Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
237


__ADS_3

..."Hati..tetaplah berprasangka baik pada apapun yang terjadi, pada siapapun yang datang dan pergi jangan menyimpan dari damai dan marah pada keadaan, percayalah bahwa setiap ujian yang datang, hadir untuk menguatkan " Rendra....


Setiap long weekend keluarga kecil Andika bermalam di rumah kakek buyutnya, walaupun tanpa keharusan tapi ada sesuatu yang kurang bila tidak berkumpul bersama.


Terutama si kembar selalu saja merengek bila tidak berkunjung kerumah kakek buyutnya yang membuat Andika iba dan selalu saja memenuhi keinginannya.


Seperti biasa Mika merasa terhibur dengan kehadiran si kembar, Mika sudah mulai jalan dan selalu mengikuti kemanapun si kembar melangkah bila si kembar pura-pura bersembunyi Mika menangis merasa kehilangan membuat ketawa semua yang berada di rumah kakek buyutnya.


Malam ini tidak seperti malam biasanya penghuni rumah besar kakek satu persatu masuk kamarnya terutama Mika yang terlebih dulu masuk, akibat terlalu aktif sebab sore tadi mengikuti kemanapun si kembar melangkah.


Kalau si kembar masih belum tidur tapi hanya bermain di kamar sebab Nasyauqi ingin merebahkan badannya yang lelah memenuhi pesanan kue pelanggan sebelum berkunjung ke rumah kakeknya.


Andika yang mengawasi kegiatan si kembar, dengan memeriksa beberapa tugas mahasiswanya yang dia bawa ke rumah kakek yang menurutnya memanfaatkan waktu senggangnya dengan hal yang bermanfaat.


"Ayah..pensilnya..tumpul.." Arshaka menunjukkan pensil pada Andika.


"Sini..ayah bantu.." Andika meruncingkan pensil Arshaka yang sibuk menulis dan menggambar.


"Bunda ade ngantuk.." ucap Aisyah yang terlihat cape.


"Sikat gigi dulu ya.." pinta Andika menggandeng tangan Aisyah ke dalam kamar mandi.


Dan tidak lama Aisyah sudah keluar dari kamar mandi yang digendong Andika, dan di rebahkan disamping Nasyauqi yang tidak tidur hanya merebahkan tubuhnya.


"Do'a dulu..ya..sayang " pinta Nasyauqi pada Aisyah, dia menuruti permintaan Nasyauqi dan tidak lama sudah terlelap dalam alam mimpinya.


Arshaka yang kehilangan teman main yang mulai bosan dan ingin menyusul tidur, tapi Arshaka juga harus membersihkan diri terlebih dulu sebelum tidur dan di bantu Andika.


Setelah berdo'a Arshaka juga tidak lama sudah terlelap di samping Aisyah, yang membuat Andika menggelengkan kepalanya sebab melihat tingkah kedua buah hatinya.


"Istirahatlah..ruhii.." Andika mengusap lembut kepala Nasyauqi.


Nasyauqi hanya menuruti perintah Andika tanpa menjawab, Andika sendiri masih menyelesaikan tugasnya yang belum selesai.


Rumah besar itu terlihat sepi tidak terdengar suara teriakan kecil yang sore tadi terdengar ramai dengan gelak tawa dari suara si kembar juga Mika dan orang tua keduanya.


Malam menang sunyi pantas untuk memberikan waktu pada tubuh untuk beristirahat setelah beraktivitas siang tadi dengan segala rutinitas yang cukup melelahkan apapun itu.


Tapi tidak berlangsung lama, dipersetiga malam Andika dan Nasyauqi sudah melaksanakan ibadah malamnya begitupun dengan Rendra dan Candy yang sholat berjamaah di dalam kamarnya.


Azlan tidak ketinggalan hanya Allea yang menemani Mika yang terbangun setelah menyusu dia kembali mengantuk.


Tidak terasa dua jam kemudian sudah masuk sholat subuh dan mereka sholat berjamaah di masjid kecil milik keluarga Rendra, semua penghuninya melaksanakan sholat subuh di masjid kecil itu.


Selepas sholat subuh aktivitas kembali dimulai dari olah raga pagi yang Andika lakukan bersama Azlan juga Rendra hanya kakek yang berjalan santai.


Urusan dapur Candy dan Nasyauqi yang melakukannya, sedangkan asisten rumah tetangga membersihkan rumah besar dan satu persatu penghuni kecil terbangun mulai terdengar suara yang membuat rumah kakek buyutnya seperti ada kehidupan baru.


Di kedinasan Rendra ada kegiatan bazar murah baik untuk kalangan kedinasan maupun untuk umum, serta lomba-lomba karena hari ini hari ulang tahun kedinasan.


Rendra dan Candy berniat pergi berdua saja tapi si kembar ingin ikut serta, Rendra dan Candy tidak tega melihat keduanya sedih sehingga mengajaknya ikut ke kantor dinas.


Azlan dan Andika berniat untuk menyusul setelah Nasyauqi rapi dengan urusan rumah dan menyiapkan keperluan kakeknya sebelum meninggalkannya mengantikan tugas Candy yang harus pagi-pagi ke kantor dinas bersama Rendra.


Selepas apel bersama Rendra berkumpul bersama kawan timnya seperti biasa tapi ada yang membuat suasana terlihat ramai dengan suara kecil memanggil Rendra sehingga Rendra memilih menghampiri keduanya.


"Kakek.." si kembar bersamaan memanggil Rendra dan menghampirinya.


"Iya..sayang mana nenek.." tanya Rendra pada si kembar, yang langsung menunjuk Candy yang berdiri diantara ibu-ibu persit menjaga stand bazar yang mulai ramai pengunjung.


Kawan satu tim Rendra di buat gemas dengan si kembar yang lucu dan pintar dengan sopan menjawab semua pertanyaan yang kawan Rendra tanyakan pada keduanya.


"Sudah sarapan belum.." tanya Panji memegang tangan Arshaka yang baru saja menyalaminya.

__ADS_1


"Sudah kakek.." balas Arshaka dengan tersenyum.


"Bro..kenapa gue..seperti ingat senyumnya Ai.." tanya Ifan setelah melihat Arshaka.


"Emang dia anaknya.." jawab Rendra yang memang sudah waktunya kawan satu timnya tahu.


"Gila..loe bro..serius gue.." balas Ifan langsung memeluk Arshaka yang bingung.


"Serius..lah memang ini anaknya.." balas Rendra yang membuat Panji dan Ifan terdiam seperti tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya.


Mereka tidak merasa dipermainkan oleh Rendra sebab mereka tahu siapa Rendra pasti ada alasan yang mendasar yang pada waktu itu tidak berbagi pada kawan satu timnya.


Si kembar di perhatikan dengan seksama oleh kawan satu tim Rendra memang Arshaka yang memiliki senyum seperti milik Ainun, hanya mata sedikit diwakili oleh Aisyah.


Ifan menangis memeluk Aisyah, Rendra mengerti itu sebab Ifan sangat dekat dengan Ainun sudah seperti anaknya maklum saja dia hanya memiliki putra semata wayang dan baru saja dianugerahi anak.


Panji masih belum bisa berdamai dengan keadaan dia masih terus memperhatikan tingkah si kembar yang bermanja pada Rendra.


Alfa seperti flase back beberapa waktu lalu soal kekhawatiran Rendra pada putrinya setelah meninggalnya putri Farel, ini jawaban yang sebenarnya hanya Rendra meminta Alfa menasehati putrinya dan menjaganya.


"Let..ada hubungannya dengan seseorang.." Alfa meminta penjelasan dari Rendra tapi memakai isyarat dan hanya keduanya yang mengerti itu.


"Ya.." jawab Rendra yang diharapkan Alfa langsung mengerti dan benar Alfa langsung paham dengan tertunduk lesu Alfa seperti mengingat wajah seseorang.


Memang sudah ada kejelasan dari kasus putrinya Farel hanya saja sekarang kasusnya sudah di tutup karena pelaku sudah meninggal dunia, Farel lebih jadi pribadi yang pendiam setelah kepergian putrinya jangankan untuk bercanda seperti dulu kumpul-kumpul santai pun dia jarang selepas dinas dia lebih senang dirumah bersama salah satu putrinya yang masih hidup begitupun istrinya yang dulu ceria dan paling mudah bergaul jadi sosok yang bicara seperlunya saja.


Sebegitu hebatnya rasa kehilangan itu hingga merubah Farel jadi pribadi yang pendiam dia seperti menyalahkan diri sendiri karena tidak mengawasi putrinya.


Ifan sendiri sepertinya ingin sekali berjumpa dengan Ainun yang dikenalnya, gadis yang supel, ramah, cerdas dan rendah hati serta apa adanya.


"Dimana sekarang Ai..berada bro..?" tanya Ifan yang memangku Arshaka.


"Ada..kalau ga salah nanti dia kesini bersama suaminya.." Rendra menjelaskan terlihat wajah senang dari Ifan seperti dia memendam merindu pada Ainun.


"Serius sebab anak-anaknya ikut kesini.." ujar Rendra dengan mengusap hijab Aisyah.


"Kakek..itu bunda.." ucap Aisyah yang membalas lambaian tangan dari Mika yang ingin ikut bersama Aisyah.


"Ade..Mika.." teriak Aisyah mengejar Mika yang di gendong Nasyauqi.


Ifan langsung lari menghampiri Nasyauqi, tampa meminta Ifan memeluk Nasyauqi dengan rasa haru dan kerinduan yang dalam.


"Om...sehat.." ucap Nasyauqi masih dalam pelukan Ifan, entah berapa tahun lamanya dia tidak bersua hingga rasa rindu itu tertumpahkan saat ini.


"Iya..sayang..Ai..sehat.." tanya Ifan dalam isaknya pada Ainun, bagi Nasyauqi maupun Ainun tetap orang yang sama.


"Alhamdulillah..sehat om, mas Ifat gimana kabarnya?" tanya Nasyauqi pada Ifan yang sudah melepaskan pelukannya.


"Alhamdulillah dia baru saja di karuniai putra Ai.." Ifan masih dalam rasa harunya.


"Alhamdulillah..kangen deh sama mas Ifat om.." ujar Nasyauqi dengan memegang tangan Ifan agar lebih tenang.


"Bunda..ayah mana..?" tanya Aisyah yang mendekat pada Nasyauqi.


"Ayah disana..sayang.." Nasyauqi menjelaskan pada Aisyah.


Nasyauqi menyalami semua kawan satu tim papanya seperti biasa dengan senyum ramahnya, semua kawan satu tim Rendra masih bingung dengan wajah Ainun yang dulu dikenalnya sekarang jauh berbeda hanya senyum dan mata indah miliknya tetap sama.


"Ayah.." panggil Arshaka pada Andika yang kebetulan mencari keberadaan keluarga kecilnya juga Mika yang Nasyauqi gendong.


Andika menghampiri dan menyalami semua orang yang berada di dekat keluarga kecilnya.


"Kenakan..Andika suami..putriku.." Rendra menjelaskan, penjelasan Rendra membuat kawan satu timnya takjub Rendra tidak salah pilih lelaki yang menjadi suami putrinya.

__ADS_1


Apalagi setelah bertemu Nasyauqi, Andika langsung mencium kepala Nasyauqi yang membuat kawan satu tim Rendra teringat akan tingkah Rendra yang bucin, ternyata menantunya lebih bucin lagi dengan tawa konyol kawan Rendra langsung pecah yang membuat Nasyauqi dan Andika bingung sebab hanya Rendra dan kawan satu timnya saja yang mengerti itu.


Si kembar meminta sesuatu yang ada di bazar yang membuat Nasyauqi dan Andika meninggalkan rekan dinas papanya.


Andika menggendong Mika sedangkan Nasyauqi menggandeng si kembar, menuju stand bazar yang berbaris dengan beragam dari makanan minuman, baju beserta perabot rumah tangga tidak ketinggalan sembako murah.


Mika yang sudah berjalan tidak mau di gendong sedangkan si kembar ingin membeli sesuatu di stand bazar akhirnya Andika yang menunggu si kembar, Nasyauqi yang mengikuti langkah kaki kecil Mika.


"Ai..Ai..Ainun.." teriak seseorang yang suaranya cukup dikenalnya tapi sangat lama sekali dia tidak bertemu dengan pemilik suara itu.


Suara keras dari wanita itu membuat semua mata tertuju pada Nasyauqi yang jelas saat ini ramai pengunjung disetiap stand, bukan malu tapi bingung memang ada yang mengenal dirinya pikir Nasyauqi apalagi dengan nama yang dia panggil itu sudah beberapa tahun lalu dan baru sekarang didengarnya lagi.


"Ai..kamu lupa sama aku.." serunya dengan memegang pundak Nasyauqi yang memegang tangan Mika.


"Sarah..gimana kabar mu.." balas Nasyauqi yang mengenal Sarah teman satu kelasnya di sma dulu.


Keduanya saling berpelukan hanya saja ada seseorang yang dibuat terkejut dengan pertemuan keduanya sebab teriakan Sarah membuat seseorang ingin tahu siapa pemilik nama yang dulu telah membuat hatinya susah berpaling.


Betapa terkejutnya seseorang yang dilihatnya adalah orang yang selalu bersama Andika kawan satu angkatan kuliahnya.


"Sumpah demi apa..bukannya dia istri Andika..tapi kenapa dia memanggilnya Ainun..benarkah..Ainun yang dulu.." batin Rafiq seperti berbicara dalam diam memperhatikan dua wanita dan anak kecil yang di gandengnya.


"Hai..mas.." Ifat menepuk pundak Rafiq yang membuat Rafiq terkejut.


"Serius amat..liat apa..sih.." tanya Ifat yang penasaran dengan apa yang dilihat Rafiq.


Belum hilang rasa penasaran Rafiq, ayah Ifat memanggil Nasyauqi agar bertemu dengan Ifat yang kebetulan keduanya berada tidak jauh.


"Ai..Ai..ini mas mu.." panggil Ifan pada Nasyauqi yang langsung menghampiri Ifat bersamaan suami tercinta Nasyauqi mendekat bersama kedua buah hatinya.


"Mas..gimana kabarnya..?" tanya Nasyauqi dengan tersenyum Ifat dibuat bingung sebab dirinya merasa pernah bertemu dengannya bersama Intan istrinya tapi bukan Ainun tapi dia lupa siapa nama seseorang itu.


Ifat masih dalam bingungnya tapi Rafiq sudah di kejutkan lagi dengan suara Andika menyapanya bertanya tentang kabarnya hingga dia tidak fokus pada Ainun yang saling melepas kangen dengan Ifat seperti banyak cerita yang susah untuk di bicarakan saat ini sebab bukan waktu yang tepat.


"Gimana kabarnya bro.." tanya Andika pada Rafiq yang masih bingung dengan situasi ini.


Ifan, ifat dan Nashauqi saling berbincang seputar kabarnya yang telah lama tidak berjumpa, membuat Ifat ingin rasanya banyak bertanya dan ingin Ainun menjawabnya kemana saja dirinya selama ini.


"Selamat ya..mas kata om..baru saja dapat putra.." ucap Nasyauqi masih seperti Ainun yang pikir Ifat dengan selalu ramah pada siapapun.


Soal teman sma Nasyauqi yang sudah meninggalkan Nasyauqi sebab dia hanya menemani kakaknya berbelanja di bazar.


Andika berbincang dengan Rafiq tapi Rafiq sepertinya hilang konsentrasi, Andika tahu itu tapi Andika bukan lelaki yang tidak berpikir pakai akal sehat.


Soal Nasyauqi atau Ainun sudah istrinya sedangkan Rafiq sudah tidak bisa mengagumi istri orang lain, Andika hanya bisa berpikir Rafiq saat ini di buat bingung dalam situasi ini sebab jelas-jelas Ainun sudah di kabarkan telah wafat, jadi yang di depan matanya itu siapa mungkin seperti itu pertanyaan yang ada di benaknya saat ini.


"Baik..bro santai nih bisa berkunjung ke sini.." balas Rafiq dengan berusaha menutupi rasa bingungnya.


"Ya..kebetulan libur dan anak-anak ingin ikut kakeknya.." Andika menjelaskan pada Rafiq.


Rafiq memperhatikan Nasyauqi masih dengan curi pandang, untungnya Nasyauqi tidak tahu itu kalau tahu Nasyauqi pasti ingin cepat meninggalkan tempat ini.


Dan saat ini sepertinya waktu yang tepat orang yang mengenal Ainun kembali bertemu dan melepaskan kangen pada dirinya, walaupun banyak dalam otak dan pikiran mereka berpikir tidak mungkin ada orang mati bisa hidup lagi dan hal ini butuh penjelasan ilmiah.


Tapi beruntungnya semua itu hanya sedikit orang yang berpikir seperti itu selebihnya mereka senang bisa kembali berjumpa dengan dirinya yang telah lama tidak berjumpa.


Terutama orang terdekat lebih bersyukur dan soal pertanyaan yang lagi disingkirkan jauh-jauh baginya tidak penting yang terpenting saat ini keberadaan Ainun ada kembali bersama dalam keadaan sehat dan baik-baik saja walaupun ada sedikit perbedaan ditambah dia sudah memiliki pendamping dan sudah memiliki dua buah hati yang sehat serta lucu-lucu.


Yang jelas hari ini hari istimewa menurut kawan satu tim Rendra sebab bisa kembali bertemu gadis kecil yang selalu di rindukan yang hilang kini kembali bisa berkumpul kembali di tengah-tengah mereka.


✩★ Note ★✩


Maaf sudah membuat menunggu sebab saya sudah kehabisan ide untuk menulis tentang kehidupan keluarga Rendra, sekali lagi maaf dan ucapan terimakasih yang masih setiap membaca karya saya, salam hangat untuk keluarga semua pembaca setia semoga selalu dalam lindungan tuhan.🙏💜

__ADS_1


__ADS_2