Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
07


__ADS_3

Candy hari ini sudah bersiap diri untuk hadir di acara akad nikah mas Iqbal, namun masih ada tugas jaga hari ini, rencananya setelah pertukaran jaga Candy langsung ke rumah ayah dulu, ingin berkumpul dengan keluarganya terlebih dahulu maklum masa-masa KOAS membutuhkan waktu1,5 tahun 2 tahun lamanya.


Rasanya Candy ingin secepatnya ada di rumah ayah, untuk menghilangkan rasa kangennya namun saat pertukaran jaga ada hal yang tidak diharapkannya terjadi mungkin waktu belum berpihak kepada Candy yang harus berkumpul dengan keluarganya.


Di ruang UGD


"Suster...tolong istri saya" seorang laki-laki datang menggendong istrinya dengan perasaan khawatir yang terlihat dari raut muka yang cemas dan suara terdengar gemetar.


"Ya....nanti saya cari dokter jaga dulu" suster ke luar ruangan menuju ruangan Candy setengah berlari.


Candy yang dalam ruangannya dan belum berganti pakaian dan masih memeriksa catatan data pasien yang akan diserahkan saat pergantian jaga, di kejutan suara yang memanggil namanya dengan tergesa.


"Dok....tolong ada pasien yang darurat tapi dokter yang jaga belum datang" ujar suster dengan langkah terburu-buru.


"Ya..." Candy mengambil langkah cepat menuju ruang pasiennya dengan tergesa.


Setelah sesampainya di ruangan Candy bersiap memeriksa kondisi pasien yang dalam keadaan pingsan dengan dibantu suster tapi betapa terkejutnya Candy, suami dari pasien tidak mau istrinya diperiksa oleh Candy tidak tahu apa yang menyebabkannya sehingga terjadi penolakan saat akan di lakukan pemeriksaan.


"Mana...dokternya!" suami pasien bersuara keras memenuhi ruangan dengan suara yang lantang terdengar.


"Ya...saya dokternya " ucap Candy mendekat ke tempat pasien yang ditidurkan untuk dilakukan pemeriksaan.


"Tidak...kamu pasti mengaku-ngaku jadi dokter!" suami pasien makin marah, sebab melihat dari postur tubuh Candy yang imut, wajah mungil tidak percaya kalau dia seorang dokter yang akan memeriksa istrinya.


"Pak...biar saya bantu memeriksa istri bapak terlebih dulu, biar saya tahu keadaan Istri bapa, jangan sampai bapa menyesal karena kecerobohan yang bapa lakukan" Candy berusaha menyakinkan suami pasien dengan kata yang sopan juga lembut

__ADS_1


Akhirnya setelah mendapatkan penjelasan dari Candy suami pasien setuju dengan apa yang Candy sampai untuk kebaikan istrinya, dan setelah diperiksa dengan teliti Candy mengahampiri suami pasien dan menyampaikan hasil diagnosanya dengan sopan dan mudah di mengerti oleh Suami pasiennya.


"Dok...gimana keadaan istri saya "suami pasien dengan suara masih terdengar mengkhawatirkan istrinya.


"Pak...istri bapak baik-baik saja saat ini cuma kekurangan nutrisi dan dalam keadaaan lemah yang menjadikan istri bapa pingsan" Candy menjelaskan dengan perlahan biar di mengerti oleh suami pasiennya.


"Tapi bapak tidak usah khawatir dengan keadaan istri bapak, tidak lama lagi istri bapak akan sadar, saya ucapkan selamat ya...pak istri bapak dalam keadaan hamil, usia kandungannya memasuki 6 minggu masih terlalu lemah kondisinya, untuk lebih jelasnya nanti setelah istri bapaj sadar saya berikan surat rujukan ke dokter kandungan untuk lebih tahu kondisi Ibu dan anaknya akan lebih jelas bapak tanyakan nanti" Candy dengan sabar dan sopan menjelaskan keadaan pasien.


"Untuk kebaikan pasien sebaiknya saat ini dirawat disini terlebih dahulu ya..pak, tidak lama kok hanya satu sampai dua hari saja biar keadaannya lebih baik" Candy memberi saran kepada suami pasien.


"Maaf...dok, benarkah istri saya hamil?" suami pasien belum percaya dengan penjelasan yang Candy berikan dengan muka masih terlihat kaget.


"Iya...benar istri bapak hamil" Candy menyakinkan suami pasien yang masih belum yakin akan keadaan istrinya telah hamil.


"Maafkan saya dok, atas sikap saya terhadap dokter yang tidak percaya kau anda seorang dokter " suami pasien dengan suara memohon dan menundukkan mukanya menandakan rasa bersalah kepada Candy.


"Sudahlah...bapak saya sudah memaafkannya, bapak bukan orang yang pertama yang tidak percaya kalau saya dokter" Candy tersenyum sedangkan suami pasien tertunduk malu.


"Saya...tinggal dulu ya pak, sebentar lagi akan ada yang memindahkan istri bapak ke ruang rawat, sekali lagi selamat ya...pak" Candy berpamitan dan dibalas anggukan oleh Suami pasiennya.


"Terimakasih, dok" suami pasien sekali lagi masih dengan rasa bersalahnya.


Candy saat ini di runang kerjanya melanjutkan memeriksa data pasien sebelum di serahkan ke dokter jaga selanjutnya, Candy tidak menyadari dirinya sudah terlambat datang di acara pernikahan mas Iqbal yang sudah berlangsung beberapa saat yang lalu.


"Ya...Allah, Candy melihat jam tangannya, terlambat aku" ucap Candy berbicara sendiri, tangan Candy mengambil hp untuk menghubungi mas Dimas.

__ADS_1


"Assalamualaikum, mas maaf aku langsung ke tempat acaranya saja ya" Candy tanpa menjelaskan alasanya yang membuat mas Dimas bingung dengan apa yang disampaikan Candy.


"Waalaikusalam, kenapa susah dihubungi" jawab mas Dimas masih dengan kebingungannya .


"Nanti aku jelasin saat ketemu, udah dulu ya" Candy mematikan hpnya sepihak tanpa memberikan penjelasannya kepada mas Dimas.


"Haruskah ada yang di korbankan untuk cita-cita yang akan aku capai" Candy memikirkan kejadian yang baru saja di alaminya, yang bener-bener membuat emosinya hampir terpancing untuk marah tapi alhamdulillah, Allah membimbingnya dan masih memberikan kesabaran untuknya dan waktu hadir di acara mas Iqbal jadi terlambat harus menolong pasien lebih diutamakan.


Candy berharap menjadi dokter, bukan merupakan keputusan yang salah yang Candy ambil sebab akan banyak waktu untuk orang lain yang akan dia berikan dari pada waktunya untuk keluarganya kedepannya nanti.


Tapi tidak ada yang sia-sia untuk sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan orang banyak apalagi membantu memberikan harapan kesembuhan untuk orang lain.


"Setiap kita membantu kesusahan orang lain sebenarnya kita membantu kesusahan diri kita sendiri"


Keluarga adalah segalanya bagi seorang Candy tapi profesinya juga harus bisa dia pertanggungjawaban kepada Sang pencipta, jadi harus bisa membagi waktunya dengan sebaik-baiknya.


Rasa syukur Candy yang selalu di panjatkan sebab memiliki keluarga yang memahami keadaan Candy, mereka lebih banyak memaklumi bagaimana tugas yang sekarang sedang Candy jalani yang menyita waktu bahkan kesehatannya pun menjadi taruhannya saat ini.


Keluarganya hanya bisa mendo'akan dan memberikan dukungan untuk kebaikan dan kesehatan Candy dalam tugas-tugasnya dalam membantu menolong orang banyak yang memerlukan bantuannya untuk kesembuhan dari penyakit yang dideritanya, rasa bahagia yang Candy dapatkan bila pasien yang ditolong dalam keadaan telah sehat seperti harapannya, senyum keluarga pasien yang terlihat sudah membuat ikut senang tapi sedikit sedih bila tindakannya sudah maksimal tapi tidak sesuai harapan membuat keluarga pasien dirundung kesedihan yang dalam tapi tangan Candy bukan tangan tuhan yang memberikan kehidupan hanya membantu selebihnya tuhan yang menentukan untuk soal urusan kehidupan.


Candy hanya ingin ilmunya bermanfaat untuk orang banyak terutama orang sekitarnya karena itu cita-cita mulainya sejak dulu.


Walaupun tidak sedikit biaya dan waktu untuk menempuh pendidikan seorang dokter tapi tidak menyurutkan niat mulainya sejak awal dan dukungan terbesarnya adalah ayahnya selebihnya kedua mas tercintanya yang terus menyemangati untuk dapat menyelesaikan pendidikan sesuai waktunya.


Keseriusan yang Candy tunjukan kepada ayah dan kedua masnya hingga sampai di titik seperti sekarang ini, Candy bersyukur memiliki ayah yang selalu ada sebagai penyelamat disaat dirinya lelah karena rutinitas pencapaian gelar sarjana kepintarannya yang sangat panjang tapi tidak ada yang sia-sia dalam hidup itu menurut Candy pasti ada keberhasilan karena kerja keras yang kita lakukan semangat adalah kunci keberhasilannya.

__ADS_1


__ADS_2