Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
67


__ADS_3

"Bersabarlah semua butuh proses, tetap berjuang dan berusaha tetap di jalan tuhan dengan ikhlas" Candy.


Hari-hari Candy dan Rendra lalui dengan suka cita menikmati setiap momen bahagia menantikan kehadiran buah hati keduanya yang sangat dinantikannya dan Rendra yang mengalami morning sickness tapi tidak pernah mengeluh begitu juga Candy yang terlihat sangat lambat berjalan sebab tubuh mungilnya mulai nampak terlihat berisi, yang biasanya dia lincah dan gesit belum lagi tugas kuliahnya yang sudah memasuki sidang, Candy beruntung memiliki Rendra yang siap sedia selalu ada untuk membantunya dalam banyak hal dari kerjaan rumah hingga membantu Candy menyusun tugas skripsinya.


Hanya saja Rendra masih suka tidak nyaman dengan bau aroma yang datang tiba-tiba sehingga membuatnya mudah emosi walaupun sesaat.


"Ini mah aneh yang hamil istrinya yang mabok bojone (suaminya)" ucap Panji di sela-sela obrolan mereka di waktu istirahat siang.


"Memang aku mau...ga enak tahu"ujar Rendra menjelaskan dengan santai.


"Tapi ini baru hebat...kerja sama yang kompak" Ifan memberikan dua jari jempolnya ke Rendra dengan senyumnya.


"Iya...lah jangan mau enaknya aja"balas Rendra tegas terdengar dengan ucapannya.


Disela-sela obrolan santai tiba-tiba semua terkejut karena Rendra langsung berlari menuju kamar mandi dan mengeluarkan semua apa yang ada dalam perutnya, suara orang muntah terdengar jelas dari luar.


"Ya...tuhan Kapt kasihan banget sih" ucap Alfa yang menghampiri Rendra yang baru keluar kamar mandi.


Rendra masih berdiri di luar pintu kamar mandi dengan muka terlihat pucat dan tangan memegang perutnya yang sakit karena baru mengeluarkan isinya.


"Minumlah...ini masih hangat"ucap Panji memberikan teh manis hangat ke Rendra.


"Ke rumah sakit aja yuk"ujar Farel ke Rendra yang masih lemas terlihat duduk meminum teh yang di berikan Panji.


"Ga, usah...nanti juga baikan...siapa sih pake wangi-wangi kaya di kuburan aja" terdengar nada sewot Rendra yang lagi sensitif.


"Ha...ha...ha, minyak wangi jadi musuh berat loe sekarang" Ifan dengan tawanya menepuk pundak Rendra yang menurutnya Rendra yang selama ini di takuti musuh ternyata punya musuh.


"Dasar jagoan...gara-gara cinta jadi bucin loe"ucap Panji menambahkan dengan sedikit menggoda Rendra.


"Aduh...baunya itu loh...bikin pusing, sakit kepala ujung-ujungnya mual deh perut ku...hih..udah...udah jangan bahas itu"Rendra seperti ketakutan padahal baru membayangkan belum mencium aromanya.


Semua kawan tim Rendra tertawa melihat tingkah Rendra yang menurut mereka konyol diluar nalarnya tapi nyata dengan bukti nyata Rendra dibikin tidak berdaya dengan tubuh gagahnya tidak dapat menahan rasa mual dari bau wangi yang menurut sebagian orang sangat menyukainya tapi untuk seorang Rendra harum wewangian saat ini tidak di diharapkannya.


Di lain tempat Candy yang baru selesai mengontrol pasien rawat inap keluar dari ruangan, berjalan sedikit memelankan langkah kakinya melewati lorong ruangan rumah sakit dengan ramah membalas senyuman orang yang tersenyum padanya.

__ADS_1


"Tambah cantik aja.."tepukan pundak dari Rena yang berjalan di belakang membuat Candy sedikit kaget.


"Terimakasih sudah di puji" ucapnya Candy dengan senyumnya membalas.


"Aura bumil kali ya.."goda Rena ke Candy yang masih berjalan bersama.


"Ah...ga juga itu kamu aja yang bilang gitu, kapan mau menyusul" ujar Candy ke Rena yang bingung terlihat untuk menjawab pertanyaan Candy.


"Can...Can..kalau gue langsung hamil bakal heboh siapa lakinya, udah tahu belum nikah main hamil aja bisa gue di usir sama mama papa gue" balas jawab Rena dengan tawa santai tapi serius.


"Kata mas Rendra ada yang mau sama kamu, tapi...kamunya mau ga sebab dia maunya kenal pribadi langsung nikah" Candy menghentikan langkahnya menatap serius ke Rena.


"Gue mah mau aja tapi gue takut dianya yang ga mau sama gue" ujar Rena terdengar serius.


"Ketemu aja belum udah bilang gitu" ucap Candy menyakinkan Rena yang sepertinya malu tapi mau.


Balas dari Rena hanya tersenyum ke Candy dan keduanya melanjutkan berjalan menuju ruangannya masing-masing.


Saat ini Candy dan Rendra sudah berada di kediamannya yaitu rumah dinas Rendra, Rendra memperhatikan tingkah lucu Candy yang sudah susah duduk terlalu lama dalam menyelesaikan penyusunan skripsinya terlihat gelisah mengubah beberapa kali posisi duduknya belum lagi sesekali memijat kakinya yang merasakan kelelahan.


"Ga, apa mas...Can,masih bisa" ucap Candy yang masih melanjutkan menyelesaikan tugasnya.


"Biar mas bantu, honey sudah terlalu cape istirahatlah...kasihan baby juga pengen di manja mamanya"Rendra meraih tangan Candy dean diciumnya dengan rasa sayang.


Saat ini tugas Candy sudah berpindah ke tangan Rendra, tanpa butuh beberapa lama tugas Candy dengan cepat dapat di selesaikan Rendra maklum saja,otak jenius Rendra jangan diragukan lagi dalam mengerjakan tugas disertai tangannya yang cekatan dalam menekan huruf-huruf untuk dijadikan kalimat yang mudah di mengerti dan di pahami, Candy sendiri di buat takjub dan puas dengan hasilnya.


"Mas terimakasih ya...udah bantu Can" dengan manja Candy memeluk satu tangan Rendra yang kekar.


"Sama-sama apaan..sih ga usah terima kasih honey, mas senang ko bisa bantu" Rendra membalas mencium bibir Candy yang malu di cium Rendra.


"Masih aja malu" ucap Rendra dengan mengusap bibir Candy dengan lembut bekas di cium olehnya.


"Auw....awas mas" Candy meluruskan kakinya yang cape.


"Cape ya...sini mas pijit" Rendra dengan lembut memijat kaki Candy yang mulai cepat lelah bila berdiri terlalu lama.

__ADS_1


"Makasih mas, ga usah...mas sudah banyak membantu Can..."ucap Candy yang masih duduk meluruskan kakinya.


"Mas..senang direpotkan oleh honey" tangan Rendra mengusap lembut pipi Candy dengan sayang.


Rendra masih memijat kaki Candy dengan perlahan dengan obrolan santai sebelum tidur, seputar keseharian Candy di rumah sakit.


"Honey...baby ga berulahkan di rumah sakit" canda Rendra ke Candy yang menikmati pijatan tangan Rendra.


"Alhamdulillah mas...jadi anak baik selama ikut dinas, seperti tahu mamanya harus berdinas" ucap Candy dengan tangannya mengusap perutnya.


"Sayang...jadi anak baik ya...kalau diajak dinas mama ya..."tangan Rendra yang sekarang berganti mengusap perut Candy, dan di cium dengan sayang dan lembut perlahan.


"Ih...geli mas..udah ah...mas"ujar Candy yang merasakan geli karena perutnya di cium Rendra.


"Ko..geli sih..honey,mas cuma ngajakin ngomong baby" Rendra sengaja menggoda Candy.


"Iya...geli,yang Can...rasain"ujar Candy menjelaskan dengan suara manja terdengar oleh Rendra.


"Tapi suka kan"ucap Rendra senang menggoda Candy yang malu bila di goda Rendra.


"Mas...apaan sih"Candy berniat berlari menghindari godaan Rendra tapi suara Rendra lebih dulu mencegahnya.


"Honey...ingat jangan lari ada baby loh di perut honey,jangan sampai nanti honey jatuh"ucap Rendra dengan jari telunjuknya tanda melarang.


Candy diam mematung di tempatnya seakan takut melanggar ucapan Rendra, Rendra memahami ucapannya takut membuat Candy terbawa perasaan, dia menghampiri Candy di usap lembut ujung kepalanya dan berbisik lembut dengan rasa sayangnya.


"Mas...takut honey kenapa-kenapa, mas sayang honey juga baby" tangan Rendra mengangkat tubuh mungil Candy yang mulai berisi untuk di bawa ke kamar karena Candy sudah harus beristirahat tidak baik untuk ibu hamil tidur terlalu malam menurut Rendra.


Candy malu menyembunyikan mukanya di dada Rendra yang membuat Rendra tersenyum senang.


"Istirahat lah..mas akan memeriksa pintu dan mematikan lampu"ucap Rendra dengan mengusap kepala Candy dan mengecup bibir mungil Candy.


"Mas..." ucap Candy yang tidak mau di tinggal Rendra dengan tangannya memegang melarangnya keluar dari kamar.


"Mas...tahu sebentar ya...honey biar tidak ada orang iseng masuk" ujar Rendra sebab tidak mungkin maling masuk rumah dinas yang dijaga dari gerbang sebelum masuk ke rumah dinasnya, memang mau cari mati itu maling.

__ADS_1


Rendra juga sama inginnya selalu berdua dengan Candy setelah tahu istrinya berbadan dua, sebab keduanya seakan dibikin nyaman saat keduanya bersama, khususnya Rendra yang menyukai aroma tubuh Candy seperti penawar dari rasa mual yang dirasakannya.


__ADS_2