Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
194


__ADS_3

..."Ketulusan cintamu membuatku makin bersyukur pada-Nya sebab kamu bidadari surga yang nyata " Rendra....


Mentari begitu cerah secara hati Andika yang sudah berada di toko membantu Nasyauqi menyiapkan beberapa pesanan kue juga membuka toko, hingga membuat pegawainya malu sebab mereka datang tidak sepagi pemiliknya.


Andika tidak sungkan membantu istrinya yang membuat pegawainya merasa baper mengharapkan mendapatkan pasangan seperti Andika, salah satu perhatian Andika adalah menyuapi Nasyauqi sarapan pagi ini, sebab Nasyauqi terlalu sibuk hingga melupakan sarapan paginya memang pesanan sangat banyak bila hari libur.


"Gue..juga mau.." ucap salah satu pegawai yang melihat Andika menyuapi Nasyauqi makan.


"Ngarep..loe halu aja..dulu..ya.." balas yang lain dengan mengusap mukanya.


Pegawai Nasyauqi di buat kagum sama sikap Andika yang tanpa sungkan membantu dibalik sosok tegas, sanggar tersimpan sejuta kelembutan pada pasangannya.


Andika tidak pernah meninggikan suaranya, yang terdengar suara lembut dan menggoda yang membuat orang yang mendengarnya meleleh mengharapkan dia yang dipanggilnya, seperti saat ini di dapur Nasyauqi yang sibuk mengaduk kue terlihat kesulitan dan meminta tolong padanya.


"Mas..maaf..bisa bantu aku.." pinta Nasyauqi sopan.


"Ya..ruhi..apa yang bisa mas..bantu.." Andika mendekat dan mencium pipi Nasyauqi.


"Ih..mas.." Nasyauqi merengek manja membuat chef yang membantu di dapur malu.


"Maaf.." balas Andika tapi mencium satu pipi Nasyauqi lagi.


"Aku minta tolong..bukan minta...di cium.." Nasyauqi berucap pelan dengan malu.


"Oh..maaf.." Andika tersenyum senang.


Mentari mulai beranjak naik hingga siang menjelang, terlihat wajah lelah Nasyauqi hingga Andika memintanya istirahat tapi ada saja yang menjadi Nasyauqi untuk menolaknya tapi Andika yang banyak akal berusaha menyakinkan Nasyauqi untuk istirahat walaupun sebentar.


"Ruhi...boleh mas..minta istirahat dulu..mas tidak mau ruhi sakit.." Andika merangkul Nasyauqi menuju lantai atas.


Di lantai atas ada dua kamar yang cukup luas salah satunya kamar Nasyauqi yang tertata rapi dan bersih.


Nasyauqi sudah berbaring Andika sendiri duduk diujung tempat tidur dengan mengusap kepala Nasyauqi yang mulai memejamkan matanya.


Tidak beberapa lama terdengar pintu yang diketuk seseorang, Andika membuka pintu perlahan dan bertanya apa keperluannya.


"Ssst..ada yang bisa saya bantu.." ucap Andika pelan berharap tidak didengar oleh Nasyauqi.


"Ada..pesanan tapi mereka minta untuk jam lima nanti mau diambil apa ga ya..mas" tanya pegawai pada Andika.


Andika mengajak pegawai itu turun agar pembicaraan keduanya tidak didengar oleh Nasyauqi yang baru saja istirahat.


Andika bertanya terlebih dahulu pada chef yang akan membuat pesanan kuenya dia mampu membuat pesanan itu atau tidak sebab Andika dan pegawai lain hanya bisa membantunya saja, dan chef menyanggupi pesanan kue itu tanpa sepengetahuan Nasyauqi yang masih terlelap.


Setengah jam sebelum pesanan diambil dan kue pesanan telah siap sesuai jumlah pesanan yang kali ini dalam partai besar, Nasyauqi yang baru saja terbangun dan telah melaksanakan sholat ashar di buat terkejut melihat suami tercintanya sudah tidak rapi lagi sebab sebagian pipinya terlihat menempel tepung.


"Habis main..tepung ya.." ujar Nasyauqi membersihkan pipi Andika yang hanya tersenyum.


"Kurang kerjaan..kali mba main tepung.." balas chef dengan membersihkan peralatan kue.


"Terus...ini..apa.." tanya Nasyauqi masih membersihkan pipinya.


"Kita baru menyelesaikan pesanan..mba.." ucap chef menjelaskan yang membuat Nasyauqi sedikit terkejut.


"Mas...kenapa ga membangunkan aku mas.." rengek Nasyauqi.


Andika hanya memberikan senyum manisnya sebab membiarkan istrinya bisa istirahat siang itu yang membuatnya senang, sebab hari-hari yang lain pasti dia tidak bisa istirahat itu pikirnya.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri Andika duduk santai ditemani jus dan cake favoritnya plus ada bidadari disampingnya yang bersandar di bahunya manja dengan memainkan jari-jari Andika entah apa yang membuatnya menarik dari jari Andika.


"Kasar..ya..tangan mas.." tanya Andika apa adanya dengan tersenyum manis.


"Kalau mau halus tangan baby..mas.." balas Nasyauqi yang membuat Andika keluar jailnya.


"Jadi..kode..nih..mau..mau..mau.." goda Andika yang membuat Nasyauqi bersembunyi dibalik tangan kekar Andika malu.


"Ya..yang mau jadi momi malu.." goda Andika lagi yang membuat Nasyauqi makin malu.


"Bener..nih..mau..kapan.." tanya Andika dengan menangkup wajah cantik istrinya.


"Secepatnya.." balas Nasyauqi dengan senang.


"Bener..nih..serius ruhi.." Andika seperti tidak percaya istrinya mau memiliki anak yang kemarin-kemarin masih menginginkan berduaan dulu.


Andika mencium kedua pipi Nasyauqi dan hanya pasrah yang Nasyauqi tunjukkan dari perlakuan suaminya.


"Masih..kurang.." tanya Andika yang melihat Nasyauqi masih menatap Andika.


"Nih..mas kasih.." Andika ******* habis bibir Nasyauqi dengan lembut yang membuat Nasyauqi malu tertunduk sesudahnya.


"Maaf..." Andika memeluk Nasyauqi mesra.


Toko tutup sebelum waktunya sebab kue sudah habis begitu juga pesanan sudah diambil pemesan, hingga cukup waktu untuk Nasyauqi jalan-jalan berdua sebelum besok Andika sudah mulai dinas seperti biasa lagi.


"Ruhi..mau pesan apa.." tanya Andika yang menyuruh Nasyauqi duduk.


"Apa..aja..yang penting enak.." Nasyauqi dengan melepaskan genggaman tangan Andika.


Andika memesan menu untuk berdua, tapi terasa perut Andika mual mencium aroma makan yang dia pesan yang membuat dirinya berkata dalam hati "perasaan aku ga pernah mual.." pikirnya dengan menaruhnya di meja.


"Iya..mas..mual.." ucap Andika yang membuat Nasyauqi khawatir.


"Terus..ini.." tanya Nasyauqi menujukan makanan pesanannya.


"Ruhi..aja..habiskan.." entah kenapa Nasyauqi yang biasanya makan sedikit kini berubah dia bisa menghabiskan dua porsi makanan tapi Andika senang istrinya banyak makan.


Andika hanya bisa menyaksikan Nasyauqi menghabiskan makanannya tanpa ingin ikut menikmatinya, yang dia ingin makan sop buah atau rujak buah.


Nasyauqi pun ikut mencari sop buah dan begitu didapat Andika kembali merasakan mual yang membuat dirinya bingung ada apa dengan dirinya.


Dan kembali Nasyauqi yang menghabiskan pesanan yang membuat Nasyauqi merasa kenyang, Andika sendiri hanya tersenyum melihat istrinya yang mau saja menghabiskan pesanannya.


"Mas..pulang..yuk.." ajak Nasyauqi yang terlihat lelah.


"Ayo.." keduanya sekarang sudah menikmati jalan yang ramai orang lalu lalang malam ini.


Sesampainya di rumah dinas, Andika yang kebetulan masih berada di teras disapa ajudannya.


"Dari mana..mas.." tanya dengan mendekati Andika.


Ajudan Andika yang kebetulan masih mengunakan baju koko tercium aroma minyak wangi yang biasa di gunakan untuk ke masjid.


"Wangi..apa..sih..nih.." protes Andika pada ajudannya hingga terjadi perdebatan konyol dari keduanya dan didengar tetangga Andika yang kebetulan sudah ibu-ibu.


"Apa..sih..mas dika.." tanyanya ikut penasaran.

__ADS_1


"Ini..bu..mas dika.. orang wangi salah ga juga salah bikin bingung aja.." Ajudan Andika menjelaskan.


"Memang..kenapa sih mas.." tanya ibu tetangga Andika.


"Ga..tahu..bu beberapa hari ini..wangi-wangian bikin pusing sama mual.." Andika menjelaskan.


"Mas-mas..itu tandanya mas..mau punya baby.." ibu itu menjelaskan.


"Maaf..bu saya ga ngerti.." Andika masih terlihat bingung.


"Mas..istri mas..hamil dan mas yang mengalami maboknya.." ibu dengan tersenyum dan meninggalkan Andika dan ajudannya yang masih bingung dan belum percaya dengan ucapan ibu itu.


"Mas..selamat ya.." ucapnya dengan merangkul Andika.


"Selamat..entar dulu..selamat dari mananya.." Andika meninggalkan ajudannya dan masuk kedalam.


Andika mencari Nasyauqi di dalam tapi tidak ditemukannya yang ditemukan Andika malah yang lain.



Itu yang tergeletak di atas karpet diruang tengah yang Andika tidak mengerti apa maksud dari benda dan kaos kecil seukuran bayi yang Andika pikir milik Akhtar yang tertinggal.


"Ruhi..where were you..." panggil Andika masuk ke kamarnya, tapi yang dia dapatkan amplop yang belum tahu apa isinya diatas tempat tidurnya.



Tidak ada sahutan dari Nasyauqi akhirnya Andika menuju kamar mandi yang kebetulan letaknya di belakang bersebelahan dengan dapur, dan ada kejutan lagi yang makin bikin Andika tambah bingung.



Nasyauqi keluar dari kamar mandi dengan muka polos tanpa dosa yang bikin Andika makin bingung.


"Bisa..mas minta penjelasan dari semua ini..ruhi.." pinta Andika serius.


"Oh..." balas Nasyauqi melangkah meninggalkan Andika masih dengan bingungnya memegang semua benda yang membuatnya bingung.


"Mas..butuh penjelasan bukan oh..ruhi.." ujar Andika lembut sudah berada disamping Nasyauqi yang duduk di bibir tempat tidur.


"Hmm..maunya..apa.." goda Nasyauqi bikin Andika makin gemes melihat Nasyauqi yang menggoda.


"Maunya..." Andika hanya tersenyum penuh arti.


"Ga..boleh..dulu.." Nasyauqi memberikan tanda melarang untuk Andika.


"Ko..ga boleh..sih.." rengek Andika dengan bersandar di bahu Nasyauqi.


"Tunggu sampai baby kuat..dulu popi.." ucap Nasyauqi yang membuat Andika menangis.


"Benar..kah..ruhi jadi ini semua.." Andika menunjukkan semua benda kejutan dari Nasyauqi, Nasyauqi dengan anggukkan kepala yang menandakan benar keduanya akan memiliki buah hati.


"Mulai sekarang ruhi ga boleh cape..dan toko ga boleh sampai malam..ini perintah.." pinta Andika yang membuat Nasyauqi tersenyum ternyata Andika lebih bucin dari papa itu yang ada dalam pikiran Nasyauqi.


"Terimakasih untuk semua kejutan yang selalu ruhi tunjukkan disetiap harinya.." ucap Andika dengan memeluk manja Nasyauqi.


Ternyata makin bucin saja Andika sebab menurut Nasyauqi setiap hari dirinya yang selalu memberikan kejutan-kejutan kecil yang entah dari mana idenya dari menyiapkan sarapan, menyiapkan bunga bahkan merapihkan seisi rumah dia yang merapikan, Andika dan Andika yang selalu ingin membuat orang terdekatnya merasa nyaman ada di sisinya.


✩★ Note ★✩

__ADS_1


Terimakasih untuk semua hal terutama untuk dukungannya dan masukannya, dengan tidak mengurangi rasa hormat mohon terus memberikan masukan untuk lebih baik lagi dalam menulis, terimakasih 💕


__ADS_2