
~♡Ana Uhibbuka Fillah ♡~
♡♡"Aku dipertemukan denganmu karena Allah dan mencintai mu juga karena Allah"♡♡ Rendra.
Cuti bukan berarti libur untuk Rendra ini puncak kesibukannya untuk mengecek sudah sampai mana persiapan yang telah diserahkan pihak WO yang menjadi pelaksananya.
Dia ingin semuanya sesuai harapannya untuk menjadikan pernikahannya momen yang akan selalu di ingat dan dikenang bukan untuk dia dan pasangannya saja tapi untuk keluarga besar kedua belah pihak serta orang yang mengenalnya.
Untuk akad nikah Rendra menginginkan tema lesehan dengan dekorasi bunga-bunga yang hampir memenuhi ruangan dan bunga mawar putih segar yang lebih mendominasi seisi ruangannya, gedung yang dijadikan pilihan Rendra dengan alasan akad nikah merupakan momen sakral dan hanya orang terdekat saja yang diharapkan kehadirannya, dan akan dilanjutkan dengan acara sungkeman kedua keluarga tanpa prosesi adat lainnya sebab akan dilanjutkan acara pedang pora sesuai ketentuan kedinasan Rendra, sore harinya akan ada pesta kecil untuk kalangan terdekat saja.
Untuk proses pedang pora Rendra meminta kawan satu timnya yang mengurus berserta ajudannya dengan demikian sedikit banyak Rendra terbantukan, untuk acara itu mungkin ini gunanya kawan disaat seperti ini mereka akan ada untuk kita, tanpa harus diminta bantuannya.
Pesta kecil yang diadakan bukan untuk banyak orang hanya orang terdekat saja yang di undangnya itupun mereka yang tidak dapat hadir di acara akad nikah dan pedang pora sebab di acara akad nikah dan pedang pora mereka tidak dapat mengikutinya karena Rendra hanya ingin untuk kalangan terdekat saja, jadi terbagi tiga sesi dan itupun waktunya sangat di batasi.
Dari semua yang Rendra mau selalu didiskusikan terlebih dahulu dengan apa maunya Candy juga, Rendra ingin ini bukan pesta dirinya saja tapi pesta keduanya yang akan terus di kenang selama hidupnya dan untuk jadi cerita baik untuk keduanya ataupun yang hadir yang menjadi saksi pesta keduanya.
Mereka mengikuti aturan orang tua kedua belah pihak untuk tidak bertemu sebelum acara ijab kabul, VC yang Rendra lakukan hanya memperlihatkan dekorasi ruangan untuk akad dan pesta hanya suara Rendra yang terdengar tidak dengan wajah tampannya , Candy sendiri sudah tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumah yang di lakukan hanya perawatan paripurna selayaknya seorang yang akan jadi pengantin melakukan masa pinggitan .
Untuk seorang Candy yang biasa tampil apa adanya terasa terbebani sebab dari pihak WO yang Rendra kirim ke rumah untuk perawatan melalui banyak proses tahapan memang tujuannya baik tapi dari pagi sampai sore di perlakukan seperti putri yang menurut Candy berlebihan, tapi apa mau di kata Candy tidak ingin orang yang datang ke rumahnya atas permintaan Rendra harus kecewa karena penolakannya.
Rendra sendiri hanya tertawa kecil mendengar protes penolakan dari Candy yang menurutnya terlalu berlebihan memperlakukan dirinya, tidak terdengar kemarahan dari diri seorang Rendra, dia berimajinasi mengingat betapa lucunya muka Candy yang marah karena perlakuannya, yang mengharuskan menyetujui keinginanya walaupun ada penolakan terlebih dahulu oleh Candy.
__ADS_1
Pihak WO sendiri tidak terbebani dengan semua ke ingin Rendra melainkan ingin memberikan yang terbaik untuknya, lebih tepatnya hadiah dari tim WO karena Rendra selalu memperlakukan mereka seperti keluarga bukan yang bekerja dibawah kepemilikannya, sikap tegas, loyal, mau mendengarkan baik saran maupun kritikan dia terbuka untuk kemajuan bersama itu yang selalu dia tekankan, katanya kita adalah patner yang harus selalu mendukung sebab dia tidak selamanya ada ditempat, itu yang menjadikan WO nya berkembang pesat.
Jiwa pemimpin ada di dirinya tapi darah bisnisnya juga tidak bisa dipungkiri mengalir dari keluarga besarnya yang cukup banyak dikenal hingga banyak negara, kerendahan hatinya yang tidak banyak orang tahu sebab penampilannya terkesan tegas dan senyumnya yang mahal dan sangat pelit, hanya orang terdekatnya yang bisa menikmati senyum mahal itu, ide-ide yang sangat brilian yang selalu muncul saat tim WO nya kehilangan ide sehingga sangat mudah untuk masuk dalam satu pemikiran bila klien menyerahkan kepada pihak WO sebab kebanyakan klien tidak mau di samakan dengan idenya siap pun, mereka ingin lain dari yang lain.
Senyum Rendra mengembang yang saat ini seorang diri berdiri memperhatikan tiap sudut ruangan yang akan jadi saksi bisu dirinya yang akan mengikrarkan janji suci yang disaksikan bukan cuma manusia, malaikat juga Sang pencipta, apa yang telah diperjuangkan selama ini akan jadi kenyataan, untuk di satukan dalam ikatan suci yang halal.
Dia wanita yang sangat istimewa yang punya nilai lebih di mata Rendra, yang menjadi inspirasinya dalam memilih jalan masa depannya walaupun telah banyak kepedihan jalan yang telah di laluinya, tapi bila mengingat seseorang itu hilang semua rasa, yang ada rasa ingin menjaganya untuk selalu ada bersamanya dalam banyak hal dan ingin membuatnya selalu bahagia bersamanya.
Di mata kawan satu timnya Rendra bukan orang yang romantis apalagi yang suka merayu dan mengombal, dai lebih sedikit untuk bicara lebih banyak menjadi pendengar bila saat kumpul, mungkin akan berbeda bila bersama Candy orang yang sangat diharapkannya untuk selalu ada di sisinya selamanya.
Lembayung senja tanpa dilangit sore, langkah kaki panjang Rendra memasuki rumah dinasnya, rasa lelah tidak napak dari wajahnya hanya suara nyanyian lembut yang terdengar sayup-sayup terdengar oleh diri sendiri, hingga sapaan seseorang menghentikannya.
" Sore...Kapt...yang udah siap jadi manten" sapa Himawan (Ayah Gadis yang berpangkat Letnan dua) mengoda Rendra.
" Ada keperluan aja di depan, masih sibuk ?" ucap Himawan bertanya balik ke Rendra.
"Ga..hanya ada barang yang tertinggal, gimana kabar Gadis ? " tanya Rendra menyelidik.
" Nama anak-anak ya...gitu masih ingin main sama teman-temannya, kalau dibikin serius takut jadi tambah menjauh Kapt, mamanya juga sampai bingung" jawab Himawan menjelaskan keadaan Gadis anaknya.
"Sabar nanti juga ada waktunya dia mengerti, yang susah yang nunggunya mau nggak itu" Rendra dengan senyumnya mengingat Panji.
__ADS_1
" Ya...bener itu, gimana ya...ngejelasinnya?" Himawan dengan muka seperti orang berpikiran.
Rendra terdiam ikut mikir yang seharusnya bukan urusannya, sedangkan Himawan sendiri hanya memandang ke arah lain.
" Sebenarnya semua bisa di omongin cuma waktunya harus cari momen yang tepat biar Gadis mengerti maksud dan tujuan dari Panji" Rendra sambil menepuk pundak Himawan.
"Makasih...Kapt sebenarnya aku malu" Himawan menghindari sorot mata Rendra.
"Malu kenapa" Rendra penasaran dengan ucapan Himawan.
"Malu...ini soal anakku tapi Kapt yang ikut memikirkan" Himawan dengan muka menunjukkan kecewa pada dirinya.
Rendra tertawa membuat Himawan bingung kenapa Rendra ketawa mendengar ucapannya, menurut Himawan tidak ada yang salah dari ucapannya.
"Ada yang aneh..Kapt " Himawan penasaran dengan sikap Rendra.
"Ga...cuma kenapa harus malu Gadis sudah seperti adik ku begitu juga Panji sudah seperti saudaraku, jadi jangan sungkan"Rendra menjelaskan dengan santai.
" Ya...Kapt..sendiri baru mau jadi manten tapi masih bantu orang lain untuk jadi manten " Himawan masih dengan rasa malu.
"Santai aja semua sesuai kemampuanku ko..." ucap Rendra yang akan masuk ke rumah dinasnya.
__ADS_1
Mereka harus menyudahi obrolan Santai nya karena Rendra harus kembali ke rumah keluarganya untuk persiapan besok jadi pengantin.