Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
45


__ADS_3

♡♡Dear seseorang ♡♡


"Tak bertemu bukan berarti tak rindu, tak menyapa bukan berarti lupa, karena tentangmu telah lebih dulu ku utarakan dalam do'a" Rendra.


Sesuai permintaan Rendra keluarga Candy datang terlebih dahulu ke resto yang telah di pilih oleh Rendra untuk acara lamarannya dengan Candy.


Keluarga Candy disambut baik oleh WO yang mempersiapkan acara lamarannya dan di persilakan untuk menempati tempat yang telah disiapkan.


Pihak WO meminta menyiapkan siapa yang akan menjadi utusan keluarga yang akan menjadi pembicara dari keluarga pihak calon mempelai wanita, dan atas permintaan Ayah Mas Iqbal yang akan jadi utusan keluarga.


Sesuai tata cara prosesi lamaran mereka pun melalui tahapan-tahapannya, walaupun semuanya sudah dipersiapkan oleh pihak WO yang telah mempersiapkannya.


Tidak beberapa lama pihak calon mempelai pria datang beserta keluarga besar didampingi rombongan kerabat dari calon mempelai pria dalam hal ini pihak Rendra dengan membawa seserahan untuk lamaran calon mempelai wanita, dari pihak Keluarga calon mempelai wanita menyambutnya dengan hangat kedatangan rombongan calon mempelai pria, rombongan dari calon mempelai pria dipersilahkan memasuki tempat acara lamaran.


Rendra terlihat sangat gagah dan tampan dengan setelan batik yang dia kenakan menambah kesan karismatik yang dia miliki.


Dari pihak WO menyiapkan MC yang akan mengatur jalannya prosesi lamaran Rendra dan Candy dari awal hingga akhir.


Saat ini MC menyambut kedatangan keluarga besar dan rombongan calon mempelai pria dengan mengucapkan selamat datang dan MC membacakan susunan acara yang akan berlangsung.


MC melanjutkan acaranya menanyakan maksud dan tujuan rombongan calon mempelai pria dan dipersilahkan menjawab.


Dari pihak Rendra di wakil kan oleh pamannya dan beliau menyampaikan tujuannya datang ke tempat ini untuk melamar Candy untuk dijadikan istrinya Rendra.


Pihak dari keluarga Rendra menanyakan kesediaan dari keluarga calon mempelai wanita untuk menerima lamaran dari pihak calon mempelai pria.


MC mempersilahkan pihak calon mempelai wanita menjawab pertanyaan yang disampaikan dari pihak calon mempelai pria.


Utusan dari pihak calon mempelai wanita diwakili oleh kakaknya Candy sendiri Mas Iqbal, dan menyambut baik dan menerima lamaran dari calon mempelai pria.


Setelah proses lamaran di terima resmi oleh calon mempelai wanita acara selanjutnya penyerahan seserahan yang telah di bawa keluarga Rendra sebagai simbol keseriusan pihak pelamar.


Sebenarnya hanya simbol saja tidak harus ada pertukaran cincin yang dilakukan saat ini, Candy di persilakan menerima cincin yang di pasangkan oleh Mama Rendra, sebaiknya Rendra di pasangkan cincin oleh Mba Salma.


Rendra tidak bisa lepas tatapan matanya melihat Candy yang tampil sangat cantik di hadapannya dengan gaun modern pilihannya berwarna pink muda dengan akses bebatuan yang menghiasi hampir seluruh kain, penampilan semakin anggun dengan tambahan selendang senada dengan gaunnya serta dipadukan dengan hijab pinknya.


Susunan acara selanjutnya MC mempersilahkan masing-masing kedua keluarga dan rombongan memperkenalkan diri anggota keluarganya satu persatu untuk menambah keakraban diantara mereka dengan bincang-bincang santai.


Serangkaian acara telah dilaksanakan dengan lancar sesuai harapan dan MC pun mengakhiri acara dengan do'a sebagai penutup acara untuk kelancaran pernikahan yang akan berlangsung.

__ADS_1


Dilanjutkan dengan acara foto-foto bersama Keluarga dan rombongan dan tidak lupa makan bersama yang telah di siapkan dengan menu yang cukup mengoda selera.


"Kenapa harus...yang terakhir sih...kan lapar " ucap Alfa dengan mengelus pelutnya.


"Hus...itu perut tidak bisa dikondisikan...apa" ujar Panji mengoda Alfa.


"Aku...bisa tahan tapi cacing-cacing didalam nih ...udah saling memangsa" protes Alfa yang mengambil menu yang menurutnya enak.


"Santai...kali..masih banyak tuh..."ucap Ifan menunjuk menu di meja lain.


"Bolehkan...di bungkus " dengan polos nya Alfa mengatakan itu.


"Loe...kira ini warteg " ucap Farel yang terpesona melihat Candy.


"Woi....mata itu..ga bisa apa di posisi yang sewajarnya " ucap Panji yang melihat Farel fokus ke Candy dan Rendra.


" Pantas...Kapt mau nunggu wong...kaya bidadari" ucap Farel masih belum bisa hilang dari pesona Candy.


"Sepertinya...gue...pernah liat dimana ya..tuh cewe" Alfa berusaha mengingat Candy dengan mulut masih penuh dengan makanan.


"Oh...iya...yang Kapt kena itu" ujar Ifan mengingat kejadian itu.


Setelah mereka menghabiskan makanannya, mereka menghampiri Rendra untuk mengucapkan selamat dan berkenalan dengan Candy secara langsung, tidak banyak yang Candy katakan hanya sekedarnya saja selebihnya hanya menjadi pendengar saja diantara mereka.


" Kapt...pesan satu dong...yang kaya gini" ucap Farel yang masih terpesona.


"Mau...tapi mau ga nunggu" ucap Rendra yang ingin mengoda Farel.


" Mau...mau Kapt " ucap Farel dengan serius dan rasa penasarannya.


"Itu...tu...yang masih di pangkuan Ibundanya "Rendra menunjukkan Nisrina yang mirip Candy, Candy mencubit pinggang Rendra yang mengoda Farel.


"Maaf...Honey..." ucap Rendra menghadap Candy yang malu dengan menunduk.


"Ih...Kapt..serius.." Farel dengan muka memelas


"Bener...dia mirip tantenya" ucap Rendra merangkul Candy, Candy makin malu.


"Kapt...keburu gue dipanggil Aki nunggu dia mah..." ucap Farel yang sekarang protes ga terima.

__ADS_1


Semua tertawa mendengar apa yang Farel ucapkan kecuali Candy dia menutup mulutnya dengan ujung selendang dari gaunnya, yang membuat kawan tim Rendra terkesima menurut mereka kanapa harus menutupi tawanya, Rendra yang melihat itu berusaha mengambil alih situasi dengan obrolan lain.


"Sudah...makan..."Rendra mengalihkan situasi agar kawan satu timnya mengalihkan pandangan dari Candy.


"Sudah...tapi boleh..dibungkus Kapt " Alfa meminta ijin dengan muka polos nya.


"Boleh...mau"ucap Rendra dengan muka seriusnya dan tangannya memberikan kode ke salah satu tim WO.


Salah satu dari mereka menghampiri Rendra, dengan berbisik Rendra memerintahkan dan dia mengerti.


"Nanti sebelum pulang jangan lupa di bawa ya..." Rendra menyuruh Alfa dengan sedikit pemerintah.


"Kapt...beneran nih" ucap Alfa seperti ga percaya.


"Ya....bawalah" ucap Rendra dengan sedikit memelankan suara dan tersenyum.


"Ih...kebiasaan loe " ucap Panji mengacak kepala Alfa.


Candy menunduk malu melihat tingkah pola kawan satu tim Rendra yang menurutnya aneh, Rendra melihat Candy malu berpamitan kepada kawan satu timnya untuk bergabung bersama keluarga keduanya.


"Dra...tolong jaga kepercayaan kami, sebab ini belum halal" ucap Mas Iqbal dengan menepuk bahu Rendra.


"Siap...Mas, aku akan jaga amanah " ucap Rendra tegas dengan sopan.


"Kesayangannya Mas...harus bisa menjaga juga " ujar Mas Iqbal yang berdiri diantara keduanya.


"Insyaallah....Mas Can jaga" Candy memeluk tangan Mas Iqbal.


Saat ini keduanya duduk diantara keluarga besarnya yang saling berbincang dengan menambah akraban diantara keluarga besarnya.


"Honey...terimakasih sudah mau menerima lamaran Mas" ucap Rendra pelan dan lembut terdengar.


"Can...yang berterimakasih sudah diberikan yang terbaik oleh Mas" Candy dengan rasa harunya dengan mata yang berkaca- kaca.


"Ga...ada yang harus berterimakasih...jangan nangis ini hari baik buat kita Honey " Rendra tahu bulir bening milik Candy akan meluncur.


Rendra dengan terpaksa mengusap punggung tangan Candy dengan lembut menenangkannya, dan anggukan kepala Candy menegaskan bahwa diri baik-baik saja.


Waktunya berpamitan keluarga besar Rendra dan rombongan disampaikan ke keluarga besar Candy, mereka mohon diri untuk berpamitan tapi sebelumnya keluarga dari calon mempelai wanita memberikan balasan seserahan kepada calon mempelai pria.

__ADS_1


Akhirnya proses lamaran telah Rendra lalui dan akan ada proses pengajuan pendaftaran nikah di KUA dan kedinasannya yang harus di lewati prosesnya, masih ada perjuangan yang harus dihadapi mereka berdua.


__ADS_2