermaksud lain hanya ingin membangun cerita yang tidak monoton hanya sesekali menambah seru cerita saja, sekali lagi terimakasih untuk yang setia mendukung karya saya mohon terus beri masukan apapun demi kebaikan karya saya kedepannya dan mohon maaf bila masukannya belum terealisasi sebagai bahan dalam karya saya. Terimakasih.