Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
211


__ADS_3

...Rindu...


..."Kamu tau apa itu rindu? dekat jantung yang berdetak, namun sejauh langit yang tercapai" Rendra...


Siang menjelang sore ini Andika menggandeng tangan si kembar yang saat ini sudah mulai jalan melewati gerbang rumah dinas, banyak rekan dinas yang menyapanya bahkan menggoda si kembar yang sangat menggemaskan.


"Si cantik dan ganteng mau kemana nih.." sapa rekan ayahnya yang kebetulan berpapasan dengan mereka.


"Tuh..om tanya.." Andika meminta si kembar menjawab tapi apa yang di dapat keduanya bersembunyi di balik tubuh gagah sang ayah.


Andika yang tahu anaknya malu yang akhirnya menjelaskan kemana tujuan mereka di siang menjelang sore ini.


"Mau..ketemu..bunda..om.." Andika menjelaskan dengan meninggalkan rekan dinasnya kembali melanjutkan langkahnya menuju toko kue Nasyauqi.


Nama yang indah dan seuntai do'a dalam nama itu yang Andika berikan pada keduanya yang semakin tumbuh sesuai usianya.


Arshaka Virendra Shafwan ( lelaki bangsawan mulia yang berani ikhlas dalam cinta) itu nama putra Andika dan Nasyauqi yang sangat lucu dan mengemaskan.


Sedangkan yang putri Shanum Aisyah Shafwah (perempuan yang di berkahi kehidupannya dan penuh keikhasan dalam cinta) Andika memberikan nama itu untuknya.


Langkah kaki kecil keduanya memasuki toko dan sedikit berlari kecil mencari sosok ibundanya yang masih sibuk di dapur menyiapkan beberapa pesanan.


"Bu...bu.." panggil keduanya mencari sosok yang ingin di temuinya.


"Tuh..." Andika menunjukkan sosok yang ingin di temui si kembar.


"Bu..." teriaknya yang membuat Nasyauqi menyudahi aktivitasnya.


"Ya..sayang.." jawab Nasyauqi dengan menghampiri keduanya.


Si kembar seakan senang menemui ibundanya yang seperti biasanya dengan rutinitas toko yang saat ini ramai dikunjungi pelanggan.


Andika hanya memandang si kembar yang sudah di peluk oleh Nasyauqi yang sudah membersihkan diri dari tepung dan beberapa komponen kue.


"Sudah makan..sayang.." tanya Nasyauqi dengan mengusap pipi keduanya bergantian.


"Dah.." balas Arshaka singkat dengan menatap ibundanya.


Beberapa pegawai di buat gemas melihat keduanya yang tidak mau diam berlarian dengan mengeluarkan suara anak kecil, Nasyauqi hanya menemaninya Andika sendiri mengantikan tugas Nasyauqi hingga toko tutup memang sejak kehadiran si kembar toko tidak sampai malam Andika yang melarangnya, Andika tidak ingin istrinya terlalu cape dan toko kue hanya menyalurkan hobi Nasyauqi saja.


Andika mengantikan peran Nasyauqi membersihkan si kembar yang sudah terlihat segar begitu pun dengan Andika sudah terlihat rapi dengan baju santai sore menjelang malam ini, Nasyauqi sendiri masih membersihkan diri.

__ADS_1


Tidak lama terdengar suara Azan berkumandang Andika seperti biasa membawa Arshaka ke masjid yang berada di lingkungan dinas, karena sudah terbiasa di bawa ke masjid Arshaka tidak rewel dan menurut apa yang ayahnya perintahkan.


Jamaah berharap Andika yang saat ini menjadi imam, Andika tidak bisa menolak tapi bagaimana dengan putranya itu yang Andika pikirkan.


"Wis..ben karo..aku mas..tenang wae" ajudan Andika seperti tahu Andika mengkhawatirkan putranya.


"Ikut..baris sholat sama..om..ya sholeh.." ucap Andika pelan pada putranya.


Terlihat ada keraguan pada putranya tapi itu sesaat kemudia dia mengangguk dan tersenyum "ya.." balasnya pelan.


Andika menunaikan tugasnya hingga akhir dan melanjutkan dengan zikir dan serta do'a, setelah selesai keduanya berniat pulang tapi seseorang ingin ikut serta berjalan bersama.


"Mas..bareng..opo.." pinta ajudannya dengan berlari kecil mendekat ke arah keduanya yang sudah keluar dari lingkungan masjid.


Tidak banyak yang mereka dibincangkan hanya seputar kerjaan yang saat ini terlihat santai belum ada misi yang melibatkan dirinya untuk terjun langsung jadi Andika lebih fokus membantu mahasiswanya menyusun skripsi.


Setelah berpisah dengan ajudan keduanya sudah berada didalam rumah dan melanjutkan dengan belajar mengaji buat si kembar bersama Nasyauqi dan Andika sendiri membaca al-qur'an.


Rumah dinas Andika jadi terasa damai dengan alunan bacaan suci, walaupun baru memperkenalkan bacaan si kembar sangat antusias terutama soal hafalan surat pendek maklum saja keduanya sudah di kenalkan bacaan itu dari dalam kandungan oleh Nasyauqi sebagai ibundanya juga Andika yang selalu memperdengarkan bacaannya bila melantunkan bacaan suci itu.


Hingga menjelang azan isya keluarga kecil ini melakukan aktifitas mengaji, Andika kembali mengajak putranya ke masjid untuk sholat berjamaah dan putranya dengan semangat dia mengikuti ajakan ayahnya.


Selepas sholat isya Nasyauqi menyiapkan makan malam dengan menu yang sudah Nasyauqi siapkan dengan bantuan Andika.


"Ade..mau ikut..bantuin.." tanya Nasyauqi pada putrinya yang mengikuti kemana langkah ibundanya.


Putrinya hanya tersenyum dan tetap mengikuti langkah Nasyauqi yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah pola putrinya yang lucu.


Akhirnya mereka menikmati makan malam bersama Nashauqi menyuapi kedua buah hatinya, Andika yang sudah lebih dulu menghabiskan makan malamnya mengambilkan nasi yang lengkap dengan lauk dan sayur dalam satu piring dan menyuapi Nasyauqi yang membuat Nasyauqi malu pada kedua buah hatinya.


"Mas..." ujarnya pelan dengan memandang Andika.


"Sudah..ruuhi lapar juga kan.." seru Andika dengan menyuapi Nasyauqi


"Ayah..bunda lapar" ucap Arshaka dengan melihat Andika yang masih menyuapi Nasyauqi.


"Ya..sayang bunda lapar.." jawab Andika dengan mengusap kepalanya lembut.


"Bunda..sudah kenyang.." ucap Aisyah dengan memegang perutnya.


"Ais..sudah kenyang..pinter..minum dulu ya.." pinta Andika dengan memberikan segelas air pada Aisyah.

__ADS_1


"Kasih..ayah.." balasnya dengan menerima segelas dari ayahnya.


Selesai makan malam mereka bersantai di depan tv dengan berbincang dan bersenda gurau, suara ponsel milik Andika berdering terlihat di layar nama dari mertuanya.


Andika menekan telpon yang mode telpon video call yang mertuanya lakukan.


★★ " Assalamualaikum..pa.." ucap Andika pada mertuanya.


★★ " Waalaikum salam..gimana kabarnya.." tanya Rendra ingin mengetahui kabar keluarga kecil Andika.


Belum sempat Andika menjawab si kembar yang tahu telpon dari kakek tercintanya langsung ikut bergabung.


★★ " Kakek...kakek.." keduanya saling memanggil Rendra yang terlihat senang walaupun hanya lewat layar ponsel.


★★ "Iya..sayang..gimana..sehat.." tanya Rendra yang senang mendengar suara cucu kesayangannya.


★★ " Iya..nenek mana.." tanya Aisyah yang seperti mencari Candy.


Candy lalu muncul di layar ponsel yang membuat kedua cucunya senang dan saling bercerita keseharian keduanya kemana saja dan bersama siapa saja dan keduanya berharap kakek neneknya ada di dekatnya.


★★ " Ya..nanti kakek libur..akan jemput..Arsha dan Ais " seru Rendra yang membuat keduanya bersorak kegirangan.


★★ " Janji ya..kek.." ucap Arshaka dengan menunjukkan jari berjanji.


★★ "Iya..sayang kakek..janji.." balas Rendra senang di rindukan cucunya.


Setelah menutup telpon Rendra terlihat senang yang membuat Candy ikut tersenyum memang Rendra suka anak-anak walaupun dia terlahir menjadi anak bungsu tapi jiwa sayang pada anak kecil sangat tinggi jangankan ini cucunya anak-anak panti pun semua di perlakukan sama tidak ada yang di bedakan.


Rendra belum merencanakan apa pun untuk kedua buah cucunya tapi dia ingin kedua cucunya dikenalkan pada anak-anak panti yang hidupnya kurang beruntung tidak seperti keduanya yang memilki orang tua yang lengkap dan hidup layak bukan ingin bermaksud lain hanya ingin mengajarkan indahnya berbagi pada sesama dan dapat pelajaran yang tidak ada di sekolah nantinya.


Di tempat yang berbeda si kembar seperti senang akan berjumpa dengan kakek tercintanya, yang selalu saja banyak rencana bila bersamanya dari berkunjung ke kebun binatang, ke pantai dan berenang bersama di kolam milik kakek buyutnya.


Memang si kembar seperti mentari pagi yang selalu di rindukan kehadirannya terutama keluarga besarnya baik dari kakek Rendra mau pun mba kakung itu panggil untuk abi Andika yang sesekali datang berkunjung di kediaman dinas bila kangen pada cucunya.


Terlalu banyak cerita untuk menggambarkan ke lucuan tinggkah pola ke duanya bila bersamanya yang pintar dan tambah sehat.


Kesibukan Andika dan Nasyauqi tidak meninggalkan tugas utamanya sebagai orang tua dari buah hatinya mulai dari mengajarkan mengaji dan ibadah lainnya itu pondasi awal yang Andika Nasyauqi ingin tanamkan pada keduanya sejak dini.


Tapi semua didikan di ajarkan di sesuaikan dengan tahapan usia si kembar, begitupun Rendra sebagai kakek bila bersama si kembar ikut serta memberikan didikan agama dalam kegiatan bersama terutama pada Arshaka yang laki-laki untuk selalu ikut serta sholat berjamaah bersamanya.


Itulah sedikit banyak pengenalan dengan si kembar yang tumbuh membuangnya makin jadi pusat perhatian keluarga besarnya.

__ADS_1


__ADS_2