Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
195


__ADS_3

..."Pengalaman pahit mengajarkan kita jadi orang yang kuat untuk bangkit lagi agar menjadi manis pada waktunya" Candy....


Kabar kehamilan Nasyauqi di sambut dengan gembira tidak hanya keluarga inti Nasyauqi saja tapi semua keluarga besarnya terutama Indra yang sangat tahu bagaimana baiknya Andika dalam mencintai adiknya.


Saat ini keduanya bermalam di rumah mewah milik kakeknya Nasyauqi, Nasyauqi sampai tidak diijinkan untuk melakukan apapun baik oleh mamanya maupun neneknya yang membuatnya bosan.


"Bumil..ga boleh..cemberut..nanti babynya..sedih" goda Rendra merangkul Nasyauqi.


"Bosan..papa..habis..serba ga boleh.." rengek Nasyauqi dengan manja.


"Temani..papa yuk.." Rendra mengajak Nasyauqi ke kolam ikan milik kakeknya, Rendra memberi makan ikan-ikan di kolam Nasyauqi terlihat senang melihatnya.


"Makin..cantik..aja cucu kakek.." sapa kakeknya yang menghampiri keduanya.


"Kakek.." Nasyauqi memeluknya.


"Bukan cantik..kek..tapi makin manja.." goda Indra yang kebetulan mampir.


"Mas.." sapa Nasyauqi yang langsung disambut Indra.


Mereka saling berbincang santai dipinggir kolam seputar kehamilan yang Nasyauqi rasakan saat ini.


"Dek..tabah subur..aja.." goda Indra dengan mencubit pipinya.


"Gimana ga subur mas..semua masuk.." jawab Nasyauqi dengan tersenyum.


"Ga..apa-apa..yang penting sehat bunda sama babynya.." ucap Candy yang membawakan minuman dan kue.


"Betul..itu tante.." balas Indra dengan mencicipi kue dari tantenya.


Andika mengusul Nasyauqi dengan membawakan buah dan susu juga vitamin, yang membuat orang terdekatnya Nasyauqi sangat bersyukur Nasyauqi mendapatkan orang yang tepat.


"Ruhi..ini waktunya minum susu.." Andika memberikan segelas susu ibu hamil.


Nasyauqi menghabiskan semua yang Andika bawa baik buah maupun susu yang membuat Indra menggodanya.


"Gimana ga subur..sekali makan habis..kamu ga mabok dek.." goda Indra sambil tertawa.


"Mas..Andika yang mabok.." ucap Nasyauqi yang membuat Indra tertawa.


"Pantes..bucin.." ujar Indra dengan mengacak kepala Andika.


"Berarti sama..kayak papa dong.." ujar Candy yang membuat Rendra menggaruk kepalanya malu.


"Ha..ha..om..ternyata.." goda Indra yang membuat Andika tersenyum.


"Emang..mau ku..ya..dika.." protes Rendra yang membuat semua ketawa.


"Gimana..rasanya.." tanya Indra pada om dan mantunya.


"Pokoknya ga enak..tapi ya..nikmati aja..demi buah hati.." balas Rendra mengusap lembut kepala Nasyauqi yang tertutup hijab.


Nasyauqi membalasnya dengan memeluknya dengan manja pada papanya yang digoda Indra.

__ADS_1


"Keluarnya kayak..gini..bikin gemes.." Indra menyentuh hidung Nasyauqi yang dibalas cemberut oleh Nasyauqi.


Andika hanya tersenyum melihat kedekatan keluarga istrinya, Candy tahu tidak baik untuk Nasyauqi terlalu lama berdiri dan memintanya masuk untuk beristirahat begitu juga dengan papa Rendra yang baru saja sampai dari keperluannya.


Akhirnya tinggal Indra, Andika dan Rendra yang masih menikmati pemandangan taman juga Ikan hias dengan berbagai macamnya jenisnya.


"Gimana..om..sudah ada titik terang.." tanya Indra yang ingin tahu.


"Baru..saja beberapa bulan yang lalu anak Farel meninggal dengan tragis.." Rendra menjelaskan yang membuat Indra juga Andika terkejut.


"Tapi..dengar-dengar karena menyukai seseorang..bener ga sih om" ujar Indra ingin tahu.


"Ya..temanmu itu loh mas.." ucap Rendra sedikit mengeluarkan amarahnya.


Indra melihat ke Andika yang seperti meminta penjelasan siapa seseorang itu dan Andika mengangguk Indra seperti mengerti.


"Rafiq..apa sih istimewanya cuma cakep dong.." seru Indra juga sewot.


"Ingat mas..dia ga terlibat dia hanya obsesi seseorang yang menginginkan dirinya.." Rendra menjelaskan.


"Bukannya aku dengar dari group chat dia mau nikah.." balas Indra menjelaskan.


"Ko..aku ga tahu ya..mas.." tanya Andika.


"Mendingan ga usah tahu..nak.." pinta Rendra pada menantunya.


"Iya..pa.." jawab Andika singkat.


Rendra masih belum ingin membuka tabir kejahatan ini bukan Rendra tidak berani tapi taruhannya keluarganya bahkan lebih itu keturunannya juga sebab akan tiba waktunya orang itu yang akan meminta maaf atas kejahatan itu yang Rendra yakin itu akan terjadi, sebab kejahatan tidak selamanya akan menang pikir Rendra.


Andika melantunkan ayat suci dengan tangan mengusap perut Nasyauqi, Rendra merasa beruntung dirinya sudah memberikan pendamping untuk Nasyauqi lelaki yang sangat sayang padanya hingga tidak merasakan kehilangan figur papa pada Andika.


"Beruntung ya..mas..kita.." ujar Candy dirangkul Rendra.


"Ya..honey..semoga tidak ada mata jahat..yang mengganggu mereka.." ucap Rendra terharu.


Selepas sholat isya mereka menikmati makan malam dan berbincang santai di ruang keluarga.


"Mas..papa mau kasih hadiah..sebab papa belum kasih kalian kado.." Rendra memberikan kunci mobil pada Andika.


"Maaf..pa..ini..mah terlalu mewah buat kita berdua.." Andika merendah dengan sopan.


"Sebab papa bingung mau kasih kalian apa.." ujar Rendra yang di buat kagum dengan kesederhanaan Andika.


"Do'a tulus dari papa mama juga kakek nenek sudah cukup buat kami.." balas Andika dengan tersenyum sopan.


"Nak..pakai saja..kami semua tahu kalian berdua mampu punya yang lebih, tapi ini hadiah dari kami..terutama buat cucu buyutku.." ujar kakek menambahkan.


"Sudah..terima aja..ga maukan melihat papa kecewa" tambah Candy menepuk pundak Andika dengan tersenyum.


"Udah..mas..kasihan papa tuh..udah sedih.." goda Nasyauqi yang tahu Andika tetap akan menolak pemberian orang.


"Ya..baiklah..terimakasih pa.." ucap Andika yang terasa berat tapi Rendra tahu itu dan memeluknya.

__ADS_1


"Terimakasih banyak untuk semua hal.." bisik Rendra terdengar terisak yang membuat Andika semakin bertanggungjawab atas semua kepercayaan yang sudah Rendra berikan padanya.


"Aku..yang harus banyak berterimakasih pa.." balas Andika sudah tidak dipeluk Rendra lagi.


"Memang sudah di kasih apa sama papa.." tanya Nasyauqi polos dan ingin tahu.


"Sudah di kasih ijin menikahi anaknya.." balas Andika yang membuat semuanya tertawa memang benar adanya.


Menurut Rendra Andika lelaki yang tidak banyak bicara tapi tindakan yang selalu dia lakukan itu yang membuatnya dikagumi banyak orang sikap rendah hati dan tahu sopan santun itu juga dia perlihatkan dimana pun yang membuat Rendra makin sayang padanya.


Malam semakin menjelang tapi bumil tidak dapat tidur yang membuat Andika kasihan sebab menurutnya masih lapar, sebenarnya Andika malu sebab ini bukan rumahnya yang harus mengacak-acak isi kulkas untuk mencari makanan sesuai permintaan bumil.


"Ada..yang bisa mama bantu..mas.." tanya Candy yang kebetulan mau mengambil minum untuk Rendra yang masih mengerjakan beberapa file.


"Maaf..ma..ruhi minta dimasakin spaghetti" dengan malu Andika meminta.


"Tunggu mama..bantu.." Candy tersenyum ada aja maunya bumil pikir Candy.


Rendra yang merasa haus akhirnya mengambil air sendiri tapi apa yang dilihatnya istrinya sibuk di dapur dengan Andika padahal ini sudah malam.


"Bumil lapar..ya.." ujar Rendra menepuk pundak Andika yang hanya tersenyum.


"Anakmu pa..nyusahin suaminya aja..tuh.." protes Candy yang membuat Andika hanya membalas dengan ucapan yang membuat Rendra kagum.


"Ga..ko..ma..aku yang menawarkan ko.." ujar Andika menjelaskan.


"Belain terus..tambah manja deh.." balas Candy yang membuat Rendra tertawa.


"Ada..yang mau dimanja nih.." goda Rendra membuat Andika malu bukan kepalang, ternyata mertuanya bucin juga.


Rupanya wangi masakan mama mengundang bumil ingin keluar dari kamarnya yang membuat Rendra menggodanya.


"Cucu kakek lapar..ya..duh kacian.." goda Rendra mengusap perut Nasyauqi yang membuat malu Andika.


"Iya..kakek..laper..." balas Nasyauqi yang membuat Candy geleng-geleng.


"Jangan kaget..ya..mas.." ujar Candy pada Andika yang hanya tersenyum menunduk malu.


Masakan mama di nikmati dengan sangat nikmat tapi tidak dengan Andika yang berlari ke kamar mandi merasa mual yang sangat membuat Rendra kasihan dan membantunya.


Ada rasa lucu tapi memang itu adanya, orang yang terlihat gagah, mahco tapi dengan mual bisa lemas tidak berdaya.


Candy bergegas merapikan piring agar aroma dari makanan yang Nasyauqi nikmati berkurang biar Andika tidak mual lagi.


"Kasihan..suami mu mba.." ujar Candy pada Nasyauqi.


"Terus aku harus gimana mama.." tanya Nasyauqi dengan protes ke mamanya.


"Aku..ga apa-apa ko ma.." pinta Andika yang sudah minum teh hangat buatan Rendra.


Melihat keadaan anaknya seperti ini Rendra ingin rasanya memintanya untuk tinggal di dekatnya tapi kesibukan Andika dan toko kue yang Nasyauqi miliki harus ada yang mengawasi, mungkin hanya do'a yang bisa Rendra panjatka untuk keduanya untuk selalu saling mendukung satu dan yang lainnya.


Yang pasti Andika selalu ada di dekat Nasyauqi itu sudah segalanya buat Rendra yang sangat menyayangi keduanya.

__ADS_1


β˜…βœ© Noteβœ©β˜…


Terima kasih untuk support dan dukungannya teruntuk semuanya yang telah mendukung karya saya dimana pun berada, sekali lagi terimakasih dan mohon maaf masih banyak kekurangan.πŸ™πŸ’•


__ADS_2