Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
99


__ADS_3

"Boleh kita mendengarkan cibiran dari orang lain tapi jadikan itu semangat, sebab mereka tidak melihat dan mengenal siapa diri kita dari dekat"Rendra.


Lembayung senja seakan enggan untuk pulang ke perpaduan, begitu juga dengan suara hati Alfa yang merasakan kegelisahan untuk melangkahkan langkah kakinya menuju ke kediaman Tazkia untuk menyampaikan niat baiknya melamar secara pribadi ke orang tuanya sebagai tanda keseriusan hubungannya untuk melangkahkan kejenjang yang lebih serius lagi yaitu meminta anaknya menjadikan teman berbagi suka dan duka hingga maut memisahkan.


"Assalamualaikum..hai..cantik" ucap Alfa di teras depan rumah dinas Rendra menyapa Ainun yang berada di teras.


"Waalaikum salam...Papa..ada om" ujar Ainun dengan berlari masuk kedalam rumah.


Rendra menghampiri Ainun dan bertanya kenapa berlari dan memanggil namanya, tangan Ainun menunjuk ke arah Alfa yang berdiri didepan pintu dengan menunjukkan senyum ramahnya ke Ainun yang bersembunyi di belakang tubuh gagah Rendra.


"Oh...ada om Alfa...kenapa ga di suruh masuk sayang" ujar Rendra dengan memegang tangan Ainun agar tidak bersembunyi di balik tubuhnya.


"Cantik..masa ga kenal om" ucap Alfa ke Ainun yang malu menyembunyikan mukanya di balik salah satu tangan Papanya.


Rendra mempersilahkan Alfa untuk duduk, dan melanjutkan dengan obrolan santai, tanpa di minta Candy membawakan minuman dan makanan kecil sebagai teman ngobrol, Candy mempersilahkan Alfa menikmati apa yang telah disuguhkan dan membujuk Ainun untuk masuk kedalam bersamanya.


"Sayang bisa bantu Mama merapikan mainannya" pinta Candy ke Ainun sebenarnya hanya alasannya untuk meninggalkan Rendra dan Alfa lebih leluasa berbincang.


"Ayo...sayang "ajak Candy ke Ainun dengan menggandeng tangan mungilnya.


Rendra mengerti betul dengan sikap yang Candy tunjukkan ke kawannya yang tidak suka ikut terlibat bila tidak di minta oleh Rendra dia lebih nyaman hanya berdua dengan Rendra terkecuali ada istri-istri mereka.


"Tumben...mukamu ko kusut sih"ujar Rendra yang memandang Alfa yang terlihat kusut banget.


"Bantu gue..apa bang.." ucap Alfa dengan nada memelas ke Rendra yang terlihat santai.


"Apa...yang harus aku bantu.." ujar Rendra dengan muka bingung apa yang harus di bantu sebab Alfa belum berbicara.


"Apa yang harus gue tunjukan untuk bertemu dengan ortunya Kia.." tanya Alfa ke Rendra dengan rasa ragu dia tunjukkan.


"Oh...itu, tujukan saja niat dan keseriusan kamu...itu sudah jadi sesuatu yang bisa membuat orangtua Ki..mengerti maksud kamu menemuinya" ucap Rendra menjelaskan dan menyakinkan Alfa.


"Jadi gue...harus kesana nih sekarang"ujar Alfa bertanya meminta kepastian ke Rendra.


"Ga..buru-buru juga telpon dulu Kia..,bisa ga orang tuanya menemui kamu sekarang" ujar Rendra memberitahukan apa yang harus Alfa lakukan.


"Oh...iya...ya bang" ujar Alfa dengan tangannya mengambil benda pipi miliknya dari dalam saku celananya.

__ADS_1


Rendra hanya diam untuk sesaat tanpa ingin mencuri dengar apa yang Alfa dan Tazkia bicarakan lewat benda pipi miliknya.


Setelah menyudahi telponnya Alfa terlihat tegang kembali hingga membuat Rendra tersenyum dan menepuk pundaknya.


"Jangan takut maju dulu sebelum kamu mengenal medan didepan sana, semakin kamu yakin akan memudahkan langkahnya untuk melangkah"ucap Rendra menyemangati Alfa yang mulai berdamai dengan apa yang Rendra ucapkan.


"Terimakasih...bang..seandainya saja abang tidak ada kepada siapa gue..membagi kerisauan hati ini" ucap Alfa dengan menundukkan wajah yang biasanya terlihat polos di mata Rendra hari ini nampak gelisah juga cemas.


"Bukanya yang lain juga akan sama memperlakukan kamu...jangan terlalu berlebihan" ujar Rendra yang ingin Alfa lebih terlihat siap menghadapi semuanya dengan dewasa.


"Terus...ini gimana" tanya Rendra ingin kejelasan dari Alfa dan menandakan bahwa Rendra tidak mencuri dengar apa yang mereka bicarakan.


"Kia...bilang Ayahnya mempersilahkan gue datang ke rumahnya, kebetulan abangnya juga sedang ada di sini jadi bisa ketemu gitu..bang" ucap Alfa yang terlihat senang tapi juga cemas takut sesuai harapannya.


"Ok...siapkan mentalmu, tunjukan kamu punya sesuatu yang bisa menyakinkan mereka tanpa harus di pandang dari materi yang mereka miliki" Rendra menepuk pundak Alfa yang menandakan menyakinkan Alfa.


"Siap...Kapt akan gue laksanakan sesuai perintah"ucap Alfa seperti sedang berdinas dengan sikap memberikan hormat ke Rendra.


"Apaan...biasa aja.." ujar Rendra tertawa ke Alfa yang terlihat lebih siap dan rileks.


"Jika butuh kendaraan gunakan saja" Rendra memberikan kunci mobilnya ke Alfa, namun Alfa menolaknya.


"Terserahlah...kamu aja deh" ucap Rendra dengan tawanya mendengar ucapan konyol Alfa yang membuat Ainun mendekat ke Papanya.


"Apa sayang...sini"ucap Alfa menyapa Ainun yang menatap Papanya yang masih tertawa.


"Sini...sama om"ucap Alfa ke Ainun yang mendekat ke Rendra bukan ke Alfa.


"Sama Papa aja" ucap Ainun yang memandang ke Alfa yang menurutnya masih asing menurutnya.


"Ih...Ainun lucu deh ayo...om bawa pulang aja temani om.." ujar Alfa yang mengoda Ainun.


"Ga...om Ainun mau sama Papa Mama Ainun aja" ujar Ainun yang makin memeluk Rendra yang takut di ajak Alfa.


"Udah sana nanti juga bakal bawa yang sama kaya Ainun...malah bisa di ajak yang enak-enak lagi" goda Rendra ke Alfa yang hanya tersenyum mendengar ucapan dari Rendra.


"Mau...aku bekali apa nih..." tanya Rendra ingin mengoda Alfa dengan menggendong Ainun mengantarkan Alfa ke depan pintu.

__ADS_1


"Apa...ya...yang jelas do'a restu aja deh" dengan tawanya Alfa berucap dan mengusap lembut kepala Ainun yang tertutup hijab lucunya.


"Mba..gue pamit...terimakasih minumannya" teriak Alfa yang akan meninggalkan kediaman rumah dinas Rendra.


Candy melangkah keluar dari dalam rumahnya hanya bisa melihat Alfa yang sudah menaiki motor miliknya yang berada di depan taman kecil milik rumah dinas.


Hanya senyumnya di perlihatkan oleh Candy sebagai tanda membalas ucapan Alfa untuknya.


"Banyak berdo'a biar meluluhkan hati keluarga besar Tazkia buatmu, biar cepat jadi mantunya" ucap Rendra mengingatkan Alfa yang telah mengunakan helm dan hanya menunjukkan tanda jempolnya


"Dah...om.." ucap Rendra dengan memberikan tangannya berdadah ke arah Alfa begitu juga dengan Ainun memberikan tanda yang sama dengan Papanya.


"Hati-hati di jalan ya..." ujar Rendra lagi dengan menepuk jok motor Alfa agar Alfa segera menuju rumah Tazkia.


Sepeninggal Alfa, Ainun banyak bertanya yang membuat Rendra kualahan menjawab tiap pertanyaan yang Ainun sampaikan.


"Om...Alfa mau kemana sih Pa.." tanya Ainun yang memandang ke Rendra meminta penjelasan dari Papanya.


"Om..Alfa mau ke rumahnya tante Kia..sayang"jawab Rendra dengan sabar menjelaskan ke Ainun.


"Ada apa di rumahnya tante Kia..Pa.."tanya Ainun lagi dengan penasaran yang dia tunjukan.


"Mau...main saja sayang..." jawab Rendra lagi yang gemes melihat tingkah polos Ainun.


"Ainun sayang...biar Papa bersiap dulu ya...untuk ke masjid ya...sayang " bujuk Candy ke Ainun yang masih ingin banyak bertanya ke Rendra terlihat dari Ainun merengek menolak bangun dari pangkuan Papanya.


"Ya...sebentar ya...Papa berganti pakaian dulu nanti ikut Papa" ujar Rendra menenangkan Ainun yang takut ditinggalkan Rendra.


Candy hanya tersenyum melihat tingkah manja Ainun ke Rendra yang tidak ingin jauh dari sisinya bila Rendra tidak dalam kedinasannya.


"Ini...nih gara-gara waktu dalam perut di tinggal kerja terus" ucap Rendra yang bucin banget saat Candy hamil yang tidak mau jauh dari sisi Candy.


Candy hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Rendra yang benar adanya, menurut Rendra aroma dari tubuh Candy menenangkan tidak membuatnya pusing juga mual.


Ainun yang tidak mengerti apa yang di bahas kedua orang tuanya hanya diam mengikuti tiap langkah Rendra yang sudah mengunakan pakaian khas orang yang akan pergi ke masjid.


Rendra melangkah untuk menunaikan kewajibannya diiringi Ainun yang ikut serta saat ini, Rendra malah senang Ainun dekat dengannya menandakan anak perempuannya merasa nyaman ada di dekatnya.

__ADS_1


★★Note★★


Terima kasih saya ucapkan atas saran dan masukan untuk gambar cover, bila masih belum sesuai mohon masukannya kembali, terimakasih untuk yang masih setia membaca cerita yang saya tulis mohon maaf bila masih ada kekurangan dan keterlambatan mengirimkan lanjutan ceritanya.


__ADS_2