
"Pagi adalah waktu terbaik untuk menjemput berkah dari tuhan jadi bersemangat lah sebagai bukti kita menjemput berkah itu" Candy.
Sapaan pagi yang khas dari alam menyemangati semua penghuni bumi dengan suara yang saling bersahutan satu dan yang lainnya tanda hari ini akan cerah, secerah suasana hati Panji yang mulai bercampur aduk sampai mengalahkan rasa permen yang terkenal manis, asem, asin....itu.
"Bocil sudah jalankan..." tanya Ifan ke Farel yang sedang mengecek barang-barang seserahan yang akan dibawa ke rumah Rena.
"Setahu gue udah jalan dia" jawab Farel tanpa melihat lawan bicaranya karena sibuk memeriksa jangan sampai ada yang kurang.
Kediaman dinas Panji benar-benar diramaikan oleh kerabat dari Panji dan kawan dari kedinasan juga istri-istrinya yang turut membantu.
Dilain tempat tepatnya butik tempat Alfa untuk mengambil pesanan pakaian pengantin Panji.
Dari dalam butik tangan Alfa memegang pakaian yang dipesan Panji dengan cukup hati-hati sebab tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak di harapkan olehnya sebagai amanah.
Alfa membuka pintu butik tanpa melihat sekitarnya hanya melihat ke depan jalan keluar dan tanpa di duga oleh Alfa.
Brak...gedebuk seseorang jatuh menabrak Alfa yang bertubuh gagah juga atletis.
"Hai...hati-hati non..." ucap Alfa sedikit sopan tanpa menyalahkan si gadis yang masih dengan tangan berusaha bangkit dari lantai karena jatuh menabrak Alfa.
Gadis itu meringis karena kesakitan pada lututnya yang dirasakannya tapi tidak berdarah, dan nampak terlihat dia ketakutan.
"Kak...bisa tolong aku..." tubuh gadis itu gemetar karena ketakutan, Alfa sendiri hanya memperhatikan hampir terpesona karena keindahan matanya yang hampir sama seperti di miliki oleh Candy istri Kaptennya.
Gadis itu menggoyang tubuh atletis Alfa tanpa malu hanya berpikir bagaimana caranya dia bisa selamat dari kejaran orang-orang suruhan mantan pacarnya.
"Kak...please...tolong aku..." ucapnya lagi masih menggoyang tubuh Alfa yang sudah mulai fokus.
"Hai...kamu ga takut minta tolong sama orang yang tidak kamu kenal" ucap Alfa berkata sedikit mengingatkan gadis itu, dengan tangan memberikan tanda berdadah di depan mukanya agar gadis itu sadar dengan apa yang Alfa ucapkan
"Aku...yakin kakak orang baik..." ucap gadis itu dengan napas tidak teratur dan mata terus melihat ke arah belakang.
"Ok...naik lah..bila kamu yakin denganku" ucap Alfa dengan tanganmenekan tombol kunci untuk membukakan pintu mobil milik Rendra.
Baru saja Alfa akan menyalahkan mesin mobil beberapa orang yang berbadan tegap dengan wajah sedikit sanggar dengan gelagat mencurigakan seperti mencari seseorang.
Alfa spontan melirik ke gadis yang duduk di dekatnya yang sudah membungkukkan tubuhnya bersembunyi agar tidak terlihat.
__ADS_1
Alfa hanya diam tapi banyak pertanyaan dalam benaknya ada apa dengan gadis ini dan berlalu meninggalkan gerombolan laki-laki itu untuk pergi dari tempat dia mengambil pakaian Panji.
Alfa masih fokus menjalankan laju mobilnya dengan otaknya yang masih berpikir mau diantar kemana gadis ini, yang jelas tidak mungkin kalau harus ikut ke acara pernikahan Panji pasti banyak yang bertanya kepadanya tetang siapa gadis ini, akhirnya Alfa menghentikan mobilnya tepat di depan kafe kekinian untuk menanyakan mau kemana tujuan gadis ini.
"Maaf...bukan aku tidak sopan...cuma aku bisa antar kamu kemana" tanya Alfa sopan yang masih berada di dalam mobil.
"Bisakan...kakak antar aku ke asramaku" ucap gadis itu masih belum dalam kondisi tenang.
Alfa kembali menghidupkan mesin mobilnya untuk mengantarkan gadis itu ke tempat yang di mintanya.
"Ok...boleh kamu tunjukan arah jalannya" ucap Alfa masih sopan dan tidak ingin bertanya lebih.
"Terimakasih kak..." Gadis itu masih dalam keadaan seperti memikirkan sesuatu.
"Boleh aku bertanya...sesuatu" tanya Alfa berusaha mencairkan suasana dan menyakinkan gadis itu Alfa orang baik.
"I...ya..ya...kak..boleh" jawab gadis itu masih gugup dan menundukkan wajah cantiknya.
"Kamu kenapa tinggal di asrama" tanya Alfa ke gadis itu yang masih meremas jemari tangannya tanda dia masih cemas.
"Biar aku ada teman..." jawabnya polos dan seadanya tampa basa basi terdengar di telinga Alfa.
"Ada...cuma Asisten rumah tangga dan sopir" ujarnya masih menundukkan wajah ayunya.
"Terus kemana orang tua dan saudara kamu" Alfa masih bertanya walaupun hanya sekedar basa basi.
"Mereka sibuk lebih banyak di luar kota dan luar negeri...em..em..kalau kakak sudah menikah" ucap gadis itu masih memainkan jari tangannya.
Alfa menghentikan laju mobilnya tepat di depan gerbang asrama si gadis, Alfa turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil mempersilakan gadis itu turun tapi entah kenapa gadis itu masih duduk manis tidak ingin turun dari mobil yang di kendarai Alfa.
"Masih...betah...non.." Alfa berkata dengan senyumnya sedikit mengoda.
"Em...em..kakak boleh minta antar sampai masuk ke gerbang tidak" ucap gadis seperti memohon ke Alfa dengan muka memelas.
Alfa di bikin bingung dengan permintaan gadis ini tapi harus bagaimana lagi bila menolak akan lama dia pergi dari tempat ini.
"Baik...lah hanya masuk gerbangkan..." Alfa meminta kepastian ke gadis yang masih di dalam mobil.
__ADS_1
Hanya anggukan kepala yang di berikan ke Alfa sebagai tanda jawaban oleh gadis itu.
Sebelum turun dari mobil gadis itu merapikan baju yang di pakainya begitu juga dengan rambutnya yang terlihat tidak rapi, setelah merasa cukup rapi dia turun dan dengan sedikit malu menggandeng tangan Alfa yang spontan membuat Alfa terkejut tapi belum sempat meminta penjelasan, tangan gadis itu menariknya agar cepat memasuki gerbang asrama yang di jaga oleh dua satpam.
"Siang non...tumben minta diantar pacar" ucap salah satu satpam ke gadis cantik itu sopan tapi mengoda.
"Siang pa...iya pa lagi mau dia"ujar gadis itu asal jawab saja yang memaksa Alfa ikut ramah ke satpam asrama.
Tangan gadis itu menulis di buku yang disediakan oleh pihak asrama yang menandakan bahwa dia sudah kembali ke asrama lagi dari keperluannya keluar asrama, tertulis nama gadis itu, Tazkia Zianisa ( perempuan cantik special berkilau ).
Alfa hanya melirik tanpa ingin tahu banyak tentang gadis yang di tolongnya, tangan Tazkia menarik tangan Alfa untuk meninggalkan pos satpam setelah di rasa tidak terlalu dekat dengan pos satpam.
"Maaf...ya...kak sudah membuat kakak tidak nyaman dengan apa yang aku lakukan tadi" ucap Tazkia dengan malu menunduk.
"Sudahlah...kalau itu yang membuat kamu nyaman ga masalah hanya aku sedikit kaget saja " Alfa jujur berkata dengan senyum yang nampak dia tunjukkan.
"Terimakasih sudah merepotkan ya..kak" ucap Tazkia dengan menampakkan senyum termanisnya yang baru dia perlihatkan menambah ke kecantikannya.
"Sama-sama...tapi aku ga merasa di merepotkan ko" balas Alfa dengan senyumnya dia berikan.
"Aku boleh pergi...kan" ucap Alfa hanya bermaksud bercanda ke Tazkia yang masih berdiri di dekat Alfa.
"Oh...iya...boleh lah...tapi..." ucap Tazkia yang belum melanjutkan ucapanya sudah terlebih dahulu Alfa bertanya.
"Tapi...tapi apa" goda Alfa yang sudah ingin pergi meninggalkan Tazkia.
"Maksud aku siapa nama kakak, kalau namaku Tazkia Zianisa" Tazkia malu berucap dengan mata memandang ke lain arah.
"Oh...itu, Alfa Surya Nugraha" ucap Alfa menyebutkan namanya dengan lengkap.
"Aku pamit pulang ya...hati-hati jaga dirimu" ucap Alfa lagi yang menjabat tangan Tazkia untuk berpamitan pulang.
Saat Alfa akan melangkah Tazkia mengekor dari belakang, dengan sekali balik badan Alfa membuat Tazkia terkejut.
"Masuk...lah biar aku pulang tanpa diantar " tangan Alfa menepuk pundak Tazkia, Alfa menyuruhnya masuk ke dalam asrama.
Tazkia hanya mematung memandang Alfa yang terus melangkah meninggalkan gerbang asrama, sosok laki-laki yang baru di kenalnya itu makin menghilang seiring suara deru mobil meninggalkan Tazkia yang akan memasuki pintu asrama yang hanya khusus putri.
__ADS_1
Di dalam mobil Alfa hanya bisa senyum-senyum sendiri mengingat pertemuannya dengan Tazkia yang masih diliputi misteri ada apa dengan peristiwa yang baru saja di lihat dan dilaluinya.
Tapi di balik senyum Alfa ada rasa bersalah dalam dirinya, yang jelas dia akan jadi bulan-bulanan kawan satu timnya yang seperti abang buat dirinya, Alfa....oh...Alfa.