Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
26


__ADS_3

"Saat mata tak mampu menerawang jauh hanya bahasa hati yang tersampaikan lewat do'a dalam sujud" Candy


Bukan hal baru bagi Rendra dan timnya ditugaskan di perbatasan, dengan segala keterbatasan dan kemungkinan -kemungkinan baik yang di harapkan atau tidak itu harus di terima dengan suka cita tanpa penolakan tapi di terima dengan keikhlasan sebagai tanggungjawab kepada atasan, negara dan Sang penciptanya juga terhadap diri pribadi.


Tugas PTT sudah Candy lalui dengan baik dan pihak dari rumah sakit berharap Candy melanjutkannya untuk pengajuan PT (Pegawai Tetap), tapi ayah keberatan sebab terlalu jauh apalagi Candy ada rencana melanjutkan kuliah lagi, dan saat Candy sedang menunggu panggilan kerja dari Rmrumah sakit yang cukup besar yang di idam-idamkannya untuk karirnya dimasa depan.


Di Rumah Ayah


Candy di rumah ayah punya hobi baru menemani Bumil yang suaminya sangat protektif tingkat dewa dikehamilannya yang masih sangat lemah karena masih trimester awal sangat rentang apalagi kalau si ibunya punya daya tahan yang tidak prima akan mudah sakit ditambah asupan nutrisi yang tidak cukup akan berpengaruh kejanin karena pembentukan awal janin, sebisa mungkin tercukupi itu semua dan jaga kesehatan buat si ibu.


Yang lucunya, yang mengalami Morning sickness mas Dimas, bayangkan saja dengan postur tubuh yang dibilang cowo banget deh...harus bisa menahan rasa mual saat kerja dan keinginan yang tidak bisa diduga yang datangnya tiba-tiba dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


Yang sebentar-bentar rasa itu datang tanpa permisi bikin mas Dimas kacau, indra penciuman dibikin sensitif yang imbasnya dari sabun mandi harus ganti, parfum juga bahkan makan yang di suka malah paling di benci, semuanya seakan salah tidak ada yang benar hanya aroma istrinya yang jadi penawar nya, ini tambah repot istrinya tidak mungkin ikut ketempat kerja, istrinya juga harus menjalankan tugasnya sebagai seorang guru.


"Kasih...deh Can..liatnya " Candy melihat Rahma yang mengoles minyak di perut mas Dimas.

__ADS_1


Beberapa menit yang lalu mas Dimas mengeluarkan isi perutnya, masih terlihat pucat dari mukanya dan terlihat pucat, entah sudah berapa kali bolak balik ke kamar mandi mas Dimas lakukan.


"Ga...enak banget kesayangan mas" mas Dimas menjelaskan ke Candy yang masih memperhatikannya.Adik kedatangannya kasihan melihat dirinya.


"Tapi...tak apalah..yang penting sayangnya mas tidak ngerasain " mas Dimas memeluk Rahma dengan rasa sayang kepada istrinya.


"Ih...mas..bucin deh" Candy malu melihat kemesraan mas Dimas kepada Rahma yang bukan pemandangan aneh lagi.


"Kesayangan mas...semua suami akan sama ga mau pasangannya sakit" mas Dimas mengusap pipi Rahma dengan lembut dan mesra.


"Oh...seperti itu" Candy hanya asal jawab yang tidak mau lebih bikin mas Dimas tambah bucin tingkat dewa.


"Ga...ga..mau...kasihan deh..." Candy membayangkan Rendra mengalami morning sicknees tidak kebayang dengan posturnya yang tinggi kekar dan berseragam lengkap lagi penyergapan morning sicknees muncul bisa tertembak musuh dah...suami orang mudah-mudah cuma khayalan.


"Apaan sih...Can.." tegur Rahma yang senyum-senyum sendiri dan hanya dibalas Candy dengan nyengir kuda yang tidak jelas buat Rahma.

__ADS_1


"Gue...liatin loe senyum -senyum ga jelas, lagi halu ya..." Rahma penasaran tapi tidak ada balasan yang tidak jelas dari Candy


"Tau...ah...aku juga bingung apa bener yang aku rasain" Candy masih tertutup soal Rendra, Candy galau dengan rasa yang ada dalam hatinya.


"Cerita apa..biar gue bantu" Rahma penasaran apa sebenarnya yang sedang dirasakan Candy.


"Saat ini belum bisa, aku belum yakin ini beneran apa halu seperti kamu bilang " Candy membiarkan Rahma makin penasaran dengan peryataan yang Candy sanpaikan.


Memang benar apa yang Candy bilang rasa itu ada tapi baru sebatas mengagumi akan sosoknya yang baru hadir belum lama ini, bila sosok itu ada rasa nyaman itu hadir didekatnya walaupun tidak melakukan apa-apa hanya ada disisinya, caranya memperlakukan seorang Candy, candanya, kesopanannya, saat bersamanya sosok garang itu hilang sepertinya ditelan bumi tapi bila sosok itu pergi dan tidak bersama ya..terkesan biasa saja, hanya sesekali terlintas bayangan wajahnya hadir tanpa di minta dengan senyumnya yang jarang di tampakan didepan banyak orang, apa ini sudah mewakili rasa yang Candy ada dalam hatinya.


Ayah...mungkin orang akan Candy beritahu terlebih dahulu sebab ayah lebih mengerti bahasa hati Candy tanpa bicara ayah akan tahu apa yang sedang aku rasakan dan tahu bagaimana nanti menyikapi semua ini, ayah segalanya untukku, aku harap akan ada jawaban dari apa yang aku rasakan ini yang aku sendiri susah mengartikannya ada apa dengan diri ini.


Kapan waktu yang tepat untuk menyampaikan ini, Candy masih belum bisa berdamai dengan susana hatinya sendiri yang banyak tanda tanya yang semuanya butuh jawaban sedangkan, didepan sudah menunggu kerjaan baru yang harus di laksana dengan penuh tanggungjawab, melanjutkan kuliah yang sudah menjadi keputusanku untuk jenjang karir masa depanku dan akan ada yang datang melamar lalu jadi istri seorang Kapten dengan segala rutinitasnya yang harus di jalani diruang lingkup kedinasan suami, mana yang harus jadi prioritas terbaik untuk saat ini, serumit inikah perjalanan hidupnya seorang Candy.


"Ya...Rabb mohon berikan jalan dan pilihan terbaik sesuai rencana dan jalan Mu" do'a Candy.

__ADS_1


Rendra adalah gambaran lelaki yang sempurna dari segi karir, dari keluarga berada yang lebih dari kecukupan, yang digambarkan Candy sedangkan dirinya, apa gadis biasa saja tidak ada sisi istimewanya apakah dirinya pantas untuk menjadi pasangannya ini salah satu hal menjadikan Candy termenung memikirkan itu.


Apakah sebatas ingin berterimakasih dari seorang Rendra yang tumbuh menjadi suka itu alasan yang tidak akal, kalaupun iya berarti rasa itu dipaksakan karena telah menolongnya hadir dalam hati seorang Rendra, dengan segala yang dia punya bisa saja memilih seperti apapun yang dia mau untuk di jadikan pasangannya, kenapa harus seorang Candy yang tidak memilik keistimewaan apapun ini masih dalam renungannya sebelum menerima lamaran yang Rendra sampaikan hanya bisa terbaca dari bahasa tubuh seorang Rendra dengan segala pesonanya, Candy harus tahu diri siapa dirinya sebelum jauh melangkah mengenal Rendra tidak ingin ada penyesalan nanti di belakang, memang Candy tidak pernah merasakan pacaran apalagi jatuh cinta tapi untuk di kecewakan dalam kamus Candy tidak ingin ada dan jangan pernah merasakannya, yang menurut orang lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati itukan parah berarti dalam kamus kedoktetan Candy.


__ADS_2