
"Berbagilah kebahagian dari dirimu sebab tidak akan mengurangi rasa gembira itu sendiri agar semakin bermakna di hidupmu" Candy
Keluarga besar Rendra sangat bahagia dengan kelahiran baby boy dan yang paling bahagia sebenarnya adalah Ainun yang akan mempunyai teman untuk berbagi.
Dia sangat antusias ingin menyambut kedatangannya ke rumah dari rumah sakit, Ainun meminta Mama Rendra untuk membuat sedikit hiasan menyambut kepulangannya ke rumah.
"Nenek...yang ini dimana...harus diletakkan" tanya Ainun yang membuat Mama Rendra senang melihat Ainun bersemangat menyambut kepulangan adik kecilnya.
"Sayang...dimanapun akan bagus.." ujar neneknya yang tersenyum memandang Ainun.
Nampak hiasan balon yang terlihat memenuhi ruangan dan ada lagi hiasan yang lain yang memberikan kesan Ainun sangat menyayanginya adik kecilnya dan kepulangannya sangat di nantikannya.
Mama Rendra yang melihat Ainun begitu bersemangat menyambut adik kecilnya turut bahagia hingga kehadiran suaminya yang telah di dekatnya tidak disadari olehnya.
"Seneng...bener...Ma..." ucap Papa Rendra merangkul pundak istrinya.
"Eh...Papa...bikin kaget..aja" ujar Mama Rendra yang terkejut dengan mengusap dadanya.
Papa Rendra hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya yang masih melihat Ainun yang sibuk menyiapkan persiapan kepulangan adik kecilnya.
"Kakek...cakep..ga.." tanya Ainun ke Kakeknya menunjukkan beberapa balon yang sudah di tiup oleh asisten Neneknya.
"Sayang...pinter banget...jadi cantik...eh...cakep...sip deh" ucap Kakeknya dengan jari jempol ditunjukkan ke Ainun.
Candy meminta ke Rendra untuk tidak menyediakan kamar bayi dia ingin dekat dengan bayinya hanya menginginkan tempat tidur bayinya satu kamar dengannya seperti Ainun dulu.
Rendra menuruti keinginan Candy dan hanya di siapkan kamar yang nyaman dan bersih untuk dirinya juga bayinya tidak lebih.
Karena menurut Candy bayi butuh kenyamanan dan ruangan bersih bukan yang penuh ornamen bikin ruangan jadi sempit tidak nampak lapang.
Untuk seorang Rendra apapun akan di penuhi untuk seorang Candy yang tidak pernah menuntut apa-apa darinya lebih cenderung menerima tanpa meminta dalam hal apapun.
Terdengar suara mobil berhenti yang membuat Ainun dan suara khasnya memanggil penghuni rumah untuk keluar menyambut kedatangan adik kecilnya tapi diluar dugaannya mobil yang datang ternyata mobil yang mengantarkan beberapa parcel yang di kirim dari kolega sebagai ucapan selamat atas kelahiran baby boy.
Melihat Ainun kecewa Papa Rendra menggendongnya, Ainun yang merasa sudah bukan anak kecil lari protes ke Papa Rendra yang sekarang sering di panggil Kakek.
"Kakek...Ai..udah gede...berat" ucap Ainun yang membuat sang Kakek tersenyum.
"Oh...sudah gede...ya...tapi Kakek masih kuat..loh" ucap sang Kakek dengan tangan yang masih kokoh mengangkat tubuh Ainun.
__ADS_1
Lalu terdengar deru mobil yang berhenti tepat di pintu masuk terlihat beberapa asisten rumah tangga Mama Rendra sibuk membukakan pintu mobil yang lain menurunkan beberapa tas dari bagasi belakang mobil.
"Assalamualaikum...Ko...ga ada yang menyambut ade pulang...ya..." ucap Rendra ke penghuni rumah dengan tangan merangkul pundak Candy yang menggendong baby boy.
"Waalaikum salam...masuk sayang" balas Mama yang akan mengambil baby boy dari tangan Candy.
Rendra dan Candy sedikit terkejut melihat ruangan yang telah dihias sedemikian rupa untuk menyambut kedatangan baby boy.
Ainun yang di gendong Kakeknya menghampiri penghuni baru yang masih beraroma khas yang hampir semua orang menyukainya.
"Sayang...ini ada Mba Ainun.." ucap Papa Rendra yang masih menggendong Ainun.
Ainun mencium pipi adik kecilnya yang masih merah dengan mata masih tertutup karena tertidur.
"Bangun...sayang...ini sudah di rumah Nenek" ucap Mama Rendra yang menggendongnya.
Candy yang sudah duduk dengan manis hanya melihat keakraban Ainun dengan adik kecilnya merasa bahagia.
"Siapa...ya..yang sudah membuat semua ini..." ucap Rendra yang pura-pura tidak tahu ingin putrinya senang.
"Ai...Papa..."seru Ainun yang tidak mau jauh dari adik kecilnya.
Seperti biasa Rendra selalu saja ingin membuat Candy senang bila bersamanya apalagi kalau tidak menggodanya dengan ucapan yang menurut orang lain biasa tapi buat Candy dan Rendra ini yang membuat keduanya semakin dekat.
"Mau...tambah...lagi" ujar Rendra yang ingin menggoda Candy yang masih melihat tingkah anak-anaknya.
"Ih..Mas.."ucapan manja ke Candy ke Rendra yang masih tertawa.
"Apa...Honey.." ucap Rendra menghentikan tawanya.
"Bisa..bantu..Can..Mas" ujar Candy ke Rendra yang masih di dekatnya.
Belum sempat Candy menyampaikan ucapnya terdengar suara bayi laki-lakinya menangis.
"Oh...haus ya..." ujar Mama Rendra ke cucunya dan benar saja saat tangan Mama mengusap pipinya, mulut mungilnya membuka dan mencari sesuatu yang biasanya menjadi sumber penghilang lapar dan hausnya.
"Sabar...ya...sayang...udah lapar ya..." ucap Mama dengan menggendongnya untuk di berikan ke Candy.
Terlihat sekali bayi itu sangat haus sekali hingga tangannya di masukan kedalam mulutnya dan terdengar sekali suara dia mengisap salah satu jarinya.
"Haus..ya..." ucap Candy menerima bayi boynya yang sepertinya tahu dia di tangan Mamanya.
"Sabar...ya...sayang..." ujar Candy membuka sedikit hijabnya agar bayinya dapat menyusu dengan nyaman.
Sebelum baby boy menikmati ASI, Candy selalu membiasakan dirinya mengajak anaknya untuk berdo'a, baby boy sangat menikmati sekali tiap hisapan hingga tertidur dalam dekapan hangat Mamanya, Rendra yang tahu Candy belum menikmati makan siang tanpa menunggu Candy meminta, Rendra sudah membawakan piring berisikan nasi beserta lauk pauk plus sayur yang selalu Candy utamakan bila sedang memberikan ASI.
__ADS_1
"Honey...berdo'a dulu" ucap Rendra dengan tangan akan memberikan suapan ke Candy.
"Mas...biar Can..makan sendiri" Candy malu kepada Mama Papa Rendra, dia tidak ingin dinilai memanfaatkan kesempatan hingga merepotkan suami.
"Can...ga usah malu...Mama juga sama..dulu Papa memperlakukan seperti itu...jangan tidak enak...Can...butuh asupan nutrisi yang banyak"seru Papa dengan tersenyum ke Candy yang malu di perlakukan seperti itu.
Selesai Candy menghabiskan makan siangnya yang di bantu Rendra yang menyuapinya, dia masuk ke kamarnya untuk menidurkan bayi laki-lakinya yang menurutnya sangat menggemaskan.
Di ucapnya pipinya dengan lembut sebelum Candy meninggalkannya dalam tidur pulasnya dikamar yang sangat nyaman dan bersih.
Saat akan melangkah keluar dari kamar Candy bertemu assisten rumah tangga Mama Rendra yang akan mengantarkan beberapa buah dan makan kecil lainnya juga minuman.
"Maaf...non..ini mau...ibu letakkan dimananya" tanya assisten dengan ramah ke Candy, dia bingung semua telah di siapkan oleh mertuanya yang baik hampir seperti ibu bagi Candy.
"Biar...saya saja..bu" ujar Rendra yang baru saja keluar dari kamar mandi yang ada di kamarnya.
"Terimakasih...bu..maaf merepotkan.." ucap Candy yang merasa terbebani.
Rendra meletakkan apa yang telah assisten Mamanya bawa diatas meja yang letaknya tidak dekat dengan tempat tidurnya.
"Mas...Can..malu...harus merepotkan Mama" ucap Candy ke suaminya.
"Ga..Honey...Mas tahu maksud Honey..." ucap Rendra dengan mengusap kepala Candy yang tertutup hijab.
"Can...jadi merasa tidak enak..Mas" ucap Candy lagi ke Rendra yang masih di dekatnya.
"Ok...enaknya gimana..menurut Honey ?" tanya Rendra yang tahu Candy akan merasa terbebani di rumah Mamanya.
Candy hanya diam tidak bisa memberikan penjelasan apa yang menjadi keinginannya.
"Boleh...Mas..menjelaskan keadaan saat ini" ujar Rendra yang ingin Candy tidak merasa terbebani yang menurutnya merepotkan Mama Rendra.
Candy hanya menganggukan kepalanya ke Rendra yang tersenyum ke Candy agar tidak ada salah paham.
"Mas..ga tega Honey...untuk tinggal di rumah dinas saat ini.." ucap Rendra menjelaskan.
"Soal...semua keperluan keluarga kecil kita selama kita bersama Mama..Mas..yang memenuhi kebutuhannya dengan tidak membebani Mama Papa, Honey..ada beberapa assisten juga Mas yang membayarnya..maaf..Honey Mas tidak meminta pendapat Honey terlebih dahulu" ucap Rendra menjelaskan ke Candy.
"Maafkan..Honey..Mas.." ucap Candy yang langsung memeluk Rendra dengan manja.
"Honey..." Rendra memanggil Candy yang terlihat manja di pelukannya.
"Istirahat...lah...biar lebih cepat Honey pulih" ujar Rendra ke Candy yang telah merebahkan dirinya di kasur dan tidak beberapa lama Candy terlelap dalam istirahat siangnya.
__ADS_1
Rendra yang tidak jauh dari posisi Candy tertidur memandangnya dalam diam dan berkata seorang diri "Mengapa semakin mengenalmu semakin..diriku tidak dapat menemukan sedikitpun kekuranganmu..justru kebaikan hati dan kemandirian yang selalu kamu tanpakan...terutama rasa malumu yang masih melekat disaat diriku memandang mata indahmu" Rendra tersenyum seorang diri.
Syukur adalah kata yang tepat untuk Rendra yang telah memilih Candy untuk jadi pendamping hidup dan telah di berikan dua junior yang harus terus di jaganya dengan segenap cinta kasih.