
Reuni Sekolah
Rahma mendapatkan ijin dari Mas Dimas untuk hadir di acara reuni sekolah,tapi Mas Dimas tidak dapat menemaninya di karenakan ada tamu dari luar negeri yang harus ditemuinya dan itu tugas dari kantornya.
Mas Dimas sangat percaya sama Rahma yang akan pergi dengan Candy adiknya,Mas Dimas bukan orang yang membatasi ruang gerak istrinya.
Di kamar Dimas
"Sayangnya...Mas, Mas mengijinkan pergi,maafkan Mas yang ga bisa menemani , ga...marahkan?"Mas Dimas dengan lembut mengusap pipi Rahma yang sedang merapikan pakaian yang dikenakan Mas Dimas.
"Ga...Mas...aku bisa jaga diri ko" Rahma dengan suara pelan, takut Mas Dimas menilai aneh-aneh, sebab dari acara reuni biasanya banyak yang CLBK dengan mantan nya,tapi tidak semuanya juga kali....., seharusnya momen ini di jadikan silaturahmi yang baik bukan untuk di rusak dengan perbuatan tidak baik ini, clbk buat yang sudah sendiri lagi yang silakan saja karena tidak ada yang dirugikan dan tersakiti.
"Ha.....ha...Mas tahu itu" Mas Dimas dengan tawanya yang melihat imut wajah istrinya takut dia cemburu atau punya penilaian yang bikin Dimas marah nantinya.
"Mas...aku salah ngomong ya..?"Rahma menunjukkan wajah polosnya.
"Ga...lucu aja,pokoknya hati-hati pesan Mas" Dimas mencium habis setiap bagian wajah Rahma dengan lembut, yang dengan wajah polosnya, masih belum paham omongan suaminya.
"Cantiknya Mas (Candy) kenapa kamu baru kasih sekarang bidadari (Rahma )untuk Masmu,kenapa ga dari dulu aja,ke polosannya ini bikin ngemes maksimal ga pengen jauh kalau bisa di kantongin " batin Mas Dimas.
Tidak berapa lama Mas Dimas pun pergi sesudah berpamitan kepada Ayah, Candy juga Rahma.
Begitu juga Rahma dan Candy sudah berdandan senatural mungkin untuk hadir di acara reuni sekolah yang kebetulan juga diadakan di sekolah, sebab banyak masih ingin mengingat tiap momen yang pernah dilewatkan dengan seragam putih abu-abu itu.
Candy dan Rahma berpamitan terlebih dahulu ke Ayah mereka untuk hadir di acara Reuni Sekolah,tidak berapa lama mereka sampai di gerbang sekolah.
"Mba...udah banyak ya...yang berubah"Candy bertanya kepada Rahma, melihat sekolah lamanya.
Di dalam lingkungan sekolah di sambut panitia yang mengharuskan Candy dan Rahma mengisi daftar hadir dari setiap angkatan.
Tempat reuni diadakan lapangan sekolah yang cukup luas tertutup dengan tenda yang mega dan dekorasi yang cukup menarik belum lagi hiburannya wow...artis ibu kota yang lagi naik daun.
Gosipnya "ada yang menjadi donatur " jadi acara ini gratis begitu juga tersedia stan makanan dengan menu lengkap dan beragam tersedia plus pelayan yang siap melayaninya.
Sudah banyak peserta reuni yang hadir hampir memenuhi kursi undangan,di panggung yang tersedia MC mempersilahkan tamu undangan yang belum menepati tempatnya masing-masing sesuai angkatan.
Sesaat suara hening atas permintaan MC,tapi suara khas memecahkan dan berfokus pada satu titik ke arah Candy Si Pemilik Mata Indah.
__ADS_1
"Permen......!" suara toa mushola Malik mengarah ke gadis yang pesonanya semakin terlihat berkilau yang sekarang sudah menjadi wanita dewasa yang anggun berkarisma.
Candy yang berjalan menuju kursi undangan dengan Rahma hanya melambaikan tangan dengan senyum termanisnya diperlihatkan kepada teman yang dikenalnya.
Candy yang saat ini mengenakan gamis bermotif bunga kecil berwarna mocca berbalut hijab berwarna senada dengan gamisnya terlihat anggun semakin terlihat pesona wanita muslim yang taat akan tuhannya.
Dari suara teriakan Malik itu,ada sepasang mata yang mencari "Permen" seiring denyut jantung yang tak bisa di hentikan iramanya dan denyutnya tidak tahu apa penyebabnya.
Yang terlihat hanya sosok perempuan melambai tangan dengan senyum manis ke arah pemanggil nama itu, yang terlihat tidak jelas oleh sepasang mata yang seakan menyenal sosok perempuan itu.
Ya...benar sepasang mata yang memperhatikan itu adalah Rendra yang saat ini datang menghadiri acara reuni sekolah, tapi sayang Rendra tidak dapat melihat dari dekat pemilik mata indah itu hanya mata indah itu yang menjadi petunjuk yang masih jelas teringat oleh seorang Rendra.
"Ya..Allah...aku sudah dekat dengannya tapi tangan ini tak dapat meraihnya apalagi memeluknya,apa aku tak pantas untuknya atau Kau akan pertemukan aku dengan nya ditempat yang dalam keadaan lain,keistimewaan apa yang kau miliki hingga Allah belum memperkenankan untuk bertemu denganmu"Rendra berbicara dalam diamnya.
Seseorang membuyarkan keheningan Rendra, yang masih mengingat pemilik mata indah itu yang sebenarnya ingin di temui di reuni akbar ini.
"Hai...bro gimana sih..di tempat seramai ini seakan loe ada ditempat lain, seistimewa apa gadis itu hingga seorang Rendra sampe memikirkannya?" ucap Bisma teman seangkatan Rendra yang duduk di sebelahnya.
Bisma tahu Rendra masih sendiri tampa pendamping, yang sering bertanya nama-nama adik kelasnya yang menurut Bisma aneh saja.
"Maaf aku ke toilet dulu"ucap Rendra mencari alasan untuk mencari tahu informasi tentang Candy.
Siapa yang tak kenal Rendra yang dapat mudah mencari informasi tentang musuh negara,dengan langka panjangnya Rendra menuju tempat daftar kehadiran yang datang.
Dengan tangannya kokoh dan terbiasa menyelesaikan kasus, di dapatinya beberapa nomor hp yang menurutnya penting untuk mencari titik terang terutama yang satu angkatan Candy, setelah cukup Rendra duduk kembali ketempat semula.
Seiring mentari yang terus bergulir berlahan tapi pasti,begitu juga acara reuni sekolah sampai pada acara santai,dimanfaatkan untuk saling berkangen ria atau sekedar bercerita kenangan masa lalu.
"Selamat...ya Ma,maaf ga bisa hadir " ujar Reza yang duduk disamping Bima.
"Terimakasih,ga apa -apa"ucap Rahma santai menikmati sosis bakar menu pilihannya.
"Cantiknya....babang kok bikin babang patah hati sih.."Malik keluarin jurus usil bin jailnya.
"Lah...loenya ngegantungin anak orang tanpa ke pastian "ujar Bima ikutan konyol .
"Apaan...sih,ga...jelas" ucap Rahma yang udah ga nyaman di goda Malik yang masih saja belum berubah.
__ADS_1
"Hayo...loe bini orang jadi sewot loe "Candy tahu mereka hanya becanda.
"Can,...loe tambah bikin gue terpesona aja sih" Malik ga lagi usil lagi tapi tenar pesona.
"Awas....Can,dia belum di suntik rabies "Reza mencairkan suasana sebab tahu Candy ga mau ada rasa diantara pertemanan.
"Loe...kira gue si blacky di suntik rabies "Malik sewot dengan meninju tangan Reza.
"Serius...gue"Malik dengan menunjukan gaya maskulinnya.
"Maaf...saat ini aku ga lagi tebar pesona,babang" Candy menentral suasana.
"Maklum...Can,dia lagi jadi jomloh akut" Bima muncul menawarkan ice kepada Rahma juga Candy yang keduanya menerimanya.
"Ada...suntik mati ga,Can..."ucap Malik ke Candy dengan menyodorkan tangannya untuk di suntik.
"Jangan bunuh diri..."Candy dengan maksud menenangkan Malik yang terlihat konyol.
"Bukan buat gue...no...dua kutu kupret yang beracun"Malik menunjuk Reza dan Bima.
Mereka tertawa bersama yang sekarang Malik jadi bahan bullyan kita semua, yang biasanya Malik yang bantai kita-kita sekarang situasi terbalik.
"Ma...loe juga ngapa, ga tungguin gue"Malik menyalahkan Rahma yang membuat Rahma bingung tidak faham maksud dari Malik.
"Gue..nunggu loe..ga lah, gue malah takut sama loe "Rahma serius ngomong ke Malik yang sontak membuat Malik berbalik nanya.
"Loh...kok takut, seserem itukah gue dimata loe ?" Malik dengan muka seperti orang mikir.
"Ya...lah gue takut,biasanya Ceo itu pacaran lagi sama sekretarisnya di belakang bininya" Rahma dengan nada suara kesel tapi usil.
"Bener-bener...untung loe Ma...ga sama dia" Bima menyetujui pilihan Rahma yang tidak lain adalah kakak dari Candy.
"Eet..deh...nyesel gue datang ke sini"Malik dengan menggaruk kepala yang ga gatal karena saat ini dirinya sudah kalah pamor menjailin teman-temannya.
Mereka menyudahi pertemuan ini karena waktu sudah harus pulang dan ingat janji Rahma sama Mas Dimas yang pulang Cepat.
Mereka pulang dengan membawa kesan yang berbeda-beda dari reuni sekolah saat ini, yang jelas buat Candy cs puas dan seneng bikin Malik kena batunya atas semua kejailannya selama masih berseragam putih abu-abu.
__ADS_1