
"Bersyukurlah walaupun hari ini hatimu terluka Tuhan akan menyembuhkannya dengan caranya tanpa kita sadari" Candy.
Dalam perjalanan ke rumah sakit Candy sesekali menahan rasa sakit dari perutnya tapi masih bisa di tahannya dengan sesekali terucap dari bibir mulutnya melantunkan do'a meminta dimusnahkan persalinannya.
"Masih...kuat Honey" tanya Rendra ke Candy yang masih duduk di sampingnya.
Hanya anggukan kepala yang di berikan Candy ke Rendra yang menandakan keadaannya, tapi tidak buat seorang Rendra yang tidak tega melihat kondisi Candy.
"Tidak bisakah...kau lebih cepat membawa mobilnya" ucap Rendra sedikit tegas memerintahkan ke ajudannya yang terdengar tidak biasanya memberikan perintah dengan sedikit ada nada marah.
"Mas...Can..ga suka Mas seperti itu" ujar Candy menegur Rendra dengan sedikit cemberut.
"Maaf...Honey Mas khawatir" ucap Rendra dengan merasa bersalah juga khawatir melihat kondisi Candy.
"Bukan sama Can...maafnya" Candy menunjuk ke ajudan Rendra yang mengerti situasinya membuat Rendra seperti itu.
"Maaf...bro, sebab aku khawatir aja sama Honey kalau kita masih di jalan"ujar Rendra dengan menepuk pundak ajudannya.
"Ga...apa, Kapt aku tahu ko" ujar ajudan Rendra dengan tersenyum terlihat dari kaca yang ada di depan kemudi Rendra melihat dan membalas senyuman ajudannya.
Tidak beberapa lama sampai juga mobil di rumah sakit tanpa menunggu lama Rendra menggendong tubuh mungil Candy yang terlihat berisi dengan tangan kokohnya tanpa meminta kursi pasien dan langsung menuju ke ruangan persalinan sesuai permintaan Candy.
Banyak pasang mata memandang, pemandangan itu membuat iri para pasangan yang menurutnya romantis dan berharap pasangannya memperlakukannya seperti itu.
Dalam ruangan bersalin sudah ada Rena yang sebelumnya sudah di minta tolong oleh Rendra terlebih dahulu lewat telpon.
"Mas...tunggu diluar saja ya..." pinta Rena ke Rendra dengan senyumnya sopan.
"Please...biar aku teman Honey...boleh ya..." tangan Rendra seperti memohon ke Rena.
"Bener Mas...mau nemenin" canda Rena tapi dengan suara memastikan ke Rendra.
"Iya...lah masa bikinnya bareng tapi berjuangnya sendiri" ucap Rendra tanpa malu ke Rena, Rena yang malu dengan mata memandang Candy yang merasakan mules di perutnya.
"Ampun...dah...misua..loe hilang urat malunya"gumam Rena di telinga Candy yang hanya senyumnya di tahan.
"Biar aku periksa dulu ya..." Rena yang sudah siap memeriksa dengan perlengkapan yang sudah di kenakannya.
"Hmm" Candy hanya berucap seperlunya sebab sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya.
Rena memeriksa kondisi Candy dan hanya mendapatkan jawaban yang santai dari Rena.
"Sabar babynya masih belum mau keluar pintunya belum sepenuhnya terbuka" ujar Rena dengan candanya berkata.
Candy tahu itu dengan santai juga meminta suami tercintanya membantunya bangun dari tempat tidurnya, setelah di periksa.
"Mau kemana Honey" ucap Rendra penasaran dengan apa yang akan di lakukan istrinya.
__ADS_1
"Bantu Can...jalan santai aja di sini" pinta Candy ke Rendra dengan tangan meminta di gandeng.
"Ren...ga ada cara lain biar cepat pintunya terbuka" pinta Rendra ke Rena.
"Ada...Mas..." ucap Candy dengan pelan terdengar di telinga Rendra.
"Apa..."Rendra dengan penasaran berucap ke Candy.
"Di ajakin bobo bareng" ucap Candy dengan menjawab apa adanya yang menurut Candy tidak ingin Rendra mendengar ini dari mulut orang lain.
"Honey...."Rendra terkejut sekaligus di buat malu oleh ucapan Candy yang lebih paham soal medis.
"Itu yang alami selain cesar Mas" Candy memberikan penjelasan ke Rendra yang masih tersipu malu.
"Mas...mau melakukan itu" goda Candy yang masih di gandeng berjalan santai di dalam ruangan.
"Ih...Honey...Mas ga setega itu kali" ujar Rendra dengan memandang penuh rasa sayang Candy.
"Katanya kepengen cepet ketemu babynya, jadi di jemput dulu sama Papanya" ucap Candy lagi yang lebih memperjelas.
"Ga...Honey...Papanya sabar ko...nunggu" ucap Rendra dengan mencium pipi Candy lembut.
"Bener...nih sabar..." goda Candy yang sekarang berani mengoda suaminya yang di bikin malu.
Terdengar salam dari luar, suara itu jelas sangat di kenalnya siapa lagi kalau bukan Mba Ayu dan Mama Rendra datang untuk memberikan semangat ke Candy.
"Gimana...Can" tanya Mba Ayu ke Candy yang masih melanjutkan jalan santainya.
"Tunggu dua pembukaan lagi Mba" ucap Candy ke Mba Ayu menjelaskan.
"De...ajakan bobo aja biar cepat" pinta Mba Ayu ke Rendra tanpa malu.
"Mba...mau bobo di mana ini rumah sakit, mau sambil di liatin sama Mba " ujar Rendra menjelaskan ke Mba Ayu.
"Ayo...Mam...kita keluar dulu biar mereka enak-enak dulu" goda Mba Ayu ke Rendra yang jelas adiknya tidak mungkin melakukan itu.
"Ih...Mba jangan konyol apa" balas Rendra lagi memegang tangan Mamanya agar tidak menuruti kemauan Mba Ayu.
"Ih...yang malu tapi sebenarnya mau tuh...Can" ucap Mba Ayu lagi untuk mengoda Rendra.
Candy hanya menahan tawanya yang sesekali merasakan kontraksi yang sangat sakit dirasakannya.
Mama Rendra mengusap lembut punggung Candy dengan mulutnya berdo'a untuk kemudahan persalinan Candy.
"Ma...Maafin Rendra ya...bila selama ini ada kata dan perbuatan yang ga sengaja membuat Mama sakit hati" ucap Rendra dengan mencium tangan Mamanya yang masih mengusap punggung Candy.
"Dra...Can..ga ada salah sama Mama juga Papa" jawab Mama yang masih mengusap punggung Candy.
__ADS_1
"Banyak do'a aja biar di mudahkan ya...sayang" ujar Mama mencium kepala Candy yang masih tertutup hijabnya.
"Makasih...Ma.." ucap Candy memeluk Mama Rendra dengan sayang.
Begitupun dengan Rendra ketiganya saling berpelukan tanpa menyadari keadaan Candy yang lagi kontraksi.
"Kenapa Can..." tanya Mba Ayu ke Candy yang sudah terlihat tidak kuat menahan sakit.
"Mba...bantu Honey" ucap Rendra ke Mba Ayu yang tidak sedang berdinas.
"De...panggil dokternya" pinta Mba Ayu ke Rendra yang langsung berlari keluar ruangan.
"Mba...bantu..Can" pinta Mama yang membantu Candy bersiap untuk persalinan.
"Siap...Can..."ucap Mba Ayu dengan sigap tapi tidak dengan persiapan perlengkapan untuk membantu persalinan.
Candy sendiri sudah berusaha mengatur napasnya dengan berlahan dan dokter pun datang siap membantu persalinan Candy, Rendra masih ingin terlibat dalam momen ini dengan rasa yang bercampur aduk Rendra rasakan melihat perjuangan seperti apa seorang istri itu untuk memperjuangkan masa depan anaknya yang akan lahir ke dunia ini, dengan nyawa sebagai taruhannya.
Dengan mulut terus berdo'a Rendra menyaksikan perjuangan istrinya melahirkan baby mungilnya yang akan lahir ke dunia, suara tangis dari mulut mungil itu memenuhi ruangan seiring dengan isak tangis terdengar dari seorang Kapten yang biasanya sangat di takuti lawan saat ini jadi orang yang paling cengeng terlihat oleh Mba Ayu.
"Yah...dek...bisanya kamu jadi bucin gini" ujar Mba Ayu yang melihat Rendra masih dalam isak tangisnya mencium Candy yang masih terlihat lemah tersenyum bahagia ke Rendra.
"Terimakasih ya...Honey untuk pengorbanan dan perjuangannya demi baby" ucap Rendra dalam tangisnya dan mencium bibir Candy dengan lembut, hanya senyuman yang Candy berikan karena masih lemah.
"Pa...mohon di adzanin dulu" ucap salah satu perawatan yang memberikan baby yang ternyata seorang putri cantik buah cinta Rendra dan Candy.
Tangan Rendra gemetar menerima babynya tapi dengan suka cita dia berusaha tenang.
"Assalamualaikum, cantik" ucap Rendra dan dilanjutkan dengan memberikan adzan diteliga kanan dan iqomah di telinga kirinya, baby mungil itu begitu tenang digendongan Papanya mendengarkan alunan adzan dan iqomah dari Papanya.
"Do'a Papa agar baby jadi gadis yang sholeha jadi penyejuk hati buat keluarga dan selalu berjalan dalam ridho Allah amin"ucap Rendra dengan air mata tidak tertahankan.
"Boleh saya rapikan dulu Mas" pinta Rena mengambil alih menggendong baby mungil yang belum di berikan nama oleh orang tua tercintanya.
"Selamat ya...sayang" ucap Mama mencium Candy yang masih lemah tapi sudah berganti baju dengan tersenyum.
"Terimakasih Ma...untuk do'anya dan sudah memberikan Can...suami terbaik buat Can" ucap Candy dengan mencium tangan Mamanya Rendra.
"Mama yang harus berterimakasih sama Can...sudah mau jadi mantu Mama"ujar Mama tersenyum ke Candy.
"Selamat ya...Can...sudah jadi Mama" ucap Mba Ayu ke Candy.
"Terimakasih Mba...sudah jadi Mba yang selalu ada buat Can..." balas Candy menerima ciuman dari Mba Ayu.
"De...udah siap begadang...buat jaga malam" goda Mba Ayu ke Rendra yang masih duduk di dekat Candy.
"Siap...lah, aku ga mau Honey sampe kecapean"balas Rendra ke Mba Ayu dengan tegas terdengar.
__ADS_1
Betapa bahagianya hati Rendra melihat Candy yang sudah mulai terlihat lebih baik dan baby putri cantiknya yang sudah ada hadir diantara keduanya sebagai bukti buah cinta keduanya yang selama ini di nantinya.